
Bab 112
Happy Reading....😊😊😊
****
"Mil, Jal! lihat itu! di sana ada kilauan cahaya yang sangat terang sekali."seru emes menunjuk ke arah cahaya terang di atas sebuah batu yang membentuk sebuah tangga menuju ke atas.
Seketika kepala emes yang tadinya miring dan bergoyang-goyang, walaupun sudah di sangga olehnya dengan ranting kayu. kini kepala itu
sudah menyambung kembali dengan lehernya. serta seluruh tubuhnya yang terlihat patah juga, kini sudah normal kembali seperti sedia kala, dimana saat dia masih menjadi manusia dulu.
"Iya bener, kira-kira cahaya apa itu ya? Eh Mes! liat deh badan lu, sekarang seluruh badan lu ko utuh lagi ya kaya dulu."kata Rijal takjub.
Emes pun segera memeriksa seluruh tubuhnya. ia pun sangat terkejut dan bahagia luar biasa, karena melihat tubuhnya yang kini telah utuh kembali seperti dahulu. ternyata keajaiban itu pun bukan terjadi terhadap emes saja, tubuh Rijal yang tadinya hancur berantakan, kini sudah kembali utuh lagi seperti sedia kala.
" Eh tunggu! liat deh, tubuh lu juga balik lagi jal kaya dulu."seru emes memutari tubuh Rijal.
"Amazing! keajaiban apa ini, akhirnya tubuh gue balik lagi seperti dulu. malah makin nambah keren aja kan gue. hahah" celoteh Rijal bangga.
Emes dan rijal pun kini keduanya menatap takjub kepada Emile, walaupun emile saat menjadi arwah tidak lecet sedikit pun tubuhnya. tapi kondisi emile juga mengalami perubahan yang sangat menakjubkan, aura emile menjadi semakin berkilau saja, wajahnya juga kini tidak pucat pasi lagi seperti saat menjadi arwah. emile terlihat begitu berseri tampan dan gagah.
"Wah mil! wajah lu, ko bisa bercahaya gitu ya? bahkan wajah lu makin tambah ganteng dan keren aja, mana wangi banget lagi." puji emes dan rijal takjub, saat mendapati perubahan yang lebih amazing pada temannya itu.
"Sepertinya ka anjani sudah berhasil menghabisi dan mengalahkan iblis itu deh. buktinya bentuk tubuh kalian semua sudah berubah ke wujud kalian semula." Ujar seno.
"Apa! anjani ada disini juga sen?" tanya devin antusias.
Devin terkejut saat mendengar nama istrinya itu di sebut oleh seno, devin merasa tak percaya kalau istrinya itu berada di dalam hutan ini juga. soalnya saat anjani masuk ke hutan itu, devin masih tak sadarkan diri akibat tenaganya dihisap habis oleh iblis will wo. makanya dia tidak tahu apa-apa tentang semuanya.
"Ia den, ka anjani ada di dalam hutan ini juga. tapi sekarang dia sedang melawan iblis itu, sepertinya ka anjani berhasil menghabisi iblis itu deh. tuh buktinya kedua arwah yang gak jelas bentuknya itu sudah berubah ke bentuk aslinya."tunjuk seno ke arah emes dan rijal.
"Sembarangan lu kampret! ngatain kita berdua gak jelas, lu tuh manusia yang gak jelas." sahut emes dengan ketus.
"Emang bener ko mes, apa yang di bilang si kampret ntuh. bahwa bentuk tubuh kita pas jadi arwah emang gak jelas banget deh."balas Rijal membenarkan ucapan seno.
__ADS_1
"Iya sih!" sahut Emes mengiyakan ucapan rijal.
"Eh tapi tunggu deh, berarti selama ini lu bisa liat kita berdua ya? tuh buktinya lu tau bentuk arwah kita yang gak jelas. "tanya Emes sambil mendekatkan wajahnya ke seno.
"Hooh! "Jawab seno singkat.
"Emang kampret lu sen, bisa liat tapi gak pernah bilang-bilang." emes menoyor kepala seno walaupun tembus gak berasa ke seno.
"Ya sudah kalian cepat kembali gih ke alam kalian, nanti pintunya keburu ke tutup loh. terus kalian gak bisa pulang dan malah jadi arwah penasaran penghuni hutan kinarang ini untuk selamanya."ujar seno menakuti kedua arwah itu, dan kedua mahasiswa itu pun langsung berlarian kocar-kacir menuju cahaya terang itu.
"Ogah ah gue jadi arwah penasaran lagi, yang kepalanya sengkleh. Iiihhh serem!!" pekik seno dan segera berlari ke pintu cahaya.
"Gue juga gak mau ah, kalau harus kembali lagi menjadi arwah penasaran dengan tubuh yang selalu meleleh terus kaya Ice cream. hayu ah mil buruan kita masuk ke cahaya itu."ajak Rijal seraya menarik lengan emile
"Lu duluan aja Jal! soalnya gue masih nunggu seseorang."titah emile, dan rijal pun segera berlari mengejar emes yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam pintu cahaya.
"Kenapa kamu masih disini mil? memangnya kamu tidak mau kembali ke alam mu?"tanya devin sambil menepuk pundak emile yang sedari tadi hanya terdiam saja seolah sedang menunggu dan mencari sesuatu.
"E..iii..iya ini aku juga mau kembali ko! tapi ada seseorang yang lagi aku tungguin, tapi kenapa sampe sekarang ko gak muncul-muncul juga ya." Jawab emile tertunduk sedih.
"Benar juga apa kata mu! ya sudah aku pergi dulu ya, sampaikan juga rasa terima kasih ku kepada istrimu anjani. karena keberanian dialah yang berhasil mengalahkan iblis itu, sehingga kami semua para arwah yang terjebak di dalam hutan ini bisa terbebas."kata emile sambil melangkahkan kakinya berat menuju cahaya.
"Emile...!! hayo cepat sini masuk, sebentar lagi pintu cahaya ini akan tertutup. memangnya kamu mau jadi penghuni hutan ini apa?" teriak seorang perempuan cantik dan manis, saat itu ia memakai baju dress putih sebawah lutut dengan rambut ikal nya yang terurai sebahu.
"Merlin! ternyata kau sudah masuk ke sana?" ucap emile sumringah dan bersemangat, ia pun segera berlari menghampiri merlin yang tengah berdiri di ambang pintu cahaya.
Ternyata dari tadi itu emile sedang menunggu merlin, sosok arwah perempuan yang pertama kali dikenalnya semenjak ia bergentayangan di dalam hutan kinarang. sosok arwah perempuan itu juga yang sudah banyak sekali membantu dan mengajarkan emile, tentang bagaimana caranya agar menjadi arwah yang serba bisa dan juga bisa berkomunikasi dengan manusia.
Ternyata emile tidak mengetahui kalau merlin itu sudah lebih dahulu masuk ke pintu cahaya dan telah kembali ke alamnya, makanya emile dari tadi selalu menunggu kedatangan merlin.
Sedangkan merlin saat itu dia sudah berada di alam firdaus, alam di mana terdapat keindahan dan kenikmatan yang luar biasa tara. alam itu tidak akan bisa di temukan dan di rasakan oleh ruh-ruh yang penuh kesesatan dan semasa hidup di dunianya penuh dengan dosa maksiat.
Saat itu merlin juga merasa bingung, karena merlin hanya bertemu dengan kedua temanya emile saja, yaitu Rijal dan Emes. makanya merlin meminta ijin sebentar kepada penjaga gerbang firdaus,untuk menjemput emile yang masih berada di alam manusia.
"Terimakasih ya seno, devin! kami berdua pamit dulu, semoga kalian berdua akan hidup tenang dan bahagia setelah ini." teriak emile di depan gerbang cahaya yang berkilauan.
__ADS_1
"Semoga kalian berdua juga bahagia ya di alam sana." balas devin dan seno.
Emile dan merlin pun melambaikan tangannya kepada seno dan devin, bayangan mereka pun perlahan-laham mulai menghilang disertai cahaya terang itu juga yang mulai hilang.
"Mas devin.."panggil anjani yang langsung berlari memeluk suaminya tercinta.
"Kamu tidak apa-apa kan sayang?"tanya devin sambil memeriksa bagian tubuh anjani.
"Istrimu itu wanita kuat dan hebat! jadi mana mungkinlah dia itu kenapa-napa." timpal dewi saca sehingga membuat devin dan seno menjadi terkejut dan mulai mundur perlahan, devin juga langsung menarik tangan anjani.
"Gak usah takut mas, Dewi saca itu baik ko. sen, kamu juga jangan takut ya."ujar anjani.
"Memangnya aku menakutkan seperti itu apa! sehingga mata kalian berdua sampai melotot seperti itu."sahut ketus Dewi saca.
"Ya takutlah! soalnya tadi itu kamu mau memakan ku, untuk santapan siang mu."kata devin dengan ketus.
"Iya bener ka anjani, tadi dia hampir memakan den devin yang lagi sekarat."sahut seno.
"Apa! bener begitu Dewi, apa yang seno dan suami ku katakan. kalau tadi itu kau mau memakan suamiku yang lagi sekarat."tegas anjani sambil mendekat ke arah Dewi saca.
"Maafkan aku lah, aku tadi cuma khilaf saja, lagian aku tak tahu kalau dia itu adalah suami mu Jan."bela Dewi saca.
"Awas ya kalau kamu berani memangsa orang lagi, akan aku potong-potong dan goreng kamu hidup-hidup." ancam anjani kepada dewi saca.
"Ja.. Jangan gitu dong Jan! lagian jangan maen ancam-ancamman segala deh. aku janji deh, mulai saat ini dan seterusnya aku gak akan memakan manusia lagi."janji Dewi saca sambil mengangkat kedua jarinya ke atas.
"Ya sudah ku pegang janji mu itu ya Dewi. mulai sekarang ku titipkan hutan ini kepadamu, jaga dan rawatlah dengan baik hutan ini. karena aku harus segera kembali ke desaku, soalnya aku merasa masalah ini belum selesai sampai disini. soalnya aku merasa masih ada pengikut iblis itu yang belum ku habisi."ujar anjani lalu pamit pergi meninggalkan Dewi saca.
****
Kembali ke desa ....
Anjani, devin beserta seno pun keluar dari dalam hutan kinarang, mereka bertiga berjalan menyusuri jalanan desa yang terlihat lengang untuk menuju ke rumah masing-masing.
Kini keadaan hutan kinarang sudah berubah. dari luarnya saja hutan itu sudah terlihat sangat indah dan juga terang, serta menyejukan jiwa. hutan yang dahulunya terlihat menyeramkan dan menakutkan, kini sudah tak nampak lagi.
__ADS_1