Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 113


__ADS_3

Bab 113


Detik-detik kisah anjani akan segera berakhir.... jadi readers semuanya, jangan lupa bantu dukungannya ya. dengan cara like, vote serta masukan novel ini di list favorite kalian. jangan lupa sisipkan komentar serunya juga....


Happy Reading.... 😊😊😊


****


"Itu kan seno, neng anjani dan den devin."ucap pak johan salah satu pegawai devin.


Pak johan pun langsung berlari ke poskamling desa, untuk memberitahukan kepada warga dan yang lainnya. bahwa anjani, devin dan juga seno, kini mereka bertiga telah kembali lagi ke desa mekarsari dengan selamat.


Tong.... Tong.... Tong....Tong!!


"Hey kalian semuanya! dengar baik-baik yah, tadi aku melihat devin, anjani dan juga seno. mereka kini sudah kembali dari hutan kinarang dengan selamat dan sehat wal'afiat."teriak pak johan dengan kencang, sambil memukul-mukul sebuah kentongan dengan kencang pula.


Suara dan kentongan yang dibunyikannya itu pun, membuat semua warga bahkan para buruh pemetik teh pun semua pada berkumpul di poskamling, termasuk ada pak RT sudin dan beberapa anak buah pak handoko yang sedang lewat ikut melihat keramaian itu.


Kebetulan anjani, devin dan juga seno pun telah sampai di poskamling.


"Akhirnya kalian bertiga bisa kembali juga ke desa ini dengan selamat."ujar RT sudin terlihat sedikit gugup sambil menatap anjani.


"Iya pak RT! semuanya ini berkat keberanian ka anjani, sehingga kami semua bisa kembali lagi ke desa ini dengan selamat. soalnya ka anjani sudah berhasil mengalahkan iblis will wo yang jahat itu."beber seno dengan bangga.


"Apa!! iblis itu terkalahkan oleh anjani!"batin RT sudin yang mulai panik dan berkeringat.


"Pak RT kenapa? ko wajahnya pucat dan berkeringat begitu?"tanya anjani menyeringai.


"Ti.. tidak papa ko, Jan. sa..saya hanya merasa takut saja mendengar cerita seno tadi, tentang iblis jahat." jawab pak RT berbohong.


"Oh... tenang saja pak RT dan warga semuanya, kalian tidak perlu takut lagi kepada iblis penunggu hutan itu. karena sekarang iblis itu sudah musnah untuk selamanya. sekarang hutan itu juga sudah aman di masuki, bagi warga yang mau mencari kayu bakar, makanan, dan sebagainya kalian bisa ko masuk kesana. asal dimanfaatkan dengan cara yang baik, saya jamin gak akan kenapa-kenapa."papar anjani.


"Alhamdulillah kalau begitu ya, berarti desa kita ini sekarang sudah aman dong. jadi hutan kinarang juga sudah bisa di manfaatkan untuk kita semuanya." ujar salah satu warga.


"Memang, kalau desa dan hutan kinarang, kini sudah aman dari cengkraman iblis jahat itu. tapi asal kalian semua tau, kalau iblis yang jauh lebih jahat itu, yang wujudnya seperti manusia, mereka bahkan berada sangat dekat dengan hidup kita sehari-hari."ujar anjani sambil memicingkan matanya kepada RT sudin.


"Maksudnya apa yang neng anjani kami kurang sedikit faham!"timpal kang Engkus.


"Tidak ada maksud apa-apa ko pak. ya sudah, lebih baik bapak-bapak semuanya kembali lagi ke pekerjaan kalian masing-masing, soalnya saya juga mau pamit pulang dulu."kata anjani.


Para warga pun mulai membubarkan diri untuk kembali ke tempatnya masing-masing, sedangkan seno kembali ke rumahnya, devin beserta anjani juga kembali ke rumahnya.


****


"Den devin, non anjani!" pekik mang nano sambil berlari menghampiri keduanya.

__ADS_1


"Ya allah den devin, non anjani. sudah lama kita gak bertemu, saya kira aden dan non anjani gak akan bisa kembali lagi dari hutan." kata mang nano sedih sambil memegangi tangan devin.


"Buktinya saya dan anjani masih bisa kembali lagi kan mang, dengan selamat dan tanpa lecet sedikit pun."ucap devin sambil bergaya.


"Oh ya mang, ibu sama bapak ada di dalam kan mang? soalnya aku kangen banget sama mereka."tanya anjani antusias.


"I..ii.. ibu sama ba.. bapak non."ujar mang nano dengan terbata sambil tertunduk.


"Kenapa dengan ibu dan bapak ku mang?"tanya anjani mulai khawatir dan bingung.


Disaat anjani bingung dengan perkataan mang nano tadi, terdengarlah suara teriakan laki-laki yang sangat kencang dari dalam rumah. tapi anjani sama sekali tidak mengenali suara itu, anjani pun segera berlari memasuki rumahnya. tapi saat anjani berlari menuju pintu rumah, ada dua orang laki-laki berbadan besar-besar yang mencegat dan menghalangi langkah anjani untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Mau kemana! kau tidak boleh masuk ke dalam tanpa ijin!"hadang kedua lelaki itu.


"Tak ada satu orang pun yang boleh melarang kami berdua untuk masuk ke dalam sana. karena ini rumah ku, lalu kau siapa? beraninya kau berada di rumahku! hardik devin.


"Buahahahaha!! mimpi ya, dasar orang stres mimpi di pagi hari."ledek kedua laki-laki itu.


Di dalam rumah itu tepatnya di ruang tengah, terdengar suara lengkingan bu hani yang sedang dipukuli oleh pak handoko dengan ikat pinggangnya. terlihat banyak sekali luka bekas sabetan ikat pinggang itu disekujur tubuhnya, bahkan matanya pun sedikit agak lebam dan di sudut bibirnya mengeluarkan lelehan darah.


"Ada apa sih pagi-pagi begini sudah ada ribut-ribut di depan rumah ku! mengganggu ke senangan ku saja, yang lagi asik menyiksa si hani."grutu pak handoko kesal.


Dengan langkah kesal dan penuh amarah, pak handoko pun segera menuju ke depan rumahnya, karena dirasa mereka yang sedang ribut diluar telah mengganggu ke asikannya.


"Bejo! gani! kenapa kalian berdua berisik sekali sih! asal kalian tau ya, kalian berdua tuh sudah sangat mengganggu ke senangan ku menyiksa si hani." bentak pak handoko kepada ke dua anak buahnya tanpa melihat ke arah lainnya, dimana ada anjani dan devin berada disana.


"Hey! memangnya yang namanya hani itu cuma satu apa? banyak kali, yang jelas hani itu bukan nama ibumu saja." balas pak handoko sambil menjentikkan jarinya dan berbalik.


"Pak handoko! kenapa sekarang kau berada di rumah ku?"tanya devin.


Pak handoko pun matanya terbelalak, karena melihat anjani dan devin berada di hadapannya.


"Ka... kalian bisa kembali. i..ini gak mungkin. karena tak ada satu manusia atau arwah sekali pun yang bisa lepas dari cengkraman iblis will wo."gumam pak handoko tak percaya.


"Kenapa? Kamu kaget, terkejut, melihat kami berdua selamat."ucap anjani.


"Emmhh! biasa saja ko ngapain juga aku harus kaget dan terkejut melihat dua ekor cunguk busuk kaya kalian ini."khilah pak handoko sambil memalingkan muka.


"Oh ya devin ada tujuan apa kamu kesini?" pak handoko bertanya balik pada devin.


"Hei Handoko! harusnya aku yang menanyakan itu kepadamu, kenapa kamu beserta anak buah mu itu, bisa berada di rumah ku?"jawab devin.


"Ow! ternyata kau belum tau ya, kalau gitu aku beri tahu ya sekarang. gani cepat ambilkan map biru di dalam lemari kerjaku."kata pak handoko menyuruh salah satu anak buahnya.


Anak buah pak handoko pun masuk menuruti perintah pak handoko, lalu kembali dari dalam sambil membawa sebuah map biru.

__ADS_1


"Lihat dan baca dengan teliti ya devin, di dalam sana sudah tertulis bahwa, rumah ini beserta kebun dan pabrik milik ayah mu itu. sekarang semuanya itu sudah jadi hak milik ku, jadi kau sama sekali tidak berhak terhadap semua ini sedikit pun."seloroh pak handoko sambil menunjukan map biru berisikan sebuah surat.


"Sejak kapan orangtua ku mempercayai mu dan memberikan hartanya itu padamu? terus dalam rangka apa juga? Lagian semua surat-surat atas semua aset ayahku itu ada padaku, jadi surat yang kau tunjukan itu palsu."tegas devin.


"Mana mungkin ini palsu devin, sudah sangat jelas disini tuh ada sidik jari dan cap jempol ayahmu. bahkan cap jempol itu di buat dengan darah ayahmu."tunjuk handoko ke cap jempol berwarna merah darah di kertas tersebut.


"Itu tidak mungkin! pasti kau telah mencelakai ayah ku kan? cepat katakan apa yang telah kau lakukan pada ayahku, dasar penjahat." devin mengamuk lalu mencengkram erat kerah baju pak handoko, namun kedua anak buahnya langsung menolong pak handoko.


"Aku sama sekali tidak tahu tentang ayahmu! karena sebelum dia pergi, dia sudah mengubah semua aset hartanya itu menjadi atas namaku. lalu diberikan kepadaku, dia bilang agar aku menjaganya."cetus pak handoko berbohong.


"Itu gak mungkin! ayah ku tidak segampang itu percaya kepada orang lain, apalagi orang licik seperti mu. dasar bajingan kau handoko."hardik devin kesal yang tubuhnya masih dipegangi kuat oleh kedua anak buah pak handoko.


"Gani, Bejo! usir mereka berdua dari sini!" titah handoko kepada kedua anak buahnya.


Anjani dan devin pun diusir paksa dari rumah mereka sendiri, kedua tangan mereka berdua juga masih di pegangi erat oleh kedua anak buahnya pak handoko. tapi baru juga sampai di depan halaman rumah, tiba-tiba saja bu hani terlihat berteriak memanggil-manggil anjani.


"Anjani! tolong ibu nak."panggil bu hani dari pintu depan lalu dihalangi oleh pak handoko.


"Ibu! lepaskan aku dasar bajingan."anjani pun memberontak dan berlari kembali ke rumah itu.


"Handoko! Lepaskan ibu ku, atau kau akan merasakan akibatnya."teriak anjani sambil membanting pintu tersebut.


Disana terlihat bu hani sedang di tarik paksa oleh pak handoko, tubuhnya yang terjatuh ke lantai diseret paksa oleh pak handoko.


Ternyata ilmu sirep yang selalu digunakan oleh pak handoko untuk membuat bu hani tertunduk dan selalu mencintainya, tidak pernah ampuh dan bertahan lama. makanya pak handoko sekarang ini berubah menjadi benci dan selalu mengasari bu hani, karena bu hani selalu melawan dan memberontak, serta tak pernah mau menuruti semua keinginan pak handoko, bahkan menolak kasar cinta tulusnya itu.


"Jani... tolong ibu nak! iblis berwujud manusia itu, yang telah membunuh jana dan selalu menyikasa ibu setiap hari, Jan."Isak bu hani


"Apa! jadi yang telah membunuh jana adik ku, manusia iblis itu bu. kurang ajar kau handoko! ibu tenang ya, jani akan membawa pergi ibu dari sini, tapi jani akan urus orang ini dulu."balas anjani lalu mendekati pak handoko.


"Eits! dengar anjani! kau tidak bisa melawanku dalam wujud manusia mu, karena saat menjadi manusia kau itu lemah. kau juga tidak bisa membawa ibu mu pergi begitu saja dari sini, sebelum kau membayar uang pertukaran kepada ku sebesar 5milyar."cetus pak handoko.


"Walaupun aku terlihat lemah, tapi aku masih bisa menghabisi mu handoko!" tatapan anjani berubah merah menyala." asal kau tau ya handoko, tak sudi aku memberikan itu semua kepada mu. lepaskan ibu ku sekarang juga atau kau akan merasakan akibatnya."tegas anjani.


"Ka.. kau mau mengancam ku? a..aku sama sekali tidak takut anjani. malah kau yang akan merasakan akibatnya nanti. ingat! ayah mu si anung brengsek itu, dia akan ku buat tersiksa dan mati mengenaskan. serta ibu mu ini perlahan akan ku habisi juga, lalu kau akan ku buat mati juga di hakimi oleh warga kalau kau berani melawan ku."ancam pak handoko.


"Aku sama sekali tidak takut handoko! sebenarnya apa mau mu handoko? kenapa kau menghancurkan keluarga ku."balas anjani.


"Mau ku adalah, kau harus jadi budak ku. kalau kau ingin ibu dan ayah mu itu selamat. atau kau berikan aku uang pengganti 5 milyar kepada ku, apa kau sanggup anjani?"ujar pak handoko.


"Mimpi saja kau handoko! kita lihat saja, siapa yang akan lebih dulu mati. aku atau kau!" bentak anjani dan langsung menabrak tubuh pak handoko lalu melepaskan tangan ibunya dari cengkraman tangan pak handoko.


Anjani pun segera beranjak pergi dari rumah devin dengan membawa ibunya. saat itu devin juga sudah menunggunya di luar pagar rumah itu, karena tadi dia tidak diperbolehkan masuk oleh kedua anak buahnya pak handoko.


Awalnya mereka bertiga bingung hendak pergi kemana dan mencari pak anung kemana. apalagi mereka bertiga tidak mempunyai tempat tujuan, atau pun rumah untuk berteduh.

__ADS_1


Tapi di jalan anjani bertemu dengan seno, lalu seno menawarkan tempat tinggal sementara di gubuk samping rumahnya kepada mereka. awalnya devin menolak, tapi karena keadaan dan seno memaksa akhirnya mereka pun mau.


****


__ADS_2