Destiny In My Life

Destiny In My Life
Kejadian di tempat umum


__ADS_3

Sedang asik duduk sambil melihat-lihat ponsel untuk menyetel musik. Tiba tiba riyan menepikan mobilnya di pinggir jalan.


Misha yang oleng ingin terhuyung ke depan dan membentur dasboard mobil jika tidak di tahan oleh tangan Riyan.


"Gak papa sayang??". Tanya Riyan khawatir karena dia berhenti secara tiba tiba karena tidak melihat batu yang ada disana.


Misha menggeleng dan memperbaiki posisinya. Lalu melihat ke sekeliling bahwa Riyan berhenti di depan Alfamart.


"Beli minum dulu sekalian beli cemilan"


Tuk tuk tuk


Pintu mobil diketuk dari luar. Saat melihat di pelaku ada seli yang berdiri di luar mobil.


"Kenapa berhenti??". Tanya Seli saat kaca mobil diturunkan.


Sedangkan mobil yang lain menunggu di bagian depan. Bisa dikatakan seli keluar duluan untuk bertanya kepada mobil paling depan.


"Mau beli minum". Balas Misha.


"Oh ya udah gw juga mau beli cemilan".


Misha dan Seli masuk terlebih dahulu kedalam Alfamart diikuti oleh Riyan.


Kedua gadis itu berkeliling membawa keranjang belanjaan masing masing. Tidak lupa juga mereka membelikan cemilan untuk yang lain.


Saat Riyan mendekati Misha yang sedang berdiri di deretan snack terperanjat melihat keranjang yang sudah penuh aneka cemilan.


Sebenarnya gak heran sih tapi menurut nya btu terlalu banyak bagi Riyan.


"Ah jangan berkomentar". Ucap misha sebelum Riyan berucap.


Pendiam itu hanya mengangkat tangannya dengan berbentuk ok sambil menutup mulutnya dengan rapat.


Setelah puas, mereka pergi ke kasir yang sama halnya mas mas itu kaget melihat belanjaan mereka yang sangat banyak.


Menurut Misha bisa terlihat banyak karena kemasan cemilan itu sangat besar.


Misha memisahkan cemilan yang akan Seli bawa untuk dihitung terlihat dahulu.


"Bawa duluan tuh buat gw yang bayar". Ucap Misha kepada Seli.


"Yang bener nih". Terdengar suara Seli yang sangat senang.


"Tenang ada ATM berjalan". Canda Misha menunjuk ke arah Riyan yang ada dibelakang dia.


Seli menatap ke arah telunjuk Misha, lalu tersenyum lebar. "Ah siap, kalau ada tuan CEO muda baik hati akan lancar semuanya. Terimakasih". Ucapnya sambil mengangkat 2 jari jempol.


Lalu berlari keluar Alfamart mengambil belanjaan yang sudah dihitung.


Melihat layar kasir yang hampir menembus setengah juta tidak membuat gadis itu heran karena belanjaan mereka memang sangat banyak.


"Dompet". Ucap misha pelan menengadahkan tangan ke arah Riyan.


"Gak bawa, aku gak punya uang".


Mendengar ucapan Riyan membuat mata gadis itu membulat dan rahangnya mengeras.


Terdengar beberapa orang menatap ke arah dirinya bahkan kasirnya juga terlihat kaget.


Kemungkinan pemikiran berbeda beda. Tapi bagi Misha, Riyan bukan gak punya uang melainkan dia tidak punya uang cash di dalam dompet.

__ADS_1


Kalau pemikiran mereka mungkin pemuda dihadapan mereka itu kere. (Hanya pemikiran toh mereka juga gak tahu kedua pasangan itu datang kesana jalan kaki atau naik apa.)


"Pfffhh, , ". Terdengar Misha menghela nafas.


Sungguh malu sebenarnya.


Tapi saat Misha ingin mengambil uang di dalam dompet, Riyan dengan cepat mengambilnya dan memasukannya kedalam kantong belakang.


"Mas bisa transfer kan??". Tanya Riyan kepada mas kasir.


"Bisa".


Riyan mengambil ponselnya di saku celana depan lalu mengetikan sesuatu. "Nomernya". Ucap Riyan menyerahkan ponsel.


Terlihat tangan mas masnya gemeteran menekan nomer nya.


Gak membutuhkan waktu lama Riyan menunjukan bukti transfer dan belanjaan itu diberikan kepada Riyan.


Misha keluar terlebih dahulu sambil mengambil dompetnya yang ada di kantong belakang Riyan. Gerak geriknya selalu dilihatin semua orang. Ditambah Misha mendengar salah satu dari mereka mengenal Misha sebagai model.


"Hancur sudah karir gw, kenapa sih Riyan gak pernah dijaga omongannya". Batin misha.


Setelah masak ke dalam mobil, gadis itu hanya diam tanpa membuka suara. Mobil lain juga langsung mengikuti mobil Riyan yang sudah melintas.


"Sayang kamu kenapa??". Tanya Riyan so polos.


Misha memicingkan mata mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Riyan.


"Hehe jangan marah aku hanya iseng aja sama kamu". Ucap Riyan tanpa rasa bersalah.


".....". Riyan mengelus kepala Misha tapi langsung di tepis dengan kasar.


"Sayang jangan marah".


Riyan tidak bisa lagi menahan tawa. Dia terus tertawa sambil pandangan sesekali menatap ke arah kekasihnya. Jika tidak sedang mengemudikan mobil sudah dia peluk dengan erat tanpa mau melepaskan.


"Maaf sayang gak lagi deh".


Misha masih mengerucutkan bibirnya kesal. Tapi tangannya membuka cemilan karena perutnya merasa lapar.


Jika di ingat ingat mereka mungkin mengenal dirinya dari sosial media.


"Jangan marah lagi??". Bujuk Riyan mengusap kepala Misha tapi tidak ada respon apapun.


"Nyetir yang benar". Ucap misha cuek.


Keheningan kembali melanda, dia membiarkan kekasihnya yang sedang ngambek daripada lebih parah.


Riyan dengan satu tangan memutar musik kesukaan Misha agar suasana harinya lebih baik.


.


.


.


*****


5 jam perjalanan mereka sudah sampai di Jakarta. Satu persatu mobil belakang membalap mobil depan untuk berpamitan karena berbeda arah pulang.


Mereka tidak berkumpul kembali karena merasa lelah menempuh berjalan non stop.

__ADS_1


Tinggal 2 mobil sport Mercedes memasuki kediaman Mahendra.


Seperti biasa, rumah Mahendra terlihat sangat sepi. Bisa ditebak kedua orang tua Riyan sedang ada di perusahaan bersama bokapnya Angga.


Masuk ke dalam rumah hal pertama yang misha lakukan adalah membaringkan tubuhnya di sopa ruang keluarga.


"Semuanya bawa ke kamar". Perintah Riyan kepada bodyguard yang membawakan koper mereka.


Riyan duduk di samping Misha dan melihat jam menunjukan pukul 14.00 berarti sudah lewat jam makan siang.


"Mau makan apa mau istirahat dulu??". Tanya Riyan mengelus rambut Misha dengan lembut.


"Makan dulu, aku lapar". Ucap Misha dengan mata tertutup.


Riyan mengusap kepala Misha dengan gemes, lalu pergi ke dapur untuk meminta maid menyiapkan makanan.


Untuk kedua orang tuanya tidak ada di mansion jam segini mereka masih ada di kantor dan akan pulang sore hari bahkan bisa juga malam.


Setelah makanan habis, mereka pergi ke kamar untuk beristirahat. Tapi sebelum itu Misha berganti pakaian dengan lebih nyaman.


Saat ingin tidur, dia melihat Riyan keluar dari kamar mandi dengan keadaan rambut basah.


Dengan wajah lesu misha menatapnya yang membuat Riyan mengangkat sebelah alisnya heran.


"Sini". Ucap Misha memukul sisi ranjang.


Riyan yang paham duduk dan membiarkan Misha mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil.


Setelah selesai misha baru berbaring untuk istirahat.


Misha pikir setalah Riyan selesai mengeringkan rambut, dia akan langsung pergi. Ternyata tidak.


Riyan malah tidur di kasur yang sama dengan Misha dan merentangkan tangan.


Tanpa pikir panjang Misha masuk ke dalam pelukan itu lalu menutup mata menuju alam mimpi.


Mau protes pun malas. Tubuhnya sudah sangat lelah ingin cepat istirahat.


*****


Meninggalkan kedua pasangan yang baru melangkah satu langkah ke tahap yang lebih serius.


Ditempat lain ada Angga yang sangat kesal karena mobil yang dia pakai tiba tiba bannya meletus setelah masuk kompleks.


"Sialan,, apes banget gw hari ini". Gerutu angga memukul stir kemudi dengan keras.


Dia keluar untuk mengecek keadaan mobilnya. Padahal beberapa kilometer lagi dia sampai ke rumah.


Melihat ke sekeliling tidak ada siapapun, ingin kembali ke pos satpam tapi malas jalan karena jaraknya cukup jauh.


Jadilah, Angga berniat memanggil supir yang ada di rumah untuk menjemput dia. Tapi baru menekan layar ponselnya mati lagi karena baterai habis.


"Bener bener -".


Tinnnnnnnnn


Belum melanjutkan ucapannya, Angga terperanjat kaget mendengar suara telakson yang sangat kencang. Padahal dia berdiri tidak terlalu tengah.


"Woy bisa nyetir gak sih, , udah tahu ada orang bunyiin telakson segede toa". Teriak Angga ke arah terus saja pergi tanpa berhenti.


"Awas aja lo kalau tahu orang nya gw kasih pelajaran lo,, kalau bisa gw ceramahin 7 hari 7 malam". Gerutunya kesal.

__ADS_1


Akhirnya mau tidak mau jalan terakhir dia adalah jalan kaki menuju rumah meninggalkan mobilnya disana.


To be continued, , , , ,


__ADS_2