
Bab 28
"Dek, bangun... sadar dek..!! Jangan tinggalin kaka sendirian disini, dek!"Raung Devin sembari mengguncangkan tubuh lemas Mitha berkali-kali.
"Ka, devin...!! mitha mohon sekali sama Kaka, hentikan perbuatan jahat Kaka ya. Kaka juga harus mengembalikan jenazah ka anjani kepada keluarganya, kasian dia merasa tersiksa sekali, ka."Rintih Mitha saat membuka matanya.
"Mitha tau, kalau kaka sangat mencintai ka anjani. tapi, cinta itu tak harus memiliki untuk selamanya ka...!! kembalilah jadi kakak ku devin yang baik hati...!! "Lirih Mitha di sela nafas beratnya.
Tiba-tiba saja tubuh mungil Mitha mulai mengejang hebat, tarikan nafasnya juga semakin lama semakin terdengar berat. matanya muali menatap kosong ke arah langit malam yang gelap, beberapa menit kemudian mitha mulai menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan Devin.
Akibat hempasan kencang sosok arwah anjani tadi, kepala mitha yang terjatuh menghantam aspal terminal bayangan. mengalami pendarahan hebat, dengan luka menganga dibelakang kepalanya. alhasil Mitha kehabisan darah di tempat, sehingga nyawanya tak bisa tertolong.
Devin yang tak terima atas kematian adik semata wayangnya itu, ia pun mulai sangat geram dan kesal kepada makhluk suruhannya tadi. Devin pun langsung membopong jenazah adiknya itu, lalu di masukan ke dalam mobilnya. devin yang saat itu sedang tersulut amarah nya, ia sampai melajukan mobilnya dengan sangat kencang sekali. menembus pekat dan dinginnya angin malam.
*****
Setibanya piyon di anak tangga terakhir, dia langsung membuka pelan pintu yang menghubungkan ke rumah besar. terlihat sebuah pemandangan yang menakjubkan di dalam rumah besar itu. barang-barang mewah dan mahal, tertata dengan rapih di dalam sebuah lemari berwarna coklat tua. selain itu semua, banyak juga terpasang beberapa lukisan-lukisan indah tentang pemandangan desa didinding rumah itu.
Langkah piyon semakin ringan saja, untuk menjejakkan kakinya dirumah besar itu. karena keadaan di dalam sana terlihat sangat sepi, seperti tidak berpenghuni. Piyon kembali mulai kebingungan lagi, soalnya rumah besar itu banyak sekali ruangan kamarnya. sehingga menyulitkan dia mencari keberadaan tubuh anjani, yang ditaruh Devin entah di kamar mana.
Insting detektif piyon pun mengatakan, kalau tubuh anjani sekarang ada dilantai atas. akhirnya ia pun mempercepat langkahnya, untuk menaiki anak tangga menuju lantai atas. tapi sayang seribu kali sayang, baru saja kakinya menjejaki dua anak tangga. dari arah belakang langkahnya, sudah ada tangan seseorang yang menepuk dengan keras pundaknya.
"Hey, mau kemana brow...!! " Cetus seseorang dibelakang piyon.
__ADS_1
"Em..e...sa-saya mau ke atas Om..!! "Desis piyon mulai gugup sembari membalikan badannya menghadap orang yang menepuk pundaknya tadi.
"Enak aja lu panggil gue om...!!! Kapan gue kawin ama bibi lu..hah..!! "Bentak pria bertubuh kekar dan tinggi.
"Iya maaf deh bang...!! "Ringis piyon.
"Sekarang panggil gue abang lagi..!! Panggil gue mickel dong.!!"ujarnya sambil menepuk dadanya sendiri.
Karena langkah piyon merasa dihalangi oleh penjaga rumah devin, bahkan sosok penjaga itu mau mengurung dirinya di dalam gudang bawah tangga. piyon pun tak kehabisan akal, lantas ia mengambil daun kecubung dari saku celananya dan langsung membekap hidung penjaga itu dengan daun kecubung di tangannya.
Dalam hitungan menit penjaga itu pun langsung klenger, tubuh besarnya langsung terkapar di lantai marmer rumah besar itu. Lantas piyon pun langsung menyeret tubuh besar penjaga itu, untuk menuju ruangan yang berada di bawah tangga lebih tepatnya sebuah gudang. Selain itu piyon juga mengikat tangan dan kakinya, agar saat penjaga itu terbangun nanti dia gak bisa kemana-mana.
Sebenarnya, daun kecubung yang tadi buat membius si penjaga rumah devin. daun itu piyon petik dari belakang rumah besar devin, saat ia sedang bersembunyi. awalnya daun itu buat membius si dukun tua itu, tapi karena gak memungkinkan keadaannya jadi piyon urungkan saja. sedangkan daun kecubung nya, ia taruh di saku celana belakangnya buat jaga-jaga.
Setelah membereskan si penjaga rumah devin, piyon segera berlari menaiki anak tangga menuju ke lantai atas. ia juga harus gerak cepat, soalnya takut penjaga itu tersadar dan memanggil temannya. saat piyon mulai di landa kebingungan menentukan arah, anjani segera muncul dan menunjukkan arah kepadanya.
CEKLEK...!! GUBRAAAKK.
Piyon pun langsung membuka knop pintu ruangan tersebut, tanpa sengaja juga dia malah membanting pintunya dengan keras. saat pintu sudah terbuka, seketika saja piyon langsung terkesiap. saat mendapati tubuh pujaan hatinya sudah mulai membiru dan terkapar lemah tak berdaya di atas ranjang kayu. berbagai alat medis dan bau-bau perdukunan juga, tertempel dan berjejer di sana.
"Jani...!! Masa allah Jan... kenapa kaya begini nasibmu sih..."lirih piyon sambil menangis disamping jenazah anjani.
"Mas... buruan bawa jenazah ku pergi, iblis itu akan kembali..!! "Seru anjani.
__ADS_1
"I..i-ya...Jan...!! "sahutnya.
Tanpa basa-basi lagi, piyon pun langsung mencopoti berbagai alat-alat medis yang menempel dijenazah anjani. ia juga langsung membopong dan membawa tubuh anjani keluar dari rumah besar itu.
Saat kaki piyon mau melangkah keluar dari kamar itu, asap tebal pun muncul memenuhi seisi ruangan kamar. dari kepulan asap tebal itu, keluarlah sosok arwah yang menyerupai wujud anjani.
Sosok arwah itu pun menyeringai kepada piyon, yang sedari tadi masih mematung dan berdiam diri di tempatnya. dengan menampakan deretan gigi-giginya yang terlihat menghitam. selain itu, sosok arwah menyeramkan itu juga mempunyai dua taring yang sangat panjang dan tajam, persis seperti taring milik jenglot.
Piyon yang saat itu mulai ketakutan, dia mencoba membuka suaranya dengan membaca beberapa ayat-ayat Al-Quran. itu pun yang ia hafal saja, tapi sayang iblis itu gak takut sama sekali.
Makhluk menyeramkan itu, malah semakin mendekat ke arah piyon. seolah ingin segera memangsa dirinya. langkah piyon pun semakin terpojok disudut kamar, ia sempat berfikir untuk segera berlari mencari pertolongan. tapi makhluk menyeramkan itu semakin mendekat saja ke arahnya, apalagi saat itu piyon masih membopong tubuh anjani di tangannya.
Tubuh anjani pun kembali piyon letakan di atas ranjang kayu, kemudian ia lempar iblis itu dengan semua benda yang berada di dekatnya. dari alat-alat medis, alat-alat perdukunan, lampu tidur, gelas, bahkan kaus kaki piyon lemparkan ke makhluk itu. tapi tetap saja gak mempan, iblis itu masih terus mendekat kearahnya.
Kek...Kek...Kek...
Pekik suara nafas piyon terdengar keras, karena Iblis itu berhasil mendaratkan kedua tangannya mencekik leher piyon.
"Hentikan....!! Jangan sakiti dia..."
****
Bersambung.....
__ADS_1
Salam Penasaran Selalu... 🌹🌹🌹