
Bab 90
"Yuda, arman, seno, roji! pada kemana para pekerja yang lainnya? ko perkebunan jadi sepi begini, perasaan tadi pagi banyak sekali orang yang bekerja."tanya devin antusias kepada ke empat pemuda yang sedang sibuk bekerja.
"Para pekerja pada balik lagi ke perkebunan pak handoko, den devin. mereka semua ketakutan karena tadi di ancam oleh anak buahnya pak handoko, yang katanya kalau mereka semua gak mau kembali lagi bekerja disana dan membayar semua hutang-hutang mereka hari ini. semua anggota keluarga mereka akan di habisi."sahut pria bertubuh tinggi dan berisi.
"Siapa sih pak handoko itu, aku jadi penasaran. berani sekali dia memperlakukan para pekerja seperti itu, hanya karena mereka mempunyai sangkutan hutang-piutang."dengus devin kesal sambil ia mengeratkan kepalan tangannya.
"Pak handoko itu bukan asli orang sini den! dia itu asalnya dari kota besar, tapi menurut kabar berita. dahulu pas jaman pak handoko masih muda, dia pernah tinggal di desa ini, den. ikut sama pamannya, yaitu juragan sarwono bapak dari juragan Karto."papar yuda panjang lebar.
"Saya gak tahu dan tak mengenali nama-nama itu, karena saya juga baru sih tinggal disini. mungkin bapak mertua ku tahu, karena dia kan asli orang sini."kata devin sambil mengangguk.
"Ya pasti tahulah den! soalnya perkebunan dan pabrik teh itu kan, dulunya milik keluarga pak anung, bapak mertua aden. kita semua warga disini juga kaget, saat tiba-tiba mengetahui perkebunan dan pabrik teh itu bisa jadi milik pak handoko, si orang kota yang jahat."timpal seno seorang pemuda berbadan gemuk.
"Oh iya, saya baru ingat! waktu itu orang yang bernama handoko itu, sudah merebut paksa juga rumah tinggal bapak mertuaku. lihat saja aku akan buat perhitungan dengannya!'dengus devin sambil mengepalkan erat tangannya.
****
"Enak bener ya kalian semua! bukannya kerja malah nyantai-nyantai disini."hardik seorang pria paruh baya sambil menggebrak sebuah meja kayu bundar berwarna coklat tua.
"Eh si Bos! kapan datangnya, ko kami semua gak liat bos datang."sahut pria gondrong sambil nyengir ala-ala iklan pepsodent.
"Bener apa kata si mirod! bos lewat mana sih datengnya, udah kaya setan aja tiba-tiba muncul."timpal preman bertubuh agak pendek.
"Kurang ajar lu ya! masa gua lu samain kaya setan, kampret bodol lu!"maki pria tadi sambil mencengkram kerah baju si pria pendek.
Walaupun usia pria tadi sudah masuk paruh baya, sekitar umur 50 tahunan. tapi penampilan dan tenaganya masih terlihat segar dan gagah, seperti masih berumur 40 tahun saja. sosok pria paruh baya tadi adalah pak handoko.
"Ampun bos! mangap deh bos! jangan cepat marah bos, nanti cepet tua dan kisut."mohon preman pendek tadi sambil terkekeh.
__ADS_1
"Brengsek lu cebong! makin berani lu sama gua!"hardik pak handoko makin mencengkram kerah si pria pendek tadi lalu di angkatnya.
"Ampun bos! mana berani saya melawan bos."ratap si pria pendek ketakutan.
"Sudah bos! mendingan bos istirahat dulu, bos capek kan baru dateng."rayu kedua preman yang lainnya sambil memijit-mijit tangan pak handoko agar mau melepaskan si aboy sosok seorang preman bertubuh pendek tadi.
Akhirnya pak handoko pun melepaskan si aboy, lalu ia duduk di sofa panjang sambil menikmati pijitan-pijitan nikmat dari ke tiga anak buahnya.
"Bos kesini naik apa? ko kita gak liat mobil bos, biasanya suka kedengeran kalau bos dateng."tanya si murod sambil fokus memijit.
"Ya naik mobil lah! masa iya gua jalan kaki, bisa gempor dong kaki gua. tadi gua turun di depan perkebunan, karena gue pengen ngecek hasil kerja kalian saat gue gak ada di desa ini. kalau mobil, lagi di bawa anabel buat keliling-keliling desa."jawab pak handoko masih dengan posisi ternyaman dan ternikmat di atas sofa panjang.
"Oh...."sahut mereka serempak.
****
GUBRAK.... PRYANG... KLONTRANG...!!
"Hey, orang miskin! bisa gak sih kalau jalan, gak ketengah begitu, pake ngehalangin jalan saya lagi."maki anabel kesal sambil melongokan kepalanya saja di jendela mobilnya.
Sosok perempuan muda yang menabrak bapak pedagang bakso keliling tadi adalah anabel. untungnya saja bapaknya itu gak kenapa-napa, hanya gerobak dan dagangan nya saja yang hancur berantakan dan gak bisa di jual lagi.
Soalnya setelah tiba di desa dan mengantarkan papihnya ke perkebunan, anabel berpamitan ingin mencoba berkeliling desa. karena ia ingin melihat-lihat suasana desa, karena baru kali ini anabel menginjakan kakinya di desa Mekarsari.
"Neng! gimana ini, tanggung jawab atuh! dagangan saya jadi berantakan kaya begini, gak bisa di jual. mana saya baru keluar jualan lagi, belum dapet penglaris sudah di tabrak."kata bapak tua itu saat menghampiri anabel.
"Enak aja, kamu minta tanggung jawab sama saya! itu semua kan kesalahan bapak, karena bapak jalannya terlalu ke tengah. yang ada saya yang minta tanggung jawab lah sama bapak! gara-gara gerobak tua bapak bamper mobil saya jadi lecet dan penyok tuh."maki anabel sambil menunjuk-nunjuk si bapak tua.
"Ada apa ini ribut-ribut pak Parmin! itu gerobaknya kenapa pak?"kata beberapa warga yang saat itu kebetulan sedang lewat.
__ADS_1
"Ini pak! Si neng ini udah nabrak gerobak saya dan ngancurin semua dagangan saya. tapi si neng ini gak mau tanggung jawab, eh dia malah nuntut saya balik suruh tanggung jawab. padahal kan yang salah si neng ini."tutur pak parmim seraya menampakkan kesedihan.
"Ya iyalah, situ yang harus tanggung jawab bukan saya! karena situ sudah ngehalangin jalan saya, sama menyokin bamper mobil baru saya."bentak anabel sambil bertolak pinggang.
"Eh neng! dimana-mana kalau kejadiannya kaya begini tu, yang jelas salah tuh situ. jadi situ yang harus tanggung jawab."cetus seorang bapak berkumis tebal dan berbadan besar.
"Sudah di bilangin ya salah tuh dia, bukan saya."sahut anabel dengan nada tinggi.
"Tanggung jawab gak sekarang juga! kalau gak gua hancurin nih mobil punya loe beserta pemiliknya."ancam bapak berkumis tebal tadi dengan tatapan tajamnya sambil memegang palu bodem yang buat membelah batu.
"I..iiya saya tanggung jawab nih!"
kata anabel sambil tangannya gemetaran, lalu ia mengambil dompetnya di dalam mobil dan menyerahkan beberapa lembar uang cepean kepada bapak tua pedagang bakso keliling tadi.
"Nah gitu dong! cepet kelar kan masalahnya. lain kali ya neng, kalau bawa mobil di jalan desa itu hati-hati neng. karena banyak orang lewat di sini mah."cetus bapak satu lagi.
"Awas kalian semua, beraninya kalian hari ini sudah memeras ku. lihat saja apa yang terjadi pada kalian semua, setelah ini."batin anabel kesal sambil sambil memandangi ketiga bapak tadi dari balik kaca mobilnya.
****
Malam ini suasana desa mekarsari terlihat sepi sunyi sekali, padahal waktu masih menunjukan pukul 21:00 malam. saat ini anjani beserta seluruh anggota keluarga tercintanya, mereka sedang bersenda gurau di ruangan keluarga.
Saat sedang asyik-asyiknya bersenda gurau, tiba-tiba saja mereka semua di kagetkan oleh suara jeritan dari seseorang. kayanya suara jeritan itu berasal dari belakang rumah devin. pak anung, devin mang nano dan anjani pun segera berlari ke halaman belakang rumahnya.
Ternyata di belakang sana, sudah ada tubuh seseorang yang tergeletak bersimbah darah. dengan banyak luka bekas cabikan di sekitaran perutnya, sehingga membuat ususnya terburai berantakan keluar. bahkan di area lehernya seperti ada luka bekas gigitan hewan buas, sampai terlihat menganga di bagian lehernya.
"Astaghfirullah!! perbuatan siapa ini!" kata pak anung terkejut dengan kedua mata yang membulat tajam, saat melihat keadaan jenazah mengerikan di hadapannya.
****
__ADS_1
Bersambung....