
Bab 92
Happy reading... 😊😊😊
***
"Juragan handoko!"pekik bu rasmi dengan mata terbelalak saat mendapati pak handoko datang ke rumahnya pagi itu.
Karena faktanya pak handoko itu sangat top dan terkenal sekali di desa mekarsari, tapi ngetopnya sebagai sosok seorang juragan yang super jahat dan juga dzolim. jangankan perduli dan membantu para pekerjanya yang sedang dalam kesulitan, tetangga dekat rumahnya saja yang sedang di landa kesusahan, malah di buatnya semakin tambah susah dan sulit saja.
Bu Rasmi adalah salah satu buruh pemetik teh di perkebunan milik pak handoko. dikarenakan suaminya semalam meninggal dunia, jadi hari ini bu rasmi tidak bisa bekerja di perkebunan. makanya bu rasmi sangat ketakutan sekali, saat pak handoko mendatangi rumahnya pagi ini. tapi anehnya kali ini pak handoko datang seorang diri saja, tanpa anak buahnya yang menyeramkan dan berbadan besar, yang selalu saja mengawalnya kemana pun ia pergi.
"Hey Rasmi! gimana keadaan mu hari ini? oh ya, saya turut berduka cita ya, atas meninggalnya suami mu."kata pak handoko seraya menjabat tangan bu rasmi dan tersenyum kepalsuan.
"Keadaan saya hari ini sedikit kurang baik juragan, maklumlah soalnya saya kan baru kehilangan suami saya." Emm, juragan sendiri ko tumben datang ke rumah saya, emang ada apa ya?"tanya bu rasmi berhati-hati.
"Kalau juragan mau marah karena saya tidak berangkat kerja hari ini, saya mohon di maklumi keadaan saya ya juragan. atau kalau juragan mau menagih semua hutang-hutang saya, jangan sekarang ya juragan. tolong beri saya waktu, karena saya belum ada uang. jangankan buat membayar hutang ke juragan, untuk acara selamatan suami saya kedepannya nanti, saya juga masih bingung."imbuh bu rasmi sambil kepalanya tertunduk dan mengatupkan kedua telapak tangannya dengan memancarkan raut wajah penuh ketakutan dan kesedihan.
"Tak usah kau takut dan fikirkan itu Rasmi! kedatangan ku ke rumah mu pagi ini, seperti yang aku ucapkan di awal kedatangan ku tadi. kalau aku hanya ingin berbela sungkawa dan memberikan uang santunan untuk mu, semoga bermanfaat untuk menambah biaya selamatan almarhum suami mu."jelas pak handoko seraya memberikan sejumlah uang kepada bu rasmi.
"Tapi Juragan, uang ini bukan di hitung atau di masukan ke dalam hutang saya kan?"kata bu rasmi kelihatan gugup.
"Tenang saja Rasmi! uang itu real aku sengaja berikan untuk membantu meringankan biaya selamatan suami mu. tak mungkinlah aku tega mengitungnya sebagai hutang, jadi tak usahlah kau ketakutan seperti itu."balas pak handoko sambil menepuk pundak bu rasmi.
__ADS_1
"Terima kasih banyak ya juragan! ternyata selama ini saya sudah salah menilai juragan, ternyata juragan memang bos yang baik hati dan perduli kepada para pekerjanya."Ucap bu rasmi dengan matanya berkaca-kaca.
Pak handoko pun hanya tersenyum palsu, saat melihat ekspresi bu rasmi yang bahagia.
"Ko tumben banget ya, pak handoko bisa berubah jadi baik seperti itu. padahal, biasanya juga mreki pelit dan super tegaan sama orang. jangan-jangan ada pisang di balik adonan terigu nih."umpat para ibu-ibu sambil terkekeh yang sedang membuat kue-kue khas pedesaan.
"Iya bener tuh, sifatnya jadi berubah 90° derajat. jangan-jangan pak handoko kesambet angin dari pantai selatan kali ya, soalnya kan tadi subuh anginnya kenceng banget.,"timpal bu Iyem sambil menguleni adonan kue papais.
"Huss! jangan kenceng-kenceng ngomongnya, orangnya masih ada tuh."sahut bu maya.
Para ibu-ibu pun hanya bisa terkekeh sambil membicarakan pelan tentang pak handoko.
Tadi itu setelah acara pemakaman pak barnas selesai. para ibu-ibu desa mekarsari juga, mulai memasak dan membuat beraneka macam kue khas tradisional, untuk acara pengajian nanti malam. mendo'akan agar almarhum pak barnas tenang dan bahagia kembali di alam sana.
"Jadi, mulai malam ini kita akan mengadakan ronda dengan berkeliling desa. soalnya, desa kita ini sudah mulai berasa tidak nyaman lagi. karena saya curiga makhluk atau binatang buas itu, akan kembali lagi menyerang desa kita ini. makanya kita semua harus lebih waspada lagi, agar kejadian yang menimpa pak barnas semalam tidak terulang lagi."tegas RT sudin kepada para bapak-bapak desa mekarsari.
Kebetulan pagi ini para warga desa mekarsari, para bapak-bapaknya sedang berkumpul di halaman belakang rumah pak barnas. soalnya mereka semua, tadi habis bergotong royong membantu proses pemakaman pak barnas.
'Kurang ajar! gak bisa di biarin ini semua. karena mereka semua akan menghambat semua rencana ku, kalau mereka mengadakan ronda keliling desa. aku harus segera memberi tahu si brewok, agar dia lebih berhati-hati lagi saat beraksi kembali nanti."umpat sosok pria paruh baya nan nyentrik dari balik pohon.
KRETAK...!!"terdengar nyaring suara ranting kering yang patah akibat terinjak seseorang.
"Siapa ya disana?"tanya pak RT sudin sambil berjalan ke arah pohon besar.
__ADS_1
"Hmm, gak ada siapapun disini! tapi, tadi aku melihat kaya ada orang deh disini."gumam pak sudin sambil mencari-cari sesuatu.
"Pak RT, ada siapa gitu disana!"seru warga.
"Gak ada siapa-siapa ko! ya sudah pokonya rencana kita malam ini harus jadi dan segera di laksanakan. nanti malam sebelum kita semua berangkat ke pos ronda, kalian semua harus kumpul dulu di rumah saya. ajak dan beri tahu warga yang lainnya, saya permisi dulu."kata pak RT sudin lalu pergi meninggalkan para warga.
****
Buggss....! AW..!!"pekik pak anung saat ia bertabrakan dengan seseorang.
Soalnya pagi itu, setelah pak anung selesai mengecek pabrik dan perkebunan teh nya. ia langsung mendatangi rumah almarhum pak barnas. tapi, saat ia akan berjalan ke halaman belakang rumah pak barnas, untuk menemui pak Rt dan para warga yang katanya sedang berkumpul di halaman belakang sana. ia malah bertabrakan dengan seseorang yang terlihat tergesa-gesa berlari dan juga terlihat ketakutan.
"Kau! bukan kah kau yang pernah mengacau di pesta pernikahan anak ku waktu itu? dan kau juga sempat kurang ajar kepada istriku."cetus pak anung dengan tatapan tajamnya.
"Ha..Ha..Ha.., dasar kau anung! ternyata ingatan kau tentang diriku, hanya sebatas itu saja." balas pak handoko dengan tawa kerasnya.
"Memang kau ini sebenarnya siapa? beraninya kau datang ke desaku, pasti kau punya tujuan jahat kan datang kesini! katakan apa yang akan kau lakukan di desaku ini?"kata pak anung seraya mengangkat kerah pak handoko.
Ya, laki-laki paruh baya yang terlihat nyentrik itu adalah pak handoko. sebenarnya ia tadi sedang menguping pembicaraan para warga dan pak RT di halaman belakang rumah pak barnas. karena ketahuan makanya ia langsung berlari, eh malah tak sengaja bertabrakan dengan pak anung yang hendak menemui pak RT sudin di belakang halaman rumahnya pak barnas.
***
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya 😊😊 dengan cara vote, like dan bubuhkan komentar positif and serunya. agar author makin semangat lagi meneruskan kelanjutan ceritanya.🤗🤗👌👌