
Bab 114
Happy Reading....😊😊😊
****
"Aaaggrrhh... dimana aku?"pekik seorang pria sambil memegangi kepalanya yang terdapat luka darah mengering seperti bekas sebuah pukulan benda keras di bagian kepalanya.
"Apakah saat ini aku sudah mati? apakah aku kini sedang berada di alam kubur?"batin pria itu meracau kemana-mana, karena pemandangan yang dilihatnya saat itu hanya kegelapan.
Terlintaslah sebuah kloase tentang masa lalu bahagia pria itu bersama keluarga tercintanya, sehingga membuat air matanya meluruh tak tertahan saat mengingat kejadian itu. dimana kehidupan keluarganya masih bahagia dan tidak hancur berantakan seperti sekarang ini.
Namun saat fikiran pria itu sedang melayang layang jauh disana, ia mendengar ada suara isak tangis seseorang yang sangat ia kenali.
"Bapak! maafkan jani pak, karena terlalu lama menyelamatkan bapak. sekarang bapak harus kuat ya, jani akan segera membawa bapak ke rumah sakit."pekik anjani disertai isak tangis tertahan saat mendapati tubuh bapaknya.
"Pak, bangun pak! ibu sekarang sudah ada di sini, di sisi bapak lagi. ibu berjanji kita akan bersama-sama lagi seperti dulu, maka dari itu bapak harus bangun ya pak. maafkan ibu juga, karena kemarin ibu sudah berpaling dari bapak dan meninggalkan bapak sendirian."isak bu hani sambil memangku kepala pak anung yang berlumuran darah yang sudah mengering.
Terdengar sangat jelas, suara anjani dan bu hani memanggil-manggil pak anung ditelinga pak anung saat itu. sebenarnya kedua matanya itu ingin sekali segera ia buka untuk melihat istri dan anaknya. namun rasanya terasa sangat sulit dan berat sekali, walaupun pak anung sudah berusaha membuka kedua matanya.
Ya, sosok laki-laki tadi adalah pak anung. pak anung di temukan oleh anjani dan para warga desa, berada di dalam dasar jurang. terdapat banyak sekali luka di sekujur tubuh pak anung. untungnya saja pak anung masih selamat dan masih bernafas pada saat itu, anjani dan para warga pun segera membawa pak anung ke rumah sakit yang berada di kota untuk segera mendapatkan pertolongan medis.
****
#Flash back sebelum pak anung di temukan#
Malam itu anjani tidak bisa terlelap dengan nyenyak, hatinya merasa resah gelisah dan selalu serba salah. apalagi di tambah ia melihat ibunya, yang selalu saja menangis setiap hari. bahkan terkadang ibunya itu, kalau tidur selalu mengigau memanggil-manggil bapaknya.
Sebenarnya anjani sudah berusaha sekuat tenaga dan menggunakan kekuatan nya untuk mencari keberadaan bapaknya itu ada dimana. tapi semuanya nihil dan tak membuahkan hasil.
Sehingga pada malam itu, anjani memutuskan untuk mencari tahu tentang bapaknya ke rumah pak handoko seorang diri. karena anjani yakin ia akan menemukan bapaknya kalau ia kesana. tanpa membangunkan devin yang saat itu tengah tertidur sangat lelap. anjani langsung keluar dari dalam kamarnya, dengan mewujud sebagai sesosok arwah merah.
__ADS_1
Karena bagi anjani, dengan mewujud sebagai sesosok arwah lah yang membuat dirinya itu menjadi sangat kuat. dan seandainya terjadi sesuatu, ia bisa melawannya dengan mudah. tapi kalau ia pergi dengan berwujud menjadi manusia biasa, kekuatannya sangatlah lemah.
Anjani pun tiba di rumah pak handoko, ia mulai masuk menuju ruangan ujung yang sepertinya sedang terjadi sebuah kegiatan disana.
Ternyata benar dugaan anjani, kalau di dalam sana sedang ada kegiatan. terlihat disana sudah ada pak handoko, teh siti yang sedang terikat di atas sebuah kasur. lalu di samping siti ada makhluk berbulu tapi berwajah manusia.
Wajah makhluk berbulu itu begitu tak asing di pandangan anjani, anjani merasa sangat mengenalinya. tapi siapa makhluk itu? anjani sama sekali belum bisa mengingatnya.
"Lepaskan saya juragan handoko! jangan sakiti saya dan calon anak saya. bukan kah juragan dulu sudah janji, kalau saya membantu juragan menghancurkan keluarga pak anung hidup dan keselamatan saya akan terjamin."ratap siti memohon sambil menangis tak henti-hentinya.
Anjani pun tersentak hatinya, bahkan ia merasa marah saat mendengar penuturan dari siti tadi. kalau dirinya itu sudah membantu pak handoko untuk menghancurkan keluarga bahagianya.
"Ternyata teh siti yang ku kira baik, dia malah tega ikut menghancurkan keluarga ku."batin anjani sambil mengintip di celah ventilasi.
"Berisik sekali kau wanita sundel! itu semua sudah berlalu, kalau sekarang sudah lain lagi. sekarang ini aku mau mengorbankan kau dan bayi mu kepada sang agung, jadi kau diam dan nikmati saja."hardik pak handoko sambil mengacungkan sebilah parang ke hadapan siti.
"Jangan juragan! saya mohon, tolong lepaskan saya, kasihanilah saya."ratap siti kembali.
Mulut pak handoko pun komat-kamit membaca mantra sambil membakar dupa. beberapa kali ia mengulangi mantra itu lalu terdiam, karena merasa sang agung yang di panggilnya tidak datang-datang lantas pak handoko pun kesal.
"Sang agung will wo datanglah.... datanglah ke sini, aku memberikan mu persembahan."ucap pak handoko namun tak ada perubahan.
"Dasar manusia bejad! iblis agung mu tak akan pernah datang kepadamu, karena dia sudah musnah bersama dengan api dan tanah."umpat anjani di balik ventilasi sambil menyeringai.
"Kenapa sang agung tidak mau datang ya, apa benar kalau sang agung sudah di kalahkan oleh arwah anaknya si anung."grutu pak handoko.
"Bisa saja! karena anjani itu adalah arwah yang sangat kuat, dulu saja Ki Romo yang sakti bisa di kalahkan olehnya."sahut Karto.
"Kalau begitu, kaulah yang harus menghabisi arwah sialan itu brewok. kalau kau tidak mau, nanti kau akan ku hukum yang lebih berat lagi dari yang sudah-sudah."ancam pak handoko kepada makhluk berbulu itu.
"Enak saja kau menyuruh dan mengancam ku seperti itu. asal kau tau ya! mulai hari ini, aku tidak sudi kau perintah-perintah lagi yanto. sekarang kembalikan aku ke wujud ku seperti semula lagi, aku menagih janji mu dulu yanto. bukan kah dulu kau bilang kepada ku, kalau semua harta anung menjadi milik mu dan hani menjadi milik mu, serta anung mati kau akan membebaskan ku. sekarang tepatilah janji mu itu yanto!"tegas makhluk berbulu itu.
__ADS_1
"Apa! berarti bapak ku sudah meninggal."anjani menangis, ia marah dan kesal kepada kedua orang itu, rasanya ingin sekali kedua orang itu ia habisi sekarang juga, tapi ia masih menahan diri agar tak buru-buru masuk ke ruangan itu.
"Ya memang itu janji ku dulu! tapi tugas mu itu belum selesai karto. aku masih perlu bantuan mu lagi, ini untuk terakhir kalinya. kau bunuh dulu si hani dan devin, baru kau habisi arwah perempuan sialan itu."ujar pak handoko.
"Jadi, makhluk berbulu itu adalah karto."pekik batin anjani.
"Sayangnya aku tidak mau menuruti perintah mu itu. cepat! kau kembalikan wujudku seperti semula, atau kau yang akan ku habisi."ancam karto dengan menunjukan jari-jari kukunya yang panjang juga kedua taringnya yang tajam.
"Beraninya kau melawanku karto!"seru pak handoko memantra mantrai karto namun semua mantranya itu tak bereaksi sama sekali.
Kekuatan pak handoko telah hilang semuanya, dikarenakan iblis yang disembahnya itu sudah musnah dan lenyap dihabisi oleh anjani.
Karto pun menatap tajam ke arah pak handoko. lalu karto langsung menyerang pak handoko secara bertubi-tubi, dengan mencakar dan merobek-robek seluruh bagian tubuh pak handoko. sehingga darah segar pun mulai berceceran dimana-mana, akibat luka sobekan di perut pak handoko yang nampak menganga, bahkan usus nya nampak terburai keluar.
Pak handoko pun limbung dan jatuh ke lantai, namun karto masih terus saja menyerangnya dengan sangat sadis. lalu karto menggigit leher pak handoko, hingga nampak urat di lehernya terputus. seketika pak handoko pun mengejang dan meregang nyawanya di tangan karto.
Beberapa warga pun mulai ramai memenuhi halaman rumah pak handoko, nampak mang nano memimpin di paling depan. soalnya saat kejadian siti hendak dibawa paksa oleh pak handoko ke ruangan ritualnya, mang nano yang tak sengaja melihatnya langsung kabur untuk meminta bantuan kepada para warga.
Saat Karto menyadari kalau saudara sepupunya itu sudah mati ditangannya, ia pun langsung panik dan ketakutan. apalagi di tambah warga ramai mulai berdatangan ke sana. karto yang sekarang mewujud seperti makhluk gorila pun langsung kabur lewat jendela kamar tersebut, namun sayang warga sudah mengepungnya dan langsung menangkap karto yang saat itu terlihat tak berdaya. karena sama sekali tidak mempunyai kekuatan apa pun. soalnya karto bisa kuat dan sakti itu, semua karena dirasuki oleh iblis yang dipanggil oleh pak handoko.
"Ketangkap kau mahkluk jelek, mau kemana kamu."cetus para warga mengepung karto.
"Hey bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya!makhluk inilah yang tempo hari menghabisi pak barnas dan membuat gaduh desa kita ini. apa yang harus kita lakukan pada makhluk ini?"cetus pak wawan mewakili para warga.
"Kita bunuh saja makhluk itu, biar desa kita menjadi aman kembali dan tak ada lagi bahaya yang akan mengancam."seru para warga.
"Semuanya setuju gak kalau makhluk ini kita bakar hidup-hidup saja." Kata pak Wawan.
"SETUJU....!!!!
"SETUJU....!!!"sorak para warga dan langsung mengikat karto dan di bawa menuju lapangan.
__ADS_1
Sebelum di bawa kelapangan, karto pun di arak dulu oleh para warga keliling desa. lalu setelah itu karto di bawa ke sebuah lapangan luas, di sana juga sudah ada banyak tumpukan kayu yang diatasnya di taruh sebuah kayu besar.