Dendam Arwah Anjani

Dendam Arwah Anjani
Bab 41


__ADS_3

Bab 41


Benar saja arwah anjani yang sudah di selimuti dendam, langsung mengejar Karto sembari ia menyuarakan suara lengkingan tawanya.


Hiiikikikik .... Hiiikikikik


Karto terus saja berlari memasuki rimbunya hutan Pinus, ia tak memperdulikan lagi suara tawa dan angin kencang yang mencoba menghentikan langkahnya. sampai akhirnya langkah Karto terhenti ia terpojok, karena saat itu anjani sudah muncul di hadapan nya.


"Mau kemana lagi kau bedebah! sekarang waktunya kau menebus semua kesalahan mu, atas apa yang telah kau perbuat kepada keluarga ku!" lontar arwah anjani yang kala itu sudah sangat murka, ia menampakan wajah khas nya yang putih pucat dengan mata bulat hitam bak mata panda.


"Hahahaha! lakukan lah apa yang kau mau padaku anjani." sahut Karto disertai tawa dengan lantangnya.


Anjani pun langsung menghampiri Karto dan berusaha untuk mencekik nya, namun dari arah belakang dorman sudah bersiap-siap untuk menjaringnya dengan sebuah jala yang terbuat dari benang sutra yang sudah di mantrai.


"Happ! "ah kena kau setan!" hahahaha! " ucap dorman setelah berhasil menangkap anjani.


Arwah anjani pun berteriak-teriak kesakitan, karena ia berusaha melepaskan diri dari jala sutra yang mengurung dirinya. semakin ia memberontak, semakin kencang jala itu menjerat dan mengikatnya.

__ADS_1


Dari arah belakang anjani Ki Romo pun muncul, sembari membawa satu ember kecil berisikan darah anak laki-laki yang masih suci.


"BRENGSEK KALIAN SEMUA!! "LEPASKAN AKU!! akan ku balas perbuatan kalian semua!" tukas arwah anjani sangat marah.


"Tenanglah anjani, tenang! karena sebentar lagi, kau akan menjadi manusia kembali. aku akan menjadikan kau anak ku, setelah itu kau akan ku nikahkan dengan Karto. jadi mana mungkin kau bisa membalaskan dendam mu, nikmati saja hidup baru mu setelah ini. "HAHAHAHAH!"papar ki Romo di iringi riuh tawa mereka bertiga.


"TIDAK!! aku tidak sudi menjadi anakmu, apalagi menjadi istri tua Bangka itu! "hardik anjani sambil menggeram dan mencengkram jaring jala sutra itu.


"Sudah buruan Ki, jangan berlama-lama! nanti keburu dia ngamuk dan terlepas! bisa gagal aku menikahinya." cetus Karto sedikit kesal.


"Sabarlah Karto! kau terlalu terburu napsu." sahut ku Romo.


Paku itu pun di celupkan nya ke dalam ember kecil, yang berisikan darah anak laki-laki tadi. sambil mulut nya ki romo komat-kamit tak henti-hentinya melafadzkan mantra, saat itu arwah anjani hanya bisa berteriak-teriak menahan sakit mendengar mantra itu.


Dengan cepatnya tangan Ki Romo sudah berhasil, menancapkan paku hitam tepat di ubun-ubun kepala arwah anjani. seketika tubuh arwah anjani pun bergetar, bola matanya kini berputar-putar, tatapannya berubah menjadi kosong. Lantas Ki Romo pun langsung, menyiramkan darah tadi di atas kepalanya sampai membasahi sekujur tubuh Anjani.


Perlahan tapi pasti wujud anjani kini malah berubah-ubah bentuk, dari wajah menyeramkan berubah menjadi cantik berulang seperti itu. bahkan sudah 30 menit lamanya, keadaan nya seperti itu saja tetap gak berubah.

__ADS_1


Sampai akhirnya Karto mulai kesal dan panik,


ia ketakutan kalau sampai ki romo gagal pasti anjani akan menghabisi nya.


PLAAK...!! "pukulan tangan Karto mendarat di kepala Ki Romo.


"Apa-apaan sih To! pake pukul-pukul segala!" hardik Ki Romo kesal pada Karto.


"Sebenarnya lu bisa gak sih, Mo! itu arwah anjani kenapa gitu-gitu aja dari tadi. jangan jangan lu gak bisa, alias gagal. " sahut Karto sambil mendorong tubuh ki romo sampai jatuh.


"Sabar lah To, sabar! kau ini selalu seperti itu, gak pernah sabaran pengen nya instan aja."balas Ki Romo sambil bangun dari tanah.


Mereka pun akhirnya saling beradu kekuatan, karena Ki Romo tidak terima atas perlakuan karto barusan. akhirnya mereka saling meninju, menendang dan memiting, namun saat aksi duel mereka sedang berlangsung dorman mendadak histeris berteriak-teriak.


Sampai membuat perkelahian mereka terhenti.


Bersambung......

__ADS_1


Salam Penasaran Selalu...


Jangan lupa Like, vote and tinggalkan jejak komentar positif nya ya...😊😊😊


__ADS_2