
Bab 123 _ Bangkitnya Iblis Will Wo
🌒
🌒
🌒
Tiba-tiba saja bumi desa mekarsari bergetar dengan hebat, sehingga membuat semua warga desa menjadi panik dan gelisah. selang beberapa menit setelah bumi bergetar, terlihat sekelompok burung-burung yang tinggal di dalam hutan kinarang, terbang berarak-arakan di langit tak tahu mereka hendak pergi kemana.
Lalu setelah itu, suasana langit yang awalnya terlihat cerah dan terang benderang. seketika berubah menjadi gelap, awan-awan hitam pun mulai menutupi langit yang terang menyinari desa mekarsari. kemudian disusul dengan suara gemuruh dari atas langit, seperti suara raksasa yang terbangun dari tidur panjangnya.
"Pak lurah, ada petaka apa yang akan terjadi di desa kita ini. ko tiba-tiba bumi bergetar, burung-burung penghuni hutan kinarang juga mereka pada pergi, serta langit menjadi gelap begini. lalu tadi itu suara apa?" pak anung di dicecar berbagai pertanyaan oleh pegawainya.
"Saya juga gak tau akan terjadi petaka apa di desa ini, lebih baik kalian semua segera pulang ke rumah masing-masing. jaga dan lindungi keluarga kalian disana, cepat kalian semua pulang sekarang juga!!" titah pak anung.
Akhirnya para staf pegawai balai desa pun mulai berlarian untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. soalnya saat kejadian terjadi, pak anung sedang bekerja di kantor balai desa. para staf pegawainya juga terlihat rusuh dan panik, alhasil pak anung menyuruh mereka semua pulang ke rumah masing-masing, agar menjaga keluarga mereka baik-baik. pak anung yang saat itu sudah kelihatan panik juga, ia pun segera bergegas mengendarai motor bebeknya meluncur ke rumahnya. soalnya ia juga khawatir dengan istri dan cucunya di rumah.
****
"Ene kita harus cepat pergi dari desa ini untuk sementara waktu, tapi kita harus beri tahu ake dulu. soalnya tadi bibi Dewi saca bilang sama ririn, katanya sebentar lagi ada makhluk jahat yang dulu pernah di kalahkan oleh mamah anjani dan dua pengikut barunya yang akan datang ke desa ini ne. kata bi Dewi juga mereka mau membunuh Ririn dan menghabisi seluruh keluarga kita. Ririn takut kalau nene dan ake nanti kenapa-napa." ujar Ririn saat dia keluar dari dalam kamarnya dan segera menggandeng tangan bu hani untuk pergi dari rumahnya.
"Ririn sayang, kamu habis mimpi buruk ya. maafin ene ya, tadi pas ada gempa ene lupa bangunin kamu yang lagi tidur. akhirnya kamu jadi halusinasi kaya gini nak. Ririn gak usah takut lagi, sekarang ada ene ko disini, ene akan selalu melindungi Ririn dari apapun itu." kata bu hani memberhentikan langkah Ririn, serta membelai dan memeluk Ririn di dekapannya.
"Aduh ne, Ririn itu lagi gak mimpi apalagi halusinasi. ini memang kenyataan ne, tolong percaya dong sama Ririn." rengek Ririn seraya menggenggam kedua tangan bu hani.
Namun saat itu tiba-tiba saja terdengar suara petir yang menggelegar hingga memekakan telinga siapapun yang mendengarnya. kilatan petir itu juga saling menyambar terlihat di atas langit sana, kemudian hujan deras pun turun. bu hani memutuskan bersembunyi di kamar Ririn saja, soalnya saat itu memang ia takut. lagi pula sembari menunggu pak anung pulang, karena ia yakin pasti suaminya itu akan segera pulang setelah kejadian yang aneh di desanya.
Pak anung yang baru saja tiba dengan pakaian yang sudah basah kuyup, segera masuk ke dalam rumahnya. lalu ia menghampiri istri dan cucunya yang saat itu tengah duduk di dalam kamar Ririn, dengan ekspresi ketakutan.
"Ibu, Ririn! ternyata kalian berdua ada disini, kalian tidak kenapa-napa kan?" tanya pak anung saat mendapati istri dan cucunya.
"Ibu dan Ririn tidak apa-apa ko pa, bapak sendiri gak kenapa-napa juga kan? terus baju bapak ko basah kuyup begini." balik tanya bu hani seraya mendekat ke suaminya.
"Syukurlah kalian berdua gak kenapa-napa, bapak jadi lega. alhamdulillah bapak juga gak kenapa-napa bu. tadi setelah terjadi gempa dan muncul fenomena aneh, bapak segera membubarkan semua para pegawai. lalu bapak segera pulang ke rumah, eh pas dijalan malah hujan besar, jadi basah kuyup begini deh." jelas pak anung sambil gemetaran.
Soalnya tadi pas hujan turun, saat pak anung menuju jalan pulang ke rumahnya. ia sengaja tidak berteduh dulu, pak anung terus saja menerobos derasnya hujan. karena ia sudah sangat mengkhawatirkan sekali, keadaan istri dan cucunya yang berada di rumah.
__ADS_1
"Cepat mandi dan ganti baju pak, nanti bapak bisa masuk angin. ibu masakin air panasnya dulu buat bapak mandi, sambil buatin bapak minuman hangat juga, agar bapak tidak kedinginan kaya begitu." kata bu hani lalu melangkah ke luar kamar Ririn menuju dapur.
"Ake.... Ririn sayang sama ake, Ririn gak mau ake ninggalin Ririn dan ene." Ririn menangis dan hendak memeluk pak anung.
"Eits, baju ake basah sayang." cegah pak anung.
"Ririn cucu ake yang paling cantik dan pintar, ake juga sayang.... sekali sama Ririn dan ene. ake gak bakalan ko ninggalin Ririn sama ene, ake akan selalu menjaga dan melindungi kalian dari apapun itu, memangnya Ririn kenapa? ko tumben bilang kaya begitu."kata pak anung sembari mencubit pelan kedua pipi Ririn.
Tapi baru saja Ririn mau bicara, bu hani sudah berteriak-teriak memanggil-manggil pak anung.
"Pak udah cepetan mandi! tuh air hangatnya udah mateng, udah ibu taruh di kamar mandi." kata bu hani berteriak.
"Ngobrolnya lanjutin nanti ya, ake mau mandi dulu soalnya dingin banget." ujar pak anung sambil bergidik lalu pergi meninggalkan Ririn yang kala itu masih bersedih.
****
#Flashback sebelum gempa terjadi#
Saat itu Ririn sedang asik bermain bersama chibi, boneka kesayangannya pemberian dari almarhumah ibunya yaitu anjani. tiba-tiba saja dari arah jendela kamarnya, ada sesosok ular besar berwujud setengah tubuh manusia yang langsung masuk ke dalam kamar Ririn. sosok ular setengah tubuh manusia itu terlihat seperti sedang terluka, dari mulutnya mengeluarkan bekas darah. dengan berani Ririn pun mendekati ular besar bertubuh manusia itu.
"Bibi ular kenapa? apa ada yang sakit? sini Ririn bantu obatin, agar bibi ular cepat sembuh." kata Ririn lalu memegang dada ular itu yang terlihat bekas luka lebam menghitam.
"Terimakasih banyak kau telah menyembuhkan luka dalam ku, ternyata kau itu sakti dan juga baik sekali persis seperti ibumu." ujar sang ratu ular seraya memegang pipi Ririn.
"Namaku Ririn, nama bibi ular siapa?" ujar Ririn sambil mengulurkan tangannya.
"Namaku dewi saca, aku ini adalah ratu ular yang menjaga hutan kinarang. aku juga adalah sahabat ibumu anjani." jelas Dewi saca lalu mengikuti Rara naik ke atas ranjangnya.
"Jadi bibi Dewi saca adalah sahabat ibu ririn?" tanya Ririn antusias.
"Iya, aku ini adalah sahabat ibumu, sebelum ibumu kembali ke alam dia yang sebenarnya. dulu kami juga bersama-sama mengalahkan iblis will wo sang penguasa alam kegelapan, untuk membebaskan hutan kinarang dari cengkeramannya. tapi kini hutan itu kembali dikuasai iblis itu lagi, akibat dua manusia jahanam yang telah membangkitkan iblis itu." papar Dewi saca dengan ekspresi geram.
"Terus bibi Dewi tadi kenapa bisa terluka parah sekali? soalnya tenaga Ririn sedikit terkuras saat mengobati bibi Dewi." jelas Ririn yang saat itu memang terlihat agak pucat sedikit.
"Maaf ya, gara-gara tadi nolongin saya kamu jadi begini deh. coba kamu telan mutiara ini, semoga aja bisa ngembaliin tenaga kamu yang sudah hilang." ujar Dewi saca memberikan sebuah mutiara berwarna merah delima.
Ternyata benar adanya, setelah Ririn menelan mutiara pemberian dari Dewi saca tadi, tenaganya pun pulih kembali seperti semula. bahkan sepertinya tenaganya Ririn mungkin malah bertambah besar dan kuat. soalnya mutiara yang tadi Ririn telan adalah mutiara ular milik Dewi saca, soalnya ia tidak mau mutiara itu diincar oleh iblis will wo untuk di jadikan sumber bertambah kekuatannya. makanya Dewi saca sengaja memberikannya kepada Ririn, karena ia tahu kalau Ririn orang yang tepat menjaga mutiara saktinya itu.
__ADS_1
****
Dewi saca pun mulai bercerita kepada Ririn...
"Saya bisa terluka seperti tadi, itu semua akibat ulah si iblis jahat itu dan kedua pengikutnya. sebelum saya kesini, hutan kinarang mendadak bergetar hebat dan awan-awan hitam mulai muncul lalu menutupi langit di dalam hutan.
"Para makhluk halus beserta binatang-binatang penghuni hutan pun, ada yang segera berlarian pergi meninggalkan hutan, bahkan ada yang panik juga ketakutan lalu berlarian mencari tempat persembunyian yang aman di dalam hutan. karena saat itu saya mempunyai firasat yang tidak enak, soalnya dulu kejadian serupa seperti ini pernah terjadi saat iblis itu bangkit. makanya saya segara menuju ke lembah bukit hitam untuk mengecek firasat saya itu.
"Dan ternyata firasat saya benar adanya, iblis itu kini telah bangkit lagi, bahkan kekuatan dan kesaktiannya jauh lebih sakti dari sebelumnya. saya pun sempat berduel dulu dengan iblis itu, namun pada akhirnya saya kalah. karena saya tak sanggup menandingi kekuatannya.
"Saya berusaha melawan iblis itu, karena saya tidak mau kalau hutan kinarang dan juga desa kamu ini, nanti akan dikuasai iblis dan kedua pengikutnya itu. soalnya dulu saya pernah berjanji kepada anjani ibumu, sebelum ia pergi untuk kembali ke alam dia yang sebenarnya.
"Saya dulu pernah berjanji akan menjaga hutan kinarang dan desanya dari manusia-manusia serakah dan juga jahat. soalnya dulu ibumu itu masih khawatir, akan terjadi hal-hal yang buruk setelah kepergiannya. makanya dia berpesan seperti itu kepada saya. tapi ternyata saya lalai, sehingga mengakibatkan ada dua manusia bejad yang bisa membangkitkan iblis itu lagi." dewi saca memukuli dirinya sambil menangis.
"Bibi Dewi tidak boleh seperti itu, yang sudah terjadi biarlah terjadi. lebih baik kita segera mencari cara untuk menghabisi iblis itu lagi serta kedua pengikutnya itu."balas Ririn sambil merangkul Dewi saca.
"Tapi sayangnya kamu itu masih kecil nak, kamu belum cukup kuat menandingi kesaktian dan kekuatan iblis itu. malahan saat ini iblis itu tengah mencari-cari kamu nak, dia ingin menghabisi dirimu. karena dia tahu kalau kamu itu adalah keturunan anjani, sosok arwah kuat dan sakti yang dulu pernah menghabisinya. bagi iblis will wo, kamu itu adalah ancaman terbesar untuk dirinya."kata Dewi saca.
"Jadi aku harus gimana bi Dewi? aku juga gak mau kalau ake dan ene ku juga kenapa-napa, karena mereka adalah orangtua yang aku punya saat ini." kata Ririn mulai bersedih.
"Lebih baik kamu beserta kakek dan nenek mu segera pergi dulu dari desa ini, sampai kamu benar-benar sudah mampu mengalahkan iblis itu dan kedua pengikutnya, lagi pula sepertinya kedua pengikut iblis itu juga menaruh dendam kepada kakek mu nak."jelas Dewi saca lalu ia berpamitan pergi dari kamar Ririn.
#Flashback end#
Jangan lupa di Like, vote and komentarnya ya, favoritnya juga.
Kepoin juga novel othor yang lainnya ya...
1.Rahasia Istriku Sayang (ternyata kuyang)
HORROR STORIES
Kiriman Dari Sang Mantan
Kisah Si SARMAN
__ADS_1