Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 102


__ADS_3

Bab 102


Maaf ya, readers semuanya 🙏 4 hari ini othor sudah tidak up cerita. soalnya 4 hari yang lalu, kaka othor masuk rumah sakit, jadi othor harus membantu merawat kaka dulu yang lagi sakit. sudah gitu, sinyal di daerah kaka othor tinggal sangat sulit, makanya othor tunda up dulu.


Othor harap, kalian semua mengerti dan tetap setia menunggu kelanjutan ceritanya.


Happy Reading...🤗🤗🤗


****


"Disini pak RT tempatnya! tuh, lihatkan banyak sesajen disini." ucap goman sambil menunjuk.


"Astaghfirullah! perbuatan siapa ini ya?" sahut pak imam terkejut.


"Iya, kira-kira perbuatan siapa ya? apa diantara kita ada yang menganut ilmu hitam."tanya-tanya para warga yang ikut kesana.


Tanpa banyak bicara dan banyak kata, pak RT sudin segera memerintahkan warganya untuk membakar dan menghancurkan sesajen itu. setelah selesai mereka pun memutuskan untuk segera kembali ke pos ronda, sambil mencari cara serta memikirkan bagaiman menolong devin dan seno agar bisa keluar dari hutan.


"Bapak tunggu!" teriak anjani sambil berlari saat mendapati bapaknya.


"Jan, ada apa? kenapa kamu lari-lari begitu." tanya pak anung kebingungan.


"Jana pak! hiks..hiks.." jawab anjani sambil menangis dan langsung memeluk pak anung.


"Ada apa dengan jana, Jan? ngomong dong, jangan nangis terus. bapak kan makin tambah bingung."kata pak anung sambil memegang pundak anjani lalu mengguncangnya.


"Iya Jan, memangnya ada apa dengan jana?" timpal RT sudin menanyai anjani.


"Jana meninggal pak! lalu ibu menghilang gak tau kemana." ucap anjani menjelaskan.

__ADS_1


"Apa! Jana meninggal!" pekik pak anung seraya terduduk di tanah dan tubuhnya lemas.


Anjani pun kembali memeluk tubuh bapaknya dengan erat, agar bapaknya bisa merasa sedikit lebih tenang. setelah mendengar kabar berita yang anjani sampaikan, tentang kematian jana anak laki-laki satu-satunya itu.


"Jan, memangnya apa yang kamu bicarakan benar adanya? atau kamu salah ngomong kali." kata RT sudin memastikan.


"Enggak pak, jani gak salah ngomong ko. Jana memang beneran sudah meninggal, sekarang ini jenazahnya lagi di urus sama warga."balas anjani masih memeluk bapaknya.


"Lalu ibu mu kemana Jan? kata kamu ibu mu menghilang. terus, apa sebabnya ko jana bisa meninggal?"tanya pak RT sudin antusias.


"Jani gak tau pak RT, ibu kemana? soalnya jani cari-cari di kamarnya tidak ada, sepertinya ada orang jahat yang sengaja ingin mencelakai kami sekeluarga."jelas anjani.


"Apa jangan-jangan ini perbuatan dari makhluk buas itu, yang telah membunuh pak barnas. terus makhluk itu datang lagi dan mencelakai jana, lalu menculik bu hani."sahut pak Rudi menebak kejadian yang menimpa jana.


"Ya tuhan! kenapa masalah yang menimpa keluarga ku malah datang bertubi-tubi seperti ini. tadi devin menghilang, karena masuk ke dalam hutan kinarang. nah sekarang istriku pun menghilang gak tau kemana, sedangkan anak laki-laki ku malah meninggal." oceh pak anung sambil tak henti-hentinya meluruhkan air mata.


Namun pak anung hanya diam saja dan terlihat sedikit melamun, serta menahan tangisnya tapi air matanya malah terus saja berjatuhan.


"Iya ka Jani, den devin menghilang. tadi dia masuk ke dalam hutan kinarang bersama seno. karena mengejar makhluk berbulu mirip gorila, yang den devin fikir makhluk itulah yang sudah membunuh pak barnas."sahut azril.


"Tak bisa ku biarkan! pasti si iblis will wo yang sengaja memancing mas devin agar masuk ke dalam hutan kinarang. karena ingin mencelakai mas devin dan mengambil jiwanya. aku harus segera kesana menolongnya." batin anjani lalu dia melangkah pergi meninggalkan semuanya.


"Jani! kamu mau kemana nak?" panggil pak anung dan mengejar anjani.


"Aku mau menyelamatkan mas devin dan pemuda itu pak. mas devin dan pemuda itu sedang dalam bahaya besar."kata anjani.


"Jangan pergi Jan! jana baru saja meninggal, lalu ibu mu juga menghilang. bapak juga sudah pernah kehilangan kamu dulu, bapak gak mau kehilangan kamu lagi nak. kalau kalian semua tak ada, bapak sama siapa?"tangis pak anung akhirnya pecah juga, seraya mendekap anjani.


"Benar ka Jani, kasihan sekali bapak kaka. kita semua akan berusaha membantu mencari bu hani yang hilang ko, lalu segera memikirkan bagaimana caranya untuk menyelamatkan den devin dan seno teman kami." timpal Niko.

__ADS_1


"Tapi aku gak bisa menunggu terlalu lama lagi. soalnya suamiku sedang dalam bahaya besar, teman mu itu juga. kalau mereka berdua tak segera di selamatkan."tegas anjani.


"Jan, bapak mohon! urungkan niat mu ya, untuk masuk ke dalam hutan kinarang. bapak takut kamu kenapa-napa, soalnya arwah penunggu hutan kinarang itu jahat sekali." ratap pak anung sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Pak, bapak gak usah khawatir begitu. bapak ini sudah lupa ya, kalau anjani anak bapak yang sekarang ini, sejatinya adalah sesosok arwah. jadi bapak gak perlu takut ataupun khawatir. karena jani yakin sekali pak, kalau jani bisa menolong mas devin dan pemuda itu."ucap lirih anjani sedikit di dekatkan ke telinga pak anung.


Soalnya anjani gak mau kalau yang lainnya tau, kalau anjani adalah sesosok arwah penasaran yang di rubah menjadi manusia kembali oleh Ki Romo dan karto waktu itu. karena kan sebagian dari mereka yang mengetahui perihal asal usul anjani hanya beberapa orang saja, sedangkan yang lainnya hanya tahu anjani manusia biasa.


"Tapi Jan..." kata pak anung memegangi tangan anjani dengan kencang.


"Sssttt...! bapak doa'kan saja ya, semoga anjani berhasil menyelamatkan mereka berdua." balas anjani menutup mulut pak anung dengan jari telunjuknya.


"Pak RT sudin, azril, Niko, ozi dan bapak-bapak semuanya. saya minta tolong bawa bapak saya pulang ke rumah, serta tolong bantu kebumikan jenazah adik saya dengan baik dan layak ya. soalnya saya akan menolong suami saya dan seno." kata anjani lalu melangkah pergi.


Anjani pun segera berlari menuju ke arah hutan kinarang, lalu setelah ia sampai di depan hutan. anjani langsung mencabut paku yang tertancap di kepalanya, sehingga kini wujud anjani sudah berubah menjadi sosok arwah memakai baju merah yang penuh dengan dendam. anjani pun terbang lalu memasuki hutan kinarang.


****


"Dimana aku?" pekik seorang wanita seraya memegangi kepalanya dan masih tertidur di atas sebuah ranjang kayu.


Posisi wanita itu sekarang, sedang berada di sebuah ruangan kamar yang cukup besar. semua barang-barang tertata sangat rapih, dengan berbagai hiasan bunga berwarna-warni.


Ruangan kamar itu seolah dihias seperti riasan kamar seorang pengantin. sedangkan wanita yang masih terlihat pusing dan masih tertidur di atas ranjangnya pun, sudah mengenakan baju setelan kebaya putih dengan kain batik.


****


Bersambung....


Jangan lupa bantu dukungan nya ya readers 😊 selalu like, and berikan komentar positif nya sesudah membaca kelanjutannya. vote and hadiahnya ya jangan lupa...🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2