Destiny In My Life

Destiny In My Life
Fashion week


__ADS_3

5PM waktu Osaka


Misha baru sampai di hotel setelah berjam-jam berada di lokasi pemotretan yang menempuh jarak yang tidak dekat.


Tapi Misha melakukan itu dengan senang.


Dia tidak merasa capek karena banyak orang yang menjaga dirinya dimanpun dia berada.


Mereka menganggap misha sebagai adiknya walaupun beberapa dari mereka selalu menjahili dia. Mereka sangat senang jika melihat Misha yang ngambek. Terlihat menggemaskan.


Setelah terjun ke dunia seperti ini. Sikap misha sangat berubah drastis. Dia sangat hangat dan dekat dengan siapapun tapi disatu sisi mereka juga sering melihat sosok misha yang berubah ubah.


Apalagi sorot matanya.


Setalah misha membersihkan badan, dia sudah melihat makanan tersaji di atas meja.


Dia meminta Maya untuk menyiapkan nya segera dan tidak menunggu Riyan. Karena kekasihnya itu sedang keluar menemui kenalannya yang kebetulan ada disana.


"Mba gak makan?". Tanya misha melihat Maya yang sedang berbaring di atas tempat tidur sambil memegang notebook.


"Masih kenyang kamu aja".


Misha makan dengan lahap. Hanya ada beberapa menu tapi tidak habis semua. Perutnya sudah sangat kenyang.


Setelan makan Misha pergi ke balkon membawa laptop untuk bersantai sebelum memutuskan tidur.


Dia selalu mengecek sosial media sebelum tidur atau hanya sekadar membalas chat siapapun yang masuk.


Misha memang memiliki 2 Ponsel. Satu untuk hal lain dan satu untuk pribadi.


Hanya ada nomer keluarga dan orang orang terdekatnya saja. Dia meminta mereka untuk tidak memberikan nomer pribadinya kepada siapapun itu.


Bahkan kontak di dalam ponsel itu bisa Misha hitung pakai jari.


Ada beberapa temannya yang dia kasih hanya nomer cadangan. Tapi ada beberapa orang yang sudah dia percaya yang memiliki nomer pribadi Misha. Itu berarti Misha yang memulainya. Seperti ada tahapan menuju itu semua.


Tapi kebanyakan memang tidak bisa.


*********


Keesokan harinya dimana hari ini Misha akan pergi ke salah satu lokasi tempat fashion week digelar.


Setelah mengadakan pemotretan 2 hari penuh akhirnya sekarang hari terakhir Misha kerja di negara sakura.


Membiarkan sang kekasih bekerja, Riyan juga menghabiskan waktu dengan bekerja via online. Dia mengecek beberapa dokumen dan juga pergi berkunjung dengan koleganya yang sama sama ada di negara itu.


Walaupun berdekatan tapi mereka tidak saling bersama setiap saat. Dimana Misha menghabiskan waktu berada di luar penginapan.


7AM waktu Osaka


Misha sudah memakai pakaian yang disiapkan staf perusahaan dari hotel tempat dia menginap.


Partner yang lain pun sama. Tapi berbeda lantai.


Mereka juga sudah di brifing oleh staf yang mengurus bahwa akan banyak wartawan dan beberapa fans yang datang ke hotel tempat mereka menginap.


"Sha apa udah siap??". Tanya mba maya.


"Udah mba, tapi aku mau ke kamar Riyan sebentar".


"Baiklah, jangan lama lama".


Misha mengangguk lalu keluar dari kamar menuju kamar Riyan yang ada disebelah.


Tidak perlu mengetuk, Misha bisa langsung masuk dengan menempelkan kartu akses yang diberikan oleh Riyan.


Cklek

__ADS_1


Misha masuk dan berjalan menuju tempat tidur.


Dia masih melihat gundukan orang dibawah selimut tanpa terlihat tubuh bagian manapun. Semuanya tertutup oleh selimut.


"Yan wake up, ini udah siang". Ucap Misha membangunkan Riyan. Tapi tidak ada pergerakan sama sekali.


"Riyan, , wake up". Ucapnya lagi.


"Emm". Gumam Riyan hanya bergerak sedikit mengganti posisi.


"Bangun, udah siang". Misha terus menggoyangkan tubuh Riyan sampai merasa terganggu.


Riyan perlahan bangun mendudukkan dirinya dengan mata tertutup.


"Bangun". Ucap Misha sambil memukul bahu Riyan.


Bukannya membuka mata, Riyan malah merentangkan kedua tangannya meminta dipeluk. Bahkan hidungnya terus menghirup wangi parfum yang selalu Misha pakai.


"Ehhhh, , stop". Ucap Misha menahan kepala Riyan agar menjauh.


"Peluk". Gumam Riyan dengan suara serak.


"Kamu belum mandi, bau aku udah siap mau berangkat".


"Kemana??". Tanya Riyan berasa lupa.


"Fashion week, nanti aku pulang setelah makan siang". Balas misha.


"Ya udah". Ucap Riyan cemberut dengan mengerucutkan bibirnya ingin tidur kembali.


"Ko tidur lagi, gak ada aktivitas hari ini??".


Riyan menggelengkan kepala.


Cup


Misha tanda yang dia berikan membuat gadis itu senang dan pergi meninggalkan ruangan.


Di depan kamar susah ada Maya dan salah satu partnernya yang menunggu.


Mereka turun kelantai bawah bersama sama.


Di lobi sudah banyak staf yang bertugas dengan pekerjaan masing masing. Dari pihak perusahaan juga memberikan apapun yang membuat para artisnya nyaman.


Setelah semua siap.


Mereka semua pergi ke lokasi acara dimana disana sudah banyak wartawan dan fans yang datang memenuhi palkiran.


Mereka datang untuk melihat para idolanya yang kapan lagi berkunjung ke negara mereka.


Sesama artis juga dijaga dengan 5 bodyguard memasuki gedung.


Mereka diarahkan dengan baik dan lancar agar acara berjalan tanpa hambatan.


Misha juga banyak berphoto dan berbincang dengan artis/aktor terkenal dari negara lain dengan akrab.


Dengan menguasai bahasa Inggris memudahkan Misha berkomunikasi tanpa harus mengandalkan Maya.


Acara berlangsung 5 jam sampai jam makan siang.


Setelah acara selesai mereka semua pergi ke salah satu restoran untuk launch bersama.


Makan sambil berbincang bincang untuk mendekatkan satu sama lain lebih akrab lagi.


Mereka juga sudah bertukar nomer telpon tapi tidak semua. Misha memberikan nya kepada dia karena beberapa bulan lagi mereka akan bekerja bersama lagi di pekerjaan lain.


Hal itu yang membuat misha mau memberikan nomernya karena kepastian mereka akan lebih dekat lagi dan banyak projects bersama.

__ADS_1


Bahkan salah satu agensi di negara lain meminta Misha untuk membintangi salah satu series yang diambil dari novel.


Tapi misha langsung menolak tanpa berpikir lebih lanjut. Alasannya karena Misha belum percaya diri untuk menjajal kemampuan nya di dunia akting.


*******


2PM waktu Osaka


Saat ini Misha dan maya sudah ada di dalam mobil untuk pulang ke hotel.


"Salah satu agensi kembali mengubungi mba,, kamu yakin menolak itu". Ucap Maya menatap ke arah Misha yang sedang bermain ponsel.


"Yakin mba, aku gak mau lagian Riyan juga gak izinin aku buat syuting film".


"Mba paham, tapi mba malas beri jawaban mereka yang gak pernah berhenti chat mba". Keluh mba Maya.


"Biarin aja".


"Oh ya, banyak tawaran iklan dari brand Thailand buat kamu. Tapi nyonya bos sedang meninjau kembali". Ucap Maya memberitahukan.


"Itu berarti aku harus tunggal lama dong disana!??".


"Hm, belum tahu juga mba. Kita masih belum membahas itu karena tidak semua brand sana ada di negara kita".


Misha mengangguk dengan paham. Lalu mereka terdiam kembali dengan pikiran yang berbeda.


Sesampainya di hotel tujuan pertama Misha adalah kamar Riyan. Tapi pemuda itu tidak terlihat keberadaannya sama sekali.


Jadi, Misha memutuskan untuk menelpon.


Beberapa kali dering masuk tapi tidak kunjung diangkat membuat misha bingung. Bukannya tadi bilang gak ada aktivitas apapun, pikirnya.


Sampai beberapa kali panggilan itu terhubung dan terdengar suara dari sebrang telpon.


"Hello sayang, maaf aku tadi lagi bahas sesuatu yang gak bisa ditinggal".


"Tidak apa, kamu dimana sekarang??".


"Di caffe, sebentar lagi pulang. Mau makan sesuatu!?".


"Hm, aku pengen jajanan apa aja yang penting pedas".


"Baiklah nanti aku bawakan. Aku tutup dulu mau pulang sekarang".


"Hati hati dijalan".


"Iya, bye sayang".


"Bye".


Pip


Panggilan dimatikan membuat Misha pergi ke kamar untuk memberikan make up dan berganti pakaian.


Terlihat Maya sedang berkemas di dalam kamar. Sepertinya dia akan langsung pulang malam ini ke Jakarta tanpa menunggu lama.


Dia tidak mungkin pergi keluar negeri dalam waktu yang lama karena anaknya masih sangat kecil.


"Mba pulang kapan??". Tanya Misha sambil membersihkan wajah.


"Nanti malam".


"Mba gak pingin beli apa apa dulu??".


"Udah beli kemarin, saat nemani kamu bekerja". Balas mba Maya.


Kemarin saat pemotretan mereka salah satunya adalah pusat perbelanjaan. Jadi beberapa orang menyempatkan berbelanja disaat waktu luang untuk menghemat waktu.

__ADS_1


To be continued, , , ,


__ADS_2