Destiny In My Life

Destiny In My Life
Sebuah Poto


__ADS_3

"Misha dengerin kata mami kali ini aja sayang, jangan pikirkan Riyan dia gak makan berhari hari buktinya dia masih ada disini hari ini". Kata mami Vita tapi membuat misha bingung.


"Emang Riyan kenapa??kamu pernah gak makan berhari hari??". Tanya Misha menyelidik.


Misha tidak tahu kabar seminggu dari Riyan setelah kejadian Stella di caffe. Saat ini ia merasa ada hal aneh yang disembunyikan darinya.


Misha menatap kembali ke mami Vita yang diam . "Maksud mami tadi apa??". Tanya Misha lagi.


Mami Vita hanya diam tanpa mau menjawab ia hanya menatap Riyan sang anak yang berpenampilan bukan seperti biasanya.


Riyan memakai pakaian biasa dan rambut sedikit acak. Ia tahu akan kebiasaan anaknya hari hari ini sangat berbeda setelah tidak berhubungan dengan Misha.


"Ya udah kita masuk nanti Riyan sendiri yang jelaskan.. mami malas jelasinnya". Seru mami Vita menatap anaknya dengan tatapan tajam. Tapi saat menatap ke arah Misha ia tersenyum manis.


Misha dibawa masuk kembali ke dalam menemui suaminya yang masih ada dimeja makan dengan diikuti Riyan di belakang.


"Disini anaknya siapa kenapa gue jadi terasingkan". Gumam Riyan menatap 2 wanita yang berjalan terlebih dahulu.


Para bodyguard tidak menahan Riyan karena mereka mendengar nyonya besarnya mengizinkan untuk masuk ke dalam.


Mereka makan malam bersama dengan hening. Makna yang tidak pernah makan nasi banyak membuatnya terlebih dahulu selesai. Mereka juga sudah mengenal Misha walau baru bertemu. Dibelakang itu mami Vita sudah mencari tahu asal usul Misha tanpa diketahui siapapun termasuk anaknya Riyan.


Selesai makan Riyan mengajak Misha untuk duduk di taman samping rumah untuk berbicara.


Misha duduk berdekatan di sopa panjang tanpa berbicara sepatah katapun. Didalam pikirannya banyak banget yang ingin ia tanyakan tapi mulutnya tidak bisa berkata apa apa.


Riyan pun sama dia hanya diam memandang ke depan.


"Apa yang dimaksud dengan perkataan mami tadi??". Tanya Misha.


Mendengar pertanyaan Misha membuat Riyan menatap ke arahnya langsung masuk ke tatapan Misha. Al hasil mereka saling menatap satu sama lain.


Sampai akhirnya Misha memutuskan pandangan itu dengan memandang area taman. Ntah banyak pemikiran aneh yang masuk membuat hatinya begitu tegang.


Misha tidak tahu apa yang sedang dia alami. Ini adalah pertama kalinya dia merasakan itu semua. Misha memang banyak mengagumi semua pemuda tampan yang ia lihat di dalam ponsel. Tapi tidak dengan pemuda yang ada di hadapannya.


Misha mengagumi pada boyband dan aktor luar negri yang ia tonton di drama film. Keseharian nya ia habiskan untuk menonton film pada saat tidak bekerja. Ia jarang melihat aktor dalam negeri tapi bukan tandanya Misha tidak menyukainya. Tapi aktor luar negri yang membuat dirinya tertarik.


Untuk Riyan, dia adalah pemuda pertama yang dia kagumi akan ketampanannya apalagi saat dia berbicara dengan bahasa Inggris.


Misha seeing melihat Riyan menggunakan bahasa lain saat meeting di caffe dan saat berbicara ditelpon. Walaupun Misha tidak mengerti tapi ia sangat mengaguminya.


Kagum yang tidak bisa diutarakan


Lama mereka terdiam dari pertanyaan yang Misha utarakan.


"Jika tidak ingin bicara gue masuk aja". Kata misha membuat Riyan kaget. Dia bisa menebak bahwa sekarang Misha dengan marah.

__ADS_1


Riyan menahan pergelangan tangan Misha saat orang nya ingin masuk ke dalam rumah. "Ok gue bicara". Pekik Riyan membuat Misha duduk kembali.


Helaan nafas terdengar dari mulut Riyan. Misha bingung akan kelakuan Riyan hari ini. Dia baru melihat Riyan yang seperti ini biasanya Riyan selalu membuatnya kesal dan terus mengomel.


"Setelah kejadian itu gue berencana mau jauhin Lo apalagi saat Lo gak mau balas atau angkat telpon.. gue berpikir lo gak mau kenal lagi sama gue dan sebelum Lo bilang kata kata yang akan menyakitkan membuat gue pergi dulu. Tapi itu malah membuat gue kacau.. sehari setelah tidak ada kabar gue terus bekerja untuk mengalihkan pikiran dari lo". Kata Riyan panjang lebar.


Misha kembali menatap ke arah Riyan dengan tatapan yang berbeda.


"Sampai akhirnya gue datang ke kontrakan tapi satpam tidak mengizinkan gue masuk dengan alasan tidak ingin Lo dan teman teman Lo buat dikunjungi.. gue juga datang ke caffe tapi caffe itu tutup beberapa hari.. mulai dari situ gue kembali ke apartemen dan tidak balik ke rumah". Lanjut Riyan.


"Itu alasan mami marah sama Lo??". Tebak Misha membuat Riyan menggelengkan kepala.


"Mami marah karena kejadian yang menimpa Lo akar mukanya dari gue". Seru Riyan pelan.


"Hah~". Kaget Misha.


Riyan langsung menatap ke arah Misha. Ia tahu bahwa Misha tidak tahu apa apa dan tidak paham akan itu semua.


"Mami marah karena gue yang buat Lo sakit dan masuk ke rumah sakit kemarin".


Misha hanya diam memikirkan itu semua membuat Riyan gemas.


"Aw~ sakit Riyan". Pekik Misha karena Riyan mencubit pipinya dengan keras.


"Lo gemes banget sih". Seru riyan membuat Misha terus memukulnya untuk melepaskan tangan dari pipinya.


Setelah cubitan itu terlepas dari pipinya. Misha diam mengerucutkan bibirnya dengan mengelus pipinya yang sakit.


"Mami takut lo memutuskan komunikasi dengannya.. Lo tahu kan sesayang apa dia sama Lo sampai sampai gue anaknya aja mau dikirim ke London agar kalian bisa tetap bersama". Lanjut Riyan.


Misha bengong menatap ke arah Riyan ia bingung dan gak paham dengan apa yang Riyan ucapkan. Yang ia kira keluarganya memang selalu baik pada siapapun.


RRRRRRRRRRRRRR


Mendengar panggilan masuk ke dalam ponsel Misha membuat mereka menatap ke arah ponsel yang ada di atas meja.


Nama Laura tertera di layar ponsel membuat Misha mau tidak mau mengangkat panggilan itu.


"Hello Ra ada apa??".


["Lo baik baik aja kan??Lo ada dimana sekarang??". Tanya Laura khawatir.]


"Gue baik baik aja.. gue ada dirumah Riyan". Balas Misha.


["Ok kalau begitu kalau ada apa apa Lo telpon gue.. gue mau beres beres mau pulang". ]


"Ok Lo gak usah khawatir gue baik".

__ADS_1


Panggilan dimatikan. Lalu Misha meletakan kembali ponselnya di atas meja.


Riyan menatap wallpaper yang ada di layar ponsel Misha, lalu mengambilnya untuk melihat lebih jelas.


Misha memasang photo Jimin BTS idol pavorit nya. Photo itu hanya terlihat setengah wajahnya keatas yang ditutupi dengan kain. Jika mereka tidak tahu akan dunia KPop mereka pasti akan salah paham mengartikan itu semua.


"Dia siapa?? Pacar Lo??". Tanya Riyan.


Misha kaget akan pertanyaan itu tapi ia berusaha tenang tanpa ingin menjawab. Misha hanya memberikan pandangan yang susah dimengerti.


Tidak mendapatkan jawaban membuat Riyan menyandarkan tubuhnya ke sandaran sopa menatap ke depan. Dia ingat akan Poto itu yang selalu di post di story' WhatsApp miliknya.


Riyan tahu akan kebiasaan misha yang selalu post Poto atau video artis terkenal tapi dia tidak mengenal photo itu.


"Lo kenapa??". Tanya Misha.


"Kenapa Lo gak bilang kalau Lo udah punya cowok??". Ucap Riyan pelan.


Saat ini Riyan tidak mau menatap ke arah Misha ia hanya menatap lurus ke depan dengan perasaan sakit.


"Lo gak tanya". Jawab Misha enteng.


"Tapi Lo bohongin semua orang".


"Gue bohongin siapa??".


"Kenapa Lo gak jujur sama gue kalau Lo udah punya cowok". Seru Riyan menatap ke arah misha.


Saat mata itu terlihat oleh Misha. Dia kaget karena tatapan itu berbeda dari sebelumnya. Misha melihat kekecewaan disana.


"Gue gak punya cowok". Seru Misha.


"Terserah Lo aja kalau gak mau jujur sama gue.. gue sadar dan gue gak ada lagi yang mau dibicarakan".


Riyan meninggalkan Misha yang sedang kebingungan.


Misha yang ada disitu menatap kepergian Riyan tanpa ingin menghentikan. Ia menatap wallpaper ponselnya dengan heran.


"Apa ada yang salah gue pasang photo ini". Gumam Misha


Misha masuk ke dalam rumah dan langsung pergi ke kamar Riyan. Dia akan tidur disana karena tidak tahu akan tidak dimana lagi. Di dalam rumah juga tidak ada siapapun sangat sepi padahal jam masih menunjukan pukul 8 malam.


Didalam kamar Riyan juga sepi. Tidak ada Riyan yang masuk untuk mengambil barang apapun.


Duduk di atas tempat tidur sambil memainkan ponsel menskrol media sosial. Misha memang mempunyai semua media sosial tapi jarang untuk menggunakannya.


Sampai Misha memutuskan untuk istirahat lebih awal dari biasanya. Hari ini Misha sangat malas untuk nonton film apapun.

__ADS_1


...---------...


...Happy Reading.,...


__ADS_2