Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 96


__ADS_3

Bab 96


Happy Reading....😊😊😊


****


"Sebenarnya sih saya kepengen sekolah lagi, cuma saya gak tega sama ayah, den. sekarang ayah kan sudah tua dan sering sakit-sakitan. jadi, sekarang saya yang harus menggantikan posisi ayah mencari nafkah."papar seno seraya tertunduk memancarkan raut wajah kesedihan.


"Sen! kalau kamu memang sungguh-sungguh mau nerusin sekolah lagi, aku akan berusaha membantu mu ko. soalnya kamu itu kan anak yang pintar dan cerdas, jadi sayang kalau kamu hanya bekerja sebagai buruh pemetik teh saja. kamu itu harus nerusin sekolah lagi, agar bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus dan juga layak untuk mengubah nasib hidup mu."tutur devin seraya menepuk pelan pundak seno.


"Iya, ya den bener juga! tapi, den devin beneran kan mau ngebantuin saya untuk ngelanjutin sekolah lagi?"tanya seno bersemangat seraya mengangkat wajahnya yang tadi tertunduk.


"Iya sen! asalkan kamu benar-benar dan serius mau ngelanjutin sekolah lagi."jawab devin.


"Baiklah, besok seno akan bicarakan ini semua kepada ayah dan ibu."kata seno menampilkan raut wajah yang sumringah sekali.


"Wah mantap tuh sen! tapi, kalau seandainya elo beneran jadi ngelanjutin sekolah di kota, gue pasti bakalan kehilangan elo banget dong sen."sahut ozi seraya merangkul seno sembari berjalan beriringan menyusuri area timur desa.


"Bener tuh apa kata si ozi! kalau lu beneran jadi nerusin sekolah di kota, kita bakalan kehilangan satu personil untuk mentas di pinggir kali deh. hehehe."timpal azril sambil cengengesan.


"Emang kalian berempat suka pentas apa di pinggir kali?"tanya devin ingin tahu.


"Lah den! jangan suka di dengerin kalau si azril lagi ngomong mah, dia tuh kadang suka halu dan ngaco."khilah seno seraya menarik rambut azril yang berponi mirip andika kangen band.


"Ye, orang bener ko. kalau kita berempat tuh suka mentas, kita itu kan punya Group Klung, den."balas azril sambil membenarkan poninya.

__ADS_1


"Apa tuh Group Klung?" tanya devin kembali.


"Group Klung itu, group angklung den! soalnya kalau group band berduit kan pakai alat musik canggih. Nah, kalau kita berempat. cuma pakai alat musik yang di buat dari bambu yang kita modifikasi sendiri."papar azril menjelaskan.


"Wah, kalian itu para pemuda-pemuda hebat ya. selain pemberani dan pekerja keras, ternyata kalian juga para musisi hebat loh. Nanti, kalau hasil panen saya yang pertama ini berhasil. saya akan mengadakan hiburan untuk warga desa, saya juga akan menampilkan group klung kalian agar bisa tampil di atas panggung." kata devin menawarkan dengan bersemangat.


"Wah, mau banget den! kita semua do'ain deh semoga panen den devin berhasil dan untung banyak. Aamiin...!"ucap mereka serempak.


"Jadi gak sabar deh, pengen cepet pentas asli di atas panggung. soalnya kan, selama ini kita cuma bisa pentas di pinggir kali aja. terus yang nontonnya juga cuma kerbau dan kambing. hehe."celoteh niko sambil cengengesan.


Mereka berlima pun, akhirnya tertawa bersama di sepanjang perjalanan ronda keliling desa. saat mereka semua sedang berjalan sambil asik berbincang-bincang.


Grusuk....!! Grusuk....!!


Sosok makhluk berbulu lebat seperti gorila itu pun, langsung berlari kencang masuk ke dalam hutan kinarang. karena mahkluk itu seperti terkejut juga, saat melihat keberadaan mereka.


"Makhluk apa itu! jangan-jangan makhluk itulah yang sudah membunuh pak barnas."pekik devin dan langsung berlari masuk ke dalam hutan kinarang, mengejar makhluk menyeramkan tadi


"Den! den devin, jangan masuk ke dalam hutan sana."teriak seno dan kawan-kawan.


Namun teriakan seno dan kawan-kawan tadi, tak di perdulikan atau pun di dengar oleh devin. dia terus saja berlari sampai masuk ke dalam hutan kinarang untuk mengejar makhluk itu.


"Azril, niko dan kau ozi. lebih baik kalian bertiga, cepat kembali sekarang juga ke pos ronda. kabari semuanya termasuk pak anung."tutur seno yang sudah bersiap-siap dengan obor di tangannya dan sebuah golok berukiran naga yang dia ambil dari balik punggung nya.


"Memangnya kau sendiri mau kemana sen? kenapa kau menyuruh kami bertiga saja yang kembali?" tanya niko menyelidik tajam.

__ADS_1


"Aku akan mengejar den devin masuk ke dalam hutan kinarang."jawab seno dengan tegas.


"Apa kau sudah gila! itu kan hutan terlarang seno, siapa pun yang berani masuk ke dalam sana tidak akan bisa kembali lagi. kau tahu kan itu sen!"bentak azril sambil mengguncangkan bahu seno yang terlihat mulai bingung.


Walaupun awalnya seno terlihat ragu dan juga bingung, untuk menyusul devin masuk ke dalam hutan kinarang. akhirnya ia tetap teguh pada pendirian awalnya, yaitu ia ingin menyusul dan menolong devin dari dalam hutan kinarang.


"Aku tahu semua itu zril! tapi aku juga harus membantu dan menolong den devin, karena dia itu orang baik. makhluk menyeramkan tadi mungkin yang sudah membunuh pak barnas, bisa jadi dia akan mencelakai warga lainnya. makanya aku harus membantu den devin untuk menangkap nya. aku yakin sekali, kalau aku bisa kembali lagi dari hutan sana, kau tak perlu khawatirkan itu." tegas seno sambil menepuk pundak azril yang saat itu terlihat khawatir.


"Sen, apa kau lupa kejadian 10 tahun yang lalu. ketiga mahasiswa kota itu tak pernah ada yang kembali lagi sampai saat ini. karena memang tak akan ada yang bisa untuk kembali dari sana sen. karena hutan itu adalah hutan kematian." tukas ozi berusaha meyakinkan seno.


"Apa pun yang terjadi, aku akan tetap masuk ke dalam sana. do'akan saja, agar aku dan den devin bisa keluar dari sana dengan selamat. jangan lupa cepat kembali dan segera kabari pak RT sudin dan warga semuanya."kata seno lalu ia mulai berlari memasuki hutan kinarang.


"Sen! seno...." teriak ketiga temannya.


Akhirnya azril, niko dan ozi, mereka bertiga pun bergegas kembali lagi ke pos ronda. dengan berlari larian kencang, mereka bertiga mulai menyusuri jalan desa yang gelap dan becek. terlihat dari raut wajah ketiganya, menampilkan lekuk kesedihan dan ke khawatiran yang dalam.


****


Bersambung.....


Jangan lupa ya readers semuanya, di like and juga votnya setelah membaca kelanjutannya. serta bubuhkan juga komentar positif and serunya, untuk menyemangati othor dan memberi saran melanjutkan bab selanjutnya.


Jangan lupa juga mampir baca cerita othor yang berjudul "RAHASIA ISTRIKU SAYANG (ternyata kuyang).


Terimakasih....😊😊😊 salam penasaran.

__ADS_1


__ADS_2