
Bab 124 _ Dua Orang Pria
🌒
🌒
🌒
Mohon maaf kepada readers semuanya, karena othor up-nya kelamaan. othor bukannya malas atau sengaja ingin menggantung cerita. dikarenakan hampir dua minggu kemarin lambung othor kambuh terus, bahkan penyakit lainnya malah menyerang, tiba-tiba othor demam tinggi dan seluruh badan othor terasa sakit semuanya. kepala pusing dan berat kalau dibawa bangun, serta batuk terus-menerus.
Belum juga othor sembuh dari sakit yang menyerang, eh ketiga anak othor malah ikutan sakit juga, alhasil kami sekeluarga jatuh sakit.
Jangankan untuk menulis atau memikirkan ide cerita selanjutnya, buat bangun dan bicara saja othor kemarin sulit. tapi alhamdulillah_nya saat ini kami sekeluarga sudah cukup membaik.
Jadi othor mohon tolong pengertian_nya untuk kalian semua, kalau akhir-akhir ini othor up nya suka kelamaan. lagian juga gak ada orang yang pengen sakit, semuanya pengen sehat. soalnya sudah beberapa bulan terakhir ini, daya tahan tubuh othor memang sangat lemah dan sensitif, jadi suka gampang drop tiba-tiba.
*****
Happy Reading....😊😊😊😊
❄️❄️❄️
Hujan yang mengguyur desa mekarsari, sampai saat ini pun masih turun dengan derasnya. apalagi di tambah suasana desa yang berubah menjadi dingin dan mencekam, suara kilat yang saling menyambar-nyambar pun masih jelas terdengar di langit yang tertutupi awan hitam.
Bahkan kini terdengar nyaring suara lolongan panjang serigala yang saling bersahutan, padahal kan posisinya sekarang sedang turun hujan deras di desa mekarsari. tapi seolah serigala-serigala itu tidak memikirkan hal itu, mereka terus saja melolong tanpa henti. seperti sedang menyerukan sesuatu.
Selain itu terdengar juga suara menggelegar yang amat menyeramkan, persis seperti suara seorang raksasa yang tengah mengamuk, sampai-sampai membuat merinding siapa pun yang kala itu mendengarnya.
Jadi para warga desa pun memutuskan untuk bersembunyi di rumah mereka masing-masing. bahkan masjid An-Nur pun kini menjadi sepi, dikarenakan tak ada warga desa yang berani keluar atau pun nongol dari dalam rumahnya.
Saat itu pak anung baru saja kembali ke rumahnya, sambil dia berlari-larian kecil. soalnya tadi pak anung itu sehabis dari masjid An-Nur untuk mengumandangkan adzan sekaligus melaksanakan shalat Maghrib, ya walaupun ia hanya sendirian saja disana. soalnya warga masih enggan keluar dari dalam rumahnya, mungkin karena masih takut dengan kejadian aneh yang menimpa desanya kini.
"Bapak udah pulang." kata bu hani sembari memberikan secangkir kopi hangat.
"Ia, maksih Bu. " kopi di ambil pak anung sembari ia duduk di sofa ruang tengah.
"Masjid An-Nur sekarang sepi Bu. warga sudah gak ada yang mau lagi ke luar dari rumah untuk melaksanakan shalat berjamaah." kata pak anung sambil menyeruput kopinya.
"Mungkin mereka masih takut kali pak, atas kejadian aneh yang terjadi akhir-akhir ini." balas bu hani ikut duduk di samping suaminya.
__ADS_1
"Ya mudah-mudahan semua ini cepat berlalu ya Bu. bapak kangen suasana desa yang ramai, masjid yang ramai orang beribadah."kata pak anung agak sedikit melamun.
"Aamiin.... mudah-mudahan ya pak, semua ini cepat berakhir. apalagi ibu khawatir sama Ririn, dia selalu bilang agar kita cepat pergi dari sini. katanya akan ada iblis jahat." ujar bu hani.
"Ririn juga sama suka bilang seperti itu kepada bapak bu, tapi bapak bingung mau percaya atau tidak dengan ucapannya." pak anung bangkit dari duduknya sambil menengok ke jendela.
****
"Bibi Dewi! gimana ini, ake sama ene gak mau percaya dan gak mau denger ucapan Ririn." kata Ririn sambil menepuk keras tubuh Dewi saca sehingga Dewi saca menjadi terkejut.
"Kodok bakar sambal ijo!! Ririiinn...." ucap Dewi saca langsung terbangun.
Posisinya saat itu Dewi saca tengah tertidur pulas di atas ranjang tepat di samping Ririn.
"Idih...!! emang ada bi, kodok bakar sambal ijo. Iyuuuhh, kaya apa rasanya." sahut ririn jijik.
"Rasanya, ah mantap!" balas Dewi saca dengan mengacungkan jempolnya dan memutar lidah bercabangnya di depan bibirnya.
"Kamu kenapa sih rin? tadi tuh mukul badan aku kenceng banget, sampai bikin aku kaget. orang tadi itu aku lagi mimpi indah banget, eh gara-gara kamu jadi hancur deh mimpi aku." jelas Dewi saca sambil cemberut.
"Abisnya bibi sih! orang aku tadi lagi serius nanya, soalnya aku bingung perasaan aku juga tiba-tiba jadi takut. eh bibi malah enak-enakan tidur di samping aku." sahut ririn.
"Emang tadi bibi mimpi apa gitu? sampe nyenyak banget tidurnya."tanya Ririn.
"Tadi itu aku lagi mimpi nikah sama raja payton, terus kita ngadain pesta yang mewah banget. banyak tamu-tamu dari kalangan siluman yang dateng ke pestaku, udah gitu pas aku sama raja payton mau makan kodok bakar sambal ijo kamu malah ngebangunin. Gatot deh, tapi aku seneng banget tau Rin, bla ... bla... oceh Dewi saca terus menerus menceritakan mimpinya.
"Hadeuh!! ada-ada aja nih bibi Dewi. dari pada aku harus dengerin cerita dia yang gak ada ujungnya, lebih baik aku bobo aja ah." kata Ririn yang langsung merebahkan diri.
****
"Cepat kalian berdua pergi dari sini!! segera cari dan bawa kesini anak titisan si anjani arwah merah itu. karena aku ingin segera menghabisi nyawa nya, sebelum anak itu yang akan menghabisi diriku duluan, seperti dulu ibunya yang telah menghabisi ku." titah iblis Wil wo seraya mengeluarkan sebuah ledakan api dari jarinya yang hitam tertutupi jubah panjang.
"Ba... Ba...baik sang agung, kami akan segera berangkat membawa anak anjani kemari." kata seorang pria seumuran pak anung sambil menarik seorang pria muda seumur devin.
"Tapi maaf sang agung, kalau kita berhasil membawa anak itu kesini. sang agung harus janji ya mau mengembalikan istri saya ke bentuk manusia lagi. lagi pula sang agung bisa ada di sini juga itu semua berkat bantuan saya juga, jadi saya mau minta imbalan saya bisa kan?" kata pria muda itu memberanikan diri.
"Kau bisa diam gak sih, jangan banyak omong hayu kita lakukan saja dulu. masalah itu nanti bisa belakangan." bisik pria satu lagi.
"Saya gak mau pak, coba kalau nanti iblis itu malah membodohi kita berdua gimana?"balas pria muda itu ikut berbisik.
__ADS_1
"Dasar manusia bejad, bodoh dan perhitungan! sebelum kalian minta dan berbicara, aku juga sudah tau semuanya apa yang kalian mau. sampai kalian bersusah payah membangkitkan aku dari tidur panjang ku. sekarang lakukan dulu apa tugas kalian berdua, setelah itu aku akan memberikan imbalannya." timpal iblis Will Wo dengan suara menggelegar.
"Baik sang agung!" hayo...!!" ajak pria seumuran pak anung sambil menarik lengan pria tadi.
****
TOK... TOK.... TOK.....
Terdengar suara pintu depan rumah pak anung di ketuk keras dan berulang oleh seseorang. saat ini jam dinding, tengah menunjukan pukul 23.45, kebetulan juga saat itu pak anung dan bu hani sudah tertidur dari habis shalat isya tadi.
"Pak mau kemana?" cegah bu hani memegangi tangan pak anung.
"Itu diluar ada yang mengetuk pintu Bu, bapak mau membukakannya dulu." kata pak anung.
"Lebih baik tidak usah di buka pak, ibu takut. soalnya ini tuh sudah tengah malam, lagian di luar juga hujan deras." balas bu hani dengan menampilkan ekspresi ketakutan.
"Ibu gak usah takut begitu, percaya sama bapak gak akan ada apa-apa." pak anung mengusap lembut punggung bu hani.
"Takutnya yang mengetuk pintu kita itu warga yang tengah membutuhkan pertolongan, bapak kan lurah di desa ini, jadi tugas bapak harus membantu warga." ujar pak anung lalu segera turun dari atas ranjangnya.
Bu hani yang saat itu terlihat semakin cemas dan takut pun, segera mengikuti suaminya ke pintu depan, untuk memastikan bener atau tidak orang yang mengetuk pintu rumahnya tengah malam begini, adalah warga yang tengah membutuhkan pertolongan suaminya.
TOK.... TOK.... TOK....
Pintu semakin kencang di ketuk seseorang.
"Pak tunggu! lebih baik bapak tanya dulu siapa orang diluar sana, untuk memastikan." cegah bu hani saat pak anung hendak membuka anak kunci yang menggantung di slotnya.
"Iya bu." pak anung mengangguk. "Maaf dengan siapa di luar ya? ada apa malam-malam begini datang ke rumah saya." tanya pak anung sedikit berteriak dari balik pintu depan rumahnya
"Saya acong pak, tolong saya pak lurah istri saya di rumah sedang sakit keras. saya juga bingung harus meminta pertolongan ke siapa lagi, soalnya tidak ada tetangga yang mau membantu saya, mereka pada bersembunyi di dalam rumah semua." sahut seseorang di balik pintu dengan suaranya yang serak.
"Tuh kan Bu, ternyata ada warga yang tengah butuh pertolongan kita."kata pak anung.
"Tapi pak!" cegah bu hani lagi seraya memegangi lengan pak anung.
"Bu, tidak apa-apa." balas pak anung.
Pak anung pun segera membuka anak kunci lalu membuka handle pintu rumahnya, namun setelah pintu rumahnya terbuka. diluar sana sudah nampak Dua Orang Pria tengah berdiri dengan membawa masing-masing senjata tajam, Dua Orang Pria itu juga mengenakan baju serba hitam dengan penutup wajah. sehingga membuat pak anung dan juga bu hani tidak bisa melihat wajah kedua orang itu.
__ADS_1