Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 122 _ Makhluk Menyeramkan


__ADS_3

Makhluk Menyeramkan


👺


👺


👺


"Coba kau suruh diam istri jadi-jadian mu itu, kalau tidak akan ku buang dia di jurang sana." umpat sosok laki-laki seumuran pak anung.


"Iya... iya bawel!" sahut laki-laki itu sambil menuju ke kerangkeng besi.


"Istriku sayang.... sabar sedikit lagi ya, sebentar lagi kamu gak akan tersiksa lagi kaya gini ko. tapi sekarang jangan berisik dulu, soalnya si pak tua udah marah-marah melulu tuh." ucap lirih laki-laki tadi seraya mengusap pelan rambut perempuan berwajah menyeramkan itu.


Perempuan itu hanya bisa menggeram-geram saja, seolah dia mengerti apa yang diucapkan lelaki tadi kepadanya.


****


Proses pembangunan masjid dan supermarket desa pun mulai di laksanakan, pak anung yang dibantu para warga desa mekarsari pun terlihat sangat sibuk sekali. semuanya berjalan dengan mudah dan lancar tanpa ada hambatan. hampir sebulan lebih warga desa bergotong royong membangun masjid dan supermarket desa, kini akhirnya semuanya bisa selesai juga.


Masjid desa yang sudah selesai dibangun pun di beri nama masjid An-Nur, kini masjid itu sudah bisa dipakai untuk beribadah para warga desa mekarsari. sedangkan supermarket desa di beri nama mekarmart, kini supermarket itu juga sama halnya dengan masjid An-Nur, sudah mulai digunakan untuk jual beli dan menampung barang-barang hasil dari warga.


Ternyata usaha pak anung untuk memajukan dan mensejahterakan desanya tidak sia-sia. apa yang telah ia perjuangkan untuk warga desanya berjalan dengan mulus, kini desa mekarsari sudah tidak jadi desa tertinggal lagi.


Kini perekonomian warga desa mekarsari pun sudah tidak di garis kemiskinan lagi, bahkan para warganya kini menjadi warga yang cukup, solidaritas dan saling membantu. serta menjadi warga yang mementingkan keimanan dan ketaqwaan, terbukti hampir setiap hari masjid An-Nur selalu ramai warga yang datang untuk beribadah disana. selain ada pengajian anak-anak yang rutin dilakukan dari sehabis ashar hingga habis isya, ada juga pengajian ibu-ibunya setiap hari Selasa dan hari Jum'at.


"Alhamdulillah ya Bu, akhirnya harapan bapak ingin membuat desa ini maju terwujud juga." kata pak anung seraya menyeruput kopi hitamnya sambil memandang ke arah jalan.


Saat itu pak anung yang sudah berbalut kain sarung dan baju Koko serta peci hitamnya. tengah duduk di teras rumahnya, sambil menikmati secangkir kopi hitam serta udara sore hari yang terasa sejuk menyegarkan. kebetulan saat itu ia melihat banyak anak-anak kecil dan bapak-bapak desa mekarsari, tengah berjalan beriringan hendak menuju masjid.


"Sore pak lurah, kita semua duluan ya." sapa seorang bapak sedikit agak berteriak serta mengangkat telapak tangannya ke depan.

__ADS_1


"Ia pak, sebentar lagi saya nyusul." balas pak anung sambil mengangkat telapak tangannya.


"Syukurlah lah pak. jadi usaha bapak selama ini tidak sia-sia, soalnya para warga desa juga memanfaatkan dengan baik apa yang sudah bapak lakukan untuk mereka."ujar bu hani.


"Iya bu, lagi pula ini semua kan atas dukungan dan do'a dari ibu juga."kata pak anung.


"Ya sudah bu. bapak pamit ke masjid dulu ya, soalnya udah adzan ashar tuh."kata pak anung lagi lalu melangkah pergi.


Bu hani yang saat itu hanya seorang diri duduk di teras rumahnya, di karenakan pak anung sudah pergi shalat berjama'ah di masjid. seketika tanpa dia sadari ia langsung terlelap masuk ke dalam sebuah alam mimpi.


Di alam mimpinya itu bu hani mendadak ada di suatu tempat seperti di dalam sebuah hutan. udara yang terasa pun dingin sekali sampai menusuk kulit, cahaya yang menerangi tempat tersebut pun terlihat sangat remang-remang. perlahan-lahan bu hani mulai berjalan menyusuri dingin dan remangnya tempat itu.


Seketika langkah kakinya pun terhenti, karena bu hani melihat ada seorang wanita yang kini tengah berdiri membelakanginya. wanita itu mengenakan gaun berwarna merah, persis sekali seperti yang dipakai oleh anjani dulu. disaat anjani masih menjadi sesosok arwah yang penuh dengan dendam amarahnya.


Dengan rasa ragu bercampur takut, apalagi suasana di tempat itu seketika saja berubah menjadi mencekam. kini mulai terdengar suara burung-burung gagak yang saling bersahutan, serta suara-suara aneh yang lainnya. seperti suara makhluk yang amat besar yang sedang menggeram-geram dan suara rintihan binatang.


Perlahan-lahan bu hani mulai menghampiri wanita tersebut.


Deeeegggg.....


Saat perempuan berbaju merah itu berbalik, wajahnya terlihat amat menyeramkan, kedua matanya bulat menghitam dan membengkak. dari mulutnya selalu mengeluarkan lelehan darah merah pekat yang amat kental, serta gigi perempuan itu mempunyai dua taring yang amat panjang seperti taring jenglot, bukan itu saja jari-jari kukunya juga sangat panjang.


Bu hani pun terjatuh, karena ia sangat terkejut melihat penampakan wajah perempuan itu.


"Si...siapa kamu? jangan mendekat!"teriak bu hani sambil menyabetkan ranting kayu ke hadapan perempuan menyeramkan itu.


Bukanya menjawab atau takut terhadap pertanyaan dan perlakuan bu hani, sosok perempuan menyeramkan itu malah semakin mendekat ke arah bu hani. kedua tangannya pun diarahkan ke leher bu hani, lalu mulutnya dengan kedua gigi taringnya yang tajam mulai di dekatkan ke arah leher bu hani juga.


"Pergi kau makhluk jelek pergi.....! Aaaakkkk!!" teriak bu hani sambil mengepak-ngepakan tangannya menghalau perempuan itu.


"Bu... ibu... bangun Bu...!!" ucap seseorang sambil menepuk-nepuk pipi bu hani.

__ADS_1


Bu hani pun tersadar.....


"Pergi dasar makhluk jelek, jangan cekik dan makan saya pergi....!!" racau bu hani memukul mukuli seseorang yang membangunkannya.


"Ibu... sadar bu ini bapak!" kata pak anung mengguncangkan pundak bu hani.


"Astaghfirullah... bapak. pak ibu takut pak, tadi itu ibu mau dicekik dan di gigit makhluk menyeramkan."kata bu hani langsung memeluk pak anung sambil terisak-isak.


"Gak ada makhluk menyeramkan bu, tadi itu ibu hanya mimpi saja. lagian ibu salah sih, waktunya shalat malah tidur, jadi mimpi seram kan." oceh pak anung sambil menatap istrinya.


"Ia sih ibu emang salah, soalnya waktunya shalat bukannya shalat malah tidur. tapi, mimpi itu seperti nyata pak. apa iya mimpi ibu tadi sebuah pertanda?" kata bu hani terlihat cemas.


"Ah ibu ini suka ngaco, sudahlah lebih baik ibu shalat dulu sana biar jernih fikirannya."titah pak anung dan bu hani pun melakukannya.


Saat itu ketika pak anung pulang dari masjid, ia melihat istrinya yang tengah berteriak-teriak di bangku teras rumahnya. makanya pak anung langsung berlari untuk menyadarkan istrinya.


****


"Hay will wo jawil gowo, sugere magnus diaboli, sugere... sugere....!! bangkitlah sang agung pengusa alam kegelapan dari tidur panjangmu. bangkitlah....!! kami abdi baru mu ingin mengabdi kepada mu, kami juga membawakan santapan yang amat lezat untuk dirimu."


Ucap dua orang lelaki sambil membaca mantra. kedua lelaki itu mengenakan baju serba hitam, mereka duduk bersila saling berhadapan di dalam sebuah lingkaran bergambar bintang. lalu di tengah-tengah bintang itu ada satu buah gambar mata yang amat besar. serta lingkaran itu dikelilingi juga oleh lilin-lilin putih menyala, serta ada seorang gadis belia yang kini tengah terikat di atas sebuah meja batu.


****


Maaf ya up nya kelamaan, maklum karena faktor kesehatan yang suka drop tiba-tiba.🙏🙏


Jangan lupa vote, like and komentar serunya, serta favoritnya...😉😉


IG: amey_fitriya8


YouTube_amey fitriya

__ADS_1


__ADS_2