Destiny In My Life

Destiny In My Life
Bertemu di mall


__ADS_3

Riyan dan Angga kembali ke Jakarta di sore hari setelah semua pekerjaan sudah beres tanpa tersisa.


Saat diperjalanan mereka berdua bergantian mengemudi dan sekarang Riyan yang ada di kursi kemudi. Angga yang ada disampingnya hanya asik dengan ponselnya tanpa berbicara apapun.


Angga sibuk membuka media sosial dan tiba tiba melirik update an Misha beberapa saat yang lalu.


Misha Laurensia


Baru saja


Tanpa caption



93 Suka 41 komentar


-------------------------------------


Angga beralih ke aplikasi WhatsApp untuk mengirim chat pada Misha.


Angga ✉️


Kamu gak kerja??


^^^✉️Misha ^^^


^^^Nggak,, ^^^


^^^Lagi libur kan ini Rabu ^^^


Angga✉️


Oh iya aku lupa kalau ini jadi Rabu..


Gak pergi refreshing keluar story' kamu kayanya ada di rumah


^^^✉️Misha ^^^


^^^Lagi malas.^^^


Asik dengan ponselnya berbagi chat dengan Misha tiba tiba dikagetkan dengan deheman seseorang yang ada disampingnya.


"Lo kenapa??". Tanya Angga heran.


Riyan hanya menatap Angga dengan tatapan tajam sebentar tanpa menjawab sedikitpun. Hal itu membuat Angga tambah heran dan memutuskan untuk tidur.


(" Dia terlihat sangat senang.. apa Angga lagi kirim pesan sama Misha".)


Otak riyan berpikir yang aneh aneh tentang Angga dan Misha. Ia sangat tidak suka karena Angga sangat dekat dengan misha sedangkan dengan dirinya Misha selalu saja marah.


.....


Pukul 4 sore Misha terbangun dari tidur siang. Tidak ada yang datang ke kontrakan nya membuat Misha mengira semua temannya sedang pergi jalan jalan.


Sampai tidak lama telpon masuk dari Yuda.


"Ya da ada apa??". Tanya Misha setelah menggeser tombol hijau.


["Lo lagi apa?? Sibuk gak??".]


"Nggak gue gak lagi ngapa ngapain".


["Kalau gitu temenin gue beli sesuatu yuk,, kemarin waktu sama Laura gak dapet barangnya"]. Pinta Yuda.


"Ya udah ayok tapi gue mau mandi dulu nanti kalau udah gue ke kontrakan lo". Kata misha.

__ADS_1


["Ok gue tunggu"}.


Setelah panggilan dimatikan, Misha pergi ke kamar mandi langsung membawa pakaian ganti.


Hanya menggunakan kemeja dengan dipadukan celana jins dan memakai riasan natural sudah membuat Misha begitu cantik. Dia memang tidak terbiasa memakai riasan yang membuatnya tidak terlalu pede.


Memakai sepatu sneaker dengan cepat. Tetapi sebelum itu ia mengganjal perutnya agar tidak lapar karena dari pagi Misha belum makan nasi sama sekali.


Tok.. tok..tok..


"Yud Yuda,,!!". Panggil Misha didepan kontrakan Yuda.


Ceklek... Pintu terbuka dan keluarlah Yuda yang belum siap.


"Ah Lo belum siap??". Tanya Misha menunjuk pakaian Yuda.


"Gue tinggal pakai jaket dan sepatu aja.. tunggu sebentar". Jawab Yuda meninggalkan Misha kembali masuk kedalam.


Misha menunggu di depan sambil melihat lihat pemandangan sore hari dari lantai 2.


Dan beberapa menit kemudian Yuda keluar dengan pakaian rapi. Kami hanya pergi berdua, tetapi saat ada dipalkiran Misha bertemu dengan Tasya yang baru pulang bersama pacarnya.


"Sha Lo sama Yuda mau kemana??". Tanya Tasya mendekat.


"Gue mau antar Yuda beli sesuatu sekalian jalan jalan". Balas Misha membuat Tasya menatap ke arah Yuda yang sedang mengeluarkan motor dari garasi.


"Hm,, ya udah gue ke atas dulu". Kata tasya yang diangguki olehnya dengan cepat.


Sepeninggal nya Tasya Yuda datang menaiki sepeda motor dihadapan Misha. "Ayok". Ajak Yuda.


Misha langsung naik dengan hati hati karena motor Yuda sangat tinggi dengan ukuran Misha yang mungil itu. Lalu Yuda menjalankan motornya dengan kecepatan sedang dengan Misha memegang punggung Yuda.


.


Restoran yang Misha tuju adalah restoran yang menjual chicken. Ntah kenapa dia sangat suka makan itu tanpa bosan sama sekali. Untuk Yuda, dia hanya mengikuti kemanapun Misha mah tanpa ingin menolaknya. Dalam hatinya dia bisa jalan berdua juga sudah cukup.


.


Disisi lain restoran tempat Misha makan ternyata ada Angga dan mami Vita yang sedang menunggu pesanan. Angga yang terus memperhatikan seseorang membuat sang mami keheranan.


"Angga kamu liatin siapa??". Tanya mami Vita menatap sekeliling restoran.


"Ah Angga cuma mastiin seseorang tapi ternyata benar dia orang yang Angga kenal mi". Jawab Angga menatap sang mami yang bingung.


"Siapa??". Lanjut sang mami kembali menatap ke sekeliling restoran.


"Arah jarum jam 11 wanita yang memakai kemeja cream". Ucap Angga membuat mami Vita menatap orang yang Angga sebutkan.


Disana terdapat Misha yang sedang duduk memainkan ponsel dan sesekali ngobrol dengan orang yang duduk dihadapannya.


"Cantik,, dia siapa??pacar kamu??". Tanya mami Vita membuat Angga kaget.


"Mami,,!!! Dia bukan pacar Angga". Balas Angga yang malah membuat mami Vita tersenyum meledek.


Melihat senyuman itu membuat Angga mau tidak mau menjelaskan apa yang dia tau. "Dia Misha, wanita yang Angga jelasin tempo hari sama mami". Kata Angga membuat mami Vita mengerutkan kening.


"Yang membuat Riyan cemburu sama kamu". Tebak mami Vita yang disetujui oleh Angga.


"Ya udah mumpung dia ada disini kita temuin wanita yang bernama Misha itu". Ucap mami Vita bangkit dari duduknya membuat Angga gelagapan.


Melihat sang mami berjalan mendekati misha membuat Angga berjalan cepat menyusul mami Vita. Dia takut sang mami bicara yang tidak tidak kepada Misha.


"Sore,,,!!". Sapa mami Vita yang membuat Misha mwndongkakan kepala ke atas.


"Sore". Jawab Misha pelan dengan wajah bingung. Sama halnya dengan Yuda yang menatap heran kepada mami vita, orang yang mereka tidak kenali.

__ADS_1


Saat Angga datang ke meja mereka, Misha menatap Angga dengan heran. "Angga,,!!". Sapa Misha.


"Hai.. apa aku boleh gabung??". Pinta Angga.


"Oh boleh". Balas Misha menggeser duduknya dan mami Vita duduk di sebelah Misha, sedangkan Angga duduk disamping Yuda yang ikut geser.


"Kamu yang bernama Misha kan??". Tanya mami Vita menatap ke arah Misha dengan tersenyum.


"Iya,, saya Misha". Wajah Misha sedari tadi bingung dan terus menatap ke arah Angga dengan banyak pertanyaan.


"Mami stop jangan buat Misha bingung mami gak liat itu wajahnya bingung kaya gitu". Sahut Angga saat melihat tatapan misha pada dirinya.


Mendengar ucapan Angga membuat mami Vita tersenyum menatap semua orang tanpa bersalah.


"Mami minta maaf udah buat kamu bingung". Ucap mami Vita memegang tangan misha dengan lembut.


"Tante maminya angga??". Tanya Misha.


"Iya".


"Atas nama angga". Panggilan nama Angga dari karyawan restoran saat pesanannya sudah siap.


Angga bangun untuk mengambil pesanan dan bersamaan pesanan misha juga datang ke meja tempatnya duduk.


Sepeninggalnya Angga Misha berbincang bincang bersama Misha, tetapi Misha hanya bisa menjawab pertanyaan dari mami Vita tanpa basa basi yang lain. Itulah Misha saat bertemu dengan orang baru.


Sepulangnya Angga dan sang mami barulah Misha makan makanan yang dia pesan bersama dengan Yuda. Dia tidak memikirkan apapun apa yang terjadi karena mami Vita selalu bertanya menjurus ke hal pribadi. Misha menebak mungkin Angga banyak cerita tentang dia kepada maminya membuat sang mami menanyakan semua pertanyaan itu.


"Sebelum mencari barang yang ingin Lo beli kita ke mushola dulu ya". Ucap Misha yang langsung disetujui oleh Yuda.


.


Didalam mobil mami Vita terus membicarakan tentang Misha yang membuat Angga pusing karena sang mami menyukai Misha yang pemalu.


"Mami jangan pikir Misha itu pemalu ya". Seru Angga membuat mami Vita menatapnya dengan heran.


"Maksud kamu??".


"Nanti mami juga tau sendiri kalau sudah beberapa kali ketemu sama Misha". Mami Vita hanya menatap Angga dengan tatapan tajam karena membuat teka teki dengan dirinya.


...........


Misha dan Yuda terus berkeliling mall mencari barang yang Yuda inginkan tetapi tetap saja belum ketemu.


"Sebenernya kamu cari apa sih??". Tanya Misha heran karena sedari tadi mereka keluar masuk toko yang membuat dirinya tidak kuat menahan godaan barang yang dijual disana.


"Gue mau beli ini". Yuda menunjukan photo di ponselnya membuat Misha menepuk jidat.


"Kamu kenapa??". Tanya Yuda heran melihat Misha duduk di kursi yang ada di mall itu.


"Kenapa gak kasih tau gue kalau Lo mau cari itu.. sampai kiamat pun gak akan ketemu di mall ini". Ucap Misha masih memegang kepalanya yang pusing.


...---------------------...


Hai reader. . .


Maaf kalau banyak typo dalam setiap tulisan author hanya memakai handphone untuk mengaturnya . . .


Dukung terus author. .


Ingat ini hanya cerita fiksi tidak ada kaitan dengan siapapun. . .


Dilarang copas dan menjiplak hak cipta orang. . .


Happy reading semua. . . . .

__ADS_1


__ADS_2