
Jagad Lelembut
π
π
π
Happy.... Happy... reading...ππ
CACABURANGE BURANGE TALI GOBANG, GOBANG PANCURANGE ANA DEMIT BERPAYUNGAN, GOJI LEWE LEWE...
GOJI LEWE LEWE...
Sekelompok anak-anak usia belasan tahun atau biasa di bilang ABG tengah asik bermain tebak-tebakan, dengan sebuah batu yang di pindah-pindah dari telapak tangan satu orang ke orang yang lain. salah satu teman harus membungkuk dan dia harus menebak siapa di antara teman-temannya yang memegang batu tersebut. kalau berhasil menebak maka yang memegang batu tersebut yang kalah dan harus mencari temanya yang akan bersembunyi nanti, kalau seandainya dia salah tebak maka dialah yang akan jaga dan mencari teman-temannya yang bersembunyi.
"Hayo dong medi ! cepat kamu tebak siapa yang pegang batunya! jangan melongo aja kaya sapi ilang ingatan!" cetus Ririn karena merasa gemas melihat temannya bukan menebak malah melongo aja.
"Sabar dong Ririn, aku kan juga lagi mau nebak." sahut medi.
"Ya udah cepet kamu tebak siapa yang pegang batunya. aku, poca, wewe, si unti, si tiyul, apa si giwo. gece deh..." balas Ririn menunjuk satu persatu teman demitnya.
Kalau si poca itu anaknya pocong, Wewe anaknya kolong wewe, si unti anaknya kuntilanak, si tiyul anaknya tuyul dan si giwo anaknya genderuwo. mereka semua itu adalah anak-anak ABG dari bangsa lelembut.
Nah kalau si medi itu adalah anaknya sang penjaga pintu masuk jagad lelembut, jadi kalau ada manusia bejad yang akan nekad masuk ke alam tersebut. mereka harus menghadapi bapaknya si medi dulu, yang berwujud tinggi besar dan berkulit hitam legam dengan sorot mata yang memerah, serta ada dua tanduk di sisi kepalanya.
Kebanyakan sih manusia-manusia kufur dan serakah yang ingin masuk ke jagad lelembut, hanya untuk mencari ilmu dan kekayaan. sehingga mereka dapat di tipu daya dan terjebak di dalam kenistaan selamanya.
Jadi dari beberapa anak ABG dari bangsa lelembut yang sedang bermain tadi, hanya Ririn sendirilah yang dari bangsa manusia.
Teringat kejadian beberapa waktu silam, dimana pak anung di habisi secara keji oleh dua orang pria yang tidak dikenali. bahkan hampir merenggut nyawa Ririn dan Bu Hani.
Untung saja saat itu ada Dewi saca yang sedang berada di kamar Ririn. sehingga saat kejadian Dewi saca dengan sigap langsung membawa Ririn dan juga bu hani yang hampir ketahuan oleh pria jahat itu. Dewi saca pun segera membawa mereka berdua ke jagad lelembut, tempat dimana raja Payton calon suaminya Dewi saca tinggal.
Soalnya rara dan bu hani harus segera di sembunyikan di tempat yang aman, agar iblis Will Wo dan dua pengikutnya itu tidak mencelakai mereka berdua. maka alam jagad lelembut lah tempat yang paling aman, tidak sembarangan makhluk lelembut yang bisa masuk ke alam sana sekalipun itu iblis Will Wo dia pun tak akan bisa masuk.
"Pasti yang pegang batunya... kamu kan Rin? hahahah kamu jaga lagi Rin..." ledek medi seraya tertawa geli menebaknya.
__ADS_1
"Ah kalian curang! masa aku terus dari tadi yang jaga lagi. sekali kali ke aku juga pengen sembunyi." ujar Ririn kesal sembari menghentakkan kedua kakinya ke tanah.
"Kan resiko kamu Rin, karena kalah ya harus jaga." timpal tiyul.
"Berisik lu Yul, aku lempar juga nih ke kandang sapi biar jadi anak sapi bukan anak tuyul lagi. " sahut Ririn.
"Lagian kalian kan demit semua! ya jelas aku selalu kalah lah. kalian bisa liat kalau aku yang pegang batu, nah kalau sembunyi kalian semua bisa ngilang jadi aku susah nemuinnya. sampe lebaran kodok pun aku pasti bakalan kalah terus lah." oceh Ririn.
" Ya udah kita ganti permainan aja, lagian kasian juga kan si Ririn dari tadi dia jaga terus." imbuh giwo mencoba mengusap punggung Ririn, namun Ririn menghindar.
Soalnya Ririn merasa risih sama perlakuan si giwo yang suka perhatian, kalau diperhatiin sepertinya Giwo ada rasa ke Ririn. karena Ririn gak mau PHP in dia, makanya Ririn selalu menghindar biar si giwo gak baper.
"Jangan main lagi ah capek, mendingan kita ke desa syaitona aja yu. katanya disana lagi ada pasar rakyat tau, kita bisa shoping manja." sahut unti dengan gaya centilnya.
"Iya tuh bener, apa yang di bilang unti! denger-denger di sana juga ada manusia nya loh Rin, mana ganteng lagi." timpal Wewe.
"Ah masa sih, ada manusia selain aku dan ene aku disini. palingan juga manusia sesat kan, yang mau cari ilmu atau kekayaan?" ucap dan tanya Ririn.
"Bukan Rin! Manusia itu bukan seperti manusia yang kamu ceritain tadi, yang ingin mencari ilmu dan kekayaan. menurut cerita yang aku dengar dari percakapan ibu dan uwa ku, kalau manusia itu tinggal di desa sayitona sudah cukup lama Rin. kabarnya dulu pria itu terluka sangat parah, lalu tersesat masuk ke pintu jagad lelembut di bagian kulon. terus di tolong mba rawangmulan cucu satu-satunya kake empu kanwa, dia adalah tetua di desa sayitona" jelas unti secara detail.
"Ooh begitu ceritanya, aku jadi penasaran sekali siapa pria itu." ujar Ririn.
"Hay..... baru juga ririn mau bilang hayo dan berangkat ke desa sayitona, Dewi saca sudah berteriak-teriak memanggil Ririn.
"Ririn... Ririn... cepat kesini nak !" panggil Dewi saca dari arah kamar bu hani.
"Nanti dulu ya... bibi Dewi manggil." kata Ririn kepada teman-teman lelembut nya.
Ririn pun segera berlari ke dalam rumah.
"Dimana aku...? Bapak...!! ririn...!! " bu Hani memegangi kepalanya lalu berteriak-teriak saat tersadar dari tidur panjangnya.
"kamu siapa? kamu siapa!!! " dimana suami dan cucu saya?" tegas bu hani sembari melempari Dewi saca dengan barang-barang yang ada di dekatnya.
"Ene.... akhirnya ene sadar juga, Ririn kangen ene." ujar Ririn saat tiba di kamar bu hani yang langsung memeluk bu hani.
"Ririn takut kehilangan ene, karena Ririn gak punya siapa-siapa lagi di dunia ini selain ene seorang." dekapan Ririn semakin erat.
__ADS_1
"Lepasin saya! kamu siapa? dimana cucu saya?" bu hani langsung mendorong Ririn.
"Ene ini Ririn, cucu ene. anak mamah anjani dan papah devin masa ene gak ngenalin Ririn sih." jelas Ririn dengan linangan air mata.
"Kamu jangan ngada-ngada ya! cucu saya Ririn , usianya masih 2 tahun bukan sebesar kamu kaya gini." bantah Bu Hani.
"Ririn sudah nak! nenek mu baru sadar, dia belum tau yang sebenarnya. biar bibi yang urus, kamu keluar dulu ya." pinta bibi saca menyuruh Ririn tunggu diluar kamar.
"Bibi bisa balikin ene aku kaya dulu kan?" ucap Ririn sembari meneteskan air mata.
Dewi saca pun mengangguk dan mengusap lembut air mata Ririn lalu memeluknya, setelah itu Dewi saca pun kembali masuk ke dalam kamar bu hani. Dewi saca mencoba menenangkan dan menjelaskan kepada bu hani, tentang apa yang telah terjadi selama Bu hani tidak sadarkan diri selama ini.
Bu Hani ternyata tidak sadarkan diri sudah hampir 15 abad atau 15 tahun lamanya. tapi itu di alam jagad lelembut, kalau di alam dunia manusia cuma sekitar 15 bulan. soalnya hitungan 1 bulan di alam jagad lelembut, jadi hitungan 1 tahun di alam nyata.
Ririn yang beberapa bulan lalu di alam manusia masih berusia, 2 tahun, kini dia sudah tumbuh menjadi gadis remaja berusia 17 tahun, yang memiliki paras cantik dengan kedua lesung pipinya yang selalu kelihatan manis sekali disaat dia tersenyum.
####
Disisi lain, di dunia nyata, dunia manusia.
"Sayangku.... cintaku.... manciku.... kunyuk... kunyuk... akang bahagia sekali sudah hampir setahun lebih kita bahagia bersama tanpa ada yang menggangu." ujar seorang laki-laki muda sembari mencubit pelan kedua pipi wanita muda di hadapanya.
"Tapi walaupun nanti ada yang menggangu kebahagian kita lagi, apalagi sampai mengganggu cayangku ini. akang akan habisi orang itu." sambung pria itu lagi.
Wanita muda di hadapan pria muda tadi pun, hanya cengar-cengir saja persis orang yang kurang waras, bukanya dia membalas perkataan pria muda tadi, wanita itu malah cekikin gak jelas apa artinya.
"Yang sekali-kali ngomong ke, jangan ketawa melulu sih. akang kan jadi berasa kaya orang gila kaya begini." celoteh pria itu sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Wanita itu pun tak memperdulikan ucapan dan gombalan pria tadi. Dia malah lari dan sibuk kesana kemari, mengejar-ngejar seekor kodok yang lagi loncat-loncat di pinggir kolam, lalu setelah ketangkap kodok itu pun langsung dilahapnya hidup-hidup.
Pria muda itu pun jengkel dengan wanita tadi, dia pun langsung meninggalkan wanita itu seorang diri yang tengah asik dengan kodok ijo hasil tangkapannya tadi.
"Pak !! "seru pria muda tadi menghampiri seorang pria mengenakan baju dinas lurah.
****
Hayo.... ada yang bisa tebak lagi siapa pria yang ada di jagad lelembut? dan pria muda dengan wanita aneh itu. serta siapa pria yang mengenakan baju lurah...??βΊοΈβΊοΈβΊοΈ
__ADS_1
Maaf ya up nya kelamaan... kondisi othor sempat drop lagi, jadi harus cek up ke RS.
Jangan lupa ya Like, vote masukin juga novel ini di List favorit kalian... terimakasih βΊοΈπ