Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 51


__ADS_3

Bab 51


"Kenapa dokter itu ngeliatin aku kaya gitu ya?"ucap batin anjani sambil melemparkan senyum ramah kepada dokter tadi.


"Jan! anjani." panggil Ki Romo dari dalam.


"Iya pak!" sahut anjani sedikit mengintip.


"Sudah sini masuk, tak usah mengintip."titah Ki Romo dan anjani pun masuk.


"Emang Ibu bang Karto sudah tenang?"tanya anjani pelan.


"Ya, seperti yang kamu lihat! ibu sudah jauh lebih tenang di banding tadi."balas Karto sambil duduk bersandar di sofa ruangan itu.


"Karto, hayo ikut aku keluar sebentar! " ajak Ki Romo sambil bangkit dari duduknya.


"Mau ngapain sih, Ki! aku baru saja duduk, sudah disuruh bangun lagi."bantah Karto.


"Sudah hayo ikut saja, soalnya ada yang ingin aku bicarakan." ini sangat penting! bisik Ki Romo seraya menarik tangan Karto.


"Anjani, kamu tetap disini ya, tolong jaga ibu."kalau ibu bangun, cepat panggil bapak di belakang." ujar ki romo dan anjani pun hanya mengangguk.


Dengan berat hati akhirnya Karto pun mengikuti kakanya itu, mereka berdua menuju arah belakang ruangan ibunya. disana juga terdapat taman kecil, yang sejuk serta tertata indah untuk di pandang mata.


Anjani yang penasaran atas gelagat ki Romo dan Karto, lantas ia pun mengikutinya dari belakang mereka.

__ADS_1


"aku harus ikuti mereka, aku merasa ada yang aneh, mungkin berkaitan dengan ku." mana mungkin aku tidak bisa mengingat jati diriku sendiri, selama ini." grutu anjani sambil mengendap-endap dari balik tembok.


"Apa yang mau dibicarakan, sampai harus membawa ku kesini?"tanya Karto kesal.


"Kalau aku bicara disana, takut anjani mendengarnya." jawab Ki romo lirih.


DEGGGG


Hati anjani langsung bedetak, kala Ki Romo berucap takut anjani mendengarnya.


"Apa maksudnya kalau aku sampai mendengarnya? apa yang mereka takutkan, kalau aku mendengarnya."gumam anjani sambil sembunyi di balik tembok.


"Begini Karto! sepertinya, niat kau menikahi anjani harus kau batalkan."


"Sontoloyo! Aku belum selesai bicara, sudah maen potong saja ucapan ku." ucap Ki Romo seraya menoyol kepala Karto.


"Aw sakit Ki! walaupun sudah tua, tenaga mu masih dahsyat saja ya." pekik karto memegangi kepalanya.


"Hahahaha, siapa dulu Ki Romo! "balas Ki Romo memuji dirinya sendiri.


"Sudahlah, jangan banyak cakap! sebenarnya apa yang kau ingin bicarakan, aku janji gak akan memotong ucapan mu." papar Karto.


"Ini semua tentang anjani! saat kau pergi memanggil dokter, ibu bilang kepadaku.


"kalau ibu melihat anjani dengan wujud yang sangat menyeramkan, matanya bulat hitam dan merah menyala. serta di tangannya anjani berlumuran dengan darah, kau mau tau darah itu darah siapa?" tanya Ki romo.

__ADS_1


"Mana ku tahu lah Ki!" jawab Karto.


"Itu darah kau dan aku! karena ibu melihat anjani menghabisi ku dan kau Karto! Makanya ibu berteriak-teriak tadi, ibu juga bilang kau tak boleh menikah dengannya, kalau kau masih ingin hidup." tutur Ki Romo menjelaskan.


"Terus gagal dong aku menikahinya! Agghh! aku sudah membayangkan akan memilikinya." dulu waktu dia belum mati masih jadi manusia, aku tak bisa memilikinya. terus sekarang dia sudah jadi arwah yang di hidupkan kembali pun, aku tetep gak bisa memilikinya."racau karto sambil menendang sekenanya.


"Apa! jadi aku ini adalah sesosok arwah yang dihidupkan kembali." batin anjani.


Lalu muncullah sederetan gambaran-gambaran tentang masa lalunya, perlahan gambar yang samar pun terlihat jelas. seperti gambaran saat anjani dan keluarga kecilnya berbahagia, lalu gambaran tentang kejadian naas kematiannya. hingga perlakuan keji Karto yang selalu memfitnah keluarganya, bahkan gambaran saat ia akan di jadikan manusia oleh Ki romo.


Anjani pun tersadar dari gambaran tersebut, dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya. kala itu ia sedang bersender di tembok, karena tak kuat menopang tubuhnya.


"Kurang ajar kau Karto dan kau Ki Romo! lihat saja, aku akan membalaskan perlakuan kalian kepadaku dan juga keluarga ku." grutu anjani kesal dengan tatapan matanya yang menyala.


"Sudahlah jangan kau fikirkan itu terus! lebih baik kita fikirkan cara menyingkirkan anjani. sebelum ia menyadari jati dirinya, lalu membalaskan dendam nya ke kita." papar ki romo sembari bangkit dari duduknya.


"Ya sudah, kita kembali ke ruangan ibu! perasaan ku mendadak berubah gak enak." ajak Ki romo pada Karto yang masih mematung.


Mereka berdua pun memutuskan untuk kembali ke ruangan ibunya, namun sesampainya di kamar rawat Bu asih. Karto dan Ki Romo sudah mendapati ibunya yang terbujur kaku, dengan mata melotot dan kedua tangan yang seolah sedang mencengkram sesuatu.


Bersambung......


Vote, like and komentar positif nya ya riders, untuk menyemangati author. agar lebih semangat lagi melanjutkan ceritanya, apalagi kalau diberi hadiah dan koin.😊😊😊


Salam Penasaran Selalu......

__ADS_1


__ADS_2