Destiny In My Life

Destiny In My Life
Ketemu lagi


__ADS_3

Kring,,,,, kring,,,,, kring.


Ntah kesekian kalinya alarm berbunyi tetapi tidak membuat kedua gadis yang masih di bawah selimut untuk bangun.


"Ehmmm,,,,". Gumam salah satu dari mereka dan selimut bergerak pelan.


Misha, gadis cantik yang matanya masih tertutup rapat duduk di sisi tempat tidur tanpa berniat untuk membuka matanya sama sekali.


Kantuk masih menyerangnya sebab ia baru tertidur 3 jam yang lalu. Saat perjalanan pulang mereka menghabiskan waktu lebih lama walaupun memakai motor karena macet sangat parah.


Mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Tidak membutuhkan waktu lama Misha keluar dengan wajah yang segar dengan pakaian yang dia bawa sebelumnya.


Saat keluar kamar mandi, Laura yang masih berada diatas tempat tidur masih terbungkus oleh selimut.


"Ra bangun udah siang". Misha terus menggoyangkan tubuhnya sampai terbangun. "Ra bangun,,!!".


"Hm,, gue masih ngantuk". Balas Laura dengan suara serak bangun tidur.


"Udah siang nanti telat masuk kerja". Lanjut Misha bangkit untuk membuat sarapan.


Hanya roti dan susu coklat hangat cukup untuk memulai aktivitas hari ini.


..........


Pukul 07.00 lewat dua gadis keluar dari kontrakan berbarengan dengan temannya yang lain.


"Kalian berangkat dulu nanti gue sama tasya nyusul". Ucap nana pada yang lain.


"Ada apa??". Tanya Laura penasaran karena bisanya kami akan berangkat bersama.


"Tidak apa Tasya ada urusan gue harus antar dia dulu". Balas nana menatap Laura.


"Ya udah kami berangkat duluan kalian hati hati ok". Sahut Misha yang sudah berada didepan Nana saat ini.


Misha, Laura, Azis dan Yuda berangkat terlebih dahulu ke caffe tempat bekerja. Membereskan semua ruangan dan menyiapkan bahan bahan sebelum membuka caffe.


Banyak mahasiswa yang datang hanya sekedar nongkrong mengerjakan tugas kampus/sekolah dan membuat misha merindukan masa sekolahnya dulu. Dia selalu kumpul bersama ketiga temannya di area sekolah dan bercanda bersama dengan yang lain.


Menjelang siang nana dan Tasya tidak juga datang membuat semua orang khawatir karena tidak ada kabar sama sekali.


"Ra mereka gak kasih kabar apapun dari pagi??". Tanya misha khawatir.


"Nggak,, gue Chat juga gak dibales sama mereka". Balas Laura.


"Tanya bang Rafa aja siapa tau dia tau". Saran Yuda yang sedang membuat pesanan.


"Ya udah gue nanti tanyain deh". Seru Misha membawa minuman untuk pelanggan diluar.


Untung pengunjung hari ini tidak terlalu banyak membuat mereka tidak kerepotan. Setelah mengantarkan pesanan, Misha membawa catatan ke kasir dan ingin menanyakan sesuatu pada Rafa.

__ADS_1


"Bang,,!!". Sapa Misha berada di samping Rafa.


"Hmm,,,!!".


"Nana sama Tasya ada hubungin Abang gak". Tanya Misha pelan.


"Oh mereka izin gak masuk.. tadinya ingin jenguk kakaknya Tasya sebentar tapi ternyata gak bisa masuk". Seru Rafa membuat Misha menganggukkan kepala.


"Ada apa emangnya bang??".


"Abang gak tau,, katanya kakaknya sakit". Lanjut Rafa matanya tetap fokus pada layar komputer.


"Oh,, ya udah Misha kebelakang dulu". Seru Misha meninggalkan Rafa.


"Eh sha,,!!". Panggil Rafa yang membuat Misha menghentikan langkah dan menengok kembali ke Rafa. " Kalau butuh bantuan bilang Abang ya".


Mengangkat tangan dengan berbentuk 'ok' sambil tersenyum mewakili jawabannya untuk ucapan Rafa dan kembali ke dapur.


...


Waktunya makan siang terlewatkan karena banyaknya pelanggan yang datang. Biasanya mereka akan makan siang bergantian dengan yang lain tapi sekarang tidak bisa kawan kekurangan orang. Bahkan Rafa pun ikut membantu kami semua mengantarkan pesanan kepada pelanggan.


"Mas/mba....!!!". Seru pelanggan mengangkat tangan.


Misha dengan cepat datang untuk mencatat pesanan mereka dengan membawa buku kecil ditangannya.


"Ya mau pesan apa??". Seru Misha dengan sopan.


"Ice cappucino". Seru orang itu dengan dingin.


"Americano late dan ice cappucino... Baik apa ada lagi??". Tanya Misha menatap kedua pelanggan itu satu satu.


Saat melihat salah satu orang didepannya membuat wajahnya mulai berubah kesal. Dia adalah orang yang membuat pakaiannya kotor dengan jus naga saat di restoran mall.


Teman yang ada didepannya tiba tiba menatap dirinya yang pas ada disampingnya. "Mba apa ada yang salah??". Tanya orang itu mungkin melihat perubahan wajah Misha.


"Ah nggak.. ". Kata misha sambil tersenyum. " Jika lama kami minta maaf ya mas". Ucap Misha sebelum pergi.


"Jika lama kami akan pergi". Celetuk seseorang yang membuat Misha menghentikan langkahnya.


"Eh,, maaf jangan didengerin mungkin dia ada masalah".


"Jika tidak ingin menunggu silahkan anda pergi tanpa datang kembali". Misha berucap dengan menekan kata katanya menahan kesal sambil menatap orang itu dengan tajam.


"Kami pembeli kenapa anda begitu". Balas orang itu menatap Misha dengan songong.


"Maaf tuan tolong bawa teman anda jika tidak ingin menunggu karena pelanggan harus mengantri menunggu pesanan.. kami hanya memiliki 2 tangan dan bisa mengerjakan pekerjaan dengan sekaligus". Seru Misha memalingkan wajah kepada orang yang tadi meminta maaf kepadanya.


Orang itu hanya bisa tersenyum menatap Misha dan kembali ke temannya dengan wajah kesal. "Lo jangan bikin masalah disini".

__ADS_1


"Buat apa caffe ini mempekerjakan pelayan disini jika pekerjaannya hanya lambat buat pelanggan mengganggu". Celetuk orang itu lagi yang membuat Misha mengepalkan tangan.


"Sha ada apa??". Tanya Rafa yang datang karena ada keributan. "Kami minta maaf jika ada kesalahan dan membuat kalian tidak nyaman". Lanjut Rafa kepada pelanggan.


"Ah tidak apa.. teman saya juga yang salah dia lagi ada masalah soalnya".


"Anda yang punya caffe ini??". Ucap cowok itu dengan sinis menatap Rafa.


"Ia tuan saya pemiliknya". Balas Rafa sopan.


"Awasi karyawan anda dengan baik.. jangan buat pelanggan menunggu lama.. mereka kerja apa main main disini". Ucapnya dengan songong.


"Maaf tuan anda menunggu lama.. karyawan kami sebagian mengambil izin tidak masuk karena ada urusan mendadak jadi kami kekurangan karyawan dan pelanggan yang datang sangat banyak membuat pesanan tertumpuk". Kata Rafa dengan sopan.


"Sha bantu aku bikin pesanan segera Yuda kewalahan didalam". Seru Laura yang datang tiba memotong pembicaraan.


"Kamu kembali ke dapur biar saya yang urus". Sambung Rafa kepadanya.


"Sekali lagi saya minta maaf tuan dan saya akan segera membuat pesanan anda". Ucap Misha sebelum pergi tetapi tidak menatap cowok rese itu sama sekali hanya menatap cowok yang satunya.


Pergi ke dapur dengan wajah kesal sambil membuat pesanan pelanggan membantu Yuda. Sedangkan azis dan Laura bulak balik mencatat sambil memberikan pesanan ke setiap meja.


Sampai tiba tiba Misha dikagetkan dengan seseorang yang datang ke dapur membawa beberapa catatan pesanan.


"Tuan kenapa anda disini??". Tanya Misha kembali membuat minuman setelah menatap sekilas cowok itu.


"Saya memberikan catatan pesanan". Ucap orang itu. Dia adalah teman cowok rese yang tadi berdebat dengannya didepan.


"Anggap saja sebagai permintaan maaf saya membantu pekerjaan kamu disini". Lanjut orang itu. "Nama saya Angga".


"Terima kasih tuan Angga.. dan maaf merepotkan Anda". Ucap Misha dengan sopan tapi tetap fokus membuat minuman.


"Ah tidak apa,, nama kamu??". Tanya Angga membantu pekerjaan Misha.


"Misha".


"Nama yang cantik,,,-".


"Aw.....".


...-----------------...


Hai reader. . .


Maaf kalau banyak typo dalam setiap tulisan author hanya memakai handphone untuk mengaturnya . . .


Dukung terus author. .


Ingat ini hanya cerita fiksi tidak ada kaitan dengan siapapun. . .

__ADS_1


Dilarang copas dan menjiplak hak cipta orang. . .


Happy reading semua. . . . .


__ADS_2