
Bab 110
Happy Reading..... 🌹🌹🌹
*****
"Kau sedang lihat apa anak kecil?"tanya si penjaga dengan suara seraknya.
Anjani pun menempelkan jari telunjuknya di depan bibirnya, mengisyaratkan kepada arwah anak kecil itu, agar ia tidak bicara tentang keberadaan nya di atas sana.
"A.. a.. aku tidak lihat apa-apa, aku hanya takut saja kepada mu!"sahut si anak itu terbata.
"Bohong! pasti kau lihat ada sesuatu kan di atas sana." sang penjaga pun langsung melihat ke atas langit-langit lorong itu, tapi tidak ada apa-apa di atas sana. dan ternyata anjani sudah pindah berdiri tepat di belakang penjaga itu.
Secepat kilat leher penjaga itu langsung di pelintir dan di patahkan oleh anjani, sehingga si penjaga itu pun langsung mengejang dan mati. anjani dengan segera membakar sosok tubuh penjaga itu dan seketika langsung lenyap.
Anjani pun dengan segera mencoba membuka semua pintu tahanan para arwah. awalnya terasa sulit sekali membuka rantai pengunci tersebut, karena rantai dan gembok pengunci itu rasanya panas sekali seperti bara api yang menyala. kata salah satu arwah yang tertawan disana, ternyata pintu tersebut telah di mantrai dengan ilmu yang sangat kuat oleh iblis will wo. makanya para arwah yang tertawan di sana, tidak akan pernah bisa melarikan diri. tapi dengan mengerahkan semua kekuatannya, akhirnya anjani pun bisa membukanya juga.
Para arwah pun terbebas dan langsung pergi berterbangan, seperti segerombolan nyamuk yang sedang bersarang di sebuah wadah kedap dan tertutup rapat, lalu dibuka penutupnya itu.
"Terimakasih, kau telah menolong dan membebaskan kami semua."ucap salah satu arwah perempuan muda memakai baju seperti bule pada jaman belanda kepada anjani.
"Tidak usah sungkan! cepatlah kalian semua pergi sejauh mungkin dan bila perlu sembunyi dahulu di tempat yang paling aman, sebelum iblis itu musnah dan mati. karena aku akan mencoba melawannya dan menghabisinya. agar tidak ada lagi kejahatan yang mengancam kehidupan para arwah dan juga manusia yang ada di desaku." Kata anjani kepada perempuan bule itu dan beberapa sosok arwah yang masih berada disana bersamanya.
"Berhati-hatilah, karena iblis itu sangatlah kuat dan sakti. kalau kau mau mengalahkan nya, kau harus menghancurkan dulu sebuah peti kayu yang berisi jasadnya. peti itu berada di sebuah ruangan atas di pojok kanan."timpal salah satu arwah anak kecil yang tadi memandanginya.
Semua mata pun tertuju kepada sosok arwah anak kecil itu, dia memakai gaun berwarna cream berenda bunga-bunga dan memakai hiasan pita berwarna cream pula di atas rambutnya yang terurai panjang sepinggang.
__ADS_1
"Maksud mu apa dek?"tanya anjani mendekati anak itu.
*****
Cerita arwah Diana
-----------------------------------
Sebenarnya iblis will wo itu adalah ayahku! dulu hidup kami sekeluarga sangatlah bahagia, aku ibu dan juga ayah hidup aman dan nyaman. tapi semenjak kedatangan seseorang bernama Mr snowman di desa ku, hidup kami sekeluarga dan juga warga desa ku jadi hancur. ayah selalu saja di tindas di pekerjaannya, karena tempat ayah bekerja di pimpin oleh Mr snowman. entah kenapa sebabnya Mr snowman sangat membenci ayahku, sehingga selalu berusaha membuat ayah dan keluarga ku menderita.
Sampai kejadian naas dan menyedihkan itu pun terjadi... hiks..hiks..."sosok arwah anak kecil itu berhenti berbicara sambil dia terisak-isak tertahan karena menahan tangisnya.
Anjani pun memeluk tubuh arwah anak kecil itu dan mengusap lembut punggung serta rambut panjangnya yang terurai indah. di dekapnya dengan erat tubuh mungilnya, mungkin dengan cara itu hati sang arwah anak kecil itu bisa merasakan ketenangan. lalu setelah hatinya dirasa tenang sosok arwah anak kecil itu pun mulai melanjutkan ceritanya kembali.
"Pada malam itu hujan turun sangatlah lebat disertai angin kencang dan petir yang selalu menyambar-nyambar. saat itu aku masih belum tertidur, karena merasa takut dengan suara petir dan angin kencang. awalnya aku keluar dari kamar ku ingin ke kamar ibu dan ayah, aku ingin tidur bersamanya malam ini. soalnya aku sangat takut sekali dan tidak bisa tidur.
Tapi... tiba-tiba pintu rumah ada yang mengetuk dengan sangat keras. ayah pun segera keluar dari kamarnya, karena terganggu dengan suara ketukan itu. sebelum membuka pintu rumah, ayah juga sempat bertanya terlebih dahulu siapakah orang yang berada diluar sana.
"Tolong saya! saya sedang terluka parah, tadi kendaraan saya tergelincir. itu semua akibat saya memaksakan berkendara di tengah hujan badai begini, soalnya istri saya di rumah mau melahirkan, makanya saya nekad keluar rumah. apakah anda bisa membantu saya?" jelas suara di balik pintu dengan merintih kesakitan.
Karena ayah ku orangnya gak pernah tegaan, setelah mendengar penuturan orang tersebut ayah pun segera membuka kan pintu. tapi ternyata pas pintu sudah terbuka, ada beberapa orang mengenakan penutup kepala dan langsung menyerang ayahku dengan parang. pada saat itu aku segera bersembunyi di dalam lemari yang berada di ruang tengah, sambil sedikit aku mengintip apa yang terjadi disana.
Karena mendengar suara keributan di ruang tengah, ibu langsung terbangun dan keluar dari kamar. ibu pun menjerit sekencangnya melihat ayah yang sudah bersimbah darah, lalu ibu menghampiri tubuh ayah yang sudah tergeletak di lantai. tapi salah seorang pria bertopeng kain itu menarik tangan ibu, lalu melecehkan ibu di depan ayah yang tengah sekarat lalu bergantian dengan beberapa temannya.
Ayah yang saat itu masih tersadar, langsung menyerang pria bertopeng itu. tapi sayang tenaga ayah lemah, ayah pun kalah lagi dan pria itu mau menusuk ayah dengan sebuah pisau belati. tapi ibu langsung menghadang dan pisau itu terkena perut ibu dan.. hiks.. ibuku langsung meninggal disana." Hiks...hiks...
"Saat itu aku takut sekali dan hanya bisa bersembunyi di dalam lemari saja. bahkan aku tidak bisa menolong ibu dan ayahku, yang sedang dalam bahaya."umpatnya kesal.
__ADS_1
"Kamu tidak salah ko, jadi kamu jangan menyesali itu semua. Ikhlaskan masa lalu mu yang sudah terjadi ya."kata anjani.
"Tapi, aku sempat melihat wajah pria itu ka, pria yang sudah melecehkan ibu ku dan membunuh ibuku serta menyiksa ayahku."tangannya menggenggam erat."
"Kebetulan pada saat itu, saat mereka semua sudah puas menghabisi keluarga ku, mereka semua langsung pergi meninggalkan rumah ku. aku pun sempat mengikutinya sampai di depan rumah, pria itu membuka penutup kepalanya yang ternyata dia itu adalah Mr snowman.
"Setelah kejadian pada malam itu aku pun pergi dari desa bersama dengan ayah menuju hutan, dan akhirnya kami menemukan hutan ini. saat kami tinggal di hutan ini, tanpa di sengaja aku dan juga ayah menemukan bukit hitam ini yang telah tertutupi oleh awan-awan gelap.
Ternyata bukit ini bukan bukit sembarangan. walaupun bukit ini dari luar hanya terlihat seperti gundukan tanah saja, tapi di dalamnya sungguh luar biasa. banyak sekali terdapat ruangan-ruangan rahasia, selain itu ayah juga menemukan sebuah ruangan aneh yang terkunci rapat dengan sebuah rantai emas yang di lapisi tulisan aksara kuno, kalau di lihat-lihat tulisan itu seperti tulisan mantra.
Karena penasaran apa yang ada di dalam sana, ayah pun berusaha membukanya. tapi sayang semua itu tak membuahkan hasil, namun ayah tak pantang menyerah, hampir setiap hari ia mencoba membukanya. hingga akhirnya tepat pada malam itu, ayah berhasil membuka pintu itu dan ternyata di dalam sana terdapat banyak sekali benda-benda aneh dan juga buku-buku bergambar menyeramkan. dari situlah sifat ayah ku mulai berubah, ia selalu saja mengurung dirinya di ruangan itu. pernah aku mengintip apa yang ayah lakukan di ruangan itu, ternyata ayah sedang menyembah sebuah peti kayu dan mempelajari ilmu yang sesat.
"Ayah pernah berkata kepada ku semua itu ia lakukan, agar ia bisa menjadi orang yang kuat tak tertandingi di seluruh jagat raya, dia ingin semua manusia arwah dan makhluk yang lainya tunduk dan takut kepadanya. serta ayah juga ingin membalaskan dendam masa lalunya.
"Selama kurang lebih hampir satu bulan ayah di dalam ruangan itu tidak pernah keluar sama sekali, bahkan aku panggil pun ia tidak mau menyahut. terakhir kali ayah keluar dari ruangan itu, ia berkata kepadaku agar aku cepat pergi dari bukit ini. seandainya terjadi apa-apa di kemudian hari, ayah bilang bakarlah peti kayu itu dan semua barang-barang yang ada di sana, serta hancurkan dan ratakan bukit ini. itu pesan ayahku terakhir keluar dari ruangan itu.
Karena aku tidak mengerti apa yang di maksud oleh ayah waktu itu, akhirnya aku tetap setia menunggu ayahku disana. tapi saat ayahku keluar kembali dari ruangan itu, aku sudah tidak mengenali ayahku lagi. dia sudah berbeda, sifatnya, bahkan perilakunya bukan seperti ayahku lagi. memang tubuh itu milik ayahku, tapi jiwanya seperti sesosok iblis yang jahat. aku suka melihatnya memakan binatang liar hidup-hidup, bahkan aku sampai di bunuhnya untuk di jadikan persembahan pertamanya.
Setelah aku mati arwahku tidak bisa pergi ke alam ku yang sebenarnya, tapi arwah ku masih bisa berkeliaran di alam manusia. bahkan aku bisa melihat ayahku membalaskan dendamnya dengan sangat keji, kepada orang-orang yang dulu sudah menghancurkan keluargaku. lalu ayah ku, mengurung arwah-arwah mereka disini dan menyiksanya setiap hari tanpa henti.
"Setelah kejadian itu ayahku banyak di segani dan di takuti oleh banyak orang, lalu mulai banyak manusia sesat yang meminta bantuan kepada ayahku. dari masalah harta, kekayaan, jabatan, kedudukan, percintaan dan sebagainya ayahku bisa mewujudkan semuanya itu. apa pun yang mereka minta akan terkabulkan, asalkan mereka memberi tumbal dan menyembah iblis agung yang bernama Will Wo.
Ayahku lah yang dulu telah membangkitkan iblis jahat itu. sehingga iblis itu semakin bertambah kuat saja, karena sudah banyak sekali korban yang dipersembahkan untuknya. ternyata dahulunya, iblis itu iblis yang sangat kejam dan sengaja di kurung di bukit hitam ini. tapi karena ayahku membebaskannya, akhirnya ia bebas dan memakan banyak korban lagi. jadi kunci kematiannya adalah peti itu dan ruangan yang dibuka oleh ayah ku. seperti apa yang ayahku ucapkan dahulu kepadaku, jadi kalau iblis itu bisa dikalahkan harus kita bakar peti dan ruangan itu, lalu hancur ratakan tempat ini.
"Jadi aku harus menghancurkan peti itu dulu dan meratakan bukit ini, baru iblis itu akan terkalahkan."tanya anjani.
"Iya ka."jawab Diana sosok arwah kecil tadi.
__ADS_1
Ya, sosok arwah anak kecil memakai gaun cream itu bernama Diana, arwahnya belum bisa kembali ke alamnya karena arwahnya di kurung oleh iblis will wo. soalnya waktu itu diana mencoba merusak ritual ayahnya, makanya ia di kurung di ruang tahanan arwah bawah tanah.
Setelah mendengar cerita dari Diana, anjani pun bersama dengan diana, bergegas menuju ruangan yang disebutkan tadi.