
Bab 82,
"Emmph...!! Emmph...!!"
Hanya suara itulah yang bisa keluar dari mulut Bu ningsih yang tersumpal, tubuhnya yang sedang terbaring dan terikat diatas ranjang, perlahan mulai mengejang dan bergetar hebat.
"Hahahaha.... seru...seru...!!"sorak anabel kegirangan melihat bu ningsih kesakitan.
Entah apa yang ada di fikiran anabel saat ini, bukannya iba melihat penderitaan bu ningsih. ia malah tertawa kegirangan, apa iya anabel gak waras? kalau orang waras mah, gak bakalan mungkin melakukan hal sadis seperti itu kali.
PLETAK....!! ZZZTTTT.....
terdengar suara seperti ledakan tapi pelan bunyinya, diiringi lampu yang juga langsung padam. lalu tidak berapa lama tercium juga aroma bau gosong, seperti kabel yang terbakar.
"Iiiihhhh...!! ada apa sih... gak seru ah, pake acara mati segala lagi lampunya."umpat anabel kesal, lalu ia beranjak keluar ruangan seraya menghidupkan senter di smartphone nya.
****
"Ada apa ini? kenapa lampu bisa mati."teriak pak handoko saat listrik tiba-tiba padam, lalu ia menghidupkan lampu senter di smartphonenya.
"Sepertinya ada yang konslet bos."sahut tegas anak buahnya masih dengan berdiri tegak.
"Iya bener, kaya ada sesuatu yang terbakar juga."kata pak Handoko mengiyakan ucapan anak buahnya, sambil ia mengendus-endus.
"Sekarang juga kau cek dan kau benerin segera ke belakang gudang, soalnya saklar tempat ini berada di belakang sana."titah pak Handoko, yang langsung diikuti oleh anak buahnya itu.
"Papiiih....!! ini ada apa sih, ko lampunya mati. aku kan lagi maen setrum-setruman sama bu Ningsih, jadi gak seru deh, gara-gara lampunya mati."ucap anabel kesal sambil merengek manja, saat sudah bertemu dengan papihnya di ruangan pak sobri yang diikat dan disetrum.
__ADS_1
"Sabar dong sayang.... soalnya listriknya konslet, itu juga lagi dibetulin sama si Ronald. abisnya kamu ikut-ikutan papih juga sih, maen setrum-setruman segala. jadi konslet deh listriknya, soalnya kan papih juga lagi maen setrum-setruman sama pak sobri, tuuuhh."rayu pak handoko dengan nada seperti mendayu-dayu lalu menunjuk ke arah pak sobri yang sudah terlihat lemah tak berdaya.
"Wah, seru dong pih..!! nanti kalau listriknya udah nyala, kita tukeran ya pih. soalnya bu Ningsih gak asik diajak mainnya, dia mah cuma bisa teriak-teriak aja sama nangis."grutu anabel kesal sambil memonyongkan bibirnya serta melipat kedua tangannya di depan dada.
"Emang sayangnya papih, pengennya mereka harus gimana..?"tanya pak handoko menelisik.
"Aku pengen nya kalau mereka disetrum itu, tertawa sambil menari-nari terus bilang.."hayo anabel lagi, seru tau. gitu pih."ujarnya sambil menari dan berputar putar.
"Ya sudah. nanti papih bilang sama mereka, biar mau tertawa dan menari saat maen sama kamu. sekarang anabel sayangnya papih, pulang gih. soalnya sudah mau malem juga."balas pak handoko menyuruh putri kesangangannya untuk segera pulang.
Emang dasar ya manusia dua itu, anak sama bapak kelakuannya sama-sama konslet. persis seperti listrik nya yang mendadak konslet. mungkin, mereka berdua mantan pasien dengan gangguan kejiwaan kali ya.
****
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga jam lamanya, akhirnya devin beserta keluarga anjani pun tiba juga di rumah ayahnya devin. rumah yang sudah beberapa tahun lamanya ditinggalkan pemiliknya. tapi anehnya, rumah itu tidak kotor dan berantakan, padahal kan sudah lama ditinggalkan. rumah itu terlihat terawat, bersih dan rapih seperti ada yang huni.
Saat devin melamunkan itu semua, mendadak dari arah daun pintu yang perlahan terbuka. muncul seorang perempuan dan laki-laki, lalu mereka melangkah menuju devin berdiri.
"Jangan pegang-pegang..!! sebenarnya anda siapa? kenapa anda bisa ada dirumah ayah saya?"tolak Devin secara kasar, sambil merebut tas yang akan dibawa lelaki dan perempuan tadi yang muncul dari dalam rumah ayahnya.
"Mas jangan kaya gitu dong sama orang, yang sopan dikit lah bicaranya."tukas anjani saat melihat kelakuan suaminya yang mulai kasar kepada pasangan muda dihadapannya.
"Habisnya aku kesel, ini orang kurang ajar banget sih. kenapa dia berada di dalam rumah orantuaku, tanpa izin terlebih dahulu."sahut devin kesal sambil menunjuk pasangan itu.
"Sudah nak, sabar dulu. kita tanya saja sama mereka, kenapa bisa berada di rumah orangtuamu."kata Bu hani menenangkan.
"Maaf, kalian berdua siapa ya? kenapa bisa ada dirumah orangtua suami saya?"tanya anjani dengan suaranya yang lemah lembut.
__ADS_1
"Oh iya kami berdua lupa memperkenalkan diri. nama saya nano panggil saja mang nano, ini istri saya namanya siti. gadis pujaan hati saya, yang baru saya nikahin sebulan yang lalu."ujar mang nano menjelaskan sambil dia nyengir kuda, sehingga nampak beberapa giginya yang ompong hanya tersisa gusinya saja.
"Kami berdua juga minta maaf sekali, kalau sudah membuat den devin dan yang lainnya bertanya-tanya."timpal siti meminta maaf.
"Gini den devin dan yang lainnya, saya ceritain ya."ucap mang nano sambil nyengir kuda." tiga tahun yang lalu saya bertemu pak sobri dipasar, saat saya mencopet dompet miliknya. karena saat itu saya kelaparan dan gak punya uang sama sekali untuk membeli makanan, mau cari kerja susah makanya saya nekat nyopet. eh bukanya saya di bawa ke kantor polisi untuk dipenjara, ayah aden malah bawa saya ke rumah ini. saya malah disuruh tinggal disini dan merawat rumah ini, agar rumah ini gak rusak dan terlihat menyeramkan.
Karena saya hidup sebatang kara dan tak punya tempat tinggal. ya saya dengan senang hati menerima perintah merawat dan menempati secara gratis rumah ini, udah gitu saya malah digajih lagi oleh pak sobri. bahkan pas saya bilang mau menikah pun, ayah aden yang kasih modal untuk saya menikah. ayah aden memang orang yang sangat baik, jarang ada orang seperti itu. beberapa hari yang lalu ayah aden telepon saya, katanya aden mau datang dan mau tinggal di rumah ini bersama keluarganya.
"Makanya saya sudah mempersiapkan semuanya, siti istri saya juga sudah masak banyak dan enak. makanya hayu kita masuk den."ajak mang nano setelah menyelesaikan ceritanya tadi, lalu membantu devin membawa beberapa tas sekaligus.
Devin beserta keluarga anjani pun, segera mengikuti langkah mang nano untuk masuk ke dalam rumah orangtua devin yang sudah lama sekali ditinggali. benar saja ucapan mang nano tadi, di dalam sebuah ruangan yang hanya terdapat 6 kursi dan 1 meja panjang, sudah tersaji berbagai bentuk macam masakan.
"Wah mantap nih kayanya, rawon itu."ujar devin saat melihat masakan kuah berwarna hitam.
Di Indonesia sendiri, rawon merupakan masakan asal Jawa Timur. Ciri khas dari rawon adalah kuah berwarna hitam dari buah keluwak. Selain itu, potongan daging lembut dan tauge segar membuat cita rasa rawon menjadi kian nikmat.
"Hayo den dan semaunya jangan ragu, masakan siti terkenal enak dan lezat loh. kalian harus mencoba nya, kalau gak coba nyesel deh."ujar mang nano seraya tersenyum memuji istrinya.
"Ok... saya coba nih. kalau gak enak, saya denda ya 100 juta."ledek devin memilih duduk di kursi dekat jendela, lalu mulai menyendok secentong nasi dan rawon ke piringnya.
"Waduh, jangan lah den. saya gak punya uang sebanyak itu."kata mang nano ketakutan.
"Jangan difikirin mang, suami saya hanya bercanda saja."ucap anjani menjelaskan.
"Hhmm...mantap mang rawon nya, nanti saya pengen dibuatin lagi ya."seru devin dengan mulut yang penuh makanan.
Semua orang yang melihatnya pun menertawai kelakuan devin tadi, seolah ia seperti orang yang tidak makan lima tahun lamanya.
__ADS_1
****
bersambung....