Destiny In My Life

Destiny In My Life
Terungkap


__ADS_3

Ketiga orang itu terus berbincang bincang untuk mencari tahu tentang paket misterius yang selalu dikirimkan untuknya ke kontrakan.


"Iya tapi sebenernya gak ada yang tau itu termasuk teman teman kerjaku". Ucap misha sedikit tenang.


"Masa ia gak ada". Ucap Angga heran.


Misha terdiam memikirkan ucapan Angga dan gak lama kemudian ia ingat tentang video saat bersama teman temannya waktu dulu masih sekolah waktu di tempat wisata. Yang tau Misha takut sama ulat hanya teman sekolahnya saja.


"Yang tau cuma teman sekolah aku dan mungkin orang itu tau waktu teman aku upload video waktu aku ketakutan sama ulat mungkin". Tebak misha. "Tapi video itu ada di sosial media teman aku dan itu udah lama".


"Ya berarti orang itu mencari informasi tentang kamu sampai sebanyak itu". Sahut Angga.


"Mungkin tapi untuk apa?? Siapa stela itu??".


"Udah jangan dipikirin mending kamu istirahat aja.. untuk menemui Laura nanti aja".


Saat melihat wajah Riyan yang tidak seperti biasanya membuat Misha hanya bisa menyetujui nya dengan cepat. Ia tidak mau ada didekat Riyan saat moodnya seperti ini.


"Ya udah aku ke kamar dulu". Pamit misha langsung meninggalkan ruangan itu tanpa menunggu jawaban.


Angga dan Riyan masih mendiskusikan tentang apa yang terjadi dengan Misha kemarin.


"Gue takut orang ini suruhan musuh yang akan menjatuhkan perusahaan gue". Seru Riyan.


"Kalau gue pikir sih bukan... Mereka gak akan melakukan hal gak guna kaya gini".


"Terus siapa wanita itu dan apa yang dia inginkan".


"Lo,,,!!!". Celetuk Angga membuat Riyan diam menatap Angga dengan banyak pertanyaan.


"Maksud Lo".


Angga menyodorkan laptop dihadapan Riyan dan menunjukan beberapa video untuknya yang membuat Riyan mengerutkan kening.


"Gue gak kenal dia".


"Lo nggak tapi dia kenal". Seru Riyan.


Riyan terus bergelut dengan pemikirannya tentang orang itu tapi tetap saja ia tidak tau.


"Tau lah pokonya Lo urusin semuanya sampai beres dan Lo minta orang buat jagain misha dari jauh".


Setalah mengucapkan itu riyan pergi meninggalkan Angga yang masih duduk di ruang perpustakaan.


.


Sedangkan didalam kamar tidur, Misha sedang duduk di balkon kamar menatap pemandangan yang indah, bangunan rumah yang besar.


RRRRRRRRRRRRRR


📞Naura is calling. . .


Suara ponsel berdering, lalu dengan cepat Misha mengangkat panggilan itu.


["Hello sha Lo gak papa kan?? Lo dimana??"].


"Hello Ra gue baik baik aja,, gue ada di rumah Riyan sekarang". Jawab Misha.


[" Kita ingin ketemu sama Lo,, Lo belum tau alamatnya rumah itu".].

__ADS_1


"Nggak tau biar gue yang akan datang ke caffe aja dan sekalian gue juga ingin pulang".


[" Ya udah kalau Lo baik baik aja,, Lo hati hati dijalan".]


"Iya".


Panggilan dimatikan dan misha siap siap untuk pergi ke caffe. Ia membuka lemari untuk mengambil pakaian ganti dan mengambilnya acak.


Setalah beres Misha pergi keluar kamar dan meminta Riyan mengantarkannya ke caffe. Jika dia tidak mau mungkin ia akan berjalan keluar kompleks itu.


"Kamu mau kemana??". Tanya Riyan berbarengan dengan misha yang baru keluar kamar.


"Aku mau ke caffe".


"Bukannya aku suruh kamu buat istirahat".


"Iya tapi aku mau ketemu laura dan mereka ingin tau keadaan aku". Ucap Misha. "Kalau kamu gak mau antar aku bisa jalan sendiri cari taksi". Lanjutnya.


"Ya aku antar kamu tunggu disini".


Dengan cepat Riyan masuk ke dalam kamar untuk mengambil kunci dan kembali kehadapan misha.


Mereka berdua pergi bersama menuju caffe Crescent moon tempatnya bekerja tetapi untuk beberapa hari ini dia tidak masuk dan Riyan memerintahkan seseorang untuk menggantikannya sementara.


Didalam mobil saat perjalanan suasana sangat hening, Riyan yang fokus pada kemudi dan Misha fokus menatap jalanan kota. Pikiran mereka berdua ntah melayang kemana.


Misha Laurensia


Baru saja


Kehidupan ini hanya berjalan satu kali dan aku hanya bisa menjalaninya dengan baik.


197 suka 15 komentar


 


[Adit] : jangan galau terus lah.


[Tina] : Lo kenapa cerita sama gue.


[Kelvin] : ya tapi berjalan tanpa tujuan itu tidak akan mudah.


[Adit] : ah jangan ikut ikutan @kelvin.


 


Tanpa ingin membalas komentar itu satupun, Misha memasukan ponselnya kedalam tas dan kembali menatap jalan yang ramai.


Dia tahu bahwa Kelvin sangat menyukai nya tapi dia gak mau memberi harapan palsu dan memilih untuk tidak terlalu dekat.


Kemarin saat Kelvin meminta alamat kontrakannya hanya sekedar untuk main, ia tidak memberikannya dengan banyak alasan. Sampai sekarang Kelvin tidak pernah menghubunginya kecuali memberi komentar yang absrud pada setiap postingan Misha.


Tanpa Misha sadari ternyata Riyan beberapa kali menatapnya tetapi tidak mengeluarkan suara sama sekali sampai mereka tiba di depan caffe Crescent moon.


Misha keluar dari mobil Riyan, lalu berjalan memasuki caffe yang lumayan ramai.


Saat memasuki area dapur semua temannya langsung memeluk dia dengan erat sampai susah bernafas.


"Akhirnya kita ketemu lagi,, Lo baik baik aja kan??". Tanya Laura memutar tubuh Misha.

__ADS_1


"Gue baik baik aja,, kalian jangan khawatir". Ucap Misha tertawa.


Riyan yang melihat Misha senang akhirnya meninggalkannya bersama teman kerjanya yang sangat merindukan dia. Ia pergi duduk di tempat bisa sambil memainkan ponsel.


"Hai Riyan,,". Sapa seseorang tanpa dijawab bahkan menoleh hanya sedetik dan kembali ke ponselnya.


Wanita itu duduk berhadapan dengan Riyan yang acuh tak acuh.


"Lama tidak bertemu,,!! Gimana kabar kamu??".


Banyak pertanyaan yang dilontarkan tetapi Riyan tidak menjawab satupun karena ia tidak mengenali orang itu. Sampai akhirnya Angga datang memasuki caffe langsung mengerutkan kening saat melihat ada wanita bersama Riyan dengan pakaian seksi. Dia tau itu bukan Misha karena Misha tidak akan memakai pakaian kaya gitu.


Angga yang baru datang menatap sekeliling tidak ada pelayan dan hanya ada Rafa yang berdiri di meja kasir.


"Tuan Rafa apa tuan melihat Misha??". Tanya Angga sedikit berbisik.


"Dia didalam sama yang lain".


"Boleh saya masuk???". Izin Angga kepada sang pemilik.


"Silahkan".


Setelah mendapat persetujuan, Angga pergi ke belakang dan langsung melihat Misha sedang duduk bersama temannya saling ngobrol.


"Angga disini juga??". Tanya Misha bangkit dari duduk.


"Ia aku baru datang dan ingin pesan minuman apa pelayan disini pada sibuk". Ucap Angga sedikit ledekan membuat orangnya menatap sinis. "Baiklah aku tunggu dimeja biasa".


Dengan senyum lebar memperlihatkan gigi, Angga pergi meninggalkan ruangan itu menuju meja tempat Riyan dan wanita itu duduk.


Saat melihat wajah wanita yang bersama Riyan, Angga mengerutkan keningnya dan merasa mengenali orang itu akan tetapi ia pada pura untuk tidak memperlihatkannya.


Duduk di kursi kosong samping Riyan tanpa memperdulikan wanita itu dan mengeluarkan suara apapun.


Dan datanglah Misha membawa nampan minuman yang berisi ice cappucino dan Americano late.


"Maaf mba mau pesan apa??". Tanya Misha dengan sopan karena tidak melihat minuman di depan wanita yang duduk bersama mereka disana.


Misha ingin menaruh kopi pesanan Angga tiba tiba wanita itu berniat membantu tapi,,,,,


"Aw,,. , , ".


Cangkir kopi tersenggol, lalu air kopi yang panas mengenai tangan Misha.


"Sha kamu gak papa,,!!". Panik Riyan memegang tangan Misha yang merah.


"Aw,, aku gak papa".


Tangan Misha saat ini bengkak dan merah akibat kopi panas. Riyan yang ada disana sangat marah dan menyalahkan wanita itu.


Sedangkan wanita itu hanya menyunggingkan senyum sinis menatap ke arah Misha. Saat misha menatap itu dia kebingungan dan menatap Riyan bergantian.


"Aku kebelakang dulu". Ucap Misha melepaskan pegangan tangan Riyan.


...---------...


Maaf jika banyak typo~🙏


...Happy Reading.,...

__ADS_1


__ADS_2