Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 31


__ADS_3

Bab 31


Dari balik pintu yang tertutup separuhnya, piyon menangkap ada sepasang mata yang tengah mengintip mereka di dalam. piyon pun dengan sigap, langsung berlari mengejar pemilik sepasang mata itu. ternyata pemilik pasang mata itu adalah si Kardi, dukun tua yang di lihatnya dibelakang rumah besar devin. yang sedang memberi makanan, kepada sosok iblis yang menyerupai arwah anjani.


Piyon sengaja mengejar dukun tua itu, dikarenakan ia ingin menggali beberapa informasi darinya. kenapa tubuh anjani bisa berada di rumah ini. selain itu piyon ingin menanyakan juga, kenapa dukun itu menyuruh si iblis agar menyerupai anjani.


"Woy... Bongkok..!! berhenti gak lu, kalau gak gua timpuk nih..!! "ancam piyon meneriaki Kardi yang terus saja berlari.


Buuuuuggggggg


Sebuah pemukul baseball tepat mengenai kaki si Kardi, sehingga membuat dirinya langsung jatuh tersungkur. untungnya saat berlari tadi piyon menemukan sebuah pemukul baseball, yang berada di dalam lemari kaca hias berisikan alat-alat olahraga kepunyaan Devin.


"Ampun mas, tolong lepaskan saya..!!saya hanya dibayar dan disuruh. tolong jangan penjarakan saya ya, mas..!! "Ratap si Kardi sambil bersimpuh dan mengatupkan kedua telapak tangannya dihadapan piyon


"Siapa juga yang mau menjarain lu, bongkok..!!"Mimik wajah Kardi langsung berubah ia langsung tersenyum merekah mendengar penuturan piyon barusan.


"Gue emang gak bakal menjarain lu! tapi gua mau potong-potong badan lu, terus gue empanin deh ke harimau. itu pun kalau lu tetep gak mau ngaku dan ceritain tentang semuanya."tegas piyon sembari mengancam si dukun tua itu.


"Iya.. mas.!! saya janji bakalan ceritain semuanya dengan jelas. tapi tolong ya, jangan potong-potong tubuh saya. apalagi sampai di kasih ke harimau."Pinta si Kardi memelas.


"Ya udah makanya nanti lu ceritain aja semuanya dengan jelas, di depan keluarganya anjani."kata piyon yang jawab anggukan oleh Kardi.


Si Kardi dukun sesat itu pun dibawa ke kamar oleh piyon, untuk segera menemui bapak dan ibunya anjani. Kardi pun menceritakan semua yang sudah terjadi, sebenarnya ia disuruh oleh Devin....


🌠🌠🌠


Malam itu waktu sudah menunjukkan jam 04:00 pagi, keadaan di luar sana sedang di guyur hujan dengan sangat lebatnya. namun pintu rumah Kardi, mendadak ada yang mengetuknya dengan sangat keras.


Dok...Dok...Dok...Dok...Dok...Dok


Saat Kardi sudah membuka pintunya, ternyata orang yang mengetuk pintu tadi adalah Devin. ia sedang menggendong seorang gadis yang dipenuhi luka-luka lebam dibagian wajahnya, mereka berdua juga terlihat sangat basah kuyup sekali. sedangkan kondisi gadis yang digendong devin, wajahnya terlihat sangat pucat dan tubuhnya terasa kaku bahkan membiru.

__ADS_1


Awalnya kardi berfikir, kondisi gadis itu masih dalam keadaan hidup dan cuma dalam keadaan terluka saja. ternyata tebakannya salah, kenyataanya gadis itu sudah meninggal dunia. malahan sudah lima jam lamanya, pantas saja sekujur tubuhnya sudah mulai kaku dan membiru.


Awalnya devin meminta agar Kardi mau menghidupkan kembali gadis itu, tapi Kardi menolak dan tak menyanggupinya.


Dikarenakan resikonya sangat besar sekali, kalau orang yang sudah mati dihidupkan kembali. soalnya, arwah yang bakalan mengisi mayat yang sudah mati. bukan arwah yang sebenarnya, tapi sosok iblis jahat yang akan menguasainya.


Karena rasa cinta buta devin yang sudah menggila terhadap anjani, devin pun meminta agar si kardi bisa membuat tubuh anjani selalu utuh. agar ia bisa selalu bertemu dan bersama anjani setiap waktu, dengan berat hati akhirnya Kardi pun menuruti kemauan devin.


Mau gimana lagi, kardi tidak bisa menolak permintaan devin, dikarenakan dulu kardi berhutang budi sekali padanya. soalnya waktu itu, Kardi hampir mau di habisi oleh warga setempat. di karenakan, ketahuan telah mengguna-gunai anak pak kades.


Saat itu Kardi mau dibakar hidup-hidup oleh para warga, lantas devin pun segera menolongnya. dengan meyakinkan pak kades dan para warga setempat, agar Kardi di hukum oleh pihak yang berwajib dan membawanya ke kantor polisi.


Tapi ternyata devin tidak membawa Kardi ke kantor polisi, devin malah membawa Kardi ke bukit rangon. itu semua devin lakukan, karena ia merasa tak tega kepada Kardi yang meratap kepadanya, agar tidak membawanya ke kantor polisi.


Akhirnya devin menyuruh Kardi agar mau tinggal di bukit rangon, dengan mengasingkan dirinya disana. agar kardi tidak bertemu lagi dengan para warga dari kampung brengas dengklok.


Kebetulan di bukit rangon juga sudah ada sebuah bangunan rumah, ternyata rumah itu dulunya bekas mess pekerja. di saat devin mengelola lahan yang berada di bukit tersebut, untuk dijadikan tempat wisata alam. sayangnya rencana itu gagal total, dikarenakan devin disuruh bapaknya mengurusi perkebunan teh yang berada di desa Mekarsari.


****


Semua itu Kardi lakukan, karena kasihan sekali melihat Devin. yang kala itu merasa sangat terpukul sekali, akibat kehilangan wanita yang sangat dicintainya.


*****


Bu hani yang kala itu mendengarkan penuturan dari si dukun, langsung histeris dan berteriak-teriak. ia meratapi nasib anak perempuan satu-satunya, yang sudah meninggal akibat di lecehhkan.


"Jani....!!! Ibu gak menyangka kamu meninggal dengan cara seperti ini, Nak." Den devin, kenapa kamu jahatin anak saya kaya begini. apa salah anak saya?" Oceh Bu Hani di sela tangisnya.


Huu...hu...hu....hiks..hiks..


"Sudah Bu, yang sudah meninggal tak baik kalau ditangisi terus menerus.!! "Ujar hafidz sang ustadz muda.

__ADS_1


"Tapi dek ustdaz. saya kangen... sekali sama anak saya, lima bulan saya tidak bertemu. giliran bertemu dengannya, dia sudah tidak bernyawa lagi. "timpal bu hani masih dengan tangisnya.


"Ia saya tau itu, buk, gimana perasaan ibu sekarang. tapi, alangkah baiknya ibu dan bapak segera mengebumikan jenazah anak ibu, Karena tidak baik jenazah terlalu lama di diamkan. "balas ustadz hafidz.


Akhirnya bu hani dan pak anung beserta piyon, mereka segera membawa jenazah anjani untuk kembali ke desanya, agar secepatnya dikebumikan. mereka semua berangkat ke desa Mekarsari, diantarkan oleh ustadz hafidz dengan mobilnya.


Sesampainya mereka di desa, ternyata semua orang sudah pada berkerumun di halaman rumah bu hani. sesekali dari mereka yang datang ke rumah anjani, ada yang tega malah bergunjing dan ghibah. membicarakan perihal kematian anjani, yang begitu sangat mengenaskan.


"Kasian bener ya si anjani, bukanya suskses kerja di kota. eh, malah pulang tinggal nama! "Cibir Bu encum.


"Iya bener kasian banget ya, mungkin kurang beruntung aja kali nasib si anjani."timpal bu sani.


"Ya, maklumlah. anjani kan orangnya suka kecentilan gitu, makanya dia sampai diperkosa dan dibunuh disana."ghibah sadis dari ibu berbadan kurus.


"Hei ibu-ibu bukanya bantuin, malah ghibah aja kerjaannya."sahut pak nono yang sedang membantu membuat keranda dari batang bambu.


"Tau nih..!! kasian tau, kalau sampai bu hani dan pak anung mendengar ghibahan kalian."kata pak yatmo menimpali.


Pak anung yang kebetulan mendengar pembicaraan mereka, ia merasa tidak suka atas ucapan para tetangganya tadi. padangan matanya mulai menatap tajam penuh kebencian, kepada orang-orang yang tengah mempergunjingkan perihal kematian anaknya itu. untungnya saja istrinya tidak mendengarnya. kalau sampai mendengar gunjingan para tetangganya tadi, otomatis Bu hani makin sangat bersedih dan terpuruk saja.


Tanpa menunggu waktu lama jenazah anjani pun selesai di kebumikan, taburan bunga warna warni memenuhi gundukan tanah merah yang masih basah.


Bu hani masih terus saja menangisi anjani diatas pusaranya, ia juga masih tak beranjak dari sana. sampai suaminya itu mengajaknya untuk pulang ke rumahnya.


Hiks..Hiks...Hiks....


"Sudahlah bu, jangan ditangisi terus. hayo kita pulang saja, waktu juga sudah mau maghrib, tuh."ajak pak anung sembari merangkul istrinya mengajaknya pulang.


Saat mereka melangkah meninggalkan pusara anjani, pak anung berbalik sesaat dan menatap tajam ke pusara anjani....


*****

__ADS_1


Bersambung......


Salam penasaran selalu....🌹🌹🌹


__ADS_2