
Bab 120 _ Devin Meninggal
Happy.... Happy Reading...😊😊😊
🌸
🌸
🌸
"Devin bangun nak! kamu harus bangun! jangan pergi, kasihan ririn dia masih kecil. deviiiinn!" kata bu hani sambil mengguncang tubuh devin dengan beruaraian air mata.
"Ayah.... ayah banun janan bobo di lantai, nanti ayah mayah tambah atit." kata Ririn sambil menggoyang-goyangkan lengan devin.
"Ayah ko dak mau banun cih, ayah mayah ya cama yiyin kayna yiyin tadi udah nakay. kayna mainya beyisik teyus. kayo gitu yiyin mau minta maaf ya yah. yiyin janji deh, kayau ayah banun yiyin dak bakayan nakay agi yiyin bakayan nuyut cama ayah cama ene."kata Ririn lagi sambil mengaitkan kelingkingnya ke kelingking devin.
Bu hani yang melihat tingkah kepolosan Ririn pun semakin pecah tangisnya. ia tak kuasa membayangkan bagaimana masa depan Ririn nanti, tanpa kedua orangtuanya di sampingnya.
"Ene...!! kenapa ene nangis teyus cih, emang ayah udah nakay cama ene? apa ene di pukuy agi cama ayah. kayo iya maafin ayah yiyin ya "tanya Ririn sambil memegang tangan bu hani.
"Ayah gak nakal ko sama ene."jawab bu hani sambil terisak-isak.
"Kalo ayah dak nakay ko ene nangis teyus. apa ake yang udah nakayin ene? biayin aja nanti ake yiyin hukum kayna udah nakayin ene."kata Ririn yang langsung bangkit dari duduknya sambil menghentakkan kakinya ke lantai.
"Ake juga gak pernah nakalin ene sayang, ene nangis karena ene sayang banget sama Ririn. mulai hari ini ene janji akan selalu jagain Ririn dari apapun itu yang akan mengganggu ririn. serta ene akan selalu menyayangi Ririn merawat ririn sampai maut datang menjemput ene."kata Bu hani langsung memeluk Ririn.
"Yiyin juga cayang banet cama ene cama ake, yiyin janji bakayan jagain ene cama ake. cepeyti apa yang mamah biyang mayem itu."ucap Ririn.
"Ya sayang, yu kita keluar dulu dari kamar ayah. soalnya ene mau telfon ake, biar ake cepat pulang buat bantuin ayah bangun dari lantai."bu hani pun menggendong riirn keluar dari kamar.
****
Beberapa anggota dari kepolisian serta ada dua orang dokter ahli forensik, kini mereka semua sudah tiba di lokasi kejadian. para bapak polisi pun mulai memeriksa mayat korban, karena di rasa tidak menemukan penyebab wanita itu mati secara mengenaskan. akhirnya dilakukanlah jalan otopsi di tempat kejadian.
__ADS_1
Setelah dilakukan otopsi pada mayat wanita itu, para warga pun diminta untuk memakamkan jenazah wanita itu. soalnya kalau menunggu informasi tentang jati dirinya siapa, kelamaan. jenazahnya bisa makin membusuk dan malah akan menimbulkan wabah penyakit, makanya pak anung menyuruh para warga untuk segera memakamkan secepatnya. kalau jenazah itu nanti ada yang mengenali, tinggal di beritahu saja kalau sudah di makamkan.
Para warga pun mulai membubarkan diri untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. sebagian warga lainnya membantu proses pemakaman jenazah gadis naas itu. lalu pak anung beserta pihak dari kepolisian dan dokter ahli forensik juga ikut membantu proses pemakaman gadis itu, setelah selesai mereka semua pun pergi menuju ke kantor balai desa.
"Pak anung, setelah tadi kita lakukan proses pemeriksaan lewat jalan otopsi. sepertinya mayat gadis ini bukanlah korban pembunuhan, tapi gadis ini seperti korban binatang buas. terlihat dari luka sobek dilehernya, ada bekas gigitan gigi taring yang sangat tajam. serta perutnya yang sobek, itu dikarenakan cakaran kuku yang tajam juga. kalau organ dalamnya yang sebagian menghilang, mungkin telah dimakan oleh binatang buas itu. jadi kasus ini murni bukan kasus pembunuhan, tapi serangan dari binatang buas."papar sersan firman.
"Oh ya pak anung, apakah sebelumnya pernah ada binatang buas masuk ke desa ini?" tanya dokter Fina salah satu dokter forensik.
"Tidak pernah ada dok!" jawab pak anung.
"Hmmm, kalau gitu berhati-hati saja pak anung. namanya juga kan binatang, kalau dia sudah kehabisan makanan di habitatnya tinggalnya. takutnya mereka malah datang ke desa untuk mencari makanan." ujar dokter Fina.
"Saran saya sih pak, karena melihat kejadian ini. bapak serta warga semuanya, harus lebih meningkatkan keamanan desa. seperti di adakan ronda keliling gitu."saran dokter Fina.
"Terimakasih banyak dok sarannya, saya akan mulai berlakukan lagi ronda keliling malam ini. soalnya dulu sempet diadakan, cuma karena dirasa desa aman-aman saja selama ini. jadi gak ada yang ngeronda lagi."balas pak anung.
"Namanya kan musibah pak, jadi gak ada yang tau. kalau mahabah itu group kosidah. hehe" kata pak firman nyeleneh, alhasil membuat semua orang yang mendengarnya tertawa.
"Sstttt, jangan kau keras-keras kalau tertawa. nanti kalau kedengeran sersan firman, bisa habis kau dirajamnya."balas kawannya dengan ciri khas logat ambonnya yang masih medok.
"Bisa aja pak firman ini." balas pak anung yang hanya tersenyum saja.
"Maka dari itu pak, untuk mencegahnya kita harus sedikit waspada." timpal sersan firman.
"Siap pak!" kata pak anung.
DRRETTTT..... DRRETTTT....
Disaat pak anung sedang berbincang-bincang dengan sersan firman dan dokter Fina, tiba-tiba saja ponsel pak anung bergetar terus menerus. untung saja tadi pas sebelum rapat, pak anung sudah men silent handphone miliknya. jadi suara dari dering panggilan masuk yang terus berulang pun, sama sekali tidak terdengar.
Karena merasa terganggu dengan getaran dari handphone yang ada di dalam saku celananya. pak anung pun meminta izin sebentar kepada sersan firman dan dokter fina untuk mengangkat panggilan tersebut.
"Maaf sersan, dok! saya izin mau angkat telfon dulu sebentar. soalnya dari tadi bergeter terus di kantong saya." ucap pak anung sambil nyengir ala ala iklan Pepsodent.
__ADS_1
"Oh tidak apa-apa pak, angkat saja barangkali penting."balas sersan firman.
Pak anung pun segera mengangkat panggilan telfonnya.
"Hallo..." ucap pak anung saat telfon di angkat.
"Pak.... cepat pulang Devin Meninggal pak!" kata bu hani sambil terisak.
Betapa terkejutnya pak anung saat dia tau yang menelfon itu ternyata istrinya, yang mengatakan kalau devin meninggal. soalnya tadi pak anung tidak melihat dulu di layar telfon siapa yang tengah menelfon nya.
"Apa Bu! devin meninggal!" pak anung pun langsung lemas dan terdiam.
"Innalillahi wa innailaihi Raji'un."ucap serentak semua yang mendengarnya.
"Maaf pak firman, dokter Fina dan yang lainnya. saya pamit pulang ya, soalnya istri saya tadi telfon kalau menantu saya meninggal." ujar pak anung semakin terlihat panik dan sedih.
"Apakah kami semua boleh ikut pak, siapa tau aja kami bisa membantu."kata sersan firman.
"Oh boleh banget ko pak, mari kita berangkat sekarang." ajak pak anung.
Dari balik jendela samping yang masih tertutup. ada seseorang yang tengah mengintip sambil menguping pembicaraan pak anung dengan sersan firman dan dokter fina. sepertinya orang itu selalu saja membuntuti pak anung. dari pak anung yang sedang berada di sungai, hingga pak anung kembali lagi ke kantor balai desa.
"Dasar polisi dan dokter bodoh, percuma kalian itu sekolah tinggi-tinggi sampai menghabiskan uang orangtua kalian. tapi cuma kasus seperti ini saja kalian malah salah memeriksa."umpat seseorang di balik jendela.
"Dan kau anung Carestyoso! kau dan keluarga mulah yang dulu sudah menghancurkan kebahagianku dan juga masa depanku. kini aku kembali dan akan membuatmu sekeluarga mati juga seperti dulu kau buat istri dan anak ku mati." umpat nya lagi seseorang dibalik jendela.
✨
✨
✨
Jangan lupa Vote, like, koment dan favorit nya ya...
__ADS_1