
Di pagi hari setelah sarapan, Misha bersiap siap untuk mengantar orang tua Riyan ke bandara.
Susana hati Misha sudah baik setelah kemarin Riyan terus saja membujuk Misha agar tidak marah lagi. Sebenernya Misha tidak marah tapi dia hanya sedikit kesal dengan perkataan Riyan tempo hari.
"Sayang kita mau kemana??". Tanya Riyan kepada sang kekasih.
Kebetulan hari ini hari Minggu, tentu saja mereka gak masuk kerja karena hari libur.
Suasana bandara juga sangat padat membuat Riyan tidak melepas pegangan tangan itu sedari tadi. Dia gak mau kekasihnya hilang diantara pengunjung bandara.
"Terserah kamu aja".
Ucapan Misha membuat Riyan diam. Jawaban inilah yang membuat Riyan tidak tahu harus berbuat apa.
Terakhir kali saat Misha menjawab kata 'terserah', Riyan membawanya ke suatu tempat tapi di sana Misha hanya mengomel tanpa berhenti.
Walaupun ngomelnya hanya berbisik atau pelan. Itu juga membuat kuping Riyan panas dan harus banyak sabar.
"Sayang beneran ini, kita mau kemana??". Tanya Riyan lagi saat sudah ada di dalam mobil.
Riyan hanya menjalankan mobil dengan kecepatan sedang tanpa arah tujuan.
"Aku gak tahu tempat disini, jadi terserah kamu aja. Ke mall juga boleh". Seru Misha asal.
"Oke,, let go kita shopping". Pekik Riyan semangat dengan menambah kecepatan laju mobil.
Tidak membutuhkan waktu lama, mobil Mercedes Benz yang dikemudikan Riyan memasuki mall terbesar di Jakarta.
Mobil dipalkiran dengan aman. Lalu membukakan pintu mobil untuk kekasihnya keluar.
Riyan selalu membukakan pintu itu untuk Misha setiap saat. Dia memang selalu memanjakan Misha dengan apapun itu. Padahal menurut Misha itu hal kecil yang bisa ia lakukan sendiri.
Suasana mall sangat ramai. Mungkin karena hari ini hari libur membuat semua orang memutuskan jalan atau hanya sekedar nongkrong di mall.
Tujuan pertama Misha saat memasuki mall tentu saja membeli makanan. Orang doyan makan emang gak pernah melewatkan hal satu itu apalagi ice cappucino pavorit nya.
Style Riyan ruang sangat cool dengan Hoodie dan celana jins hitam bagian lutut sobek, lalu ditambah sneaker berwarna putih membuat semua pengunjung memperhatikan dia. Terutama kaum wanita.
Misha yang ada di sampingnya bahkan menjadi risih karena Riyan mereka menjadi pusat perhatian. Tapi lama kelamaan Misha sudah terbiasa karena mereka sering jalan di mall berdua.
Tangan Riyan juga gak pernah dilepaskan dari tautan tangan Misha sedikit pun saat berada di tempat umum. Dia selalu menempel apapun alasannya. Jika tidak Riyan akan mengambil alih tas yang Misha bawa apalagi jika Misha membawa tas berukuran sedang keatas.
"Udah cukup makanannya apa mau lagi??". Tanya Riyan.
Saat ini mereka berada di salah satu caffe yang ada di mall dengan beberapa menu makanan di atas meja yang sudah hilang separuh.
"Udah cukup".
"Ya udah kita mau shopping apa?? Apa kau ke salon atau mau perawatan wajah??". Tawar Riyan.
"Nggak, aku hanya ingin duduk dulu sebentar, kaki aku malas untuk dibawa jalan".
"Kalau malas aku gendong".
Plak
"Aw~ sakit sayang". Keluh Riyan mengusap tangannya yang kena tabok.
"Makanya kalau ngomong di filter napa. Digendong emangnya aku lumpuh". Seru Misha dengan tatapan tidak bersahabat.
"Iya maaf. Tadi kamu yang bilang malas jalan makanya aku tawarin buat digendong". Gerutu Riyan dengan wajah gemes.
Untung saja meja yang mereka tempati ada di bagian paling pojok. Jika tidak mungkin wajah Riyan akan menjadi pusat perhatian pengunjung karena biasanya memasang wajah dingin tapi sekarang wajah itu berubah menjadi menggemaskan.
Misha tersenyum geli melihat perubahan sikap kekasihnya itu. Dia gak pernah menyangka Riyan akan seperti itu saat bersama dengan dirinya. Apalagi saat mengingat kelakuan dia pertama kali di caffe tempat Misha bekerja.
__ADS_1
Mengingat caffe itu membuat Misha merindukan saat kerja disana.
Disaat banyak pengunjung dan tidak ada sedikit istirahat.
"Sayang kamu kenapa??". Tanya Riyan panik membuyarkan lamunan Misha.
"Ah, enggak aku gak papa". Misha langsung tersenyum agar Riyan tidak panik lagi. Dia gak mau menyusahkan Riyan apapun itu karena dia selalu ada disaat dirinya down.
.......
3 jam berkeliling di mall, masuk toko satu ke toko lain akhirnya mereka berada di tempat makan lagi untuk makan siang.
Jam sudah menunjukan pukul 12 kurang, dimana waktunya mereka untuk makan siang. Apalagi setelah berjalan mengitari mall yang sangat luas.
Banyak belanjaan ditangan Riyan yang dia belikan untuk kekasih satu satunya.
Misha selalu menolak tapi Riyan kekeh membelikannya. Sampai di salah satu toko Misha ngambek dan ingin meninggalkan Riyan tapi tetap saja Misha selalu kalah.
Semua belanjaan itu berisi barang milik Misha, sedangkan barang Riyan hanya 1/2 itupun dengan paksaan Misha.
Dari pakaian, sepatu, tas, aksesoris dan banyak lagi yang Riyan belikan.
Ntah kenapa hari ini banyak brand terbaru yang keluar membuat Riyan bersemangat untuk berbelanja. Tapi tidak untuk Misha. Bagi wanita mungkin belanja dunia para wanita, Misha juga suka belanja tapi kalau pergi ke mallnya dengan Riyan tentu saja berbeda. Seperti hidupnya akan down seketika.
Dia memang senang berbelanja tapi bukan berbelanja untuk dirinya melainkan untuk Misha, wanita yang selalu mengisi kebahagiaan setelah sang mami.
Riyan jarang membelikan barang apapun kepada orang tuanya selain di hari sepesial karena sang mami bisa beli sendiri, pikir Riyan.
Maka dari itu Riyan selalu mencurahkan nya kepada Misha.
.....
Setelah makan, mereka memutuskan untuk pulang tapi saat diperjalanan menuju palkiran ponsel Misha berdering.
Drrrttt
Drrrttt
Drrrttt
Saat nama Angga tertera di layar ponsel membuat Misha mengerutkan kening heran.
"Tumben Angga telpon". Gumam Misha.
Riyan yang mendengar itu langsung mengambil ponsel Misha dengan cepat sebelum orangnya mengangkat panggilan itu.
["Hello sha, kamu dimana?? Jalan yuk?? Mumpung weekend, bosan nih, nanti aku beliin banyak makanan buat kamu, yayayaya mau ya aku jemput sekarang". Angga yang ada di sebrang telpon langsung berbicara panjang x lebar tanpa tahu siapa yang menerima panggilan itu. ]
"Makanya cari pacar, jangan ajak pacar orang buat jalan, pake nyogok segala,. Pacar gue sibuk gak ada waktu buat Lo".
Pip, , , !!!!
Panggilan itu langsung dimatikan oleh Riyan tanpa mendengar jawaban dari orang itu. Dia kesal dengan Angga yang selalu menempel dengan kekasihnya dimanapun Misha berada.
"Ada apa??". Tanya misha heran karena Riyan marah marah.
"Gak ada apa apa, yuk masuk".
Riyan membuka pintu mobil dan meletakan belanjaan di kursi belakang. Lalu Riyan masuk ke bagian pengemudi untuk melajukan mobil pulang ke apartemen.
Hari ini mereka tidak balik ke rumah kediaman Mahendra, misha memilih untuk kembali pulang ke apartemen dengan banyak alasan. Contohnya jarak dari rumah ke perusahaan jadi Misha memilih pulang saja.
Sampai di apartemen, seperti biasa Riyan pergi ke dapur untuk melegakan beberapa makanan di atas piring. Sedangkan Misha menunggu di sopa dengan mencari film di telivisi.
Saat di mall mereka memang tidak nonton karena Riyan terus saja mengajak Misha untuk berbelanja. Alhasil sekarang kaki Misha pegal semua akibat jalan tanpa istirahat.
__ADS_1
"Makanan sudah siap". Teriak Riyan diakhir mulai mengecil.
Dia kaget dengan keberadaan Angga disana. Padahal di dapur Riyan hanya beberapa menit tapi sekarang sudah ada makhluk menyusahkan duduk di samping kekasihnya sambil melambaikan tangan.
"Ck ngapain Lo disini". Keluh Riyan kesal. Lalu duduk di antara mereka berdua.
Angga tidak menjawab. Ia malah mengambil cemilan di atas meja dengan memakannya santai. Bahkan wajahnya sangatlah minta di timpuk.
Misha yang ada disana hanya diam menonton film. Bisa ditebak pertengkaran akan segera terjadi antara mereka berdua. Ntah apa masalahnya, masalah kecil pun akan menjadi besar bagi mereka.
1 jam sudah Misha mendengarkan perdebatan itu sampai jengah sendiri.
Jam sudah menunjukan pukul 4 sore membuat Misha bangun untuk pergi ke kamar. Ia ingin segera mandi tapi baru saja bangkit dari sopa tangannya sudah dipegang oleh Riyan.
"Mau kemana sayang??".
"Mau ke kamar, gerah mau mandi". Jawab Misha langsung dilepaskan pegangan tangan Riyan.
"Muka kamu kenapa??". Bukan Riyan yang bertanya melainkan Angga.
"Kamu nanya??". Ucap Misha ngegas menunjuk wajahnya sendiri.
Ucapan Misha membuat kedua pemuda itu diam. Mereka gak tahu apa yang dialami Misha yang mereka tahu hanyalah Misha saat ini sedang tidak mood.
Dengan tatapan tajam tanpa bicara kembali. Misha pergi meninggalkan ruangan itu menuju kamar untuk berendam di kamar mandi.
Hari ini badannya sungguh lelah. Ia ingin merilekskan dengan berendam menggunakan aroma terapi agar pikirannya juga jernih.
30 menit Misha keluar dengan menggunakan kimono handuk. Kamar itu sepi gak ada siapa siapa. Sebelum masuk kamar mandi tadi, Misha memang mengunci pintu kamar agar Riyan tidak masuk sembarangan.
Kaos dan celana training dikenakan Misha. Lalu menggulung rambutnya asal karena dia tidak mencuci rambut.
Keluar dari kamar ruangan itu masih sama dengan saat Misha tinggalkan tapi bedanya di ruangan itu sudah tidak ada 2 makhluk yang selalu bertengkar.
"Mereka kemana??". Gumam Misha berjalan ke arah meja untuk membersihkan semua makanan yang berserakan.
Tidak mau ambil pusing, Misha membereskan semuanya sampai rapih. Ia ingin kembali nonton tanpa cemilan. Perutnya sangat kenyang setelah banyak makan sedari tadi.
Cklek
Suara pintu utama terbuka membuat Misha mengalihkan perhatian dari telivisi ke arah pintu.
Riyan masuk dengan pakaian yang berbeda.
"Dari mana??". Tanya Misha penasaran.
"Dari kamar".
"Tumben udah mandi, biasanya juga harus disuruh dulu baru mau". Ujar Misha mengandung ledekan.
"Pakaian aku ke tumpahan minuman, jadi aku mandi aja di kamar". Misha menganggukkan kepala.
"Angga mana??". Tanya Misha.
"Pulang, aku usir".
"Ck kebiasaan kamu mah, , pantes saja berantem terus ya kamunya juga rese sih". Celoteh Misha membuat Riyan gemas.
"Aku juga yang disalahin. Lagian dia datang disaat yang tidak tepat kaya jelangkung." Elak Riyan.
Misha memutar bola mata jengah. Dia sudah bosan menasehati mereka berdua agar tidak berantem. Padahal saat dikantor mereka akur aja apalagi menyangkut pekerjaan. Angga akan selalu menuruti apapun yang Riyan katakan tapi ketika diluar. Mereka akan berubah 360°.
...---------...
...TBC...
__ADS_1
...Happy Reading,,,, Babay!!!!...