
...Happy Reading...
Pukul 7 malam akhirnya Misha memutuskan untuk berangkat ke restoran dimana tempat dia akan dinner dengan Riyan nanti.
Didalam mobil tidak ada perbincangan apapun. Misha hanya menatap ponselnya sedangkan Riyan fokus mengemudi.
Sesampainya di restoran, Misha disuruh masuk sendiri tanpa Angga. Pemuda itu bilang bakal ada pelayan yang akan menunjukan arah padanya di dalam.
Misha masuk ke dalam restoran yang cukup ramai. Tapi biasa dilihat restoran itu sedikit tertutup dan menjaga privasi setiap pengunjung yang datang.
"Permisi nona, ada yang bisa saya bantu??". Tanya seseorang datang mendekati Misha.
"Iya mba, meja atas nama Ry".
"Ikuti saya, saya akan mengantar nona ke meja yang sudah dipesan".
Misha hanya mengangguk lalu berjalan mengikuti pelayan menunjukan arah yang ada didepan dia.
Mereka masuk ke dalam lift, lalu terbuka di lantai 5. Yang berarti itu lantai yang paling atas. Gadis itu tau karena pernah sekali datang ke sana bersama maya, manajer Misha.
"Nona silahkan masuk, saya permisi". Ucap pelayan itu lalu kembali masuk ke dalam lift.
Misha merasa bingung karena dihadapannya terdapat gorden panjang lebar.
Mau tidak mau Misha berjalan mendekat dan gorden itu terbuka perlahan menampilkan sebuah jalan setapak dengan taburan bunga mawar. Samping kanan kirinya juga tertutup oleh tirai yang memang misha tidak tahu apa didalam sana.
Gadis itu perlahan berjalan mengikuti arah yang ditunjuk sampai saat dia berbelok, Misha dikagetkan dengan banyaknya balon yang digantung ada photo dirinya di setiap balon itu.
Senyum terukir di bibir misha lalu kembali berjalan sambil melihat photo photo yang ada disana.
Sampai dia melihat pintu kaca dengan sedikit gelap di luar sana.
Saat pintu dibuka yang membuat misha takjub adalah perlahan lampu yang ada disana menyala dengan indah. Sampai diujung Misha melihat Riyan berdiri dengan memegang buket bunga mawar yang lumayan besar.
Misha merasa terharu dan mulai berjalan mendekat. Dia gak percaya Riyan menyiapkan ini semua untuk dirinya. Padahal dia gak pernah berpikir sama sekali sebelumnya misha hanya mengira ini hanya dinner biasa seperti dinner kemarin.
Sampai dimana mereka saling berhadapan. Tiba tiba Riyan berlutut dengan tangan kiri memegang bunga itu dan membuat Misha tersentak melihat tangan kanan Riyan memegang sekotak cincin berlian.
"Aku tidak bisa berjanji bahwa tidak akan ada yang salah dalam hidup kita. Tapi, aku bisa berjanji bahwa kita akan berdampingan, menghadapi tantangan hidup dan memanfaatkan setiap momen yang kita jalani dengan sebaik baiknya. . .
. . . Only you, you’re the only thing I’ll see forever. In my eyes, in my words, and in everything I do, your sight is the only sight that will ever bring me peace!" (Hanya kamu, kamu satu-satunya hal yang akan aku lihat selamanya. Di mataku, dalam kata-kataku, dan dalam semua yang aku lakukan, pandanganmu adalah satu-satunya pemandangan yang akan memberiku kedamaian!).
. . . WILL YOU MARRY ME".
Misha yang ada disana sudah tidak bisa membendung air mata bahagia nya apalagi mendengar kata terakhir yang Riyan ucapkan.
Lalu mengangguk sebagai jawaban.
"it means??". (Itu berarti??)
__ADS_1
"Iya, aku mau". Ucap Misha pelan dengan suara serak.
Riyan tersenyum lalu meletakan buket bunga itu untuk memasangkan cincin kejari manis misha. Lalu memeluk sang pujaan hati nya dengan erat. Misha jga membalas pelukan itu.
Sampai gak lama Riyan melepas pelukannya dan menghapus air mata yang ada di pipi Misha. "Don't cry". Ucap Riyan sambil tersenyum.
"Sekarang kita makan, you must be hungry!!". Ajak Riyan dengan menggandeng pinggang Misha dengan posesif menuju mereka yang sudah tersaji beberpa menu makanan.
Mereka makan dengan khidmat tanpa ada yang bicara. Tapi mereka diam diam saling melirik satu sama lain.
Bunga yang Riyan bawa tadi diletakan di ujung meja. Setalah tadi diberkan kepada misha. Gadis itu memang sangat menyukai berbagai jenis bunga. Kecuali bunga raflesia/bunga ******. :D :D
......
Pulang dari dinner, Riyan mengantar Misha kembali ke apartemen.
Setelah Misha jadi model, nyokapnya melarang Riyan untuk tidur di kamar Misha karena takut mengganggu pekerjaan nya. Apalagi ditambah Misha yang selalu bekerja di depan kamera.
Misha juga harus pandai mencari sudut ruangan untuk live karena banyak barang milik Rafael disana.
Walaupun gak tidur disana tapi Riyan tidak mengambil semua barang yang ada di kamar Misha. Hanya beberapa saja.
Sesampainya di apartemen, Misha langsung membersihkan make up, mencuci tangan kaki dan berganti pakaian lalu siap untuk tidur.
Akan tetapi, sebelum tidur. Misha memasukan bunga mawar pemberian Riyan ke dalam beberapa pas bunga agar lebih awet.
Gadis itu meletakan pasnya di beberapa sudut ruangan termasuk dikamar. Buket bunga yang riyan berikan sangat besar membuat membutuhkan banyak pas bunga.
....
Misha yang baru bangun memegang ponselnya merasa bingung dengan apa yang terjadi.
"Wait, , ada apa ini??". Gumam Misha bingung sambil membaca beberapa berita. "Aish kenapa jadi ramai??".
Tanpa pikir panjang Misha langsung pergi ke apartemen Riyan yang saling berhadapan.
Ia melihat pemuda itu masih tertidur anteng di bawah selimut.
"Yan bangun, , Riyan". Misha terus membangunkan Riyan tapi tidak kunjung bangun sampai gadis itu terus memukul badan kekasihnya dengan keras.
"Em, , apa by..??". Ucap Riyan dengan suara serak bangun tidur.
"Banyak berita yang beredar, ayolah bangun dulu". Ujar misha menarik tangan Riyan agar bangun.
Saat Riyan duduk otomatis selimut yang dia kenakan turun ke bawah memperlihatkan badan nya yang sixpack.
Tapi Misha belum sadar dia terus menarik Riyan agar bangun.
"Stop by aku udah bangun, ada apa??". Ucap Riyan sambil membenarkan selimut.
__ADS_1
Kebiasaan Riyan saat tidur sendiri memang hanya mengenakan kolor pendek tanpa atasan. Tapi kalau tidur bersama Misha dia selalu memakai piyama tidur lengkap seperti apa yang Misha kenakan.
"Nih lihat". Misha memperlihatkan iPad yang tadi dia bawa kepada Riyan.
Seketika kantuk Riyan hilang begitu saja melihat berita mereka berdua beredar di media yang sedang keluar dari restoran setelah dinner semalam. (Berasa diciduk dispatch)
Bukannya tidak senang hubungannya diketahui publik tapi dia hanya memikirkan kekasihnya karena dunia bisnis yang keluarganya lakukan tidak bisa dianggap remeh.
Banyak yang menjatuhkan bisnis mereka lewat keluarga atau orang orang yang mereka sayang agar bisa berkuasa.
Setelah menjalin hubungan hampir setahun dengan riyan, gadis itu paham dengan apa kehidupan sang kekasih. Dimana Misha selalu dikasih pengertian olah nyokap kekasihnya agar tidak terjadi salah paham.
"Apa hari ini kamu ada schedule??". Tanya Riyan.
"Nggak ada, aku free sampai berangkat ke Japan nanti". Balas Misha apa adanya. Karena Minggu ini dia akan pergi ke Japan untuk menghadiri pemotretan salah satu brand bersama artis lain.
"Sekarang kita pulang, aku yakin papi mami udah tahu berita ini".
Misha mengangguk lalu pergi meninggalkan apartemen Riyan untuk bersiap siap.
Tak butuh waktu lama mereka siap dan pergi ke kediaman Mahendra untuk mendiskusikan apa yang akan terjadi nanti. Antara membiarkan atau menghilangkan berita.
Jika berita ini hilang begitu saja mungkin akan terjadi keanehan nanti dipikiran mereka semua.
30 menit mobil sport Lamborghini memasuki pekarangan rumah Riyan. Beberapa penjaga memberi hormat dikala anak majikannya lewat memasuki rumah.
Terlihat orang tuanya sedang duduk di meja makan berdua.
"Morning mi pi". Sapa mereka bersamaan.
"Morning sayang, yuk sarapan bersama". Ajak mami Vita dengan ceria kedatangan Misha.
Mereka sarapan bersama dengan khidmat. Lagian Misha dan Riyan memang belum sarapan karena ingin cepat datang ke rumah untuk membahas berita itu.
Setelah sarapan selesai mereka duduk di sopa ruang keluarga untuk berbincang. Orang tua Riyan sudah paham dengan kedatangan sepasang kekasih itu kerumah pagi pagi sekali.
"Papi lihat berita itu kan??". Tanya Riyan to the point.
Sang papi hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Kenapa kalian bisa tersorot kamera??". Tanya mami Vita.
"Kita habis dinner, Riyan juga gak tahu padahal disana banyak bodyguard yang jaga".
"Misha sekarang model yang sedang naik daun. Saat dimanapun berada dia dikenali banyak orang apalagi beberapa poster dipajang. Kenapa kamu ceroboh Riyan". Misha tahu pasti mami Vita marah karena memikirkan kebaikan untuknya tapi gimana lagi, setelah Misha menjadi model. Dia harus berhati hati dimanapun Misha berada.
Ditambah dia akan selalu dikawal beberapa bodyguard dari kejauhan agar tidak mencolok.
"Sekarang apa mau kamu??". Tanya papi Rendra kepada anaknya.
__ADS_1
To be continued, , , ,