
...**Happy Reading...
...❤️**...
.
Seperti yang kemarin dikatakan. Hari ini Riyan akan ikut menuju lokasi pemotretan Misha dengan majalah Z.
Tidak terlalu pagi jadwal pemotretan membuat Misha tidak terlalu terburu buru.
Maya, selaku manajer pribadi Misha akan langsung datang ke lokasi setelah mendapat kabar bahwa dirinya akan datang bersama sang kekasih. Misha juga sudah memberi tahu mami Vita tentang Riyan yang akan ikut dengan alasan tidak boleh membuat semua orang heboh, itu syarat yang mami Vita berikan.
Mau tidak mau Riyan harus mengikuti nya biar biasa ikut.
Misha membuat sarapan hanya dengan telur mata sapi, sosis dan nugget panggang. Susu coklat hangat juga jangan dilewatkan.
Sementara untuk Riyan dia sedang duduk di sofa masih memakai piyama tidur sambil menonton film menunggu sarapan siap.
Mereka berdua sama sama masih menggunakan piyama tidur tapi bedanya misha sudah mandi sedangkan Riyan belum.
"Sarapan sudah siap". Pekik Misha membawa 2 piring ke tempat Riyan berada lalu kembali ke dapur untuk mengambil 2 gelas susu hangat.
Mereka sarapan bersama sambil nonton film drakor. Dimana drakor adalah kesukaan Misha. Saking sering menemani sang kekasih nonton drakor membuat Riyan juga mulai suka. Gak jarang suka ngomong sendiri jika ekspetasi di dalam pikirannya salah dengan alur cerita yang pasti akan membuat Riyan kesal.
Tidak itu saja, semua film yang misha tonton selalu dibilang drakor. Padahal kadang Misha menonton film China, Taiwan dan Thailand.
Suka suka Riyan saja, pikir Misha saat susah untuk diingatkan. Padahal didengar dari bahasanya sudah pasti Riyan tahu juga.
Skip
Jam 07.30 mereka akan berangkat menuju lokasi pemotretan. Dimana Riyan akan menjadi supir pribadi Misha untuk hari ini.
Berangkat hanya mengenakan celana jeans dan Hoodie tanpa make up sama sekali tidak memakan waktu bagi Misha tapi berbeda dengan pemuda yang ada di kamar. Ntah apa yang sedang pemuda itu pakai.
Kesabaran misha habis, dia mematikan televisi dan masuk ke dalam kamar untuk melihat pemuda yang dia tunggu selama 1 jam.
"Yan cepetan, lama banget sih". Omel misha. Lalu melihat pemuda itu sedang berdiri di depan lemari memilih jaket yang akan dikenakan.
Dilihat juga diatas tempat tidur terdapat beberapa jenis atas bercampur jadi satu. Pakaian yang tadinya ada di dalam lemari sekarang ada di atas tempat tidur semua.
"Astaghfirullah, Riyan apa yang kamu lakukan?? Kenapa jadi berantakan kaya gini". Pekik Misha tak mengerti lagi dengan kelakuan Riyan saat ini.
"Aku lagi cari jaket sayang". Ucap Riyan enteng.
"Kenapa harus dikeluarkan semua??".
"Ya karena mereka tidak cocok".
Misha berjalan ke arah Riyan yang sedang memegang 2 jenis jaket. Dengan cepat Misha menyuruh Riyan memakai jaket hitam dan menunjuk topi hitam.
"Nah cocok". Seru Riyan setelah memakai barang yang misha tunjuk. Hal itu membuat misha geram sendiri. Jika dia tahu bakal seperti ini kepastian Misha akan menyiapkan pakaian Riyan sendiri tadi.
__ADS_1
"Cepat berangkat". Teriak Misha berjalan meninggalkan kamar.
Riyan mengikuti dari belakang tapi setelah keluar apartemen mereka berjalan berdampingan.
Mobil sport BMW seri melesat membelah jalanan dengan kecepatan sedang. Satu tangan memegang stir kemudi dan satu lagi menggenggam tangan Misha.
Gadis itu sudah tidak kesal lagi karena sudah dibujuk oleh riyan. Riyan memang jago soal bujuk membujuk yang membuat Misha mati kutu ditempat.
"By, apa pekerjaan hari ini banyak??". Tanya riyan dengan sedikit menatap ke arah Misha.
"Baris pemotretan aku ada syuting endors di perusahaan mami, why??".
"No, Aku hanya ingin ajak jalan di mall". Ucap Riyan pelan karena keliatannya keinginannya harus diurungkan.
Mendengar itu Misha menatap ke arah Riyan yang sedang fokus mengemudi. Dia ingin jalan jalan bersama kekasihnya apalagi hari ini hari weekend tapi pekerjaan Misha sangat banyak. Mau gimana lagi. Ini juga sudah ada campur tangannya dari Riyan saat Misha akan masuk ke dunia modeling.
Gak lama kemudian mobil masuk ke pekarangan gedung xxx tempat bekerjanya Misha hari ini. Bukan hanya sekali, tapi Misha berada disana sudah beberapa kali membuat misha mengenal karyawan yang ada disana.
"Selamat pagi nona Misha, silahkan semua orang sedang menunggu nona didalam". Ucap salah satu staf yang memang menunggu Misha di lobi.
"Apa mba Maya udah datang mba??". Tanya Misha disela langkah mereka. Saat ini Riyan berjalan di bekang mereka dengan pakaian tertutup.
"Mba Maya sudah menunggu di ruang tunggu. Yang baru datang beberapa menit yang lalu".
"Maaf jika saya telat". Ucap Misha tidak enak hati.
""Tidak nona ini kurang dari jam pertemuan. Nona tidak telat sama sekali. Semua orang juga baru menyiapkan set buat pemotretan". Jelas orang itu.
Hanya ada beberapa orang di dalam sana membuat Misha langsung mulai dirias oleh perias artis seperti biasa.
Sebelum itu Misha meminta Riyan menunggu di sofa tak jauh dari tempat misha sedang dirias. Misha juga meminta agar tidak banyak orang yang masuk apalagi orang luar dan tidak ingin tersorot kamera luar.
Ada beberapa alasan dengan itu semua dan membuat manajer nya juga memahami untuk memberitahukan semua karyawannya memenuhi apa yang wanita itu inginkan.
Pemotretan kali ini memakai 3 kostum dan tema yang berbeda. Kemungkinan pekerjaan itu akan lama selesai, Misha meminta Riyan untuk pulang duluan biar tidak bisa tapi pemuda itu menolak dengan alasan ingin melihat kekasihnya bekerja.
Tidak ada yang Riyan lakukan kecuali diam melihat Misha yang sedang melakukan pemotretan di depan.
1jam, 3 jam, 5 jam, 7 jam terlewati akhirnya pekerjaan Misha selesai juga.
Misha melihat Riyan yang sedang duduk bersandar di kursi sambil fokus pada ponselnya ntah melakukan apa.
"By, maaf ya lama". Ucap Misha dengan lembut. Dia merasa tidak enak dengan Riyan yang harus menunggu lama.
Mereka langsung pergi ke RV gamstore karena Misha harus melakukan pekerjaan lain. Mereka berdua sudah makan malam bersama di lokasi pemotretan. Riyan selalu ada di dekat Misha tanpa ingin pergi jauh.
Maya melihat kelakuan anak pemimpinnya sampai menggelengkan kepala karena pemuda itu tidak pernah ingin mau meninggalkan Misha sedikitpun. Dia terus saja mengekor kemanapun Misha pergi. Mungkin jika dia sudah menikah, Riyan akan masuk ke tempat ganti Misha saat berganti pakaian.
Makan siang sampai makan malam, misha dilakukan di tempat kerja saat schedule nya yang sangat padat. Ini kali pertama Riyan tahu akan pekerjaan sang kekasih masuk ke dunia modeling.
"By kamu kerja seperti ini setiap hari??". Tanya Riyan yang duduk di samping Misha saat break syuting video.
__ADS_1
"Kalau padat ya gini, kenapa emangnya??".
"Nggak apa". Balas Riyan tapi wajahnya terlihat ada sesuatu yang di sembunyikan.
Misha hanya diam tanpa ingin bertanya lagi. Dia mengalihkan pandangannya kepada layar komputer yang menampilkan hasil kerja nya tadi.
"Nona udah jam 9 saya mau pamit pulang dulu, semuanya juga sudah beres". Ucap Maya yang baru memasuki ruangan.
"Iya mba hati hati dijalan. Salam sama rasya mba".
"Nanti saya salamin, Permisi nona, tuan". Pamit maya langsung meninggalkan ruangan. Sedangkan Misha dan Riyan hanya membalas dengan senyum serta anggukan kepala.
Tinggallah Misha dan Riyan di dalam ruangan yang fokus pada kegiatan masing masing. Misha yang mengecek hasil kerjanya sedangkan Riyan duduk memainkan ponsel. Gak tahu sedang apa.
Misha melihat schedule nya yang ada di dalam ponsel. Besok hanya ada live streaming tanpa ada pemotretan apapun selama 3 hari berturut-turut. Dan untuk Instagram Misha juga dipegang lebih Maya selaku manajer. Dia bertanggung jawab untuk meng-upload photo dan video endorsan disana.
Misha melihat jam sebentar lagi tengah malam. Ia langsung membereskan semua barangnya untuk pulang ke apartemen. Misha juga lupa bahwa besok Riyan harus berkerja seperti biasa di kantor. "Yan pulang yuk udah malam". Ajak misha.
"Udah beres semuanya??".
"Em, udah. Lagian udah lewat jam 10". Seru Misha.
Riyan menganggukkan kepala memasukan ponselnya ke dalam saku. Dia membawakan tas sedang milik kekasih nya yang berisi barang barang penting Misha.
Meraka pulang menuju apartemen biasa yang Misha pakai. Sekarang dia tidak lagi tinggal di kediaman Mahendra karena disana juga nyokapnya Riyan selalu pergi menemani suaminya dinas keluar negri. Jadi Misha memilih untuk tinggal di apartemen, disana juga dia tinggal sendiri di rumah yang besar.
..
Sampai di apartemen, mereka bergantian membersihkan badan. Giliran Riyan yang sedang mandi, Misha membuat cemilan untuk mengganjal perut karena belum merasa ngantuk.
"Bikin apa sayang??". Cup. Kecupan mendarat di pipi kanan misha yang membuat orangnya sedikit tersentak kaget. Walaupun tahu siapa pelakunya tapi tetap saja misha kaget jika melakukannya dengan tiba tiba.
Saat ini Misha sedang membuat spaghetti carbonara yang gampang dibuat dan membutuhkan waktu sedikit.
"Spaghetti, kamu mau??".
"Tanya sedikit, lagian ini udah malam. Emangnya kamu gak takut gemuk". Ledek Riyan karena setahu dia wanita gak akan makan lagi setalah makan malam tapi berbeda dengan kekasihnya yang selalu nyemil di tengah malam.
"Aish, kamu doa in aku gendut gitu". Ucap Misha tersungging menatap ke arah Riyan dengan tajam.
Melihat reaksi misha yang seperti itu membuat Riyan mengedipkan mata mengingat sesuatu.
"Salah timeing, ini pertengahan tanggal. Misha sedang datang bulan pasti". Batin Riyan merutuki kebodohannya yang berucap tanpa berpikir.
"Hehe bukan gitu sayang. Aku hanya -".
"Habisin sendiri dan malam ini kamu jangan tidur sama aku". Ujar misha masuk kedalam kamar dengan kesal.
Gadis itu sudah tidak mood lagi memakan spaghetti dan memilih untuk tidur.
To be continued, , , ,
__ADS_1