
Bab 91
"Sepertinya ini bukan perbuatan manusia pak! lebih tepatnya ini perbuatan makhluk jahat atau seekor binatang buas."kata devin sambil memeriksa kondisi tubuh si jenazah.
"Kira-kira makhluk buasnya kaya apa ya den, bentuknya? apa hewan serigala kah atau mayat hidup yang kaya di tv-tv gitu."selidik mang nano.
"Kalau di lihat-lihat dari luka bekas cabikan dan gigitan di tubuh korban. sepertinya itu bukan ulah serigala mang, apalagi ulah mayat hidup. lagian mana ada makhluk kaya gitu di dunia nyata mang, adanya cuma di film-film orang luar saja."tegas pak anung sambil menerawang.
"Ini semua perbuatan manusia iblis yang sudah bersekutu dengan setan. sepertinya orang itu sengaja melakukan ini, karena ada maksud dan tujuan tertentu."timpal anjani yang baru saja muncul dengan tubuh di basahi keringat.
"Hah manusia iblis! serem sekali neng jani, jadi ngeri ih mamang mah."kata mang nano sambil menyelimuti dirinya dengan sarung dilehernya.
"Maksud ucapan mu apa, Jan? manusia iblis bagaimana?"tanya pak anung menelisik.
"Iya sayang, manusia iblis seperti apa sih? lalu apa tujuan orang itu?"timpal devin antusias.
"Sudahlah! lebih baik bapak, mang nano dan juga kamu mas. segera laporkan kejadian ini kepada pak RT dan para warga, takutnya kalau kelamaan malah timbul permasalahan."titah anjani lalu di ikuti oleh ketiga laki-laki tersebut.
Pak anung beserta devin dan mang nano pun, mereka bertiga langsung tergesa-gesa menuju ke rumah pak RT. sesampainya di sana mereka bertiga langsung mengadukan kejadian itu, kejadian dimana di temukan nya mayat seorang laki-laki berkumis tebal di belakang rumahnya.
Lalu pada akhirnya pak RT beserta beberapa warga kampung, langsung mendatangi tempat kejadian perkara di belakang rumah devin.
****
"Grrr... Grrr.. Grrr...!!"terdengar hembusan nafas berat dan kencang dari seseorang yang sedang sangat kelelahan sekali.
Ternyata seseorang itu yang kini sedang duduk berselonjor dan bersender di dinding dapur, berwujud seperti manusia tapi berbulu tebal. dengan menampakan jari-jari kuku_nya yang sangat panjang dan runcing. serta memiliki kedua gigi taring yang hitam dan tajam, kondisi tubuhnya saat ini terlihat sangat kacau sekali. hampir di seluruh tubuhnya yang ditumbuhi
bulu-bulu hitam dan juga lebat, di penuhi dengan sisa-sisa bercak darah yang menempel.
Sosok manusia berbulu seperti monyet tapi sepertinya bukan, mungkin lebih tepatnya seperti sosok genderuwo. makhluk itu mulai mengambil dan menenggak botol air mineral, yang di ambilnya dari dalam lemari pendingin.
__ADS_1
GLEK...!! GLEK...!! Huahh..."sisa air di botol langsung disiramkan ke wajah dan kepalanya.
"BRENGSEK!! gara-gara tuh setan sialan hampir aja gue ketahuan."umpat kesal sosok itu sambil melempar botol air mineral yang di pegangnya.
Kini wujud sosok laki-laki seperti genderuwo itu, sudah berubah ke wujud manusia yang sebenarnya. sosok seorang laki-laki paruh baya, berkulit sawo matang dan berkepala botak di bagian tengahnya dengan brewok tebal di sekitaran atas bibir dan bawahnya.
"Siapa disana!"
Seru seseorang sambil ia menghidupkan lampu ruangan tersebut agar menjadi terang. soalnya ruangan itu tadinya gelap gulita, karena lampunya mati dan belum di nyalakan.
"Ternyata kau sudah kembali brewok! gimana tugasmu yang ku perintahkan, apa sudah kau jalankan semua dengan benar?"kata pria paruh baya yang masih saja terlihat nyentrik.
"Tenang saja tuan! semua sudah selesai saya lakukan sesuai perintah tuan, walaupun tadi saya ada sedikit masalah. karena ada seorang perempuan yang berusaha mengejar saya."balas laki-laki itu sambil bersimpuh.
"Perempuan! siapa dia? berani sekali dia mencoba mencampuri urusan ku! kenapa tadi kau tak habisi saja dia, brewok!" maki pria itu.
"Saya gak bisa menandingi nya tuan, karena kekuatan perempuan itu sangatlah dahsyat. bahkan saya hampir mati di tangannya tadi, kalau saya tidak berhasil mencakarnya."jelas si brewok masih dalam simpuhnya.
****
"Papiih... Oh papih! dimana sih.."panggil anabel sambil berkeliling rumah mencari papihnya.
"Hey Jono! liat papihku gak?"tanya anabel kepada salah satu anak buah papihnya.
"Bos handoko tadi ke perkebunan non!"sahut Jono sambil membungkukkan badannya.
"Mau apa sih, pagi-pagi begini papih sudah ke perkebunan."gumam anabel sambil melihat jam dinding besar yang tertempel di atas dinding pintu teras rumahnya.
Saat itu jam dinding baru saja menunjukkan pukul 06:00 pagi, suasana sekitaran desa pun masih terlihat sedikit berkabut dan juga dingin. setelah bertanya kepada jono, anabel langsung menuju ke perkebunan menemui papihnya.
"Cepat kalian semua kerja! jangan bisanya malas-malasan begitu, udah siang begini masih aja malas-malasan di rumah."oceh pak handoko kepada para pekerjanya sambil ia bertolak pinggang dan menunjuk-nunjuk.
__ADS_1
"Rasain kalian! makanya denger apa perintah saya kemarin, jadi nasib kalian semua gak kaya begini kan."ucap lirih anak buah pak handoko kepada para pekerja yang berdiri di sampingnya
"Kau dan bos mu itu sama aja! sama-sama biadab dan gak punya hati, masa sepagi ini kita semua udah suruh bekerja. di tempat pak anung saja, mulai bekerja jam 08:00 pagi."balas seorang pekerja dengan wajah sendunya.
"Ya itu sih derita kalian! suruh siapa kalian semua berhutang sama bos handoko. sudah tau dia itu kejam dan gak punya hati, masih saja kalian nekat. ingat!! jangan kalian samakan bos handoko dengan pak anung, kalau bos ku itu dengar bisa mampus kau. hahaha." sahut pria bertubuh besar itu sambil terbahak-bahak.
"Papih! ternyata papih ada disini, aku capek tau nyariin papih kemana-mana."racau anabel saat ia sudah bertemu dengan papihnya.
"Emang ada apa sayangku ini cari-cari papih? oh ya, ko tumben jam segini anak kesayangan papih udah bangun."tanya pak handoko.
"Aku mau tanya sama papih, orang yang udah bikin aku kesel itu udah diberi pelajaran apa belom? aku gak mau ya, kalau dia masih aja enak-enakan berkeliaran."tukas anabel sambil melipat kedua tangannya didepan dada.
"Tenang aja sayangku, orang itu sudah jadi budak syetan di neraka sana."kata pak handoko sambil menyeringai jahat.
***
"kira-kira yang membunuh pak barnas semalam binatang atau apa ya? ko bisa sampai seperti itu kondisi jenazah nya."gosip para ibu-ibu yang sedang asik bekerja memetik teh.
"Maaf ibu-ibu semuanya, emang siapa yang meninggal?"tanya pak handoko berpura-pura.
"Yang meninggal pak barnas pak, tetangga kami."Jawab datar perwakilan dari ibu-ibu.
"Emang meninggal karena apa? soalnya sebagai manusia dan tetangga yang baik, saya berniat mau bertakziah ke rumahnya."kata pak handoko sambil mengangkat dadanya.
"Meninggalnya gak wajar pak, tubuhnya hancur seperti bekas di cabik-cabik hewan buas."sahut ibu muda dengan menampakan lesung pipinya.
"Oh gitu ya! ya sudah saya mau bertakziah dulu ke rumahnya, kalian semua kerja yang bener."kata pak handoko sambil berlalu pergi.
"Hhmm, tumben itu orang baik! biasanya kan gak pernah perduli sama orang lain."grutu ibu-ibu yang lainnya sambil memetik teh.
****
__ADS_1
Bersambung....