Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 104


__ADS_3

Bab 104


"Alhamdulillah, ternyata hari sudah siang."ucap seno saat ia terbangun. seno adalah sosok pemuda desa pemberani yang nekat masuk ke dalam hutan kinarang demi menolong devin.


Seno mengucek-ngucek netranya pelan, lalu ia bangkit dari duduknya dan menyingkapkan dedaunan liar yang tengah menutupi lubang persembunyian dia dengan devin semalam, untuk memastikan keadaan di sekitarnya.


Soalnya saat semalam mereka berdua berlari untuk menghindari iblis will wo, mereka malah terperosok dan masuk kedalam sebuah lubang. karena dirasa lubang itu tempat persembunyian yang aman, maka mereka berdua memutuskan untuk bersembunyi dan beristirahat sejenak di dalam sana sampai menunggu pagi tiba.


"Ya ampun, kondisi den devin ko makin lemah saja ya. mungkin karena si iblis will wo hampir menghabisi energinya semalam, jadi den devin menjadi seperti ini. aku harus segera mencari air dan juga makanan untuk den devin, agar energinya kembali lagi seperti semula." gumam seno kala melihat roman devin yang pucat dan masih tertidur di tanah tanpa alas apapun.


"Den, tunggu disini sebentar ya. seno mau cari air dan makanan dulu di luar."kata seno seraya menepuk pelan tangan devin agar ia terbangun.


"Jangan tinggalkan aku disini sendiri! aku mau ikut kamu saja sen, aku takut kalau iblis itu datang lagi."ucap devin sambil memegangi erat tangan seno sambil ia celingak-celinguk.


"Tenang den, den devin gak usah takut begitu. iblis itu gak bakalan berani keluar di siang hari ko, jadi aden aman disini. den devin tunggu saja disini dan jangan kemana-mana, aku mau keluar dulu mencari air dan makanan untuk aden, supaya energi den devin yang sudah di hisap iblis will wo bisa kembali lagi."ujar seno.


"Tapi sen...."kata devin memelas.


Awalnya devin menolak di tinggalkan sendirian di dalam lubang persembunyian mereka. tapi, karena seno berulang kali meyakinkan devin bahwa tidak akan terjadi apa-apa kalau ia sendirian disana. akhirnya devin mau juga di tinggalkan, soalnya seno kan harus buru-buru juga, mumpung waktu masing terlihat siang.


****


Anjani yang kini sudah berubah wujud kembali menjadi manusia biasa, ia mulai menyusuri dalam dan luasnya hutan kinarang. sambil netranya bergeliya kesana kemari dan mulutnya menyerukan suara memanggil-manggil nama suaminya dan seno. semalaman anjani sudah berusaha mencari-cari suaminya dan juga seno di dalam hutan kinarang, tapi anehnya anjani tak kunjung juga menemukan keduanya.


"Mas.... Mas devin.... seno....! kalian berdua ada dimana sih?"panggil anjani berulang kali.


Disaat anjani sedang mencari-cari suaminya dan juga seno, tiba-tiba saja suasana siang hari yang terik menyinari hutan kinarang, mendadak langsung gelap dan udara terasa dingin sekali. dari sebrang anjani berdiri munculah sebuah gumpalan asap putih tebal, kemudian dari dalam asap itu muncul tiga sosok arwah lelaki yang wujudnya begitu amat menyeramkan.


Sosok arwah pertama wujudnya begitu sangat mengenaskan, kepalanya patah menggantung ke sebelah kanan. nampak juga tangan kiri dan kaki kanannya terlihat patah dan lunglai. saat sosok arwah itu berjalan menghampiri anjani, terdengar nyaring sekali bunyi gemrutuk tulang belulangnya yang patah, KRETEK, KRETEK.


Sosok arwah yang kedua, wujudnya jauh lebih mengenaskan lagi dari sosok arwah pertama. semua bagian tubuhnya hancur berantakan, dari bola matanya yang kanan menyembul dan tergantung keluar dari sarangnya, lalu batok kepalanya juga terkelupas dan ceceran cairan dari lelehan otaknya mengalir hingga ke telinga. kulit dan daging wajahnya juga terkelupas, sehingga nampak tulang rahang pipinya. serta kedua tangan dan kakinya juga sama kulit dan dagingnya terkelupas. yang lebih mengerikan dan menjijikan lagi, isi perutnya terburai keluar. terlihat ususnya dan darah mulai menetes di sepanjang sosok itu berjalan menghampiri anjani yang saat itu masih diam dan terpaku.


Sedangkan wujud sosok arwah yang ke tiga, kondisinya jauh lebih beruntung tidak seperti kedua sosok arwah tadi. sosok arwah ini cuma menampakan raut wajah sedih dan pucat, sambil tak henti-hentinya sosok itu selalu saja menangis dan mengeluarkan tangisan darah, yang membanjiri kaos putih berlapiskan kemeja kotak-kotak yang saat itu ia kenakan.

__ADS_1


Ketiga sosok arwah lelaki itu kini sudah berdiri tepat di hadapan anjani, sehingga membuat langkah anjani menjadi terhenti.


"Siapa kalian! kenapa kalian menghadang jalan ku?" kata anjani.


"Kami tau kalau kamu itu bukan manusia kan? kamu itu adalah sosok arwah sama seperti kami bertiga, tapi kamu itu sosok arwah yang sakti dan punya kekuatan hebat. jadi tolonglah kami bertiga ya." mohon ketiga sosok arwah laki-laki itu sambil bersimpuh di kaki anjani.


"Iiihh... kalian bertiga jangan begitu ah, aku gak mau! memang kalian bertiga itu siapa? kenapa kalian bisa bergentayangan di sini? lalu apa yang bisa saya bantu untuk kalian?"tanya anjani sambil mundur ke belakang gak mau disentuh kakinya oleh ketiga sosok arwah laki-laki itu.


"Kami bertiga ini mahasiswa dari kota yang 10 tahun lalu nekat memasuki hutan ini. arwah kami juga tidak bisa pergi ke alam sebenarnya, karena masih terjebak disini. jadi kami mohon bantuan kamu, agar kamu mau melawan iblis will wo sang pengusaha hutan kematian ini. kalau iblis itu sudah musnah, kami bertiga bisa terbebas dari sini." papar salah satu sosok arwah mahasiswa itu yang dari name tag yang menggantung di lehernya bernama Emile.


Ketiga arwah mahasiswa itu pun bangkit dan berdiri lagi, tapi si arwah kepala miring sangat sulit sekali untuk bangun karena tubuhnya yang terlihat patah semua. akhirnya si kepala miring dibantu berdiri, oleh sosok arwah yang normal.


"Apa! ternyata kalian bertiga mahasiswa yang hilang 10 tahun yang lalu."pekik anjani.


Ya, sosok arwah ketiga laki-laki itu adalah, mahasiswa dari kota yang 10 tahun lalu masuk dan menghilang di dalam hutan kinarang.


"Kenapa kalian bertiga ini nekat dan bandel sih! bukannya dulu semua warga desa ku sudah memperingatkan kalian, agar kalian bertiga tidak memasuki hutan terlarang ini. akhirnya nasib kalian jadi seperti ini kan, jadi arwah penasaran penunggu hutan. mana bentuknya udah pada gak jelas kaya begini lagi." oceh anjani memarahi ketiga arwah mahasiswa itu.


"Iya nih, kami bertiga menyesal ko."sahut sosok arwah yang kepalanya miring ke kanan.


"Bapak-bapak? siapa dia?" batin anajani.


"Eh tau-taunya, bapak-bapak itu berbohong. kami bukan di tunjukan ke aset berharga itu, malah di berikan ke iblis will wo dan anak buahnya yang bernama brewok, sosok mahkluk jelek berbulu. sampai akhirnya energi ku habis dihisap oleh iblis itu dan tubuh aku malah di cabik-cabik oleh si brewok. jadi seperti ini deh wujud aku.. huhuhu..."jelas sosok arwah yang wujud tubuhnya berantakan sambil menangis.


"Nasib aku juga sama, wujud aku jadi seperti ini karena setelah iblis wil wo menghisap semua energi ku. iblis itu malah membanting tubuhku ke pohon dan terhempas ke tanah jadi patah deh semua tulang belulang ku."timpal sosok arwah yang kepalanya miring, dengan kaki dan tangan yang terlihat lunglai karena patah.


"Ya sudah, setelah semua urusan ku selesai aku akan membantu kalian bertiga. soalnya aku juga masuk kesini, karena lagi mencari suami dan warga ku. apa kalian bertiga melihatnya?" kata anjani bertanya kepada mereka.


"Oh, lelaki ganteng tapi penakut itu ya."sahut si kepala miring.


"Hey jangan sembarangan ngomong ya! kalau benar pria yang kau jelaskan itu suamiku, akan ku bikin putus kepalamu nanti. karena sudah berani mengejeknya!"ancam anjani.


"Jangan dibikin putus dong kepala ku! yang ada nanti aku jadi hantu kepala buntung."sahut sosok kepala miring.

__ADS_1


"Biarin saja itu lebih bagus, dari pada kamu jadi hantu sengkleh. memangnya kamu melihat ada manusia masuk kesini? coba jelaskan seperti apa ciri-cirinya?"tanya anjani antusias.


"Selama 10 tahun kami terjebak disini, baru semalam kami melihat ada manusia kesini. awalnya sih kami melihat ada satu orang lelaki, kulitnya putih, tampan, tinggi dan gagah. lelaki itu semalam sedang di habisi iblis will wo, tapi untungnya ada seorang pria muda yang sangat berani datang kesini, lalu menyerang iblis will wo. akhirnya pria ganteng itu selamat deh dan dibawa pergi oleh pemuda pemberani itu." jelas Emile sosok arwah yang menangis darah.


"Apa! iblis itu mau menghabisi suamiku! kurang ajar dia! aku akan buat perhitungan dengannya." pekik anjani dengan raut wajah penuh amarah.


"Iya bener itu! harus buat perhitungan." sahut mereka bertiga.


"Sekarang apa kalian bertiga tau, sarang si iblis jahanam itu ada dimana?"tanya anjani.


"Sarang dia ada di balik bukit itu!"tunjuk ke tiga sosok arwah mahasiswa itu ke sebuah bukit di seberang jurang yang dalam.


Anjani pun kembali merubah wujudnya menjadi sosok arwah berbaju merah, dengan raut wajah penuh dengan dendam dan amarah.


"Hey kalian bertiga! jangan bengong begitu, kalian juga harus membantu ku. aku sekarang akan pergi dan berusaha menghabisi iblis will wo, kalian bertiga bantu aku cari dan temukan suami dan pemuda itu. ok!" ujar anjani dan langsung pergi terbang meninggalkan ketiga arwah mahasiswa itu yang masih saja takjub.


"Wih, keren wanita itu ya.... bisa jadi manusia, bisa jadi arwah juga."gumam si kepala miring.


"Aku juga pengen tau kaya gitu, biar bisa godain cewek-cewek lagi kaya dulu."sahut si arwah dengan tubuh yang berantakan.


"Lah otak lu mah masih omes aja! gak waktu jadi manusia, sampe jadi arwah masih begitu aja. Eh, tapi ngomong-ngomong nama wanita itu siapa ya?" ucap dan tanya arwah Emile.


"Wanita baju merah kali, atau markonah! hehehe" ucap si kepala miring sambil terkekeh.


"Hey sengkleh! lama-lama aku buat putus juga kepala mu dan ku buang ke jurang mau."ujar anjani yang hanya suaranya saja.


"A..aa..ampun, ja..jangan!"balasnya gemetaran.


"Wah, bener-bener hebat wanita itu. semakin kagum aku padanya, ada suaranya tapi gak ada wujudnya. tapi namanya siapa ya? aku masih penasaran nih." gumam Emile.


"Namaku anjani! cepat kalian cari suamiku dan juga temannya itu."titah anjani.


"Ok...Ok!" sahut ketiganya.

__ADS_1


Lalu ketiga arwah mahasiswa itu pun lalu ikutan menghilang, mungkin mereka sedang berusaha mencari keberadaan devin dan seno.


__ADS_2