
Bab 39
"Kurang ajar si Karto! beraninya dia melakukan semua ini kepada kaluarga ku. Lihat saja nanti kau, karto! kau pasti akan dapat balasannya."Umpat pak anung.
Pak anung pun langsung membawa istrinya untuk pulang ke rumah, sesampainya di rumah. Bu Hani masih terus saja menangis, saat itu
Ia merasa sedih sekali. karena warung yang diinginkan Anjani malah hancur tak bersisa, akibat dibakar oleh para warga kampung.
"Pak!. ibu gak bisa menjaga amanat anjani, agar terus mempertahankan warung itu."Ucap lirih Bu Hani sambil terisak.
"Sudah lah Buk.!. jangan difikirkan terus, nanti ibu malah sakit lagi kaya tempo hari. anjani pasti melihat dan mengerti keadaan kita, buk." Ucap pak anung seraya memeluk istrinya, agar Bu Hani meredam kesedihannya.
Sebenarnya waktu Bu Hani mogok tidak mau berjualan lagi, ia sempat bermimpi di datangi anjani. di mimpinya anjani berpesan, agar Bu Hani tetap berjualan dan mempertahankan warungnya. Makanya Bu Hani merasa sangat bersedih sekali, saat warungnya terbakar. Ia merasa tidak bisa, menjaga amanat Anjani.
"Ibu...bapak...buk...pak..."Jana berteriak-teriak memanggil kedua orangtuanya.
"Ada apa Jana!! teriak-teriak begitu, bikin orang kaget saja."cetus pak anung.
"Itu pak! dibelakang...itu...tadi...Jana...Karto ia Ka anjani... gimana ya."ucap Jana gelagapan.
"Minum dulu, Nak. baru kamu bicara. "Bu Hani menyodorkan segelas air putih lalu diminum oleh Jana sampai habis.
"Sudah tenang belum.?"tanya Bu Hani sambil mengusap punggung Jana.
"Sudah buk..."
"Ya sudah, sekarang cerita ada apa.?"
"Gini buk, pak! tadi pagi pas ibu dan bapa sudah pergi ke warung. aku kebelakang mau memberikan si bule makan, tapi si bule malah dibawa orang pak!! "Ungkap Jana menjelaskan lalu dipotong pak anung.
"Apa!! Si bule dibawa orang, kurang ajar siapa orangnya yang sudah berani membawa kerbau ku pagi-pagi begini!."ucap kesal pak anung sembari menggebrak meja kayu, sehingga membuat Jana kaget dan ketakutan.
__ADS_1
"Tenang pak! tenang, dengarkan dulu Jana berbicara, Jana jadi ketakutan tuh." Bu Hani mengelus lembut dada pak anung agar ia rileks dan tenang.
Pak anung pun menarik nafas nya dalam dalam, lalu dihembuskan nya perlahan.
"Maafkan bapa ya, Jan, sampai membuat kamu kaget dan takut. Sekarang lanjutin ceritamu, bapak janji gak akan marah lagi." Ujar pak anung sambil mengusap kepala Jana.
"Aku tidak mengenali orang itu pak, lalu aku ikutin saja orang itu. aku penasaran si bule mau dibawa kemana olehnya, ternyata si bule dibawa ke rumah kayu yang ada di dalam hutan Pinus itu pak. yang bikin aku kaget ternyata, pak Karto yang menyuruh orang untuk membawa si bule pak. "Lontar Jana.
"Bener kan kecurigaan ku selama ini, pasti dia yang sudah mencuri kerbau-kerbau ku." Pasti dia juga dalang dari semua, yang terjadi kepada kita." Ujar pak anung.
"Terus kamu tadi kenapa kaya ketakutan begitu Jan."tanya Bu Hani bingung.
"Saat aku mengikuti orang itu, Jana gak sengaja buk mendengar pembicaraan pak Karto dengan seorang kakek tua. Katanya mereka ingin menangkap arwah Ka Anjani. pak karto dan kakek itu, ingin menjadikan arwah Kaka jadi manusia kembali buk."Ungkap Jana menjelaskan.
"Gak bisa dibiarin ini terjadi, makin lama si Karto makin kurang ajar saja.!! " Pak Anung kembali menggebrak meja kayu di sampingnya, bahkan saking kerasnya gebrakan itu. sampai membuat kaki meja kayu itu patah sebelah.
Jana memeluk ibunya sangat kencang, kali ini dia benar-benar merasa ketakutan karena expresi seram bapaknya yang sedang marah.
"Tapi kamu gak di apa-apain kan nak sama pak Karto?"tanya Bu Hani khawatir sambil memeriksa seluruh tubuh Jana.
"Lalu..."ucap Bu Hani dan pak anung bebarengan mereka antusias mendengarkan cerita dari Jana.
"Lalu aku menggigit tangan anak buah pak Karto, dan aku langsung lari sekencang nya menuju rumah. Alhamdulillah bapak dan ibu sudah ada di rumah, jadi anak buah pak Karto gak berani masuk ke rumah ini."Jana menenggak air langsung dari kendi, meminumnya sampai habis membut bajunya basah terkena tumpahan air.
"Ini gak bisa dibiarkan pak, masa arwah anak kita mau di jadikan manusia. Gak boleh pak." Rengek Bu Hani, walau sebenarnya hati kecilnya sedikit bahagia mendengar Anjani akan menjadi manusia kembali.
Pak anung hanya terdiam sambil memegangi kepalanya, karena merasa pusing sekali memikirkan semua yang terjadi bertubi-tubi kepada keluarganya saat ini.
Ia ingin sekali melawan karto tapi ia tak mampu, karena dia orang susah tidak punya apa-apa. Pasti dia akan kalah, karena selain Karto banyak uang dia juga sangat licik.
sedangkan melapor ke pak RT atau minta bantuan warga, itu tidak mungkin. mereka semua sudah termakan omongan Karto, jadi gak bakalan ada yang percaya kepadanya.
__ADS_1
****
"Gimana ini to, anak itu kabur.!! Sedangkan kita butuh darah anak itu, untuk menyempurnakan Anjani menjadi manusia."hardik seorang pria paruh baya yang ternyata Ki Romo kakanya Karto, yang seorang dukun sakti.
"Biarkan saja anak itu, aku tak mau bermasalah. Kita akan cari lagi gantinya. "Ucap Karto santai, sambil menghisap serutu ditangannya.
# Flash Back #
Malam itu saat dorman memberi tahu Karto, kalau kakanya Ki Romo menyuruh Karto untuk menemui nya. Keesokan harinya Karto pun berangkat ke rumah Ki Romo, dengan menggunakan mobil BMC mini mk II yang suka di pake Mr Bean itu loh mobilnya.
Sesampainya Karto di rumah Ki Romo, kakanya itu mengatakan kalau arwah anjani itu sebentar lagi akan menghabisinya. Karena ia sangat dendam sekali kepada Karto, akibat ulah si Karto yang selalu mencelakai dan mengganggu keluarganya itu.
Awalnya Karto meminta kakanya untuk menolongnya, agar terhindar dari arwah Anjani agar tak bisa membalaskan dendam kepadanya. tapi ki Romo mengangkat tangan, ia merasa tak sanggup melawannya. Karena arwah Anjani mempunyai kekuatan yang dahsyat, akibat dendam nya yang membara.
Akhirnya Ki Romo mempunyai ide brilian, agar arwah Anjani bisa takhluk dan tak akan membalaskan dendam nya kepada karto.
Ki romo akan menjadikan arwah Anjani, menjadi manusia kembali seutuh nya.
Tapi ada syarat dan ritual yang harus dipenuhi, yaitu dengan tumbal anak laki-laki. Untuk di ambil darahnya, lalu di mandikan kepada Anjani yang sudah menjadi manusia nanti.
"Berarti kalau nanti arwah anjani sudah jadi manusia, gue bisa dong jadiin dia bini?" Tanya Karto antusias.
"Pasti bisa lah, malahan kalau lu kawin sama dia lu bakalan makin tambah Kaya to." Ujar Ki Romo sambil menghisap rokok kreteknya.
Ha..ha..ha...gue bakalan tambah kaya.
Walaupun gue gak dapetin manusianya dulu, arwah nya pun gak masalah. "Anjani...Anjani...
Gumamnya dalam hati.
Karto tersenyum bahagia, sambil membayangkan semuanya......
__ADS_1
Bersambung.......
Salam Penasaran Selalu.