Destiny In My Life

Destiny In My Life
Teman baru


__ADS_3

...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...


Matahari sudah sangat terik. Bukan pagi lagi melainkan hari sudah siang dan jam menunjukan pukul 11 siang.


Dua gadis yang baru sampai di kota Jakarta itu baru menggerakkan tubuhnya yang asik dengan alam mimpi.


Hari ini mereka memang sengaja untuk bangun siang sebelum besok mulai bekerja.


"Hoammmm". Misha gadis yang pertama bangun langsung meregangkan tubuhnya yang sedikit kaku.


Melirik ke samping dirinya tidur, disana Laura masih tertidur lelap.


Hal yang pertama Misha lakuin adalah pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Lalu keluar dengan memakai pakaian santai.


"Lo mau makan apa??". Tanya Laura yang membuat Misha kaget.


"Akh. . .****** Lo ngagetin gue aja". Ucap Misha yang tidak melihat Laura di depannya karena tertutup dengan handuk yang sedang mengeringkan rambut.


"Dih lebay". Celetuk Laura yang sedang bikin minum.


Plak. . . Pukulan mendarat di tangan Laura dan membuat orangnya kesakitan.


"Sakit bang****". Keluh Laura mengelus tangan yang sakit.


"Bodo amat. . Lagian gue tau nya Lo masih tidur sekarang dah nangkring disini aja". Ujar Misha berjalan ke ruangan depan.


"Amat udah gak bodo". Teriak Laura sedikit kesal berjalan menghampiri Misha.


"Kita harus ke caffe hari ini juga buat ketemu manajer caffe". Lanjut Laura membuat Misha kaget karena mendadak.


"Baiklah". Ucap Misha.


Hari ini misha akan pergi membeli beberapa kebutuhan setelah dari caffe nanti. Manajer caffe meminta Misha untuk menemuinya hari ini karena besok dia tidak akan masuk ada pekerjaan di luar.


Pukul 2 siang Misha dan Laura sudah siap untuk pergi ke caffe Crescent moon tempat Laura bekerja.


Jarak dari kontrakan ke caffe memang sedikit jauh yang harus memerlukan waktu 15 menit jika mengendarai motor. Itu juga tempat yang paling dekat menurut Laura ke kontrakannya. Banyak kontrakan di sekitar sana tetapi kebanyakan khusus pelajar.


Caffe Crescent Moon memang berada di dekat kampus dan beberapa sekolah. Tempat itu cocok untuk tempat nongkrong anak muda yang memang kebetulan hanya menyediakan makanan ringan dan aneka minuman.


Sampai di caffe, Laura langsung mengajak Misha untuk masuk ke dalam caffe untuk bertemu dengan manajer.


"Hai na. . Pak Rafa ada??". Tanya Laura kenapa kasir disana.


"Dia lagi keluar sebentar. . Tadi dia pesan katanya Lo disuruh nunggu". Jawab gadis penjaga kasir yang bernama Nana.


Saat mereka berbincang, salah satu teman Laura yang lain datang juga kerja disana. " Ra Lo bukannya balik kampung??". Tanya gadis yang lain.


"Gue baru datang tadi pagi". Ujar Laura.

__ADS_1


"Gue tunggu disana aja ya??". Lanjut Laura menunjuk ke meja kosong di pojok caffe.


Mereka berdua duduk di kursi sambil menunggu pak Rafa datang. "Lo mau pesan??". Tanya Laura saat melihat Misha membuka buku menu.


Mendengar pertanyaan Laura membuat Misha menatapnya dan tersenyum sampai terlihat deretan giginya. Lalu mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan caffe.


Datanglah pelayan cowok ke tempat mereka duduk. "Mau pesan apa mba??". Tanya pelayan itu.


"Aw. . Laura". Sapa pelayan itu kaget melihat temannya duduk disana.


Mereka duduk di bangku paling pojok dan Laura duduk menghadap ke arah luar membuat pelayan itu awalnya tidak mengetahui siapa yang duduk disana.


Laura dengan cepat menengadahkan kepalanya melihat siapa yang memanggilnya." Hai Zis..". Ucap Laura melambaikan tangannya.


"Pantesan gue liat dari belakang kaya gak asing. . Ternyata Lo Ra. . Kapan nyampenya??". Tanya cowok itu yang bernama Azis.


"Tadi pagi. . Oh ya kenalin ini temen gue Misha". Laura langsung memperkenalkan Misha saat melihat Azis menatap beberapa kali ke arahnya.


Misha yang memang agak cuek ke orang baru hanya sedikit tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Berbeda dengan cowok itu yang langsung bersikap ramah." Hai salam kenal aku Azis". Ucap Azis menyodorkan tangannya untuk berkenalan.


Dengan cepat Misha membalas uluran tangan cowok itu dengan menyebutkan namanya.


"Dih sok alim Lo. . Awas sha dia buaya darat". Ucap Laura dengan berbisik tetapi bisa didengar oleh orangnya.


Cowok itu mendengar apa yang dibilang Laura langsung menatapnya dengan intens. "Lo diem aja napa gak liat gue lagi usaha". Ucap Azis mendorong Laura sedikit.


Tanpa mau mendengar ucapan Laura. Azis langsung menatap kembali ke arah Misha yang ada di kursi sebelah.


"Mau pesan apa cantik. . biar Abang yang bayarin". Ucap Azis dengan manis.


"Jangan mau". Sahut Laura.


Azis langsung ingin menutup mulut Laura tetapi dengan cepat cewek itu menghindar.


"Tenang aja gue gak mempan rayuan apapun". Ucap Misha dengan enteng membuat Laura menjulurkan lidahnya kepada Azis dengan meledek karena usahanya gagal.


"Gue mau pesan strawberry cake dan ice cappucino". Lanjut Misha menyebutkan pesanannya.


Tidak sampai disitu juga Azis yang notabe nya memang bermulut manis terus saja menggoda Misha. Sampai akhirnya Laura sedikit kesal karena pesannya akan terhambat.


Setelah mendapat Omelan dari Laura cowok itu langsung pergi untuk memberikan pesan.


Gak lama kemudian datanglah Tasya salah satu teman Laura juga yang bekerja disana.


"Uh untung Lo yang bawa pesanannya". Ucap Laura saat melihat Tasya.


"Lah emangnya kenapa??". Tanya Tasya sedikit bingung sambil meletakan semua makanan di meja.

__ADS_1


"Lo gak tau aja gimana buaya darat kalau ada cewek bening". Keluh Laura dengan kelakuan teman cowoknya itu.


"Haha. . Biasa lah baru putus dia kemarin Lo gak tau aja dia ada yang menggemparkan di caffe ini kemarin". Ucap Tasya yang duduk di kursi kosong. "Eh Lo Misha kan??". Tanya Tasya yang melihat ke arah Misha.


"Ia dia Misha". Ujar Laura.


Mereka memang pernah ngobrol bersama saat Misha menelpon Laura saat jam kerja. Tetapi Misha yang memang susah mengingat orang jadi lupa dengan Tasya.


"Untung gak ada Yuda kalau ada abis Lo sama dia dipepet terus". Ujar Tasya dengan sedikit tertawa kepada Misha.


"Maksudnya gimana??". Bingung Misha dengan muka imutnya.


"Dia lebih parah dari Azis cowok yang tadi itu". Sambung Laura yang membuat Misha tambah bingung. "Tapi Lo tenang aja sya. . Dia gak akan mempan sama biaya darat kaya mereka.. udah bisa dia sampai sekarang tetap jomblo". Lanjut Laura dengan meledek misha.


"Sialan Lo. . Pake dibilangin gue jomblo nanti dikira gue gak laku lagi". Pekik Misha sedikit kesal.


"Haha cewek secantik Lo jomblo". Tunjuk Tasya.


"Bukannya gue gak laku tapi gue pemilih". Ucap Misha dengan percaya diri.


"Asik. . Lama milihnya Lo mah".


Saat asik berbincang bincang Laura melihat pak Rafa sebagai manajer plus pemiliknya berada di meja kasir.


Dengan cepat Laura mengajak Misha untuk menemuinya sang pemilik caffe.


"Siang pak Rafa". Sapa Laura membuat orangnya kaget.


"Lauraaaa. . . . ". Ucap Rafa mengelus dadanya yang sedikit berdebar lebih kencang.


Tanpa merasa bersalah Laura hanya tertawa kecil saja.


Begitulah mereka kenapa pada betah bekerja disana karena sang pemilik nya juga menganggap mereka teman bukan sekedar bos dan bawahan.


Caffe itu dikelola langsung oleh Rafa yang memang masih muda. Rafa memulai bisnisnya dari nol sampai dikenal semua kalangan remaja di mana mana.


Tidak hanya itu di caffe Crescent moon itu ada live music nya dari jam 19.00-21.00 malam. Jika malam Minggu akan tutup lebih lama 1 jam karena caffe itu memang tidak memberikan karyawan shift dan tentu nya ada bonus nya setiap bulannya.


Semua gaji dan bonus bulanan di caffe itu sama rata untuk mencegah terjadinya salah paham di setiap karyawan. Tetapi juga ada bonus tambahan akan langsung diberikan setalah mengerjakan pekerjaan itu oleh sang pemilik.


...----------------...


Hai reader. . .


Maaf kalau banyak typo dalam setiap tulisan author hanya memakai handphone untuk mengaturnya . . .


Dukung terus author. .


Ingat ini hanya cerita fiksi tidak ada kaitan dengan siapapun. . .

__ADS_1


Dilarang copas dan menjiplak hak cipta orang. . .


Happy reading semua. . . . .


__ADS_2