Destiny In My Life

Destiny In My Life
Kesal


__ADS_3

...**Happy Reading...


...❤️**...


.


Pagi menjelang siang, misha hanya diam di balkon kamar. Semua orang sudah pergi dengan tujuannya masing masing.


Riyan serta Angga juga pergi ke kantor untuk membereskan masalah berita hoax yang beredar.


Misha tidak diizinkan untuk pergi ke luar walaupun sebentar karena takutnya bakal ada banyak wartawan yang mengejar dirinya. Dia hanya bisa mantau dari ponsel tentang perkembangan berita itu.


Akar dari berita yang tersebar memang sudah hilang tapi banyak yang membagikannya membuat semuanya susah untuk di hilangkan.


.......


3 hari sudah berjalan dengan berita yang masih saja tidak ada perkembangannya. Misha tidak tahu riyan membereskan nya atau malah sibuk bekerja di perusahaan. Misha pun tidak tahu.


Setelah dibawa ke kediaman Mahendra, Misha tidak pernah lagi bertemu dan membalas pesan pun lama. Apa yang telah terjadi kepada Riyan, pikirnya.


Misha memutuskan untuk pergi ke lantai bawah mencari suasana baru setelah dia merasa bosan berada di kamar terus sendirian.


Saat kaki menuruni anak tangga terakhir. Dia tidak melihat seorang pun di rumah itu yang sangat hening seperti tidak berpenghuni.


Misha memutuskan untuk pergi ke taman dekat kolam renang dan saat keluar ia melihat kepala maid di rumah itu sedang berjalan dari paviliun belakang.


"Nona apa ada yang nona inginkan??". Tanya kepala maid saat dia sudah ada dihadapan Misha.


"Tidak ada bi, saya hanya bosan aja dikamar".


"Baiklah nona jika ada yang diinginkan bilang sama saya nanti saya siapkan semuanya untuk nona".


"Terimakasih bi. Oh ya ngomong ngomong kenapa rumah sepi banget ya bi pada kemana??". Tanya Misha penasaran karena saat sarapan tadi orang tua Riyan masih memakai pakaian santai tidak ada tanda tanda untuk pergi keluar.


"Tuan sama nyonya pergi ke kantor nona agak siang, mereka ada perjalanan bisnis ke Singapore untuk beberapa hari. Saya ditugaskan untuk menjaga nona dirumah ini saat mereka tidak ada diluar. Nona juga tidak diizinkan untuk menerima tamu atau pergi ke luar rumah tanpa penjagaan". Ucap kepala maid itu menjelaskan semuanya yang majikannya perintahkan.


Misha hanya mengangguk sebagai jawaban. Dia duduk di pinggiran kolam dengan kaki di masukan ke dalam air sambil dimainkan menggunakan kaki.


Untuk maid itu sudah masuk ke dalam rumah meninggalkan Misha sendirian disana.


Tangan yang sibuk menskrol media sosial yang ntah kenapa masih terlihat berita dirinya dengan CEO AT Company yang kian memanas. Bahkan photo Misha dan Arthur yang awalnya di blur kini terlihat jelas.


"Kenapa jadi seperti ini??". Gumam Misha saat melihat photo baru yang beredar.


Misha dengan cepat masuk ke akun Instagram miliknya untuk melihat akun Arthur mengecek unggahan baru milik dia. Ternyata benar beberapa photo Misha beredar di akunnya dengan wajah yang sedikit terlihat walaupun Misha tidak melihat ke kamera. Tapi orang orang bisa melihat bahwa itu photo dirinya saat liburan di Korea.

__ADS_1


"Ini kan photo saat aku jalan jalan sama Riyan di Korea. Kenapa dia ngambil photo aku secara diam diam. Berarti saat dia di Korea, dia mengikuti aku dong". Ucap Misha sudah tidak tahu jalan pikiran pemuda itu. Dia bisa menyimpulkan bahwa semua ini sudah dia rencanakan dengan sangat matang.


Bahkan dengan kejadian ini karir Misha di bidang modeling kian meninggi bukan malah menurun. Perusahan RV GAMSTORE hanya mengonfirmasikan bahwa misha model baru mereka tidak ada penjelasan lebih. Misha juga tahu karena itu semua atas keinginannya dan Riyan agar hubungan mereka tidak diketahui oleh publik.


Misha dengan cepat mencari kontak Riyan untuk menghubunginya guna membicarakan tentang berita itu.


Panggilan tersambung tapi Riyan tidak kunjung mengangkat panggilan darinya. Hal itu membuat Misha kesal dan mengubungi Angga yang mungkin sedang bersama dia.


Baru beberapa dering sudah tersambung dan terdengar suara seseorang di sebrang telpon tidak seperti saat menelpon sang kekasih.


"Hello, ga Lo dimana??". Tanya Misha to the point.


"Gue dikantor kenapa??". Tanya Angga di sebarang telpon.


"Apa Riyan ada dikantor atau sedang meeting??".


"Hari ini dia tidak ada meeting apapun dan kemungkinan seharian ini ada di ruangannya. Tapi tidak sama gue, kenapa emangnya ada masalah??". Ucap Angga mulai penasaran.


"Ah tidak, Gue cuma bertanya. Kalau gitu gue tutup telponnya ya".


"Baiklah, ingat jangan keluar rumah karena masih banyak wartawan yang mencari keberadaan lo sekarang,, di apartemen maupun di perusahaan ini".


"Hm".


Misha mematikan panggilan itu yang sudah tambah kesal. Ternyata Riyan senagaja tidak mengangkat panggilan nya dan tidak membalas pesan satu pun dari dia.


Dengan cepat Misha mengelap kakinya yang basah menggunakan handuk yang diberikan oleh salah satu maid lalu masuk ke dalam untuk mencari kepala maid yang ada di dalam rumah.


"Bi bibi,". Panggil Misha berjalan ke arah dapur. Kemungkinan mereka ada disana karena jam waktu mereka untuk masak makan siang.


"Iya nona ada yang bisa saya bantu??".


"Saya mau keluar, tolong pesankan saya taksi ya bi soalnya saya tidak dikasih tahu alamat rumah ini". Ucap Misha dengan lembut.


"Maaf nona saya tidak berani. Nona mau kemana?! Apa nona sudah izin kepada den Riyan atau nyonya besar??".


"Tidak bi saya hanya ingin ke kantor Riyan aja gak bakal kemana mana kok, nanti saya akan langsung pulang lagi".


"Tapi non-".


"Bibi percaya sama saya". Potong Misha saat melihat kepala maid ragu.


"Baiklah non, tapi biarkan supir yang mengantar non ke kantor den Riyan". Ucap maid itu agar kekasih anak majikannya itu aman saat keluar rumah.


"Em boleh bi kalau begitu saya siap siap dulu". Ucap Misha berlari menaiki anak tangga menuju kamar Riyan. Dimana sudah menjadi milik Misha saat dia ada di kediaman Mahendra.

__ADS_1


Misha membuka lemari dengan lebar mencari pakaian yang akan dia kenakan. Kepastian Misha akan sedikit menyamar agar tidak diketahui oleh semua orang. Dia masih teringat akan banyaknya wartawan di lobi apartemen. Itu akan berbahaya jika mereka melihat misha yang berkeliaran di luar.


Celana jins hitam dan hoodie crop, kalau tangan Misha diangkat kepastian perut misha akan terlihat dengan jelas. Karena Misha tidak mengenakan tank top untuk dalaman.


Untuk rambut, Misha sengaja di kuncir kuda dan akan ditutupi menggunakan topi hitam. Misha mengambil tas mini selempang untuk menyimpan ponsel, dompet kartu dan uang tunai beberapa lebar.


Lalu keluar dari kamar untuk segera berangkat menuju kantor Riyan tanpa memberi tahu orangnya terlebih dahulu.


"Non supir sudah menunggu di depan". Ucap kepala maid saat melihat Misha turun dari lantai atas.


"Iya bi makasih, saya akan cepat pulang".


Misha berjalan keluar dengan pikiran yang berkelana jauh. Ingin sekali menepis pikiran negatif itu tapi susah untuk Misha sendiri.


"Silahkan nona". Ucap supir yang akan mengantar Misha.


"Terimakasih".


Misha sedikit terkejut saat melihat supir itu masih muda. Mungkin hanya berjarak beberapa tahun diatas umur dia.


Di dalam perjalanan, Misha hanya menatap ke arah jendela mobil melihat jalanan yang lumayan padat. Sesekali mobil mereka terjebak macet.


"Kakak sudah lama kerja sebagai supir di kediaman Mahendra??". Tanya misha memecah keheningan.


"Tidak nona, baru beberapa minggu hanya menggantikan paman saya yang sedang menjaga istrinya sedang melahirkan di kampung". Balas sopir itu dengan sopan.


Misha mengangguk paham. "Nama kakak siapa??".


"Saya Tomi nona".


"Panggil Misha aja, dilihat lihat kakak masih muda?? Kuliah atau kerja dimana sebelum menggantikan paman kakak??". Tanya Misha lebih lanjut. Iya ingin sekali memliki teman untuk diajak berbicara.


"Saya kuliah nona kebetulan sekarang saya libur makanya biasa mengantar nona". Hanya itu yang Tomi jawab membuat misha tidak berani bertanya lagi.


Dia diam dengan mengambil ponselnya di dalam tas. Dilihat dari perjalanan mereka masih cukup jauh dan sekarang malah terjebak macet yang sangat panjang. Mungkin didepan sana ada kecelakaan yang menghambat laju kendaraan.


Sampai gak lama misha merasa bosan di dalam mobil yang tidak melakukan apapun bahkan ia hanya bisa menskrol menu di ponselnya karena malas membuka media sosial yang isinya berita dirinya yang tidak kunjung redam malah kian bertambah.


Misha pun pusing menghadapi ini karena ini hal pertama yang terjadi pada dia. Apalagi misha bukanlah artis atau orang penting tapi malah membuat media sosial heboh.


Bahkan photo/Data diri Misha banyak dicari serta masa lalunya terangkat di media. Padahal itu hal pribadi Misha gak gak mau orang tahu.


Awalnya Misha hanya bisa menyerahkan masalah ini kepada Riyan, kekasihnya tapi malah gak selesai dengan cepat. Kalau gini mending dia minta bantuan mami Vita saja, pikir Misha.


To be continuetd, , , ,

__ADS_1


__ADS_2