
Pagi hari yang cerah, Misha memutuskan untuk datang ke perusahaan Riyan untuk melihat pekerjaan apa yang kekasihnya itu kasih.
Misha pergi ke perusahaan Riyan sendiri dengan menggunakan ojek online. Saat ingin masuk ke lobi, Misha melihat Angga yang baru datang.
Angga melihat keberadaan Misha langsung mendekat dengan wajah yang ramah. Para karyawan kaget melihat sikap asisten pribadi Presdir yang sangat dingin itu. Biasanya mereka hanya bisa melihat wajah Presdir dan asisten pribadi dengan wajah datar, dingin serta menyeramkan.
"Sha ada apa kesini??".
"Aku mau ketemu Riyan,, dari kemarin minta aku buat ambil keputusan secepatnya".
"Ya udah ayok bareng aku". Kata Angga mengajak Misha masuk ke dalam perusahaan.
Meraka berjalan dengan sejajar menuju lift khusus petinggi. Ditelinga Misha terdengar suara bisikan bisik karyawan yang membicarakan dia tapi Misha tidak mempermasalahkan itu.
"Pagi tuan Angga". Sapa sekertaris Riyan yang ada didepan ruangan menundukkan kepala sedikit untuk memberi hormat.
Angga dan misha masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu yang sudah menjadi kebiasaan Angga.
Tiba tiba, ,
Pltak,., ,
"Aww~".
Pulpen yang dilemparkan Riyan mengenai kepala Misha dengan keras.
Pulpen itu dilempar dengan tujuan kepada Angga tapi karena Angga menghindar dan Misha berada dibelakang nya membuat dirinya lah yang menjadi korban.
Mendengar rengekan kesakitan dari suara yang dia kenal membuat Riyan menatap ke arah depan. Ternyata benar Riyan langsung membulatkan mata dan berlari ke arah Misha yang sedang mengelus kepalanya yang kesakitan.
"Sayang maafin aku".
Riyan mengelus dan memeluk Misha meminta maaf akibat lemparan pulpen yang tidak sengaja.
"Jangan sha marah aja yang lama". Provokasi Angga berjalan untuk duduk di sopa. Sedangkan Riyan menatap Angga dengan tajam.
"Sayang aku minta maaf".
"Aku baik baik aja". Seru Misha menenangkan Riyan yang terus memohon.
Misha dibawa ke sopa untuk duduk dengan perlahan tapi kulit Riyan terus mengucapkan permintaan maaf yang membuat Misha jengah. "Yan bisa stop minta maaf gak aku tidak apa apa kamu jangan seperti ini dong". Seru Misha.
"Tuh kan kamu juga marah".
",,,,".
Angga yang ada disana diam diam melirik ke arah pasangan yang sedang banyak drama. Dia melihat wajah Misha yang sudah mulai berubah akan kelakuan Riyan saat ini.
"Ga anterin aku pulang yuk,, daripada disini dengerin rengekan Riyan dari tadi". Ucap Misha membuat Riyan diam menatapnya dan Angga bergantian.
"Ayo".
"Ga Lo kerjain pekerjaan kantor dan backup meeting pagi ini". Sambung Riyan membuat Angga diam masih dengan posisi jongkok.
"Tidak apa gue anterin Misha dulu lagian hanya beberapa menit doang. Jarak dari kantor ke apartemen sangat dekat".
Mendengar ucapan Angga membuat Riyan tambah kesal menatap Angga tajam. Saat ini Angga tahu akan apa yang sedang Misha rencana dan dia ingin ikut andil di dalamnya.
Seperti yang sudah Misha duga Riyan akan tetap kekeh tidak membiarkan Misha pergi dan terus merengek seperti anak kecil.
__ADS_1
"Kamu diam apa aku pulang sekarang". Ancam Misha kepada Riyan.
"Oke, oke aku diam".
Akhirnya sekian lama mereka terdiam dengan pemikiran yang berbeda. Misha duduk memainkan ponsel nya seketika lupa akan tujuan awal dia datang ke kantor Riyan.
Riyan yang ada disana memberi sinyal kepada Angga untuk meninggalkan ruangan tapi dengan resenya Angga berpura pura tidak melihat ke isyarat itu.
Pltak, , ,
Riyan yang mulai kesal dengan keberadaan Angga langsung melemparkan bantal dengan tatapan yang sangat mengerikan.
"Sha aku ke ruangan dulu ya banyak pekerjaan yang menunggu". Kata Angga memberitahu misha.
"Ah baiklah, makasih ya udah antar aku kesini".
Angga mengacungkan jempol. Lalu meninggalkan mereka berdua menuju ruangan dia sendiri yang ada di sebrang ruangan Riyan.
"Sayang apa kamu lapar?? Kamu mau makan apa??". Ucap Riyan dengan lembut.
"Aku masih kenyang sebelum berangkat kesini baru sarapan".
".....".
Melihat Misha sedikit cuek membuat Riyan bingung harus berbuat apa iya hanya bisa menatap kekasihnya yang terus bermain ponsel.
"Kamu gak ada kerja??". Tanya Misha menatap ke arah Riyan yang terus ada disampingnya sedari tadi.
"Hm~ kamu kesini ada apa??".
"Oh iya aku lupa,, aku kesini mau tanya pekerjaan buat aku apa?? Aku ingin cepat kerja bosan di apartemen". Ucap Misha saat menyadari tujuan awal datang ke sana.
"Kamu gak usah kerja. Kalau bosen kamu datang aja kesini".
"Ah oke, oke kamu mau kerja apa nanti aku siapkan jangan ngambek dong sayang". Bujuk Riyan memegang pipi misha.
"Terserah kamu yang penting pas dengan skil aku,, ya walaupun aku gak bisa apa apa sih". Seru Misha tidak percaya diri. aku gak bisa apa apa sih". Seru Misha tidak percaya diri.
"Asisten-".
"No,, jangan asal taruh aku di posisi yang menguntungkan kamu tapi mengusahakan aku". Potong Misha menunjuk wajah Riyan mengintimidasi.
Riyan yang mendapat ultimatum yang mengerikan membuatnya pasrah dan memikirkan apa yang cocok untuk Misha berkerja.
"Siska masuk ke ruangan saya". Perintah Riyan memencet panggilan kepada sekertaris nya yang ada di depan ruangan setelah berjalan ke arah meja kerjanya yang tidak jauh dari sopa.
Tok tok tok.
"Masuk".
"Tuan panggil saya??". Siska sekertaris Riyan memasuki ruangan menundukkan hormat sebelum berbicara.
"Bagian depertemen apa yang kosong??". Tanya Riyan berdiri di samping meja kerja.
"Saya cek dulu sebentar tuan".
Siska kembali masuk ke dalam ruangan membawa iPad di tangan mengecek sesuatu. "Depertemen keuangan, pemasaran dan administrasi tuan,, tapi untuk bagian keuangan kami sedang meninjau dan membiarkan semua calon data untuk diserahkan kepada tuan".
"Baiklah kamu bisa keluar dan untuk depertemen saya udah ada orangnya beberapa hari lagi dia akan langsung kerja,, kamu siapkan ruangan terpisah dengan yang lain".
__ADS_1
"Maksud tuan??". Siska bingung dengan apa yang bosnya perintahkan. Selama ini setiap setiap karyawan bekerja di tempat yang sama tanpa ada yang dibedakan ruangan per depertemen.
Bukan hanya Siska yang bingung tapi Misha juga ikut bingung dengan ucapan Riyan. Dia merasa akan ada sesuatu yang menimpa dirinya sebelum bekerja disana.
"Nanti saya bicarakan lagi kamu keluar sekarang".
Riyan ragu setelah melihat wajah Misha. Dia akan mengecek sendiri bagian itu agar kekasihnya nyaman saat bekerja disana nanti.
"Sayang apa kamu ingin cek dulu bagian kamu berkerja di perusahaan aku".
" Bagian apa??". Tanya Misha menyelidik.
"Administrasi".
Bisa ditebak bahwa pikiran Misha memang benar apa yang akan Riyan lakukan. Lalu Misha setuju melihat ke bagian yang akan dia tempati nanti.
"Baiklah ayok aku mau lihat". Keputusan Misha bangkit dari duduk mengambil ponsel meninggalkan tas diruangan Riyan.
Misha berjalan mengikuti Riyan menuju lantai 10 tempat depertemen yang akan Misha masuki diikuti Siska dibelakang mereka berdua.
Riyan meminta Misha berjalan berdampingan tapi Misha menolak dengan melangkahkan sedikit ke belakang untuk menjaga jarak.
Kedatangan Presdir ke bagian mereka yang jarang didatangi membuat semua orang ketakutan dan fokus dengan pekerjaan masing masing. Adapun beberapa yang curi pandang ingin mengetahui kedatangan Presdir nya apalagi dengan wanita di belakang yang berpenampilan sederhana.
Depertemen administrasi dan pemasaran berada di lantai yang sama. Tapi ruangan yang berbeda. Setiap depertemen memiliki 2 ruangan terpisah dengan beberapa orang didalamnya dengan tugas yang berbeda.
Dia melihat beberapa meja kosong yang belum ditempati dan kadang ditempati oleh karyawan yang ikut magang di perusahaan nya dari seluruh universitas. Bahkan untuk mahasiswa magang pun sangat ketat karena setelah lulus mereka akan mendapatkan kesempatan berkerja di Rendra company seluruh cabang jika penilaiannya bagus.
"Maaf tuan apa ada masalah yang membuat tuan datang ke sini??". Tanya seseorang yang baru datang menghampiri mereka.
"Tidak ada,, saya hanya ingin mengecek ruangan ini". Jawab Riyan menatap sekeliling.
Misha melihat beberapa meja yang kosong dan bisa ditebak dia akan duduk dimana. Hanya ruangan itu yang memiliki banyak kursi kosong daripada ruangan yang sebelumnya mereka masuki.
Wanita yang baru datang sangat tegang karena ini pertama kali pemilik perusahaan datang ke depertemen mereka biasanya hanya sekertaris atau asisten pribadi nya yang akan datang jika ada hal yang ingin disampaikan.
Siska dan wanita itu seperti sedang mengobrol dengan bahasa isyarat yang kebetulan tertangkap oleh Misha. Hal itu membuat Misha mengerutkan kening bingung.
" Elma apa kamu kekurangan orang??". Tanya Riyan yang membuat dua orang itu kaget.
"Iya tuan,, beberapa karyawan di departemen ini Risen karena ada masalah tertentu yang harus mereka selesaikan dan memutuskan untuk meninggalkan perusahaan. Tapi saya udah mengajukan ke pihak HRD untuk mencari orang baru". Kata wanita yang bernama Elma.
"Baiklah kenalin dia Misha pa- ".
Riyan kaget mendapatkan cubitan di pinggang dengan keras dari samping. Saat menengok ke arah Misha iya sangat kaget melihat kekasihnya menatapnya tajam.
"Dia Misha yang akan masuk di depertemen ini". Lanjut Riyan.
"Baik tuan nanti saya meminta orang untuk menyiapkan meja untuk Misha".
"Baiklah saya pergi, dan ingat dia masuk kerja besok pagi".
Misha mengerutkan kening melihat Riyan yang berubah kesal kepada karyawan nya tapi dia juga bingung karena apa.
"Baik tuan".
"Hello mba saya Misha tolong kerjasamanya ya maaf kalau Misha bakal nyusahin disini". Ucap misha ramah.
"Selamat bergabung dengan kami dan semoga Misha betah di depertemen ini". Seru Elma juga ramah.
__ADS_1
...---------...
...Happy Reading.,...