Destiny In My Life

Destiny In My Life
Keputusan Misha


__ADS_3

Pukul 2 siang mereka sudah keluar dari tol. Sebelum masuk tol Riyan membeli banyak makanan untuk perjalanan mereka nanti. Hal itu dilakukan Riyan agar Misha tidak bosan. Riyan juga memastikan Misha nyaman dalam perjalanan itu.


Misha menyarankan untuk mengambil jalan rute timur. Walaupun jauh tapi jalan itu baik untuk Riyan yang baru datang ke kampung halamannya. Misha tidak yakin untuk mengambil jalur barat karena jalan yang sangat ekstrim. Sedangkan Riyan hanya mengikuti apa yang Misha ucapkan.


Saat di daerah yang Misha ketahui. Ia meminta Riyan untuk berhenti terlebih dahulu di pinggir jalan untuk membeli buah buahan.


"Kamu tunggu sebentar disini". Ucap misha.


Cuaca siang ini sangat panas, ia juga berencana untuk membeli minuman terlebih dahulu untuk riyan yang ada didalam mobil.


Tok tok tok.


Misha mengetuk kaca mobil pelan membuat Riyan menurunkan kaca mobil. Lalu menyerahkan minuman itu pada Riyan.


Setelah itu misha berjalan ke tukang buah untuk memilih buah apa aja yang akan dia beli. Misha membeli banyak buah yang berbeda untuk keluarganya dirumah.


Mungkin karena misha lama, Riyan turun dan berjalan menghampiri Misha di sebarang jalan.


"Kenapa turun disini panas". Seru Misha kepada Riyan yang ada disampingnya.


Saat ini Riyan menjadi pusat perhatian orang. Apalagi dengan topi dan kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya membuat penampilan nya tambah keluar.


"Kamu lama".


Setelah buah buahan itu dibayar, mereka langsung melanjutkan perjalanan lagi. Tapi misha mengajak Riyan untuk makan terlebih dahulu karena ia sangat lapar.


Misha memutuskan untuk makan bakso, setelah mencari tempat yang cocok riyan memberhentikan mobilnya ditepi jalan.


"Kamu mau apa??". Tanya Misha.


"Samain aja sama kamu". Jawab Riyan.


Misha memesan 2 porsi bakso yang ingin ia makan. Mereka makan dengan tenang walaupun Riyan orang kaya tapi dia tidak gengsi makan di tempat seperti itu.


Setelah makan Riyan ingin membayar dengan mengambil kartu kredit di dompet. Misha yang sedang minum pun tersedak kaget. Yang ia tahu itu adalah black card yang tadi mereka pakai saat belanja di supermarket.


"Kamu gak papa??". Tanya Riyan khawatir.


"Em~ aku baik baik aja,, jangan pakai kartu pakai tunai aja". Seru Misha.


Riyan menunjukan isi dompet nya kepada Misha yang kosong hanya ada banyak kartu didalamnya. "Aku gak punya cash".


"Ya udah aku yang bayar.. kamu gak bisa pakai kartu kalau disini".


Misha pergi membayar dan kembali mengajak Riyan untuk pulang.


Sebelum masuk ke dalam mobil Misha melihat Riyan yang menatap sekeliling mencari sesuatu.


"Cari apa??". Tanya Misha.

__ADS_1


"Cari ATM buat ngambil uang tapi adanya hanya BNI". Jawab Riyan menunjukan tempat itu.


Mereka masuk ke dalam mobil karena diluar sangat panas. Riyan tahu akan kartu yang dipakai Misha membuat dia mentransfer uang dan akan mengambilnya lewat ATM Misha.


Setelah mendapatkan uang cash, mereka kembali melanjutkan perjalanan yang masih 1 jam perjalanan menuju kampung halaman Misha.


Saat memasuki area yang dipenuhi perkebunan mambuat Riyan cerewet menanyakan banyak pertanyaan kepada misha.


Sampai akhirnya mereka sampai di kecamatan desa tempat tinggal Misha tapi itu juga masih jauh ke rumah Misha.


Misha mengarahkan jalan kepada Riyan yang suasananya sudah sore banyak orang wara Wiri dan kebetulan jalan pulang sekolah.


Misha juga menunjukan sekolah menengah atas yang terletak dipinggir jalan yang mereka lewati. Sampai akhirnya mereka sampai di rumah Misha dengan begitu lamanya.


Saat melihat mobil terpalkir di depan rumah membuat semua orang heboh akan siapa yang datang apalagi dengan mobil yang sangat mewah.


Misha keluar dari mobil membuat para ponakannya menyambut dengan gembira. Mereka sangat merindukan auntynya itu.


Riyan mengeluarkan 2 koper, lalu diletakan di depan rumah.


Ibu Misha memerintahkan untuk memalkirkan mobilnya di depan pekarangan rumah tetangganya setelah mendapat persetujuan.


Riyan berjalan membawa beberapa kantung plastik berisi cemilan dan buah buahan yang tadi mereka beli dijalan.


Dengan sopan Riyan mengapa semua orang dan mencium tangan yang lebih tua.


"Dia Riyan teman Misha yang ingin ikut Misha pulang". Kata misha kepada sang ibu.


"Tidak apa bu,, Riyan senang bisa diizinkan ikut sama misha".


Mereka berbincang bincang sebentar sampai Misha meminta Riyan untuk istirahat di kamar pamannya yang ada di rumah sebelah.


Sedangkan Misha mengantar ibunya berbelanja membeli bahan bahan masakan. Mereka akan masak bersama untuk makan malam nanti.


....


.


Malam harinya mereka makan malam bersama lesehan di ruang tengah. Suasana makan ini berbeda dengan saat ada di rumah Riyan.


Saat makan malam suasana heboh dengan kerusuhan yang dilakukan kedua ponakan Misha. Orang tua misha sampai meminta maaf dengan ketidak nyamanan itu, tapi Riyan tidak mempermasalahkan.


Satu Minggu ini misha akan mengajak Riyan jalan jalan di kampung halamannya. Menyelusuri tempat yang ada. Walaupun misha sendiri jarang pergi jalan jalan.


Kedua keponakan Misha sangat dekat dengan Riyan apalagi setelah mereka diajak untuk berenang dan belanja di supermarket. Mereka membeli semua cemilan yang mereka inginkan tanpa terkecuali.


Saat mereka pulang dengan banyak belanjaan semua orang kaget. Mereka tidak pernah dimanjakan seperti itu oleh siapapun karena takut kebiasaan.


Sampai hari dimana mereka harus pulang ke Jakarta. Mereka berpamitan kepada semua orang. Bahkan Misha juga mengajak Riyan datang ke rumah nenek dari ayahnya saat pulang dan berangkat lagi.

__ADS_1


Misha banyak menghabiskan tidur saat dijalan karena ia mabuk perjalanan. Saat pulang dia baik baik aja tapi saat berangkat kenapa seperti ini.


Riyan menjaga misha dengan baik dan nyaman sampai dirumah lagi. Melihat Misha yang tertidur lelap membuat Riyan menggendong Misha ke kamar untuk dibaringkan dengan nyaman.


Kediaman Mahendra sangat sepi karena orang tuanya sedang ada di luar negri mengerjakan pekerjaan disana.


Sampai misha terbangun beberapa saat setelah dipindahkan ke dalam kamar. Ia melihat Riyan masuk ke dalam kamar dengan membawa koper.


"Gimana udah enakan??". Tanya Riyan khawatir duduk di tepi ranjang.


"Masih sedikit pusing".


Misha melihat jam menunjukan pukul 4 sore. Saat perjalanan pulang kembali ke Jakarta lebih cepat dari saat berangkat. Karena saat berangkat mereka menghabiskan banyak waktu untuk berhenti membeli sesuatu.


Misha pergi ke kamar untuk membersihkan badan dan Riyan mengajak Misha untuk makan malam diluar.


Riyan memberikan beberapa paper bag kepada Misha untuk dipakai malam ini.


Dress berwarna biru dongker las di tubuhnya membuat Misha tambah cantik dari bisanya apalagi dipadukan dengan make up natural yang selalu ia pakai.


Saat keluar kamar misha hanya melihat Angga yang duduk menunggu tanpa ada Riyan disana. Angga menjelaskan bahwa Riyan sedang ada urusan sebentar dan meminta untuk berangkat bersama Angga ke restoran.


Sampai di tempat tujuan membuat Misha bingung karena mereka bukan di restoran tapi berada di hotel.


("Mungkin makan malamnya ada di restoran hotel ini". Batin misha. )


Misha diantar Angga memasuki lift hotel dan menekan tombol lantai paling atas. Saat pintu lift terbuka Angga menyuruh Misha datang sendiri dengan taburan bunga di atas lantai.


",Ikutin jalan itu". Perintah Angga.


Misha hanya mengikuti apa yang Angga ucapkan. Sebenernya saat ini Misha sangat lapar dan ingin langsung makan malam. Tapi ya sudah lah!!!.


Sampai misha berada di meja yang dihias dengan romantis dengan bertulisan I love you di papan yang dihiasi lampu dan bunga.


Misha menatap sekeliling untuk menemukan seseorang disana. Sampai Riyan datang membawa bunga mawar besar ditangannya.


"Will you be my girl friend".


Riyan berjongkok dihadapan Misha membuat Misha menutup mulutnya tidak percaya. Saat ini ia sungguh tidak percaya dengan apa yang dilakukan Riyan padanya.


"Aku tidak peduli dengan apapun itu. Yang aku pedulikan hanya aku sangat mencintaimu apa adanya". Ucap Riyan saat melihat keraguan di wajah Misha.


Misha menatap Riyan yang sedang berjongkok dan menganggukkan kepala. "Iya aku mau". Ucap Misha pelan mengambil bunga itu.


Riyan bangun dan memeluk Misha dengan erat sambil mengucapkan terima kasih. Tak lupa juga ia mengecup kepala Misha dengan lembut.


Riyan mengambil kotak kecil panjang yang ada di jas yang berisi kalung dengan liontin yang sangat cantik. Kalung sebelumnya Misha udah berikan kembali kepada Riyan tapi langsung dihancurkan olehnya. Sampai akhirnya Riyan memberikan kembali dengan liontin yang berbeda.


Mereka makan malam dengan suasana yang romantis dan hati yang berbunga bunga. Bahkan diperjalanan pulang menuju kediaman Mahendra tangan Misha terus digenggam oleh Riyan tanpa mau dilepaskan.

__ADS_1


...-------...


...Happy Reading., ...


__ADS_2