
Bab 66
Selamat Membaca....😊😊
"Ada apa Jan, ko kamu panik begitu sih?"
tanya Bu hani menyelidik.
"Si Devin Bu! gimana ya keadaan dia disana? soalnya saat ia mengantarkan Jani ke desa, ditengah perjalanan mobilnya mogok. lalu jani pergi meninggalkan nya disana sendirian, jani bilang akan kirimi dia bantuan kalau sudah tiba didesa, tapi jani malah lupa."jawabnya.
"Devin, anaknya juragan sobri itu Jan?"sahut bapak bertanya.
"Oh, Ka Devin yang ganteng dan baik hati itu ka?"Timpal Jana ikut bertanya.
"Iya pak, Devin anaknya juragan sobri."balas anjani.
"Ganteng dari mananya, Jana! dilihat dari atas pohon Pinus kali, hehehe."balas anjani pada adiknya sambil terkekeh.
"Alah Kaka itu suka muna, padahal dihatinya bilang" aduh,, Devin ganteng sekali"."Jana meledek sambil memegangi kedua pipinya.
"Jana....!!" awas kau ya."teriak anjani langsung mengejar Jana.
Pak anung dan Bu hani hanya bisa tersenyum bahagia, melihat pola tingkah dan kelakuan dari kedua anaknya. tak bisa di pungkiri lagi kali ini mereka merasa sangat bahagia sekali, setelah sekian lamanya mereka menderita bahkan sempat terpisahkan oleh ruang dan waktu.
Akhirnya mereka bisa bersatu kembali dan berbahagia bersama, berkumpul menjadi keluarga kecil yang harmonis.
"Assalamualaikum!" ucap salam seseorang dari depan pintu rumah.
Namun karena tadi anjani dan Jana sedang berlari dan kejar-kejaran, tanpa sengaja anjani malah terpleset keset yang ditaruh didepan pintu, lalu menabrak seseorang yang mengucap salam dari depan pintu rumahnya.
Sehingga membuat anjani terjatuh, tepat di atas tubuh seseorang yang mengucap salam tadi.
Kedua mata mereka kini saling pandang memandang, debaran jantung salah satu dari mereka pun menderu-deru. anjani terpaku melihat sosok laki-laki yang sedang tertindih, dibawah tubuhnya saat ini.
Laki-laki itu seolah ia mengenalinya, bahkan perasaan pernah dekat sekali dengannya. tapi, wajahnya sangat asing baginya, bahkan ia tidak mengenalinya sedikit pun.
"Wa'alaikumsalam."sahut salam Bu hani sambil setengah berlari.
"Jani, piyon! kalian ngapain? Ko pake acara tindih-tindihan begitu."ujar Bu Hani saat mendapati keduanya.
Mereka berdua pun langsung terkejut dan langsung segera bangkit, sambil sesekali merapikan pakaian mereka yang memang tidak acak-acakan pada saat itu. mungkin karena mereka grogi, sudah dipergoki Bu Hani.
__ADS_1
"Piyon! apa, tadi ibu bilang dia piyon?"pekik tanya anjani tak percaya.
Ya, laki-laki tadi adalah piyon.
atas kejadian beberapa tahun yang lalu, saat ia membantu menyelamatkan jenazah anjani dari tangan Devin, piyon langsung menghilang tanpa jejak. tapi Ia kembali lagi ke desa Mekarsari, saat kebetulan pak anung dan Bu Hani juga kembali ke desa Mekarsari juga.
Sebelum piyon datang ke rumah anjani, Bu hani sudah bertemu dengan piyon sebelumnya. makanya ia sudah mengetahui perubahan bentuk wajah bahkan postur tubuh piyon, yang kini sudah berubah lebih bersih, macho, bahkan terlihat tampan, rambutnya juga kini sudah tidak ikal lagi terlihat lurus dan rapi.
"Iya Jan, aku mas piyon! kamu masih ingat kan sama aku?"ucap piyon membuka suara.
"Masih lah mas! tapi, ko kamu berubah sih? aku tuh lebih suka, sama mas piyon ku yang dulu, yang rambutnya kriting kaya mie goreng itu."balas anjani sambil tersenyum manis.
"Alah ka anjani lebay! gayanya mau gombalin mas piyon tuh."sahut Jana meledek.
"Jana! kamu itu ya, awas nih."
hardik anjani kesal sambil melemparkan sendal berbulu yang ia kenakan, namun malah meleset dan mengenai pak anung yang saat itu muncul.
"Gak kena Wleekk!"ledek Jana sambil menjulurkan lidahnya.
"Aw! siapa yang lempar sendal nih."kata pak anung sambil memegang sendal itu.
"Hayo Yo..Yo..! Kaka tuh pak, yang sudah melempar nya."sahut Jana masih sambil meledek ke anjani.
"Gak papa ko Jan, lain kali kalau bercanda jangan begitu ya."balas pak anung sambil memberikan sendalnya.
"Ah, bapak gak seru tau! Kaka dihukum ke, suruh mandiin kerbau atau suruh nangkepin cicak gitu kan seru."cetus Jana.
"Dasar anak kecil profokator! pergi sana main."hardik anjani.
"Sudah-sudah ini piyon kasian loh, dari tadi berdiri saja disini. bukanya disuruh masuk dulu."ucap bu Hani.
Akhirnya mereka pun mengobrol seru diruang tengah rumahnya, piyon juga bercerita kepada anjani dan keluarganya.
Kalau ia bisa berubah penampilan nya jadi seperti sekarang ini, karena ia bekerja sebagai bodyguard kepada seorang pengusaha kaya di kota, yang mengharuskan nya berpenampilan keren dan macho.
*****
Setelah devin mengendarai mobilnya sekitar hampir 6 jam perjalanan, akhirnya ia sampai juga di desa sangiang tanjung.
tapi ternyata anjani sudah tidak berada disana, warga dan pak RT Ramon memberitahu. kalau mereka semua sudah kembali ke desanya yaitu desa Mekarsari, devin sempat mematung dan melamun saat hendak melanjutkan perjalanan nya untuk menyusul anjani ke desa itu.
__ADS_1
Desa dimana dulu bapak dan ibu tirinya pernah tinggal disana, bahkan ia juga sempat tinggal disana untuk beberapa waktu.
TIN...TIN...TIN....
Terdengar keras sekali suara klakson mobil, yang sengaja dibunyikan beberapa kali dari luar rumah anjani.
"Siapa sih, yang sengaja membunyikan klakson mobil sekencang itu."ucap anjani kesal sambil berlalu menghampiri suara itu.
Dan ternyata saat anjani melihat ke depan rumahnya, terlihat seorang pemuda berbadan tinggi, putih dan tampan walaupun sekarang ia terlihat sangat dekil dan kucel sekali.
"Hey! bisa kah kau pelan kan sedikit suara mobilmu? telingaku ini bisa tuli, gara-gara suara mobil rongsokan mu itu."
maki anjani lalu menghampiri sosok pemuda yang sedang bersandar di depan mobilnya itu, dengan kacamata hitam tertempel di antara hidung dan matanya.
"Oh, ku fikir kau ini memang benaran tuli dan amnesia! makanya sengaja aku menyadarkan mu, dengan suara kencang klakson mobil ku."gimana sudah sadarkan?"
ucap Devin sambil menempelkan telapak tangannya di atas kening Anjani.
"Ish..Ish..kau kotor sekali! beraninya kau pegang-pegang keningku, bisa kena firus DK nanti diriku."tukas anjani sambil mengibaskan tangan Devin dari keningnya.
"Apa tuh ka virus DK? setahu Jana, nama virus itu: ada virus Marburg, virus Ebola, virus Dengue, Rabies."
sahut Jana saat keluar dari dalam rumah sambil menghitung jumlah jarinya.
"Dasar anak kecil, bisanya Nyamber terus! sudah masuk sana ke dalam."titah anjani lalu Jana menurut dan masuk.
"Tapi ka Jana masih penasaran, virus DK itu apa sih?"tanya Jana cuma menongol kan kepalanya saja di balik pintu.
"Hadeuuh ini anak kecil kepo bikin ribet deh!"dengus anjani kesal. "Virus DK itu singkatan dari dekil dan kucel. sudah jelaskan, sekarang sana masuk."
teriak anjani sambil mau melempari Jana dengan sendalnya, namun Jana sudah keburu lari dan masuk ke dalam.
"Kau Devin kan?"tanya piyon.
"Iya aku Devin, emang kenapa?"jawab dan tanya Devin dengan ekspresi datar.
"Brengsek kau!" hardik piyon dan Langsung menyerang Devin.
Kini kedua pemuda tampan dan juga macho itu, sedang bergulat seru di halaman rumahnya pak anung. walau pak anung dan bu hani sudah mencoba memisahkan mereka, namun pergulatan itu tetap saja berlangsung bahkan semakin menambah panas saja.
******
__ADS_1
Bersambung.......
Jangan lupa berikan hadiah, vote, like and sisipkan komentar seru nya, agar author makin semangat nulis kelanjutan ceritanya 😊😊😊