
Bab 93
"Aku siapa!"tunjuk pak handoko pada dirinya sendiri." kau mau tau aku ini siapa? pulanglah kau sekarang dan tanyakan itu semua kepada istri mu yang cantik itu. karena dia sudah pasti tahu semuanya tentang diriku. Hahaha..."kata pak handoko mendekatkan wajahnya ke hadapan pak anung sembari ia tertawa jahat.
"Kau juga mau tau kan rencana ku apa datang kembali ke desa yang miskin ini lagi? lihat dan tunggu saja semuanya itu anung, karena aku "HANDOKO WIDJAYANTO" tak akan pernah membiarkan mu hidup bahagia selamanya. aku juga akan merebut kembali sesuatu yang sangat berharga yang telah kau rampas dulu" bisik lirih pak handoko di telinga pak anung.
"Memang bedebah kau handoko! beraninya kau mengancam diriku! apa maksud semua ucapan mu barusan? aku sama sekali tidak mengerti. lagi pula aku tidak pernah merampas apapun dari dirimu, baik itu dulu atau sekarang."tegas pak anung sambil mencengkram kerah baju milik pak handoko karena merasa geram.
"Lepaskan tangan kotor mu itu dariku!"tangan pak anung langsung di kibaskan oleh pak handoko. "tinggal kau tunggu saja waktunya itu anung, selamat menikmati hari bahagia mu. karena sebentar lagi hari penderitaan mu akan segera tiba. Hahaha..."ujar pak handoko sambil ia tertawa menggelegar dan berlalu pergi.
Pak anung pun hanya terdiam dan mematung di tempatnya saja, karena ia masih bingung dan penasaran tentang ucapan pak handoko tadi. karena memang sebenarnya ia tak mengingat sama sekali tentang pak handoko itu siapa? yang ia tahu dan ingat, kalau pak handoko itu pernah mengacau di pesta pernikahan anjani tempo hari. bahkan ia juga sudah berani kurang ajar kepada istri pak anung, yaitu bu hani.
****
Malam ini, setelah selesai warga menghadiri acara pengajian (tahlilan) di rumah almarhum pak barnas. para warga yang beranggotakan hanya bapak-bapak dan para pemuda desa mekarsari itu pun, langsung berkumpul di halaman teras rumah RT sudin. mereka semua membicarakan dan mulai mengatur jadwal untuk ronda keliling desa mulai malam ini.
"Ronda keliling desa malam ini, kita mulai bagi menjadi 4 kelompok ya. kelompok pertama terdiri dari, pak imam, pak dori, kang mono dan adung. kalian berempat berkeliling ke arah utara desa, periksa keadaan di bagian sana." kata pak RT sudin saat membuka percakapan.
__ADS_1
"Sedangkan kelompok dua yang terdiri dari, pak sunan, bang arman, uda yuda dan pak nyoto. kalian berempat nanti pergi ke arah barat desa, periksa semua keadaan dan kondisi desa kita di bagian area perkebunan sana."tunjuk pak RT sudin kepada keempat bapak-bapak tadi.
"Dan bagian kelompok tiga yang terdiri dari, seno, azril, niko dan oji. kalian berempat pergi ke arah bagian timur desa, lebih tepatnya di sekitaran perbatasan hutan kinarang. karena kalian itu para pemuda-pemuda pemberani, makanya saya tugaskan kalian berempat lah yang memeriksa di bagian sana. takutnya makhluk buas yang sudah mencelakai dan telah membunuh pak barnas muncul dari arah sana."seloroh pak RT sudin memberi perintah.
"Baik pak RT! kami berempat akan segera memeriksa keadaan di sekitaran sana."sahut mereka berempat dengan sangat kompak.
"Nah! untuk kau iman, beni, judin dan goman. kalian berkeliling ke arah selatan desa, kalian semua harus memeriksa mulai dari sini sampai ke ujung jalan pemakaman sana."tunjuk pak RT sudin ke arah jalan yang agak sedikit remang.
"Gini loh pak RT ku yang baik hati dan selalu bijaksana. lebih baik saya disini aja deh, jagain pos ronda. yang berkeliling ke arah sana lebih baik, si beni, judin dan goman aja. soalnya saya takut pak rete, kalau ketemu setan kuntilanak lagi disana." mohon iman sambil bergidik ngeri.
"Alah itu mah alesan lu aja kan man! karena gak mau jalan keliling desa. lagian pos rondanya juga gak bakalan kabur ini, jadi gak perlu pake di jagain segala."sahut judin sambil menjitak kepala si iman pemuda yang terkenal malas.
"Yoi gaess!! "sahut keduanya sambil menirukan gaya bahasa si goman tadi.
"Sudah-sudah kalian jangan pada ribut begitu. pokonya malam ini kalian semua jalankan tugas kalian masing-masing, kita mulai ronda berkeliling desa tepat jam 12 malam nanti. dan sekarang ini, lebih baik kita menunggu waktu tiba dengan berjaga di pos ronda saja, sambil kita menunggu yang lainnya yang belum pada datang."ujar RT sudin menegaskan ucapannya.
Akhirnya setelah mengatur jadwal dan tugas ronda berkeliling desa, pak RT sudin beserta para bapak-bapak desa mekarsari. mereka semua menuju pos ronda dan berkumpul di sana. sambil menunggu waktu berkeliling desa tiba, sekaligus menunggu warga yang belum pada datang, termasuk pak anung dan devin. karena sehabis mengikuti acara pengajian tadi, pak anung dan devin langsung pulang. tapi mereka berjanji nanti malam akan menyusul, untuk mengikuti acara ronda keliling desa.
__ADS_1
****
"Sayang, malam ini mas mau ikut para warga ronda keliling desa ya. soalnya gak enak kan kalau mas gak ikutan, lagian bapak mu juga ikut ko."kata devin mendekat ke arah anjani yang sedang sibuk dengan benang wolnya.
Saat sedang berada di dalam kamarnya, anjani sedang mencoba belajar membuat topi rajutan berbahan dasar dari benang woll merah yang di dominasi dengan gambar bunga mawar.
"Ya sudah, kalau mas mau ikut ronda gak papa ko aku ijinin. tapi mas juga harus hati-hati ya. ingat! jangan berpisah dengan yang lainnya, soalnya perasaan aku malam ini tiba-tiba jadi berubah gak enak kaya begini."kata anjani lalu membereskan rajutannya dan langsung membenamkan tubuhnya di pelukan devin.
"Iya sayang, mas akan hati-hati ko."balas devin seraya mengecup pucuk kepala istrinya dan membelai rambutnya dengan lembut.
Di kamar lainnya....
"Bu..! malam ini bapak dan juga devin mau ikut warga ronda keliling desa. soalnya gara-gara kematian pak barnas kemarin yang gak wajar, semua warga desa pada ketakutan. mereka takut kalau binatang buas itu akan mencelakai warga yang lainnya, makanya pak RT sudin dan warga mengusulkan untuk berjaga-jaga dengan ronda berkeliling desa."kata pak anung kepada istri tercintanya yang sampai saat ini masih terlihat cantik dan awet muda saja, padahal usianya kini sudah menginjak kepala empat.
"Ya sudah pak! kalau malam ini bapak mau ikut ronda gak papa ko ibu izinin, tapi bapak harus barengan terus sama devin ya. soalnya malam ini, perasaan ibu berubah jadi gak enak kaya begini."balas bu hani dengan menampakan guratan ke khawatiran yang mendalam.
Saat itu raut wajah bu hani yang tadinya ceria, mendadak langsung berubah murung kala mendengar suaminya itu akan pergi meronda. gak tau mengapa sebabnya, bu hani pun masih sedikit bingung sama perasaan nya malam itu.
__ADS_1
****
Bersambung.....