Destiny In My Life

Destiny In My Life
Ujian sekolah


__ADS_3

Bulan ini adalah bulan yang sangat padat untuk gadis cantik yang sebentar lagi akan lulus dari sekolahnya. Ia harus mengikuti beberapa ujian untuk menyatakan dia lulus atau tidak.


Semua siswa kelas 12 jurusan komputer dikumpulkan di satu ruangan untuk diberikan arahan tentang ujian praktek yang akan diselenggarakan pada hari ini.


"Baik anak anak saya kumpulkan kalian disini untuk memberikan tentang ujian praktek tentang jurusan yang kalian ambil. . Saya perintahkan setiap kelas membuat 1 video klip atau film pendek yang kalian bikin sendiri dari awal". Penjelasan guru mapel di depan kelas.


"Temanya apa pak??". Tanya salah satu siswa.


"Terserah kalian. . Bapak tidak akan menuntut apapun dari kalian asal itu dibuat dari awal sampai akhir tidak ada bantuan dari luar , dimulai dari naskah, kamera dan apapun itu".


"Baik pak". Ucap semua siswa kompak.


"Saya kasih waktu dari sekarang untuk editing akan dilakukan hari Rabu dan akan diawasi langsung dari pengawas luar tidak dari guru sekolah". Lanjut guru mapel.


Setelah guru meninggalkan ruangan, semua siswa langsung berkumpul setiap kelas untuk membicarakan tentang tema apa yang akan mereka bikin.


"Gimana kalau film pendek aja tentang sekolah". Usul salah satu siswa.


"Hm. . Aku sarankan sih jangan yang terlalu banyak adegan karena akan mempersulit waktu editing". Seru Misha.


"Setuju. . kita ambil yang membutuhkan waktu singkat tapi bagus". Setuju Elma dengan perkataan Misha.


"Gimana kalau bikin video klip lipsing. . Video kita yang buat tetapi untuk suara pakai artis artis yang ada di YouTube". Usul ketua kelas 12b.


"Ok gue setuju. . gimana yang lain??". Tanya Elma kepada semua orang.


"Setuju". Balas semua teman sekelas nya kompak.


Semua siswa kelas 12 B berunding tentang apa yang akan mereka buat dan tugas per orangnya.


Disini Misha akan jadi asisten sutradara sedangkan yang akan jadi modelnya Elma yang kebetulan masuk kriteria dalam lagunya.


Semua orang sibuk mengerjakan apa yang sudah direncanakan dari awal. Lokasi akan dipakai di dekat sekolah yang kebetulan cocok untuk membuat Video klip.


Lingkungan sekolah Misha memang dikelilingi pohon Pinus yang membuat udara cukup segar. Daerah tempat tinggal Misha memang berada di pegunungan. Dari desa ke desa lain masih terpisahkan dengan lingkungan tanah kosong dan persawahan.


Karena fokus dengan pembuatan tugas ujian mereka membuat semua orang lupa akan waktu menunjukan siang hari.


Pembuatan memang menggunakan ponsel karena tidak disarankan menggunakan kamera. Untuk mencegah hilangnya video yang mereka ambil, mereka langsung menyimpan dalam setia komputer yang ada di lab.


Sebelum pulang anak kelas 12b pergi ke lab untuk mentransfer file ke dalam komputer.


"Sha mau langsung pulang??". Tanya Tina yang melihat masih duduk di bangku tempatnya.


"Langsung lah emangnya mau kemana lagi". Ucap Misha fokus pada layar monitor.


"Main dulu yuk". Ajak Tina.


"Gak bawa baju ganti gue". Tolak Misha.


"Gue juga nggak. . Temenin gue ke suatu tempat". Ucapan Tina membuat Misha menatap ke arahnya penasaran.


"Lo mau ketemuan??". Tebak Misha yang langsung membuat Tina tersenyum salah tingkah.


"Tau aja Lo".


"Dih siapa lagi. . Jangan bilang sama yang kemarin gak jadi". Sarkas Misha menunjuk Tina yang banyak memiliki gebetan tetapi tidak pernah ke tahap pacaran.


Mendengar ucapan temannya itu membuat Tina menggelengkan kepala. "Gak jelas dia orangnya".


Hembusan napas terdengar dari sebelah bangku Tina siapa lagi kalau bukan Misha yang sedari awal diajak ngobrol.

__ADS_1


"Dimana??". Tanya Misha.


"Di warnet". Balas Tina dengan senyum manis.


"Jadi nyamuk lagi gue". Tebak Misha menatap layar monitor kembali.


"Nggak kok dia bawa temannya gak sendirian". Seru Tina membuat Misha menatapnya kembali.


"Ta pulang sama gue". Teriak Misha pada sinta yang duduk di belakang dirinya.


"Kenapa??". Tanya Sinta bingung.


"Udah nanti juga Lo tau".


"Ok gue hubungin kakak gue dulu kabarin biar gak dijemput". Sinta memang tidak bisa mengendari motor membuat kakaknya harus antar jemput saat berangkat dan pulang sekolah. Kebetulan juga jarak dari rumah ke sekolah dekat tidak seperti ketiga temannya itu yang jauh.


"El Lo ikut?". Tanya Misha pada elma yang ada di samping Sinta.


"Nggak gue dijemput cowok gue nanti". Tolak Elma.


Mereka bertiga menganggukkan kepalanya, jika berhubungan dengan pacar Elma pasti tidak akan ada toleransi. Mereka akan susah main keluar jika pacarnya ada di rumah, sekolah tempat mereka berkumpul. Bahkan Elma akan susah dihubungi kalau sudah bersama pacarnya.


Pulang sekolah ketiga gadis itu pergi ke warnet masih dengan pakaian sekolahnya. Tetapi tidak dengan atasannya yang memakai jaket/Hoodie. Mereka akan memakai pakaian hangat jika berangkat sekolah karena cuaca pagi sangat dingin apalagi sambil mengendarai motor.


Sampai di warnet Tina langsung menelpon orang yang ingin ketemu sama dia. Kebetulan tempat itu penuh dengan anak yang sedang main game atau hanya main sosial media.


"Tin warnetnya penuh yakin Lo mau masuk??". Tanya Misha meyakinkan Tina.


"Ia lagian udah dipesan sama dia. . Ayo masuk". Ajak Tina mendahului Misha dan sinta.


Tempat warnet disana persekat, satu komputer ke komputer lain tidak akan terhubung. Mereka akan tertutup papan jadi tidak akan terganggu satu sama lain.


Walaupun tempat itu tertutup tidak akan ada yang berani berbuat asusila atau apapun karena ruangan itu dilengkapi dengan cctv yang membuat semua pengunjung tidak bisa berbuat apa apa.


"Kita mau ngapain??". Tanya Sinta yang bingung mau ngelakuin apa.


Mereka memang tidak akan berani membuka sosial media di warnet, takut disalah gunakan orang yang akan memakai komputer nya nanti walaupun sudah dihapus akses masuknya.


"Ntahlah gue juga gak tau". Ucap Misha bersandar di tembok sambil memainkan ponselnya.


Disana mereka sangat bosan jika Tina ditinggalkan ia juga takut terjadi apa apa karena ini pertama kali dia ketemu sama orang itu.


Misha mulai mengotak Atik komputer dan memutuskan untuk menonton film komedi. Karena earphone disana satu membuat kabelnya Misha copot. Jadi suara komputer akan terdengar dimana mana.


Menonton film itu sambil tertawa bersama membuat beberapa orang ada yang penasaran.


Saat asik menonton tiba tiba Misha dan sinta dikagetkan dengan cowok yang mendekati tempat mereka.


"Misha kan??". Tunjuk cowok itu pada Misha yang membuat dirinya terdiam.


"Dia Alex yang gue ceritain sama Lo". Ucap Tina dari seberang.


"Oh Alex". Cengo Misha menganggukkan kepala.


"Salam kenal ya". Cowok yang bernama Alex menyodorkan tangannya untuk bersalaman.


"Ah iya". Balas Misha basa basi.


"Ini Sinta". Lanjut Misha memperkenalkan Sinta yang ada di sampingnya.


"Hai gue Alex". Sapa Alex pada sinta.

__ADS_1


"Sinta".


Setelah kedatangan Alex membuat Misha dan sinta tidak mood untuk menonton film lagi. Mereka terasa canggung hanya bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan Alex padanya.


"Gue beli minum dulu ya". Ucap Misha pada sinta.


"Gue ikut". Seru Sinta dengan cepat.


"Lo disini aja gue bisa sendiri. . Temenin Tina disini lagian cowok semua". Ujar Misha.


"Gue temenin ya". Pinta Alex tiba tiba.


"Ah gak usah cuma sebentar kok". Tolak Misha.


"Gak apa apa lagian gue ada yang mau dibeli". Ucap Alex maksa.


Saat mau menjawab tiba tiba ponsel misha berdering. . .


Melihat ke layar ponsel ternyata ibunya yang menelpon.


"Hello bu". Sapa Misha setalah menggeser tombol hijau.


"Kamu dimana kok belum pulang??". Tanya ibu Nita khawatir.


"Misha lagi diwarnet Bu". Jawab Misha.


"Ini udah sore emang belum selesai". Ucap ibu Nita.


"Udah kok Bu ini juga mau pulang". Seru Misha yang tau ibunya khawatir.


"Cepetan pulang sebelum malam". Bu Nita langsung mematikan telpon setelah mendengar jawaban dari anak bungsu nya.


"Tin pulang yuk udah sore". Ajak Misha.


"Ayo".


Mereka bertiga pamitan pada teman cowok Tina. Lalu pergi mengendarai motor masing masing menuju rumah Sinta.


Ia harus mengantarkan Sinta dulu sebelum pulang yang kebetulan jalan pulangnya satu arah walau memasuki gang.


Diperjalanan mereka juga mampir untuk membeli cemilan untuk dirumah nanti yaitu es cappucino kesukaan Misha.


Benar saja sampai rumah Misha bertempatan dengan adzan berkumandang. Jarak dari warnet ke rumah Misha memang sangat jauh.


Misha langsung pergi ke kamar untuk meletakan tas. Lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan sebelum shalat magrib.


Dan akan istirahat lebih awal karena sangat kecapekan.


...-------------------------...


Hai reader. . .


Maaf kalau banyak typo dalam setiap tulisan author hanya memakai handphone untuk mengaturnya . . .


Dukung terus author. .


Ingat ini hanya cerita fiksi tidak ada kaitan dengan siapapun. . .


Dilarang copas dan menjiplak hak cipta orang. . .


Happy reading semua. . . . .

__ADS_1


__ADS_2