Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 58


__ADS_3

Bab 58


TONG...TONG... TONG... TONG !!!


Suara bunyi kentongan yang berada di pos ronda terdengar nyaring sekali dikesunyian malam, saat di bunyikan oleh seseorang yang ternyata adalah pak RT Ramon. karena nyaringnya suara dari kentongan bambu itu, hampir seluruh warga desa sangiang tanjung yang sudah terjaga maupun yang belum.


Lantas mereka pun berbondong-bondong datang dan berkerumun, menghampiri pos ronda yang berada di tengah desa. soalnya mereka khawatir ada sesuatu yang terjadi di desanya, makanya suara kentongan dibunyikan begitu nyaring berkali-kali malam itu.


"Pak RT, ada apa ini! kenapa membunyikan kentongan sekencang itu, emang ada bencana atau musibah yang terjadi?"tanya pak Yani seorang bapak bertubuh tegap.


"Benar ada hal yang urgent didesa kita saat ini, ternyata selama ini kita tidak menyadari hal itu "jawab RT Ramon datar.


"Maksud pak RT urgent apa ya?"sahut seorang bapak bertubuh kecil.


"Ternyata selama ini kita telah salah memasukkan keluarga sesat di desa kita, itu loh keluarga nya pak anung, mereka ternyata menganut aliran sekte bahkan sudah banyak memakan korban."ucap pak RT Ramon menjelaskan kepada warga.


"Sekte! aliran sesat, maksudnya apa sih pak RT kami semua makin gak ngerti!"sahut warga saling bertanya-tanya.


"Gini warga semuanya! pak anung beserta istrinya itu, sebelumnya mereka warga desa kami desa Mekarsari. karena ulah mereka yang meresahkan warga dan telah membunuh beberapa orang di desa kami, makanya pak RT sudin beserta warga Mekarsari, mengusir pak anung dan keluarganya.


"Eh, ternyata mereka malah tinggal disini! apa kalian semua mau menjadi korban ilmu sesat pak Anung? apalagi arwah penasaran anaknya si anjani, sekarang ia sedang murka dan marah.


"bisa-bisa warga disini semuanya dihabisi oleh arwah penasaran anaknya si anung dan Hani itu, makanya sebelum arwah itu menghancurkan desa ini. lebih baik kita habisi saja pak anung dan keluarganya."timpal Karto mencoba menghasut warga.


"Masa sih pak Karto! pak anung dan keluarganya sejahat itu, tapi selama mereka tinggal didesa ini tidak pernah terjadi apa-apa ko aman-aman saja."balas warga.


"Iya benar! lagian pak anung beserta istri dan anaknya, mereka orang yang ramah, baik dan jujur setahu saya. masa iya mereka sekeji itu membunuh orang banyak, apalagi menganut aliran sesat."bela salah seorang warga ibu tua berbadan gendut.


"Iya benar pak Ramon, tolong jangan mudah percaya kalau kita belum melihatnya. itu bisa jadi fitnah dan kita bisa berdosa, karena menghakimi orang yang tak bersalah."sahut warga yang lainnya.

__ADS_1


"Gimana ini pak Karto dan pak Sudin, saya juga sebenarnya tidak yakin pak anung dan keluarganya seperti yang bapak ceritakan."ucap lirih pak Ramon kepada keduanya.


"Kurang ajar warga Sangiang tanjung ini! mereka sulit sekali untuk di hasut, mereka semua malah membela si anung BRENGSEK! lihat saja apa yang akan aku lakukan."grutu Karto di dalam hatinya.


Tiba-tiba ada angin kencang disertai suara tawa cekikikan yang sangat menyeramkan, lalu muncullah sesosok wanita berambut gimbal dan acak-acakan. dengan wajah yang berlumuran darah, sosok wanita itu lantas menyerang beberapa warga hingga terluka.


"Kalian semua harus mati! "Hihihihihihihihi." ucap sosok hantu wanita yang berwujud kuntilanak sambil berdiri di atas pohon.


"Hey Anjani, enyah kau dari sini! jangan kau ganggu warga sini, cukup kau ganggu dan hancurkan warga di desaku saja."ucap Karto menunjuk sosok kuntilanak itu.


"Aku tidak perduli, aku akan menghabisi desa ini semuanya seperti ku habisi desa kau dulu."sahut Kuntilanak itu dengan suara yang menggema.


Karto pun seolah dengan gagah berani, melawan sosok kuntilanak yang dia bilang anjani itu. ia pun mengeluarkan bungkusan hitam berupa serbuk halus, lalu membacakan mantra-mantra kepada sosok itu.


alhasil sosok kuntilanak itu langsung menjerit jerit kesakitan, lalu terbakar diatas pohon yang tadi Kuntilanak itu tingkrangi. dengan mudahnya Karto melawan sosok kuntilanak itu, padahal ilmu apapun ia tidak memiliki nya.


"Akhirnya enyah juga kau setan alas!"maki Karto saat selesai melenyapkan Kuntilanak itu.


"Iya sama-sama semuanya! saya cuma ingin membantu saja, biar warga disini tidak menjadi korban si anung lagi seperti wargaku dulu."ucap Karto dengan lagak sombong nya.


"Bukankah tadi saya sudah bilang, kalau arwah anaknya pak anung itu akan menghabisi warga disini. makanya kita harus membakar anung dan keluarganya hidup-hidup, agar ilmu sesatnya mati terbakar bersama raganya. kalau tidak dia akan membangkitkan arwah anaknya lagi."ucap Karto menghasut kembali.


"Ok! saya setuju sama pak Karto! kita habisi saja keluarga pak anung, ini sudah sangat membahayakan warga kita."sahut pak komar salah satu ketua pemuda desa.


Namun saat suasana sedang memanas, ada seorang laki-laki muda sedang berlari sambil tersengal sengal menghampiri kerumunan warga yang sedang berkumpul tadi.


"Pak RT dan semuanya, itu buk Saidah tiba-tiba langsung kejang-kejang dan dari mulutnya mengeluarkan busa. sama anaknya pak Jainudin si Oman menghilang, sudah dicari gak ketemu-ketemu."ucap salah seorang warga sambil berlari dengan nafas yang memburu.


"Tunggu! apa ibu yang kejang-kejang itu habis memakann sesuatu?"tanya Karto.

__ADS_1


"Iya benar, buk Saidah tadi habis makan sayur, yang dibeli dari buk Hani tadi sore. setelah memakannya ia langsung kejang-kejang dan mengeluarkan busa, lalu buk Saidah meninggal."jawab warga tadi.


"Tuh kan, ini tidak salah lagi anung beserta istrinya sudah mulai beraksi lagi. menurut saya anak bapak tadi yang hilang, akan dijadikan tumbal oleh pak anung untuk menghidupkan arwah anaknya kembali."ucap Karto dengan tatapan matanya yang tajam.


"Ya sudah hayo kita habisi pak anung dan keluarganya! sudah banyak bukti mengarah ke mereka kan, selama ini mereka hanya berkedok berpura-pura baik agar menarik simpatik kalian semua. setelah kalian percaya maka mereka langsung beraksi."timpal pak Sudin menghasut.


"Iya benar! ini sudah sangat fatal sekali, jangan kita biarkan terlalu lama. pak Yono dan yang lainnya bantu warga yang terluka, tolong mereka semua diobati. serta warga sisanya kalian ikut saya, menuju rumah pak anung."titah pak Ramon yang langsung di jalankan oleh semua warga.


"Hayo kita habisi pak Anung dan keluarganya!"


"Hayo! hayo!"sahut semua warga.


Semua warga pun berbondong-bondong menuju ujung desa di dekat hutan, dengan membawa beberapa obor untuk penerangan jalan setapak yang gelap. mereka juga membawa dua gerobak kayu bakar, untuk membakar keluarga pak anung.


****


Dirumahnya, pak anung yang sedang terlelap. dikejutkan oleh suara berisik dan jeritan tangis dari seorang anak laki-laki, karena kebingungan dan penasaran, lantas pak anung beserta istrinya pun menghampiri asal suara itu.


ternyata asal suara itu berada di belakang rumahnya, tepatnya di gubug bambu tempat menyimpan peralatan bertani pak anung. betapa terkejutnya pak anung saat membuka pintu gubug itu, ada seorang anak laki-laki sudah bersimbah darah dan terlentang di atas bale bale gubugnya.


Pak anung beserta istrinya juga selain terkejut ia kebingungan, kenapa tiba-tiba ada banyak peralatan ritual dukun di dalam saungnya itu.


"Pak, kenapa bisa ada barang-barang seperti ini di dalam gubug kita? itu juga anak laki-laki siapa, kenapa bisa meninggal disini? ibu takut pak, Jangan-jangan akan terjadi sesuatu hal buruk setelah ini. pantas saja perasaan ibu seharian ini tidak enak pak!"ucap buk hani sambil terisak Isak menahan tangisnya.


"Sepertinya ada yang mau memfitnah kita lagi buk, seperti dulu saat kita masih tinggal di desa Mekarsari. jangan-jangan ini perbuatan si bedebah Karto, karena cuma dia yang selalu saja mencoba mencelakai dan menghancurkan keluarga kita."balas pak anung.


Bersambung....


jangan sampai lupa ya, berikan vote, like and komentar positif nya, setelah membaca kelanjutan nya.😊😊😊

__ADS_1


Apalagi kalau diberi hadiah dan koin, makin semangat deh ngelanjutin ceritanya.😊😊👍👍


__ADS_2