
Bab 111
Happy Reading.....😊😊😊
****
Sesampainya anjani dan diana di ruangan tersebut, mereka akhirnya menemukan sebuah peti kayu yang diceritakan diana sebelumnya. untungnya saja semua para penjaga di dalam ruangan bukit hitam, semuanya sudah dikalahkan oleh anjani sebelumnya, sehingga mereka aman saat melangkah ke ruangan itu.
Tapi mereka berdua juga harus bergerak cepat, karena bisa saja si iblis willil wo yang jahat itu akan cepat kembali ke ruangan ini.
"Cepat ka! bakar peti kayu itu serta buku-buku mantra dan alat-alat pemujaan itu, supaya tidak akan ada lagi penerus iblis itu nantinya."seru diana yang saat itu terlihat sangat panik sambil netranya melihat ke ambang pintu terus.
Anjani pun mengangguk pertanda iya. lalu ia mulai memasukan buku-buku mantra, beserta alat-alat pemujaan yang berada di ruangan tersebut, ke dalam peti kayu yang berisi jasad ayahnya diana yang kini sudah berwujud tengkorak. dengan di bawahnya ada jasad satu lagi tapi masih terlihat utuh, padahal kisaran usia jasad itu, seperti sudah ribuan tahun lamanya berada di dalam peti kayu tersebut.
Dengan kekuatannya anjani pun langsung membakar peti kayu tersebut. tapi sayang baru saja peti kayu itu terbakar separuhnya, sosok iblis will wo pun muncul, lalu ia mematikan api yang tengah membakar peti kayu tersebut.
Suaranya begitu menggelegar bagaikan petir yang menyambar-nyambar." Siapa kau! apa yang sedang kau lakukan di ruangan ku? dasar makhluk wanita laknat!"hardik iblis will wo menunjuk anjani dengan luapan amarah.
"Aku aku menghancurkan mu wahai iblis jahat, sebentar lagi kau akan musnah!"sahut anjani.
"Hahaha!! tak akan ada makhluk mana pun yang bisa mengalahkan ku! apalagi makhluk lemah seperti dirimu. aku WILL WO sang penguasa kegelapan, makhluk yang kekal abadi selamanya."ucapnya dengan bangga.
Seketika ruangan itu pun mulai bergetar hebat, lalu dari pojok dinding terbuka seperti sebuah daun pintu. kemudian muncullah ribuan ekor binatang seperti kumbang berwarna hitam dari pintu tersebut, lalu diikuti oleh seorang laki-laki dengan mengenakan pakaian serba hitam.
"Ayah!" seru diana dan mencoba menghampiri laki-laki tersebut namun tangan diana segera di cekal oleh anjani.
"Dia bukan ayah mu diana! dia adalah iblis yang menyerupai ayah mu."kata anjani.
"Tapi ka, dia memang benar ayah ku. aku ingin ke ayah ka."diana memberontak kekeh ingin menghampiri sosok yang mirip ayahnya itu.
Anjani pun segera mengusap mata diana, seketika diana pun langsung mundur. karena yang dilihatnya sekarang adalah makhluk menyeramkan bukan sosok ayahnya lagi.
"Kau tak pantas hidup di muka bumi ini will wo! tempat mu itu berada di neraka sana, bersama dengan para pengikutmu."ujar anjani yang langsung menyerang dengan seluruh kekuatannya sehingga mengenai dada will wo.
"Ternyata kau cukup kuat juga arwah merah! karena dendam mu yang sangat membara itu sehingga menambah kekuatan mu. Hahahah. tapi aku tak semudah itu kau kalahkan, rasakan ini merah."iblis will wo langsung mencekik leher anjani dan mengangkatnya ke atas.
__ADS_1
"Aaaakkkk!!! anjani pun mengerang-erang kesakitan, dengan kekuatannya ia berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan dirinya dari cengkraman iblis will wo. tapi ternyata sia-sia saja, kekuatan iblis itu jauh lebih besar dari kekuatan yang di miliki oleh anjani.
"Lepaskan ka anjani iblis jahat!" pekik diana sambil melempari iblis will wo dengan benda-benda seperti cawan berwarna perak.
"Dasar arwah ingusan, beraninya melawanku! bargo! ka urus arwah anak ingusan ini." titah iblis will wo kepada sosok lelaki yang mirip seperti ayahnya diana.
Sosok arwah laki-laki itu pun mulai mendekati diana, dia berjalan dengan leher dan sekujur tubuhnya seolah terpatah-patah, sosok itu juga selalu menggeram dan mengeluarkan cairan kental berwarna hitam dari mulutnya.
Diana pun segera berlari ke arah seberang peti kayu yang berisikan tengkorak ayahnya. namun makhluk itu tak tinggal diam, dia terus saja mengejar diana dan akhirnya diana pun tertangkap, makhluk itu mencekik diana juga.
"Hey kalian iblis jahat! cepat lepaskan mereka berdua!" seru sesosok arwah perempuan yang langsung menyerang iblis will wo dan makhluk seram yang menyerupai ayah diana tadi tepat di bagian wajah dan dadanya, arwah perempuan itu juga langsung menarik tudung yang menutupi bagian kepala dan wajah iblis will wo.
Ternyata si iblis will wo itu tidak mempunyai bentuk wajah, disana hanya terlihat kulit keriput yang sudah mengelupas, beserta tulang pipi tengkoraknya saja yang menonjol.
"Dasar makhluk jahanam! beraninya kau juga ikut melawanku." tunjuk will wo yang kesakitan sambil menutupi wajahnya.
Di saat itulah anjani pun segera menyerang iblis will wo secara bertubi-tubi dengan seluruh kekuatannya, dibantu juga dengan kekuatan dari arwah perempuan tadi ikut membantunya.
"Diana cepat bakar peti kayu itu." titah merlin sosok arwah perempuan tadi.
"Aku gak bisa mengeluarkan api seperti kaka, mana bisa aku membakarnya."sahut diana yang mulai kebingungan.
"Cepat sedikit diana, kami sudah tidak sanggup lagi menahan iblis will wo."teriak merlin sambil menahan sakit akibat mengerahkan seluruh kekuatan dan tenaga dalam yang ia punya.
"Aaakkkkk!!!! teriakan will wo begitu kencang, sehingga menggemparkan seluruh hutan kinarang, sehingga membuat para makhkuk hidup yang berada disana, seperti burung dan yang lainnya ketakutan dan berlarian. bahkan seluruh arwah-arwah penasaran disana pun merasa panik dan ketakutan.
Diana pun berkonsentrasi lalu ia menatap fokus ke arah peti kayu itu, seketika api pun keluar dan langsung membakar peti kayu itu kembali. namun anjani dan merlin langsung terpental, karena iblis will wo mengeluarkan kekuatannya.
"Dasar anak gak berguna! bukanya kau itu ikut membantuku, malah kau ikut membela mereka melawanku."ujar will wo sambil menampar pipi diana dan langsung mencekik lehernya.
"Aku akan segera mengirim mu ke neraka jahanam bersama dengan ayahmu, agar kau tersiksa selamanya disana. Hahaha.
Bugggsss...!!
Tubuh will wo langsung terpental keras ke dinding batu ruangan tersebut.
__ADS_1
"Aaakkk!! pekik will wo kembali.
"Mari kita sama-sama kalahkan iblis itu." ujar dewi saca sembari membangunkan anjani dan merlin yang terjatuh.
Ternyata yang tadi membuat iblis will wo itu sampai terpental keras ke dinding, itu semua dikarenakan sesosok perempuan ular berbadan manusia yang tadi hampir membunuh devin. dia adalah dewi saca, tadi dia menyabetkan ekornya yang panjang dan besar ke arah perut iblis Wil wo, sehingga membuat ia terpental.
Soalnya setelah dewi saca mendengar semua penjelasan dari emile dan seno tadi, ditambah ia juga mendengar teriakan kencang suara dari iblis will wo. akhirnya dewi saca memutuskan untuk ikut membantu anjani, untuk melawan dan mengalahkan iblis will wo. ia pun segera berjalan menyusuri hutan menuju bukit hitam.
"Dasar kau makhluk ular biadab! beraninya kau juga melawanku. akan ku bunuh kau setelah ini." ujar iblis will wo yang berusaha bangkit.
"Sebelum kau membunuh ku, aku yang akan membunuh mu terlebih dahulu wahai iblis laknat."tunjuk dewi saca.
Entah kekuatan dahsyat dari mana, dewi saca pun begitu sakti dan kuat. padahal sebelumnya ia berasa lemah dan selalu disiksa iblis will wo. ekor panjang dan besar miliknya pun terus ia sabetkan ke tubuh will wo berkali-kali, merlin juga tak tinggal diam, dia ikut mengeluarkan kesaktiannya untuk menyerang iblis will wo. sedangkan anjani ia membakar peti kayu itu kembali, karena tadi sempat padam lagi karena iblis will wo langsung memadamkan nya.
Api pun menyala dan berkobar-kobar, sosok makhluk menyeramkan yang mirip dengan ayahnya diana pun ikut terbakar. kini iblis will wo pun dilemparkan ke dalam api tersebut dan tubuhnya langsung terbakar, teriakan dan erangannya pun menggema dan menggelegar kembali memenuhi kawasan hutan kinarang.
Ke tiga sosok arwah perempuan yaitu anjani, diana dan merlin, serta ada dewi saca sang dewi ular. kini mereka tengah memandangi kobaran api yang tengah membakar peti kayu dan si iblis will wo. hampir sekitar setengah jam lamanya, api membakar peti kayu tersebut. dan perlahan-lahan api pun mulai mengecil lalu padam, kini semuanya sudah ludes dan habis terbakar oleh si jago merah.
"Akhirnya tamat juga riwayat iblis itu, sekarang tidak akan ada lagi ketakutan para arwah yang ingin berkeliaran bebas di hutan ini."Kata dewi saca dengan senyum mengembang.
"Akhirnya kita bisa kembali ke alam kita dengan tenang ya diana."ucap merlin kepada diana.
"Aku berharap atas kejadian ini, kita semua bisa berfikir lagi dengan baik. pertimbangkan baik buruknya perbuatan yang akan kita lakukan kedepannya nanti. untukmu dewi saca, aku berharap sekali kepadamu, agar kau bisa menjaga hutan ini dengan baik dan benar. jangan ada lagi orang-orang jahat yang akan menyesatkan di suatu hari nanti."ujar anjani sambil tersenyum manis.
"Ka anjani, dewi saca, kami berdua pamit pergi dulu ya, soalnya pintu cahaya ke alam kami sudah terbuka."pamit diana dan merlin sambil berlarian menuju cahaya terang berkilauan.
"Iya, semoga bahagia ya kalian di alam sana."kata anjani sembari melambaikan tangan.
"Kenapa kau tidak ikut dengan mereka kembali ke alam mu anjani?"selidik Dewi saca.
"Aku masih ada sedikit urusan duniawi ku yang belum terselesaikan, setelah semuanya selesai aku juga akan segera kembali ke alam ku yang sebenarnya."balas anjani.
"Hayo kita segera hancurkan tempat ini dewi." ajak anjani sehingga membuat dewi saca terkejut karena tadi ia sempat melamun.
"I..i..iiya hayo!"balas Dewi saca.
__ADS_1
Dewi saca dan anjani pun mulai merobohkan bangunan ruangan bawah tanah, lalu di susul ruangan-ruangan yang lainnya. setelah itu mereka keluar dan menghancur kan bukit itu. kini bukit yang terlihat menjulang tinggi itu, sudah hampir sama ratanya dengan tanah. awan hitam dan gelap yang tadinya selalu menyelimuti daerah itu pun mulai menghilang, dan kini telah berganti dengan awan bersih serta pemandangan langit yang begitu terang.
Kini hutan kinarang pun seolah menjadi hutan yang hidup, terasa udara yang sangat segar dan langitnya berubah cerah dan terang. tidak seperti sebelumnya saat di kuasai iblis will wo, hutan itu berasa lembab pengap dan gelap.