Destiny In My Life

Destiny In My Life
Ikut bekerja


__ADS_3

Beberapa jam melajukan perjalanan yang lumayan jauh dari apartemen mereka tinggali.


Wajah misha langsung berbinar saat melihat gedung tinggi menjulang. Gedung yang selalu misha impikan akhirnya bisa ada didepan mata kepalanya sendiri.


HYBE, Nama gedung yang sedang Misha kunjungi saat ini. Kemarin Misha meminta Riyan agar membawa dirinya untuk mengunjungi museum HYBE INSIGHT. Dimana didalamnya terdapat sejarah perjalanan BTS dari zaman dulu sampai sekarang. Karya karya mereka dan beberapa idol lain.


Bahkan kostum yang pernah dipakai manggung juga dipajang disana dan beberapa momen yang pernah mereka lakukan membuat semua orang kagum akan mereka.


"Ayok,, jangan bengong terus". Ajak Riyan masuk.


Mereka masuk untuk mengecek melalui keamanan yang sangat ketat.


Sampai akhirnya mereka berdua bisa masuk ke dalam gedung itu.


"Apa kamu senang". Tanya Riyan sedikit berbisik. Lalu Misha menganggukkan kepala nya dengan senyum gembira.


Lagu lagu idol pavorit Misha diputar memenuhi ruangan. Misha mengelilingi setiap area karena tidak ingin terlewatkan tanpa bisa diabadikan.


Karena dapat itu ada yang boleh atau tidak boleh menggambil photo. Maka dari itu misha hanya bisa mengingatnya dalam memori otak nya langsung.


Ntah beberapa jam mereka habiskan di museum HYBE INSIGHT.


Sampai akhirnya Riyan mengajak misha pulang karena harus menjemput orang tuanya di bandara.


Mau tidak mau misha menuruti apa yang Riyan katakan. Lagian dia juga apa yang dia inginkan sudah terwujud.


Sebelum pergi ke bandara Misha yang lapar meminta Riyan membeli makanan untuk dia makan di mobil nanti.


Tteokkebi hot dog, corndog dan hweori gamja. Jajanan pasar yang sering dijajakan di pinggir jalan. Ketiga jajanan itu menu Misha mengganjal perut sebelum makan.


Karena kepastian setelah menjemput orang tua Riyan mereka akan makan bersama.


Diperjalanan Misha hanya asik makan sambil sesekali menyuapi Riyan yang sedang mengemudi.


Saat mobil masuk ke arah palkir di bandara Incheon, Misha melihat banyak orang dan wartawan yang ada disana.


Misha terus memperhatikan semua orang yang masih berlalu lalang dengan menyiapkan sesuatu. Mereka sengaja tidak langsung keluar dari mobil karena ternyata mereka datang terlalu cepat.


"Sayang ada apa ini??". Tanya Misha heran.


"Palingan ada idol yang baru datang". Tebak Riyan yang senang pegang ponsel.


"Masa iya,, mami masih lama kan aku pengen lihat". Ucap misha ingin keluar tapi, ,


Klik.


Seketika pintu mobil terkunci dengan cepat. Misha yang ingin keluar langsung menatap ke arah si pelaku.


"Jangan itu terlalu bahaya, kalau kamu ke dorong terus jatuh gimana?? Gak kamu disini aja". Ucap Riyan dengan nada tegas.


"Ah oke, lagian aku penasaran tahu".


Misha yang masih penasaran akhirnya hanya mencari informasi lewat sosial media. Dia memang mengikuti beberapa akun yang memberikan informasi tentang idol K-Pop yang ada di Korea.


Sambil bersenandung ria memainkan ponsel ditambah dengan posisi yang paling nyaman.


"Oh benar ada idol yang baru pulang tour dari LA". Gumam Misha pelan.


Setelah menunggu beberapa menit di palkiran, Riyan mengajak Misha masuk.


Mereka hanya menunggu di kursi tunggu dekat pintu keluar. Masih banyak orang disana.


Sampai gak lama misha melihat mami Vita berjalan mendekati mereka berdua sambil tersenyum manis.


"Hai sayang,, ah mami kangen sama kamu". Ucap mami Vita dengan ceria.


"Misha juga".


Mereka saling berpelukan dengan begitu erat dan lama lalu mencium tangan papi Rendra dengan sopan.


Sampai perhatian mereka teralihkan dengan teriakan banyak orang tak jauh dari tempat mereka berdiri. Bisa dibilang sangat ramai dan sangat berdesak desakan. Bahkan ada beberapa orang yang jatuh karena saling dorong.


Bokapnya Riyan langsung mengajak mereka untuk pulang saja karena kondisi di airport sangat tidak kondusif. Kurangnya penjagaan juga membuat mereka takut.


.


.


Diperjalanan menuju apartemen Misha duduk di belakang bersama mami Vita yang asik berbincang bincang.


Mereka mampir di restoran untuk makan terlebih dahulu sebelum ke apartemen.


Setelah makan barulah mereka kembali ke apartemen agar orang tua Riyan bisa langsung istirahat.


.


.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian mereka berempat habiskan waktu bersama.


Seperti yang Riyan ucapkan sebelumnya. Dia dan bokapnya akan kembali ke Indonesia terlebih dahulu meninggalkan mami Vita dan Misha di Korea.


Mami Vita terus membujuk Misha agar menemaninya disana beberapa hari lagi karena ada pekerjaan yang harus dia pantau sendiri.


Saat ini Misha sedang bersiap siap mengantar Riyan ke bandara. Semalam dia juga terus memohon agar mengantarkannya ke bandara.


Mau tidak mau Misha pun harus mau.


Setelah sarapan mereka berangkat dengan dikawal beberapa anak buah Riyan yang akan menjaga kedua wanita yang berharga dalam hidupnya selama 3 hari di Korea.


Tak tanggung tanggung, Riyan meminta 6 orang anak buahnya yang akan mengawal mereka berdua. Padahal menurut Misha 2 pun cukup. Ini mah 1 orang dijaga oleh 3 orang. Merek akan selalu ada kemanapun mereka pergi.


"Mami apa ini tidak berlebihan??". Ucap Misha kepada mami Vita di dalam perjalanan pulang dari bandara.


"Gak papa,, mereka sama sama posesif terhadap pasangan mereka. Ini lebih mending. Mami pernah saat pergi ke China Riyan meminta 10 orang untuk mengawal mami".


"Hah segitunya mi".


"Iya karena waktu itu mami pergi kerja sendiri ke sana. Sebenernya mami udah biasa pergi sendiri tapi Riyan sama papinya selalu begitu".


"Ya karena mereka sangat menyayangi mami". Ucap Misha sambil tersenyum.


"Mami tahu, mami titip Riyan sama kamu. Kalau dia salah marahin saja dia, mami percaya sama kamu". Mami Vita mengelus tangan Misha dengan lembut.


Misha tidak pernah menyangka akan dapat dipercaya oleh orang tua Riyan. Disisi lain misha bahagia dan sedih juga.


Dia takut suatu hari nanti dia akan membuat mereka kecewa dan malah membenci nya. Apalagi Misha hanyalah orang biasa dan Drajat nya sangat jauh berbeda dengan Riyan.


Bukan pulang ke apartemen yang mereka tuju melainkan toko cabang mami Vita yang berada di sana.


3 mobil berhenti di depan bangunan tinggi menjulang. Bangunan 3 lantai yang memiliki keamanan canggih karena menjual barang yang sangat mahal.


Di lantai dasar tempat menjual berbagai jenis perhiasan yang mami Vita kelola dan bahkan ada beberapa yang dia design sendiri.


Lantai 2 dan 3 menjadi tempat perkantoran. Mami Vita juga membuka toko di setiap mall yang ada di Korea. Brand mami Vita cukup dikenal disana karena baik wanita maupun pria gak jarang memakai perhiasan untuk fashion.


Mami Vita mengajak misha masuk ke dalam ruangan pribadinya yang ada disana. Saat ini mami Vita akan mengadakan meeting untuk mengetahui perkembangan perusahaannya disana.


Karena takut misha bosan. Mami Vita mengajaknya untuk ikut masuk ke ruangan meeting. Misha juga yang terkendala dengan bahasa sangat tidak ingin berjauhan dengan mani Vita.


Misha hanya duduk di kursi tak jauh dari mami Vita yang sedang melajukan meeting. Misha hanya duduk bermain iPad milik mami Vita.


Misha fokus pada layar iPad sedang menggambar sesuatu disana. Hobi Misha dari dulu suka menggambar jadi saat ini dia hanya iseng menggambar untuk mengisi waktu luang.


"Sha lagi apa??". Tanya mami Vita yang mulai mendekat.


Misha hanya menatap orang yang bertanya tanpa menjawab. Mami Vita melihat gambar yang misha buat. "Itu gambar kamu sayang".


"Iya mi jelek ya, Misha gak pandai menggambar".


"Bagus kok, mami simpan ya".


"Terserah mami aja. Misha hanya iseng kok". Cengir Misha.


Gambar yang misha buat hanyalah inisial nama misha dan Riyan. Iya juga menggambar bulan dan bintang yang digabung.


"Sekarang kita cari makan sambil shopping, gimana?? Buat 2 hari kedepannya mami bakal sibuk soalnya gak bakal bisa ajak kamu jalan jalan". Ajak mami Vita.


"Boleh mi sambil cari yang bening". Canda Misha.


"Emangnya anak mami gak ganteng kamu mau cari yang lain". Ucap mami Vita menanggapi dengan canda juga. Dia tahu Misha hanyalah bercanda tanpa ada keseriusan.


"Biasa aja". Ucap misha diakhiri dengan tawa kecil. Sedangkan mami Vita hanya menggelengkan kepala.


Orang tua Riyan sudah paham dengan kelakuan Misha yang selalu mengagumi ketampanan orang yang dia lihat apalagi ini, negara yang sangat Misha sukai. Karena banyak pria tampan dan tempat idolanya berasal.


Di mall


Kedua wanita beda usia itu berjalan saling berdampingan mengurusi mall yang sangat ramai. Pertama yang akan mereka kunjungi adalah restoran untuk mengisi energi sebelum keliling mall.


"Pesan aja yang kamu mau??". Tanya mami Vita memberikan buku menu.


"Misha ingin, , bulgogi kebab, Bibimbap dan Jajangmyeon".


"Pesan 2 porsi makanan itu dan tambahannya twigim". Ucap mami Vita dengan bahasa Korea.


Setelah makanan datang mereka makan sambil berbincang bincang.


Saat asik berbincang ada seseorang yang datang menghampiri meja mereka.


"Permisi nuna boleh saya minta izin buat photo nuna". Ucap orang itu kepada Misha dengan bahasa Inggris.


Walaupun misha sedikit paham tapi ia akan memastikannya dengan mami Vita.


"Mau photo kamu". Ucap mami Vita kepada Misha.

__ADS_1


"Apa boleh??".


"Jika kamu kau tidak masalah".


"Oke".


Orang itu memberi arahan kepada Misha. Mami Vita juga ingin di photo tapi dengan cepat ditolak karena ada alasan tertentu.


Setelah selesai orang itu meminta nama Ig Misha yang ternyata dia banyak meng-upload photo orang lain seperti itu. Hanya untuk representasi.


"Apa nuna Misha selebriti, followes nuna banyak".


"Ah bukan, itu hanya kesenangan Misha yang saja". Bukan Misha yang menjawab melainkan mami Vita. Sedari awal Misha sudah meminta maaf kalau dia tidak bisa berbahasa Inggris/Korea.


"Emm kalau gitu saya permisi dan terimakasih sudah diizinkan mengambil photo".


"Iya sama sama".


Selesai makan mereka pergi keliling mall untuk berbelanja.


Saat di toko sepatu misha melihat sepatu yang sangat bagus. Tapi gak mungkin dia membelinya karena kemarin Riyan sudah memberikan sepatu untuknya.


Sebelum pulang misha diberikan black card oleh Riyan untuk dia saat berada di Korea. Kartu itu memang sedari dulu sudah diberikan kepada Misha tapi Misha tidak mengambilnya.


Tapi kemarin Riyan sangat kekeh dan maksa untuk Misha mengambil itu. Bahkan Riyan mengancam jika kartu itu tidak dipakai dia akan ngambek dan sedih kepada Misha.


"Misha kamu mau?? Nanti biar mami berikan buat kamu".


"Gak usah mi, kemarin Riyan sudah belikan Misha sepatu". Tolak Misha.


"Gak papa kalau kamu suka kamu bisa beli lagi".


Misha terus menolak sampai akhirnya mami Vita pun tidak memaksa lagi.


Samapi di toko dari brand LV, Misha melihat tas yang sangat bagus dan tas itu salah satu tas yang idolanya pakai.


"Kalau suka Misha bisa beli". Ucap mami Vita melihat pandangan Misha gak lepas dari tas itu. "Biar mami belikan, kalau nggak pakai card yang Riyan kasih".


"Apa boleh mi kalau Misha pakai kartu itu". Ucap misha ragu.


"Gak masalah daripada dia terus ngomelin kamu masalah kartu itu".


Misha menganggukkan kepala lalu mengambil kartu kredit di dalam tas. Salah satu pelanggan disana melayani mereka dengan baik.


Tak hanya Misha, mami Vita pun membeli tas yang baru keluar. Setelah selesai barulah mereka pulang ke apartemen untuk istirahat karena kebetulan waktu sudah sangat sore.


.


.


.


Jam makan malam mereka hanya makan berdua dengan memesan dari restoran. Misha sangat kelemahan jika harus pergi keluar apalagi besok harus menemani nyokapnya Riyan bekerja.


Setelah makan malam misha pamit untuk pergi ke kamar. Tapi dia gak langsung tidur, Misha pergi balkon. Tempat pavorit dimanapun Misha berada saat malam hari.


Apalagi sekarang, pemandangan malam kota Seoul yang membuat Misha ingin lama lama berasa di sana. Balkon itu juga pas menghadap ke arah menara Namsan Seoul tower.


Drrrttt, , drrrttt, , , drrrttt.


Ponsel Misha berdering dari dalam kamar. Dengan cepat Misha mengambilnya dan ternyata itu dari Riyan yang memanggil via video call.


"Hello sayang lagi apa??".


"Lagi lagi di balkon, kamu belum pulang??". Ucap Misha saat melihat latar belakang riyan yang masih ada dalam ruangan di kantornya.


"Sebentar lagi pulang".


Misha melihat jam yang sudah menunjukan pukul 11 malam dan kepastian disana sudah jam 9 malam. Jam makan malam sudah lewat.


"Yan udah malam, jangan bilang kamu juga belum makan malam". Ucap Misha dengan penuh selidik.


"Udah tadi makan disini, pesan dari luar". Jawab Riyan dengan tatapan menghadap ke arah lain.


Melihat itu Misha curiga bahwa Riyan sedang berbohong. Seketika tatapan Misha langsung marah.


"Jangan hubungi aku kalau kamu tidak makan".


Pip


Panggilan dimatikan dengan cepat secara sepihak. Misha sangat kesal dengan kelakuan Riyan yang selalu seperti itu.


Dia selalu sibuk bekerja dan akan lupa makan. Bahkan mami Vita juga sudah sering naik darah untuk menyuruh Riyan makan saat pekerjaan kantornya sedang sibuk.


Bahkan mami Vita sering menelpon pas jam makan untuk memastikan anaknya tidak telat makan. Tapi setelah adanya Misha, mami Vita mempercayakannya semuanya kepada Misha agar bisa lebih menjaga Riyan apalagi yang berhubungan dengan makanan atau kesehatannya.


Misha selalu menjaga Riyan sepenuh hati saat berada disisinya tapi begitulah Riyan jika mereka sedang berjauhan kepastian Riyan akan seperti awal. Hanya fokus pada kerjaan tanpa waktu.

__ADS_1


To be continued. . . .


__ADS_2