
Bab 77
#Flashback Maman#
"Oh nona anabel sayang, boleh kah aku menjadi pendamping mu? aku sangat begitu mencintaimu melebihi apapun di dunia ini, aku juga akan selamanya setia dan sayang padamu sampai akhir hayat hidup ku."Maman meracau sambil menekuk satu lututnya dihadapan anabel persis seperti Romeo saat menyatakan cintanya kepada Juleha, eh salah Juliet gaeess.
"Apa-apaan sih kamu, jangan berani kamu kurang ajar sama saya.! Ingat..!! aku ini bos mu, kau hanya anak buah rendahan, jadi jangan mimpi berharap bisa bersama ku."maki anabel sambil menampar pipi maman dengan keras, lalu mendorong tubuh maman sampai terjatuh.
"Aku tak perduli kau itu siapa!! asal kau tau aku sangat mencintaimu, aku gak mau kehilangan mu non anabel, terimalah cintaku."ratap Maman sambil memegangi tangan anabel.
"Lepasin.!! ih... lepasin gak. hei kalian tolongin saya dong, jangan bengong aja disana."pinta anabel kepada para pengawal lainnya.
Para penjaga yang lainnya pun langsung membantu anabel, melepaskan tangannya dari cengkeraman tangan Maman yang kuat.
"Ikat dia sekarang juga!! awas pegangin yang kencang jangan sampai dia lepas, atau kalian yang akan saya hukum. sepertinya dia sudah gak waras, saya akan menelfon rumah sakit jiwa, biar dia di kurung disana."titah anabel saat terlepas dari cengkeraman tangan Maman yang kekar, lalu ia mengambil handphone di dalam tasnya dan mulai menelfon.
Para penjaga pun menuruti perintah anabel, untuk segera mengikat si maman. sebenarnya mereka semua merasa gak tega, karena biar gimana pun maman kan teman kerja mereka.
Abisnya maman hari ini berkelakuan aneh sekali sih, gak seperti maman pada biasanya. yang selalu kocak, konyol dan agak selengean, tapi hari ini dia begitu sangat ambisius dan baperan jauh 180 Drajat dari sifat asli maman.
"Apa iya selama ini maman naksir non anabel? makanya ia berubah jadi gak waras kaya gitu."cetus Parjo teman sesama nya.
"Mungkin kali Jo, kan hati manusia bagai lautan yang tak bisa di Selami."timpal Koming.
"Alah sok puitis lu, kaya super Mario aja. Eits salah, maksud gue Mario teguh. Sorry ya om..hehe." ujar Parjo nyengir kuda.
Beberapa menit kemudian, Pihak dari rumah sakit jiwa pun datang dengan mobil ambulance. Maman yang saat itu masih mengamuk dan meracau gak jelas, langsung di bawa dan dimasukan ke dalam mobil ambulance, oleh beberapa orang laki-laki berpakaian putih-putih.
__ADS_1
"Ada apa ini bel, ko ada mobil ambulance rumah sakit jiwa? siapa yang gila?"tanya pak Handoko menyelidik saat ia datang.
"Si maman pih..!! dia udah beneran gak waras, masa tadi dia ngejar-ngejar aku bilang cinta, sayang, ingin jadi pendamping ku. terus malah megangin dan cium tangan aku lagi."ujar anabel kesal sambil memonyongkan bibirnya.
"Ko bisa? sejak kapan Maman naksir kamu, setahu papih selama ini maman biasa-biasa aja deh gak ada gelagat bahwa dia naksir kamu."sahut pak Handoko tak percaya.
"Ah sudahlah, aku juga bingung. pokonya hari ini aku lagi bete, sebel..sebel...!! aku benci sama devin, Papiiih....
sungut anabel kesal sambil menangis dan menusuk nusuk bantal yang dipegangnya dengan gunting, sehingga isi kapuk yang berada di dalam bantal tersebut terburai keluar acak-acakan dan berterbangan.
"Sebel kenapa lagi anak papih yang cantik. emang kenapa dengan devin,?."rayu pak Handoko sambil merangkul anabel dan melepaskan pelan gunting ditangannya.
Biar gimana pun pak Handoko khawatir, soalnya anabel kalau lagi marah dan kesal suka tidak sadar diri. benda tajam seperti itu bisa melukai dirinya sendiri, bahkan orang lain kalau amarahnya sedang memuncak.
Ternyata kelakuan maman jadi seperti orang gak waras, yang selalu mengejar-ngejar anabel. itu semua diakibatkan spagheti bolognese yang ia makan, soalnya saat piyon mau membuang spagheti itu ke tempat sampah di depan rumah anabel, maman langsung merebutnya.
awalnya piyon melarang Maman memakan spagheti itu, tapi karena maman langsung merebut dan melahapnya ya mau gimana lagi.
Lalu spagheti yang diberikan ke devin oleh anabel tidak bereaksi apa pun, walaupun saat itu devin sudah menyantapnya sampai habis. ya mau gimana bereaksi, orang sudah dituker sama si piyon brekele tapi sekarang gak sih.
"Bebi...aku sayang banget sama kamu. kapan kita nikah, aku sudah gak sabar pengen ada di dekat kamu terus."ucap anabel manja sambil memeluk devin dengan kencang, ia fikir devin sudah takluk terkena guna-gunanya.
"Apaan sih kamu bel, kebiasaan tau!! aku gak suka ya kalau kamu seperti itu. lagian siapa yang mau nikah sama kamu..!! asal kamu tahu ya, aku tuh gak pernah suka sama kamu. apalagi mau menikahi kamu, karena aku mencintai wanita lain, bahkan akan segera menikah dengannya dua Minggu lagi. "ujar devin sambil memberikan sebuah kertas undangan berwarna merah.
"Kamu jahat Bebi, tega kamu bicara seperti itu padaku.!! aku gak terima atas semuanya ini. kamu itu hanya milik ku, milik anabel seorang!! tak ada wanita manapun yang boleh memilikimu, selain aku."
Ucap anabel langsung menyerang devin hingga terjatuh di kasurnya, dengan liar dan buas seperti orang yang sedang kerasukan. anabel mengecup bibir devin dan menggerayangi tubuh devin, lalu membuka resleting celana devin, anabel memaksa devin agar mau melakukan hubungan badan dengannya.
__ADS_1
Soalnya saat anabel datang kebetulan devin masih dirumahnya, tepatnya baru juga dia selesai mandi dan berpakaian. namun anabel tiba tiba datang dan langsung masuk ke kamarnya, memberikan sarapan pagi untuknya. karena dari dulu devin sangat menyukai spagheti yang dibuat anabel, makanya kali ini ia langsung menerima pemberian anabel.
"Sadar Bel, sadar..!! kamu gak boleh kaya gini."ucap devin dan tak sengaja malah menampar anabel.
Soalnya kelakuan anabel sudah sangat bringas, tenaga anabel juga saat itu seperti 5x tenaga bodyguard nya yang besar-besar.
"Kamu tega tampar aku, Bebi..."ucapnya saat sadar, sambil menangis dan memegangi pipinya lalu berlari pergi meninggalkan devin yang masih acak-acakan pakaiannya.
*****
Semua orang saat ini sudah berkumpul di dalam ruangan rumah anjani, ada pak RT dan para warga juga sudah hadir. di bagian depan meja kecil, sudah ada devin sebagai calon mempelai pria. dia sudah terlihat sangat gagah dan tampan, dengan setelan baju kemeja dan jas hitam putihnya. disana juga sudah ada pak Sobri dan Bu Sumi selaku orangtua dari devin.
Kali ini mereka masing-masing menampakan guratan kepanikan. ya giman tidak panik, pak penghulu yang seharusnya setengah jam yang lalu sudah harus datang, ini batang hidungnya pun belum nongol nongol juga.
"Gimana ini pak, ko pak penghulu nya belum datang juga?"ucap devin bertanya kepada pak anung selaku calon mertua nya.
"Bapak juga gak tau ini, kenapa pak penghulu nya belum datang juga. bapak tadi juga sudah coba telefon pak Kodir (penghulu), tapi ko gak bisa bisa ya."balas pak anung sambil membolak balikan handphone di tangannya.
"Coba kita tunggu sebentar lagi, mungkin pak penghulu nya ada jadwal menikah kan di tempat yang lain dulu, makanya handphone nya gak aktif. kita tunggu saja sebentar lagi, kalau gak datang juga kita langsung ke KUA nya saja."
ucap pak RT memberikan usul, sehingga membuat kami yang berada disana sedikit menjadi lebih tenang.
"Rasakan kau, anjani!! hari ini kau akan malu, karena tak jadi menikah. tunggu saja sampai kiamat juga penghulu itu tidak akan pernah datang ke rumah mu, di KUA sana juga tak akan ada orang satupun."sungut seorang perempuan dari balik jendela depan rumah anjani sambil menampakan senyum jahatnya.
****
Bersambung....
__ADS_1