
Mendengar Misha sakit Riyan dan Angga sangat khawatir terutama Riyan. Dia langsung menghubungi nomer Misha untuk menanyakan kabarnya tetapi tidak kunjung diangkat.
"Sial,, hari ini kita ada meeting di hotel xxx". Seru Angga setelah melihat jam tangan yang melingkar di tangan kiri.
"Lo pergi sendiri dan handel semuanya". Jawab Riyan yang terus berusaha menelpon Misha.
"Kok gue". Tunjuk Angga pada dirinya sendiri.
Riyan pergi meninggalkan Angga sendirian menuju meja kasir untuk menemui Laura. Karena setahu dia Misha tinggal berdua sama Laura di kontrakan.
"Apa Laura ada??". Tanya Riyan kepada nana yang ada didepan meja kasir.
"Laura dibelakang". Jawab nana.
"Bisa tolong panggil sebentar ada yang gue mau tanyakan". Pinta Riyan dengan wajah datar.
Nana yang cuek langsung pergi ke belakang untuk memanggil Laura yang ada di dapur.
"Ra,, Riyan panggil Lo didepan". Ucap nana langsung pergi kembali dengan diikuti Laura menghampiri Riyan yang menunggu.
"Gue mau tanya alamat kontrakan Lo bisa??". Tanya Riyan membuat Laura mengerutkan kening nya dengan bingung.
"Mau tanya itu doang gue juga tau". Celetuk Nana yang membuat Riyan menatapnya tajam.
Melihat tatapan itu Nana hanya bisa tersenyum lebar sambil mengangkat tangannya berbentuk 'v'.
"Ngapain Lo tanyain alamat kontrakan gue??". Tanya Laura sambil memicingkan matanya kepada Riyan.
"Gue mau jenguk Misha,, cepetan kasih tau gue". Ucap Riyan maksa.
"Dih maksa,, kalau gue gak mau gimana??".
"Aish,, gue udah hubungin Misha tapi gak diangkat juga gue takut dia terjadi apa apa". Seru Riyan kesal.
Mendengar ucapan Riyan, Laura dengan cepat mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi Misha tetapi benar dia tak kunjung menjawab telpon itu yang membuat laura semakin panik.
Laura menatap ke arah sekeliling caffe yang lumayan ramai dan kembali menatap ke arah Riyan yang masih ada dihadapannya.
"Ya udah gue minta tolong cek Misha di kontrakan gue takut dia terjadi apa apa soalnya waktu berangkat demamnya sangat tinggi". Pinta Laura.
"Cepat sharelok alamatnya gue kesana sekarang".
Setalah mendapat alamat dari Laura, Riyan pergi meninggalkan caffe dengan terburu buru. Sedangkan Angga sudah pergi menuju hotel tempatnya meeting yang memang tidak bisa ditinggalkan.
.
Misha yang sedang istirahat di kontrakan memang sangat pusing dan mengabaikan panggilan yang masuk sedari tadi.
Ruangan itu seperti diputar putar dan membuat Misha hanya bisa istirahat. Sampai gak lama kemudian pintu kontrakan diketuk beberapa kali yang membuat ia bingung sendiri siapa yang datang.
Dengan perlahan Misha bangun untuk membuka pintu karena orang itu terus mengetuk pintu berkali kali walaupun kepalanya tidak kuat tetapi misha berusaha berjalan membuka pintu.
__ADS_1
Cklek,,,,
Pintu terbuka dan berdirilah seseorang yang ia kenal yang membuat Misha kaget.
"Sha,, Lo baik baik aja??". Riyan khawatir melihat wajah Misha yang sangat pucat sambil mengulurkan tangannya mengecek keadaan Misha.
Misha hanya menyandarkan tubuhnya di pintu karena tidak kuat untuk berdiri. Bahkan matanya kian menutup dan hanya melihat orang yang ada dihadapannya tanpa ingin tau lebih lanjut.
Tiba tiba pusing menyerang kepalannya kembali membuat Misha tak kuat dan ingin terjatuh. Tetapi Riyan dengan cepat menahan tubuh Misha agar tidak jatuh ke lantai.
"Gue bantuin Lo ke tempat tidur". Riyan memapah Misha ke tempat tidur untuk istirahat.
Saat ini suhu tubuh Misha sangat tinggi membuat Riyan tambah khawatir apalagi misha mengeluarkan keringat dingin.
Riyan mengambil air hangat dan memakai sapu tangannya untuk menyeka keringat Misha agar tidurnya lebih nyaman.
Gak lama kemudian Misha terbangun dan merasakan wajahnya dipegang oleh seseorang. "Ngapain Lo disini??". Tanya Misha pelan berusaha untuk bangun.
"Kamu istirahat aja jangan bangun". Cegah Riyan memegangi Misha, lalu melihat jam tangan. "Kamu tunggu disini, aku mau beli makanan buat kamu makan sebelum minum obat".
Misha yang tidak biasa apa apa hanya menganggukkan kepala. Sampai Riyan kembali dengan membawa sup ayam untuk Misha makan.
"Sekarang kamu makan dulu lalu minum obat". Ucap Riyan membawa mangkuk berisi sup ayam dan duduk dihadapan Misha.
Riyan menyuapi Misha dengan telaten walaupun awalnya Misha menolak sampai akhirnya hanya bisa pasrah.
Tetapi saat beberapa suap tiba tiba perut Misha mual dan ingin muntah. "Lo kenapa??". Tanya Riyan panik.
Misha hanya bisa menunjuk mulutnya meminta pergi ke kamar mandi, lalu Riyan memapah Misha dengan cepat. Sampai di kamar mandi Misha memuntahkan semua makanan yang bagus aja ia makan. Riyan yang ada disana membantu memijat tengkuk leher Misha tanpa jijik sama sekali.
"Sha kita ke rumah sakit ya??".
Misha menggelengkan kepala menolak ajakan Riyan tetapi kemudian ia lemas dan menimpa tubuh Riyan.
"Aish,, lagi sakit juga masih keras kepala". Kata riyan menggendong Misha ala bridal.
Takut terjadi apa apa terhadap Misha, Riyan langsung membawa misha pergi ke rumah sakit. Karena saat ini Misha yang ada di gendongan nya sangat lemas tetapi tidak sampai pingsan.
.
Beberapa jam kemudian gadis yang terbaring lemah ditempat tidur rumah sakit perlahan membuka mata dengan tangan yang terpasang infus.
Pertama kali yang Misha lihat seorang pemuda yang sedang duduk di sopa dengan laptop di pangkuannya.
"Riyan,,,!!!". Panggil Misha pelan.
Mendengar suara yang familiar membuat Riyan mendongak kan kepalanya menatap ke arah suara. Terlihat Misha yang membuka mata di tempat tidur.
"Kamu udah bangun??". Tanya Riyan mendekati Misha.
"Minum". Seru Misha pelan. Lalu Riyan memberikan minum untuk Misha yang ada di nakas sebelah tempat tidur.
__ADS_1
Setelah itu Misha menatap sekeliling ruangan menatap nya heran tetapi ia kembali memejamkan matanya karena kepalanya masih pusing. Misha tau bahwa hari ini sudah malam saat melihat gorden ruangan tertutup dan jam menunjukan pukul 6.
Seketika Misha kembali membuka mata dan menatap Riyan yang duduk di samping tempat tidur.
Dengan perlahan Misha bangkit tapi langsung dicegah oleh Riyan yang ada disana. "Kamu mau kemana??". Tanya riyan.
"Aku mau ke kamar mandi,, mau shalat magrib". Seru Misha pelan yang membuat Riyan kaget.
Dengan perlahan Misha dibantu kekamar mandi untuk mengambil wudhu tapi saat kembali Riyan bingung karena tidak bisa menyentuh tangan Misha yang sudah mengambil wudhu bahkan kondisinya masih lemah.
"Kamu tunggu sebentar disitu". Ucap Riyan keluar kamar mandi dan kembali dengan perawat wanita yang akan membantu Misha kembali ke kamar mandi.
Saat Misha sedang shalat sambil rebahan di atas tempat tidur, Angga masuk yang langsung berdiri di pintu masuk dengan kaget sambil membawa paper bag ditangannya.
Dengan wajah kaget Angga mendekati Riyan yang sedang duduk di sopa sambil mengerjakan pekerjaan kantor. Sampai Misha selesai dan kembali istirahat, kedua pemuda itu tidak ada yang membuka suara sedikitpun.
.
Tidak lama saat Misha sedang istirahat banyak suara yang dia dengar membuat tidur nya terganggu. Perlahan ia membuka mata dan melihat banyak orang yang ada didalam ruangan.
"Misha Lo gak papa??". Tanya Laura.
"Kenapa jadi seperti ini??". Tanya Yuda khawatir.
"Gue baik baik aja". Jawab Misha pelan.
Kali ini demamnya belum kunjung turun dan badannya masih lemas.
Di dalam ruangan semua temannya datang setelah pulang bekerja. Bahkan Angga dan Riyan pun masih disana duduk di sopa sibuk dengan pekerjaannya dan meja penuh dengan dokumen.
"Kenapa kalian kesini ini udah tengah malam, kalian harus istirahat". Kata misha pelan.
"Tak apa kami bisa tidur disini jagain Lo". Jawab Yuda mewakili.
"Gak usah kalian pulang aja,, plis jangan kaya gini". Seru Misha memegang kepalanya yang kembali berdenyut.
"Sha Lo gak papa??". Tanya Riyan khawatir menghampirinya Misha.
"Gue baik baik aja,, kamu sama Angga juga istirahat dirumah, apalagi Riyan kamu dari siang tidak istirahat sama sekali". Lanjut Misha.
Tidak ada yang mendengarkan ucapan Misha membuat sakit kepalanya tambah menyerang,,,
...--------------------...
Hai reader. . .
Maaf kalau banyak typo dalam setiap tulisan author hanya memakai handphone untuk mengaturnya . . .
Dukung terus author. .
Ingat ini hanya cerita fiksi tidak ada kaitan dengan siapapun. . .
__ADS_1
Dilarang copas dan menjiplak hak cipta orang. . .
Happy reading semua. . . . .