
Bab 64
"Coba jelaskan semuanya ini Ki Romo, apa benar yang sudah diucapkan Karto barusan?"tanya pak Ramon.
Namun Ki Romo hanya diam saja tak mengeluarkan kata sedikitpun, sehingga membuat Karto kesal dan meracau kembali.
"Kenapa kau diam Ki, buakalah mulut kau dan berbicara kepada mereka semua."ucap Karto sembari manunjuk ke dada Ki Romo.
Sebenarnya ki Romo sudah sangat geram sekali kepada perlakuan karto, tapi kali ini ia harus bersabar sedikit saja. karena Ki Romo ingin Karto mengakui semua perbuatan jahatnya seoarang diri, baru setelah itu Ki romo berbicara tentang perbuatannya juga.
"Asal kalian semua tau aku dan Ki romo lah, yang sudah menculik anaknya pak Maman. karena untuk ku jadikan tumbal merubah arwah anjani jadi manusia kembali, dengan cara menyembelih anak itu lalu mengambil darah segarnya. hahahhah.
Lalu setelah itu aku memfitnah anung, dengan menaruh semua sajen dan alat-alat perdukunan di rumah nya. sehingga warga taunya anung dan hanilah yang berbuat sesat menganut ilmu hitam, untuk membangkitkan arwah anaknya.
"Rencanaku pun berhasil, Anung dan Hani diusir dari desa dan jadi gembel di kampung ini."pungkas Karto.
"Jadi, ternyata kau lah yang telah menculik dan membunuh anak ku dengan keji, bukannya pak anung dan Bu Hani? dasar kau manusia iblis dan bajingan kau Karto." umpat pak sudin langsung memukuli Karto.
"Berarti kau juga kan, yang telah menculik dan membunuh anak ku Oman? setelah itu kau jadikan pak anung dan Bu hani kambing hitamnya, agar kami semua menyalahkan dan menghukum meraka."timpal pak Jainudin.
"Ya..ya..ya, tebakan anda sangat benar pak Jainudin! ini semua aku yang telah melakukan nya, gimana hebat kan diriku? telah membuat skenario cerita yang sangat dramatis dan juga indah."ucap Karto slengean.
"Brengsek kau bajingan! dasar laki-laki gila, psikopat kau!" pak Jainudin melemparkan tinjuan kerasnya kepada Karto, alhasil Karto langsung terjungkal dan mengeluarkan darah segar dari pelipis beserta hidungnya.
"Sudah cukup pak Jainudin, percuma kita menghajar Karto. kita serahkan saja Karto dan juga Ki Romo kepada pihak yang berwajib."ucap pak Ramon melerai.
"Jangan pak Ramon! lebih baik orang macam iblis itu kita bakar saja, biar dia tau rasa. lagi pula, bukankah tadi dia hendak melakukan itu kepada pak anung dan juga bu Hani."timpal ibu berbadan gendut.
"Iya benar, habisi saja si Karto gila itu! biar dia kapok, perbuatannya sudah diluar batas normal manusia. bahkan ia lebih jahat dan sadis dari iblis sekalipun." sahut pak komar.
__ADS_1
"Habisi saja dia."
"Bakar saja, Bakar Karto!" seru beberapa warga.
"Tunggu! kalau kalian ingin membakar aku, bakar juga dong Ki Romo dan anjani sekalian. karena Ki romo lah yang mempunyai ide dan sudah menyuruh ku, untuk membunuh anak kalian untuk diambil darahnya. lalu digunakan untuk membuat anjani hidup kembali, menjadi manusia dan mematikan anjani kembali agar ia tak menuntut balas dendam kepada kami berdua."ucap Karto menjelaskan.
"Jadi benar, anak pak anung ini arwah yang dirubah menjadi manusia? ko bisa sih, gimana caranya?"gumam para warga.
"Pak RT dan Warga sekalian! saya bersedia ko, mendapatkan hukuman dibakar Hidup-hidup! karena memang saya akui saya sudah sangat bersalah, telah melakukan ini semua.
Tapi, saya mohon sekali kepada kalian semua, biarkan saja anjani tetap hidup dan menjalani hari-hari bersama keluarga nya. karena anjani itu gadis yang baik, dia juga tidak pernah menyakiti siapapun, saya jamin itu."papar ki Romo sambil menitikkan bulir air mata.
"Satu lagi saya ingin mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya! Karto, bapak mu kena serangan jantung itu sebenarnya itu semua karena ulahku. soalnya, aku sudah mencuri surat-surat rumah dan juga surat perkebunan dan pabrik bapak, itu semua ku lakukan karena aku tak ingin kehilangan Karlina perempuan yang aku sayangi.
"Dikarenakan ayahnya Karlina memberiku syarat! kalau aku ingin menikahi anaknya, aku harus memberikan mahar sebesar 1 milyar. kalau tidak aku tidak boleh menikahi apalagi mendekati Karlina lagi, sebelumya aku sudah bicara sama bapak tentang semua itu. agar bapak mau membantu ku, namun bapak bukannya membantu ku ia malah memukuli dan memaki ku habis-habisan.
"Karena bapak tak bisa menerima semua kenyataan yang ada, kalau perkebunan teh, pabrik, beserta rumahnya itu sudah beralih ke pak Bramantyo. bapak langsung terkena serangan jantung dan meninggal saat itu juga, lalu pak Bramantyo berniat mau membantu dan menolong bapak, yang sedang sekarat saat itu.
tapi, ibu datang dan langsung salah paham menuduh pak Bramantyo lah yang telah membunuh suaminya. lantas ibu langsung menghajar dan mengusir pak Bramantyo, lalu setelah pak Bramantyo pergi. ibu melihat di sebuah surat kabar berita, menjelaskan bahwa pak Bramantyo adalah sang pengusaha sukses dengan perkebunan teh, pabrik, beserta aset milik suaminya itu.
"Makanya ibu saat itu langsung histeris dan berteriak-teriak, ia tak percaya dan tak bisa menerima semua kenyataan yang ada. pada saat itu sebenarnya aku memperhatikan dari luar jendela, hingga kau datang lalu berasumsi keluarga pak Bramantyo lah penyebabnya.
"Jadi, kau sudah sangat salah paham Karto, tentang semuanya ini! Anung dan keluarganya itu tidak bersalah, justru anung dan ayahnya itu malah mau mengembalikan semua aset keluarga bapak kepada mu. namun karena kau sudah salah faham dan dendam kepada mereka, akhirnya bberakhir seperti ini."ucap Ki Romo menjelaskan panjang lebar.
Karto pun mulai geram dan marah, terlihat dari pancaran sorot sinar matanya yang merah menyala. karena ia baru saja mengetahui kebenaran yang selama ini terjadi, ternyata semuanya itu perbuatan dari kaka angkatnya.
Tanpa berkata sepatah kata pun lagi, Karto yang sudah tersulut amarah kebencian. langsung menyerang Ki Romo dengan mengambil golok yang dibawa oleh salah satu warga, untuk memotong balok-balok kayu tadi.
BES...Greekk..Greekk.. Grook..Grook...!
__ADS_1
Golok panjang yang dipegang Karto, langsung menebas leher Ki Romo saat itu juga. sambil sesekali karto dengan kejinya, menggorok-gorok leher Ki Romo hingga akhirnya terputus.
"MATI KAU DASAR ANAK PUNGUT TAK TAU DIRI!"maki Karto di atas tubuh Ki Romo yang sudah terpisah dari kepalanya itu.
Aaaaaaakkkk!"semua orang berteriak menyaksikan, perbuatan sadis Karto itu.
"Cepat Pegangi Karto, bisa-bisa akan ada yang menjadi korbannya lagi! sepertinya ia memang sudah benar-benar gila."titah RT Ramon.
Karto pun langsung di ringkus oleh para warga, walaupun awalnya susah sekali meringkusnya. karena setelah membunuh Ki Romo, Karto juga mengamuk sambil menyabit-nyabitkan golok yang dipegangnya ke hadapan para warga. akhirnya Karto pun berhasil di ringkus lalu karto dipasung, dan di kurung di dalam gubug tua dibelakang rumahnya pak anung.
"Hahahaha! dengar kau anung, sampai kapan pun kau tak akan pernah bahagia, bagiku kau adalah penghancur hidupku! aku gak gila, lepaskan aku."racau karto sambil mengamuk dan memukul-mukul pasungannya .
Warga pun langsung meninggalkan Karto seoarang diri disana, sedangkan jenazah ki Romo langsung segera mereka semayamkan.
****
"Alhamdulillah.... akhirnya hidup juga mobilku."ucap Devin yang kala itu sedang sibuk memperbaiki mobilnya.
Wajahnya sudah blepotan penuh dengan noda oli, pakaian nya juga sudah kucal dan Kumal mungkin karena sudah berhari-hari tidak ganti.
ya, memang begini ceritanya! saat devin mengantarkan anjani untuk pulang menuju desanya, ditengah perjalanan tepatnya di tengah hutan jauh sekali dari pemukiman warga. mendadak mobil Devin mati tak bisa dihidupkan kembali, setelah beberapa jam menunggu disana, bahkan mereka berdua juga sampai bermalam disana.
Mobil Devin yang coba ia perbaiki sendiri, tak kunjung hidup juga. kerena tak mau menunggu terlalu lama, akhirnya anjani memutuskan untuk pergi dari sana untuk mencari bantuan.
soalnya saat semalam anjani tertidur, ia bermimpi tentang kedua orangtuanya yang sedang dalam bahaya. makanya anjani langsung buru-buru pergi sendiri, menuju desa dengan berjalan kaki menyusuri hutan Pinus yang sangat luas itu.
Bersambung......
Jangan Lupa vote, like, and komentar serunya ya guys..😊😊
__ADS_1