Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 65


__ADS_3

Bab 65


Happy reading.... Selamat Membaca...😊😊😊


_________________**********___________________


Anjani yang merasa khawatir atas mimpinya itu, langsung meninggalkan devin seoarang diri disana. sebenarnya Devin sudah mencegah dan merayunya, agar anjani mau bersabar sebentar lagi sampai mobilnya hidup kembali.


Karena cemas sudah meliputi dirinya, anjani tak memperdulikan ocehan devin yang terus saja merayunya agar tidak pergi.


"Jani, tunggu sebentar lagi ya! pasti mobil ku ini akan hidup kembali, lalu kita sama-sama ke desa mu."


panggil Devin sambil mengejar anjani yang melangkah pergi agar anjani tak jadi pergi.


"Dengar ya devin, aku gak mau menunggu terlalu lama lagi. soalnya keluarga ku sedang dalam bahaya! lagian mobil rongsokan kaya gitu sih, mendingan di buang saja! percuma dipakai juga, kalau gak mau jalan jalan mah."


"sahut anjani sedikit meledek.


"Enak saja kau bilang mobil ku itu rongsokan! mobil ku itu masih baru jan, baru saja aku membelinya seminggu yang lalu."balas Devin.


"Terserah apa katamu lah! yang jelas sekarang aku mau pergi, kalau kau mau ikut hayo buruan jalan. sekarang kita pergi ke desa lewat hutan itu saja, tapi kalau kau masih mau setia dengan mobil rongsokan mu itu. TERSERAH!"


ujar anjani langsung melangkah pergi masuk ke dalam hutan Pinus, yang rimbun dan terlihat sangat menyeramkan itu.


"Ya sudah kamu sendiri saja deh, Jan! soalnya aku masih penasaran sama mobilku ini, kenapa gak mau hidup-hidup juga. Hati-hati yang sayang, jangan lupa kalau sudah sampai desa kirim bantuan untuk aku ya."


ucap Devin sedikit berteriak kepada anjani yang mulai menjauh masuk ke dalam hutan.


Namun anjani yang mendengar teriakan Devin, hanya membalasnya dengan lambaian tangan saja tanpa berbalik ke arah Devin.


Perlahan tapi pasti anjani mulai menyusuri rimbunnya hutan Pinus, kaki rampingnya pun terus saja berjalan tanpa lelah dan henti. sampai akhirnya susana dalam hutan Pinus perlahan berubah menjadi sangat gelap, ya mungkin waktu sudah menunjukkan malam.


Tapi anjani tidak memperduli kan itu semua, tekadnya sudah bulat ia harus segera sampai ke desa tempat tinggal orangtuanya. karena keadaan semakin bertambah gelap, hingga menyulitkan penglihatan anjani saat berjalan.


Lantas anjani mencoba membuat penerangan jalan sendiri, dengan mencari sebatang kayu kering yang sebesar seukuran lengannya. lalu kayu itu ia lilitkan sobekan kain dari suiter yang ia kenakan, kemudian ia mengambil minyak aroma zaitun di dalam tasnya yang sengaja ia bawa kemana-mana itu.


lalu minyak itu ia tumpahkan semua ke sebatang kayu, yang sudah dililitkan kain dari sobekan suiternya tadi.


Kemudian ia mengambil korek gas devin dari dalam tasnya, soalnya saat bermalam kemarin pas membuat api unggun, korek gas devin tak sengaja ia masukan ke dalam tasnya.


akhirnya penerangan dadakan yang dibuat anjani pun menyala, dengan segera anjani pun mulai melanjutkan kembali perjalanannya.


tapi baru juga beberapa langkah ia melangkah kan kakinya, anjani dikagetkan dengan suara benda besar yang terjatuh.

__ADS_1


BUUGGGGG!!! selain suara benda besar yang jatuh, anjani juga mendengar suara geraman yang sangat besar dan menakutkan.


"Siapa kau, tunjukan dirimu! jangan kau ganggu dan hambat perjalanan ku."ucap anjani dengan berani sekali.


"HAHAHAHA! kau tak takut denganku, wahai manusia."ucap suara itu menggelegar.


"Siapa pun engaku, aku tak takut sedikitpun! tunjukan dirimu sekarang, jangan bisanya hanya menakut-nakuti saja."balas anjani sambil mencari-cari sosok suara itu.


Sosok itu pun muncul dengan berwujud makhluk besar berbulu, tinggi dan juga hitam, sorot matanya merah menyala bak bara api.


"Oh, ternyata kau yang sudah menghalangi jalanku dan mencoba menakutiku?"ucap anjani.


"Sepertinya kau bukan dari bangsa manusia seutuhnya, auramu seperti bercampur dari bangsa manusia dan bangsa kami."


sahut makhluk itu sambil memutari anjani.


HI..KIK..KIK..KIK!! HI...KIK..KIK!!!"


terdengar suara tawa yang amat melengking, serta memekakan telinga siapapun yang mendengarnya.


lalu muncullah sesosok wanita dengan wajah penuh dengan darah, serta kedua matanya yang bulat menghitam. tiba-tiba sosok itu muncul dari atas pohon, kemudian turun dan bergabung bersama makhluk besar itu.


"Berisik sekali kau Runti! sekali kali kek, kalau muncul jangan pake ketawa. telingaku ini bisa tuli, kalau selalu mendengar tawa kau itu.


"Ah kau ini wo, selalu saja begitu! kalau iri itu bilang bos, ahaaayy!"timpal si Kunti sambil mendekatkan wajahnya ke makhluk besar itu.


Anjani yang melihat pola tingkah kedua makhluk astral itu, langsung melongo dan menggelengkan kepalanya. ia merasa aneh dan gak lazim aja sama tingkah mereka, masa iya dua makhluk menyeramkan yang selalu ditakuti manusia, kelakuannya somplak kaya begitu.


"Ye, siapa juga yang sirik sama suara kaleng Kong Guan kosong kaya lu."sahut si besar.


"Sudah-sudah kalau kalian masih mau berdebat lanjutkan saja! tapi awas dong, aku mau lewat dan melanjutkan perjalanan ku."


timpal anjani sehingga membuat kedua makhluk itu langsung terdiam, lalu menatap tajam kearah nya.


"Hei, Runti, ini cewe ko Keliatan aneh ya! padahal wujudnya manusia, tapi ko gak ada takut-takut nya sama kita."bisik pelan makhluk yang katanya bernama uwo itu.


"Elo bego atau dodol sih! ya dia gak bakalan takutlah sama kita, orang dia itu dari bangsa kita. Noh liat kepalanya aja dipaku, dia itu satu angkatan sama gue."


ucap Runti sambil menoyor si uwo.


"Oh gitu ya, pantesan aja tadi gua coba takutin dia eh expresinya malah biasa-biasa aja, malahan nantangin gua lagi."balasnya.


"Hello, jangan bisik-bisik terus dong! kalian sudah menghambat perjalan ku nih, aku ini lagi buru-buru tau, soalnya orang tuaku sekarang dalam bahaya."ucap anjani tertunduk sedih.

__ADS_1


"Emang orangtua kamu kenapa?"


tanya mereka bebarengan.


"Aku gak tau pasti sih, soalnya perasaan ku makin gak enak aja tentang mereka! yang jelas saat ini, malam ini juga, aku harus segera sampai di desa sangiang tanjung."jawab anjani masih dengan menampakan kesedihan.


Karena perduli kepada anjani, kemudian makhluk bertubuh besar dan berbulu lebat itu, melihatkan sebuah gambaran kepada anjani tentang keberadaan kedua orangtuanya. benar saja kedua orangtua anjani sedang dalam bahaya besar, mereka akan dihakimi warga.


"Ibu, bapak, tenang saja, Jani akan segera menyelamatkan kalian."ucapanya terisak.


"Jadi nama kau ANJANI!"ucap si uwo.


"Iya, memangnya kenapa?"


"Gimana kalau kita yang mengantarkan mu sampai kesana! karena kalau kau hanya berjalan saja, tidak cukup waktu sebentar.


soalnya dari sini itu masih membutuhkan waktu 2 hari lagi, kalau kau mau ke desa sangiang tanjung."ucap si uwo menawarkan bantuan.


"Iya benar, apa kata si uwo."timpal si Runti.


"Jadi kalian mau menolong ku? terima kasih ya."ucap anjani langsung merangkul mereka.


"Iya sama-sama! hayo kita go let's."ucap Runti.


"Gaya lu ti, pake bahasa bule."nyinyir uwo sambil memukul pelan Runti.


"Suka-suka gue dong! hayu ah cuz."ucap Runti memegang tangan anjani lalu menghilang.


*****


Setelah semua masalah di desa sangiang tanjung terselesaikan, Karto yang akhirnya gila dan dipasung di gubug tua. serta Ki Romo mati secara mengenaskan, ditangan adik angkatnya.


Keluarga pak anung, Bu Hani, Jana dan juga anjani, mereka semua pun kembali ke desa mekarsari bersama pak sudin. disana juga RT sudin menjelaskan dan memberitahu kepada semua para warga, tentang kesalah pahaman yang terjadi selama ini kepada pak anung.


Akhirnya para warga yang pernah menghakimi keluarga pak anung, semuanya meminta maaf dan berdamai kepada mereka sekeluarga. walau awalnya mereka marah, takut dan bingung, karena melihat anjani hidup kembali.


Tapi setelah RT Sudin menjelaskan semuanya, akhirnya para warga pun percaya dan menerima kenyataan dengan terbuka.


"Aduh, aku lupa ternyata devin masih ketinggalan disana!" gumam anjani sambil menepuk jidatnya.


Bersambung....


Selalu mengingatkan jangan lupa di vote, like, and sisipkan komentar serunya, setelah membaca kelanjutan ceritanya 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2