Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 63


__ADS_3

Bab 63


Setelah menjatuhkan tubuh Karto ke tanah, makhluk menyeramkan berbulu lebat dan juga tinggi besar itu pun menghilang. para warga pun mulai menghampiri Karto, yang tengah terkapar dan meringis menahan sakitnya.


"Tolong pak Karto! jelaskan sekarang juga atas semua kejadian yang terjadi disini, dengan sebenar-benarnya."ucap pak Ramon.


"Sebenarnya, semua yang terjadi disini itu ulah saya dan juga pak Sudin."balas Karto sambil menunjuk RT Sudin.


"Pak Karto, saya gak tau apa-apa loh! saya kan cuma membantu menghasut pak Ramon saja, agar ia percaya dan menghakimi keluarga pak anung gak lebih dari itu ko."timpal pak sudin.


Semua mata kini tertuju kepada ketua RT desa mekarsari itu, karena tanpa sadar ia telah mengakui semua perbuatan kejinya itu kepada keluarganya pak anung.


"Oh ternyata seperti itu! ucapan mu itu hanyalah sebuah fitnah belaka, jahat juga kau sudin. tega sekali kau melakukan seperti itu kepada orang yang tak bersalah." ucap pak Ramon sambil memegangi kerah baju RT Sudin hendak meninjunya dengan kepalan tangan.


"Ampun, pak Ramon! saya juga terpaksa melakukan ini semua, itu karena pak Karto memaksa saya dan mengancam saya. karena saya mempunyai hutang sama pak Karto, untuk biaya perawatan istri saya."kata RT sudin sambil mengatupkan kedua telapak tangannya.


Pak Ramon pun melepaskan cengkraman tangannya dari kerah baju RT sudin, lalu menyuruh RT Sudin duduk bersama Karto dan menjelaskan tentang semuanya ini.


"Duduk kau disana! sekarang jelaskan semuanya kepada kami disini, siapa yang sudah menculik dan membunuh anak pak Jainudin!"tegas pak Ramon kepada dua lelaki yang sedang terpojok itu.


"Pak Ramon! lepaskan dulu pak anung dan Bu Hani dari sana, kasian mereka sudah menahan sakit sedari tadi."ujar Ki Romo.


"pak komar dan pak Jainudin! tolong lepaskan Bu Hani dan pak anung, bawa mereka kesini untuk menjelaskan semuanya."titah pak Ramon.


Kedua lelaki berbadan tinggi tegap itu, segera berlalu untuk melepaskan pak anung dan Bu Hani dari atas pembakaran. lalu ikatan tangan pak anung dan Bu Hani pun dilepas, mereka berdua pun di papah menuju kerumunan warga. karena kondisi sekarang mereka berdua, terlihat sangat lemah, lemas tak berdaya.


"Bapak, ibu!"ucap anjani memeluk keduanya.

__ADS_1


"Jani!" ucap lirih pak anung.


"Benarkah ini kau anjani anak ku?"tanya bu hani sambil berlinang air mata.


"Iya buk, ini aku anjani. setelah semuanya selesai, aku akan menjelaskan nya kepada ibu dan bapak."balas anjani sambil memegangi pipi kedua orangtuanya satu persatu.


"Jelaskan semuanya sekarang pak Karto!"cetus pak Jainudin kesal kepada Karto.


"Iya saya akan menjelaskan dan menceritakan semuanya."lirih Karto sambil meringis.


"Sebenarnya dari dulu saya selalu iri terhadap kebahagiaan anung, ia selalu saja mendapati apapun yang ia mau. dari kejuaraan lomba saat jaman sekolah dulu, bahkan kejuaraan merebut hatinya hani aku selalu kalah dengannya."tunjuk Karto ke pak anung.


"Lalu ada suatu kejadian yang sangat membuat aku makin benci dan dendam sekali terhadap anung, ayahnya anung pak Bramantyo, ia telah membuat bapak ku meninggal kena serangan jantung, lalu ayahnya anung malah merampas semua harta bapakku, dari kebun teh, pabrik dan juga rumah yang ku tinggali." tutur karto semakin menatap tajam ke arah pak anung.


"Semua yang kau tuduhkan itu tidak benar Karto! kau telah salah faham dan menilai ayahku selama ini, kebenaran nya tidak seperti itu."sahut pak anung.


"Tidak benar dari mananya, jelas-jelas semua yang terjadi seperti itu."ucap Karto lalu bangkit menyerang pak anung.


"Atas kejadian itu! kejadian dimana bapak ku meninggal dan ibuku menjadi gila, aku mulai membenci anung dan seluruh keluarganya. aku mulai merencanakan pembalasan dendam ku, perlahan tapi pasti aku berhasil membuat keluarganya anung menderita. hahahahaha."ujar Karto sambil tertawa keras dan berputar-putar.


"anung...anung!! kau tahu kenapa bapak mu itu bisa mati gantung diri, lalu ibumu setres hingga jatuh sakit lalu menyusul bapakmu mati." itu semua karena ulahku..hahahaha."seloroh Karto sambil mendekatkan wajahnya ke pak anung.


"Kurang ajar kau Karto, biadab kau! orangtuaku justru sudah berbuat baik kepada keluarga mu, tapi kau malah menjahati orangtuaku."umpat pak anung kesal mencoba memukul Karto namun langsung dilarang Bu Hani.


"Baik, baik dari mananya! kematian itu harus dibayar dengan kematian lagi, tapi setelah aku membuat ayah dan ibumu meninggal. akhirnya aku bisa kembali merebut semua aset kekayaan bapakmu dari kau anung, dengan bantuan saudara-saudara bapakmu yang ternyata sangat gila harta itu."ucapnya.


"Tapi aku tak puas begitu saja, aku masih ingin sekali melihat hidup kau menderita.

__ADS_1


kau tahu anung! Jana anakmu nyawanya waktu itu hampir melayang, karena ditabrak oleh motor."ucap tegas Karto sembari mendekatkan wajahnya kembali ke hadapan pak anung.


"Pasti itu perbuatan mu juga kan!"


"Ya benar sekali! itu semua perbuatan ku, aku sengaja menyuruh orang untuk menabrak anakmu. lalu akhirnya kau meminjam uang kepadaku dan aku sudah tahu pasti kau tidak akan mampu membayarnya, apalagi saat itu kau hanya kuli pemetik teh diperkebunan ku.


"Lalu dengan kesempatan itu, aku sengaja meminta kau untuk membayarnya dengan kau menikahkan aku dengan anakmu yang cantik itu, Hay Anjani sayang, hehehehe. tapi ternyata anakmu itu sama seperti kau Hani, ia malah menolak ku dan akhirnya. karena anjani pergi kerja ke kota ia malah meninggal, sehingga pupuslah sudah aku mendapatkan ibu dan anak yang cantik itu."ucap Karto sambil menangis bahkan kadang tertawa.


Pak anung hanya bisa mendengus kesal sambil mengepalkan keras tangannya, karena ia sudah tak tahan lagi mendengar penuturan Karto. yang sudah membuat orangtuanya meninggal, bahkan membuat kehidupan keluarganya menjadi sangat menderita selama ini


Namun Bu Hani dan anjani melarang dan memegangi pak anung, agar ia sabar mendengarkan penuturan Karto selanjutnya.


"Maksud kau anjani anak pak anung yang ini, yang sudah meninggal?"tanya salah seorang warga menunjuk anjani.


"Ya anjani itulah, gak ada anjani lain anak dari anung itu."pungkas Karto.


"Kalau memang anak pak anung sudah meninggal, mana mungkin dia bisa berada disini dengan berwujud seperti manusia biasa!"timpal pak komar.


"Hahahaha! itu semua karena perbuatannya Ki Romo, si dukun goblok itu."tunjuk Karto.


"Sepertinya Karto mulai gak waras, bawa saja ia ke rumah sakit jiwa. mana ia ada orang yang sudah meninggal, bisa jadi manusia kembali."sahut RT Ramon.


"Aku itu tidak gila, aku masih waras pak Ramon!


aku juga sudah membuat anung dan hani terusir dari desa Mekarsari, dengan cara menghancurkan usaha jualannya hani. aku menyuruh orang untuk berpura-pura klenger, saat memakan masakan di warungnya Hani waktu itu. aku juga menyuruh dorman dan Yono menaruh tikus sawah didalam panci di warung si Hani, agar pas warga datang mereka menemukan nya. selain itu aku juga yang sudah membuat Bu Ida meninggal, saat memakan masakan Hani yang dibelinya dengan cara ku masukan racun tikus.hahahahah.


"Bukan itu saja kehebatan ku! aku selalu mencuri dan membunuh kerbau-kerbau mu anung, agar kau menjadi gembel lagi. tapi! karena anak setan mu itu selalu mencoba menghalangi perbuatan ku, makanya aku menyuruh Ki Romo untuk mengubahnya jadi manusia. agar anjani tidak mengganggu aksiku dan membalaskan dendamnya kepadaku, karena anjani sudah mengetahui semua kejahatan ku dan berniat akan menghabisi ku.

__ADS_1


Semua orang kini tertuju kepada Ki Romo, mereka menampakan wajah yang penuh tanya. berharap Ki Romo akan segera menceritakan semuanya, kepada mereka disana.


Bersambung....


__ADS_2