
Malam harinya pukul 20.00 pas jam makan malam.
Riyan chat bahwa dia tidak bisa menemaninya makan malam karena sedang lembur di kantor. Ini padahal malam Minggu yang pasti kebanyakan orang diambil untuk menghabiskan waktu nya dengan kekasih masing masing. Tapi Riyan. Dia malah sibuk dengan dokumen dikantor.
"Hufh, , bosan juga di apartemen dari pagi". Keluh Misha yang sedang nonton tv sendiri.
Saat ini dia belum makan, ia hanya makan cemilan itu pun gak napsu sama sekali.
Akhirnya Misha memutuskan untuk menelpon Riyan hanya untuk diajak ngobrol doang. Misha menelpon dengan panggilan video agar bisa melihat wajah kekasihnya itu.
["Hello sayang". Sapa Riyan setelah mengangkat panggilan. Tapi wajahnya tidak lepas dari laptop. ]
"Hm,, belum selesai??".
["Sedikit lagi,, ada apa?? Apa kamu udah makan??". ]
"Belum".
Mendengar ucapan Misha membuat pandangan Riyan menatap ke layar telpon. Apalagi melihat tatapannya yang sangat mengerikan menurut Misha.
"Aku bosan, gak tahu mau makan apa". Lanjut Misha dengan senyum dibikin manis.
["High,, baiklah aku pulang sekarang tunggu sebentar kita makan diluar bareng aku". ]
Misha bisa melihat bahwa Riyan saat itu langsung membereskan dokumen di atas meja bersiap untuk pulang. Tentu saja itu membuat misha merasa bersalah karena mengganggu pekerjaan Riyan.
["Jangan berpikiran yang tidak-tidak,, aku pulang sekarang tunggu aku di apartemen". ]
Pip, , !!!
Tanpa menunggu jawaban Misha, Riyan mematikan panggilan itu membuat Misha menenggelamkan wajahnya di bantal sopa. Saat ini dia sedang berbaring disana dengan tv yang masih menyala.
Beberapa menit kemudian Misha mendengar pintu terbuka. Misha yang malas hanya menatap layar televisi masih dengan posisi yang sama, berbaring di sopa.
"Ayok makan, ini udah lewat makan malam loh". Ajak riyan.
"Aku males".
"kamu pengen apa kita beli asal kamu makan,, jangan seperti ini lah nanti kamu sakit, aku juga yang kena marah mami nanti". Ucap Riyan dengan wajah melas.
"Ah ia ia, ayo. Makan apa aja yang penting enak". Ucap Misha bangun dengan semangat yang dibuat buat.
Riyan menggandeng tangan Misha berjalan keluar dari apartemen.
Tujuan Riyan adalah restoran cepat saji. Apa lagi kalau bukan KFC. Makanan pavorit Misha yaitu ayam goreng.
Tempat itu tidak jauh dari gedung apartemen mereka tinggal. Dan Riyan meminta untuk Misha makan disana agar kekasihnya itu cepat makan tidak menunggu waktu jalan kembali ke apartemen.
Misha memesan paket ayam jumbo. Sedangkan nasinya hanya sedikit. Riyan gak pernah komplen dengan nasi yang Misha makan yang penting ada makanan yang masuk daripada tidak.
Ayam goreng dengan minuman ice Boba membuat mood misha kembali. Bahkan wajahnya bertambah ceria ngobrol dengan Riyan berdua. Riyan yang melihat itu tentu saja sangat senang.
"Oh ya sayang,, mami tadi telpon ngajak kamu besok liburan, kebetulan paspor sama visa kamu udah jadi juga". Ucap Riyan kepada misha.
"Kemana??". Tanya Misha disela makan. Dipikir pikir Misha yang selalu nolak ajakan mami Vita menjadi merasa bersalah saat diajak liburan. Kali ini mungkin Misha akan menuruti kemanapun dibawa liburan oleh nyokapnya Riyan.
"Korea".
Uhuk, , , uhuk, , uhuk.
Mendengar negara itu membuat Misha yang sedang makan jadi tersedak.
"Ah perih, , ". Rengek Misha memegang idungnya yang perih karena sedang makan ayam pakai saus.
Riyan yang melihat itu menjadi panik. Dia terus menenangkan Misha dengan mengusap air matanya yang terus keluar.
"Maaf sayang aku gak bermaksud kaya gitu". Ucap Riyan merasa bersalah.
Misha yang malu memeluk Riyan dengan erat. Air matanya terus mengalir dan wajahnya sangat merah.
"Sayang,, , ". Riyan berusaha mengangkat kepala Misha tapi Misha tatap menyembunyikan wajahnya di bahu Riyan.
Saat kepala Misha diangkat, wajah merah itu terlihat oleh Riyan. Riyan kembali menghapus air matanya dengan lembut.
"Mau lanjut".
Misha menggelengkan kepala pertanda nggak. Lalu Riyan membereskan makanan itu untuk dibawa pulang karena makanan itu masih banyak.
"Ya udah yuk pulang. Mau tambah lagi gak". Ucap Riyan dengan sedikit candaan.
"Gak mau mau pulang". Ucap Misha pelan memukul tangan Riyan. Saat ini misha sangat malu dengan apa yang telah terjadi.
Diperjalanan pulang Misha hanya menutup wajahnya menggunakan lengan Riyan. Sungguh wajahnya sangat merah akibat tersedak makanan dan ditambah rasa malu dengan banyak pelanggan menatap ke arah meja mereka.
Sesampai di apartemen, Misha yang masih lapar melanjutkan makan ayam goreng itu di meja makan. Riyan yang melihat kelakuan Misha hanya tertawa gemas.
"Masih lapar ternyata".
"Berisik ah". Ucap Misha cemberut terus memakan ayam itu.
Tanpa misha sadari ternyata Riyan sudah merencanakan semuanya dengan baik setelah menerima ajakan dari mami Vita.
Keesokan harinya Misha yang malas bangun dikagetkan dengan koper yang sudah disiapkan di sebelah sopa.
Hal itu membuat Misha yang baru bangun tidur sangat kebingungan dan bisa dilihat lihat bahwa koper itu milik dia.
__ADS_1
"Morning sayang". Sapa Riyan masuk ke dalam kamar sudah dengan pakaian rapih.
"Morning, , kamu mau kemana??". Tanya Misha masih malas malasan di atas tempat tidur.
"Kamu lupa tentang semalam yang aku omongin".
"Semalam??". Pikir Misha. "Apa kita perginya sekarang, itu gak mungkin kan".
"Kenapa tidak mungkin??".
"Yan jangan becanda deh.. kita gak mungkin pergi secara mendadak seperti ini. Pekerjaan aku gimana??".
"Itu bisa diatur sama Angga,, lagian mami juga lusa bakal berangkat ke Korea nyusul kita". Ucap Riyan duduk di samping tempat tidur.
Misha hanya diam menatap ke arah Riyan. Dia gak mungkin menolak ajakan ini karena tidak enak dengan mami Vita yang selalu misha tolak saat ingin pergi ke luar negri.
"Aku mandi dulu". Ucap Misha bangun lalu pergi ke kamar mandi.
Tidak membutuhkan waktu lama karena tidak ingin Riyan menunggu, Misha keluar hanya menggunakan handuk kimono. Di dalam kamar sudah tidak terlihat keberadaan Riyan.
Misha melihat pakaian di atas tempat tidur. Kemungkinan Riyan yang menyiapkan itu. Bisa dilihat dari warnanya itu sama dengan yang Riyan pakai.
"Dia pasti nyiapin ini biar sama". Gumam Misha tersenyum kecil sambil menggeleng kan kepala dengan tingkah Riyan.
Setelah memakai baju, menata rambut, memakai make up natural barulah Misha keluar kamar untuk mencari Riyan.
Bisa dilihat Riyan sedang ada di dapur menyiapkan makanan.
"Ah makan dulu sini". Ajak Riyan saat melihat keberadaan Misha disana.
Jam sudah menunjukan pukul 10, mereka berdua akan pergi ke bandara 1 jam lagi karena Riyan mengambil penerbangan siang.
"Kita disana berapa hari??". Tanya Misha disela makan.
"Terserah kamu, kamu bisa sepuasnya liburan disana".
"Seneng kamu mah liburan sama aku. Kerjaan gimana??".
"Itu mah gampang ada Angga yang ngurus". Ucap Riyan enteng.
"Kamu jangan macam macam ya. Kena marah mami tahu rasa kamu". Ucap Misha menunjuk pada Riyan dengan sendok yang dia pegang.
"Iya mami". Canda Riyan dengan wajah mencolek dagu Misha.
"Ck,, kebiasaan kamu mah".
.
.
.
Kedua koper itu dibawa oleh Riyan sedangkan Misha hanya berjalan bisa di sampingnya dengan tangan yang terus Riyan genggam.
Pakaian yang serba hitam membuat mereka menjadi pusat perhatian. Misha yang sudah bisa ditebak dari apartemen sengaja menggunakan topi untuk menutupi wajahnya. Serta Riyan yang menggunakan topi dan kacamata hitam.
Setelah melakukan pemerikasaan sebelum masuk barulah mereka masuk dengan mengambil penerbangan business class.
Mereka duduk saling bersebelahan dengan kursi di tengah. Riyan sengaja tidak mengambil bagian dekat jendela karena ini pengalaman pertama misha perjalanan jauh naik pesawat.
Awalnya hanya ke Bali yang hanya menempuh waktu 1jam lebih itu pun membuat Misha sangat gugup dan takut.
Selama pesawat lepas landas. Tangan Misha digenggam dengan erat agar tenang. Hal itu membantu Misha rileks dan tidak banyak berpikir.
Perjalanan dari Indonesia ke Korea menempuh waktu penerbangan 7 j sampai ke bandara Incheon airport, Seoul Korea Selatan.
"Mau makan??". Tanya Riyan kepada Misha yang sedari tadi hanya diam. Mau tidur pun tidak bisa.
".....". Misha hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban. Wajahnya sedikit pucat bahkan tangannya masih terasa dingin di genggaman Riyan.
"Kalau gitu nonton aja ya". Usul Riyan membantu Misha menonton salah satu film yang mungkin Misha suka untuk mengalihkan perhatian dan biasa tidur.
Sampai akhirnya Misha pun tertidur. Riyan selalu menjaga Misha agar nyaman di dalam perjalanan ini. Bahkan Riyan rela tidak tidur hanya untuk menjaga kekasihnya.
Riyan dihabiskan mengerjakan pekerjaan kantor yang sengaja dia bawa.
.
.
.
Ntah berapa jam Misha tertidur. Perlahan matanya terbuka dan hal pertama yang dia lihat adalah ruangan di dalam pesawat. Awalnya sedikit kaget tapi kesadarannya langsung masuk membuat dia ingat apa yang sedang dia lakukan sebelum tidur.
"Udah bangun,, mau makan??". Tanya Riyan lembut sambil mengelus kepala Misha.
"Iya aku lapar".
"Makan buah dulu nih sebentar lagi makanan datang". Ucap Riyan memberikan satu piring kecil berisi potongan buah buahan.
Misha langsung makan itu mengganjal perut. Sampai gak lama makanan datang, Riyan memesankan nasi goreng dan omlet. Tak lupa juga cake untuk makanan penutup.
"Kamu udah makan??".
"Udah, ,kamu makan yang banyak". Ucap Riyan sambil tersenyum.
__ADS_1
Saat asik makan Misha melihat anak kecil yang sedang bermain bersama kakak nya sangat lucu. Tak terasa bibirnya terangkat sedikit tersenyum melihat kelucuan anak itu.
Misha memang sangat suka gemes saat melihat anak kecil. Ia selalu ingin mencubit pipinya yang chubby.
Riyan yang melihat itu hanya bisa tersenyum. Misha memang suka mengagumi banyak orang pria maupun wanita dengan berbagai usia. Tapi hanya mengagumi bukan menyukai.
Bahkan Riyan sering salah paham karena Misha selau memuji orang lain pas didepan dia tapi dianya sendiri gak pernah dipuji oleh Misha.
Ya, begitulah Misha. :)
.
.
.
7 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di bandara Incheon airport Seoul Korea Selatan.
Riyan sudah meminta anak buahnya untuk mengirim mobil ke bandara. Dia ingin mengembalikan mobil sendiri menuju apartemen untuk istirahat. Padahal waktu sudah menunjukan pukul 10 malam waktu Korea Selatan. Tapi jalanan masih ramai oleh banyak orang.
Bukan apartemen yang Riyan tuju. Ia malah pergi ke restoran untuk makan malam.
Dia tidak ingin misha tidur sebelum makan. Karena kepastian jika langsung ke apartemen, Misha akan langsung tidur.
Di restoran
Misha memilih duduk di kursi dekat kaca agar bisa melihat pemandangan malam kota Seoul. Dia gak tahu mereka ada dilantai berapa karena mereka ada di dalam bangunan yang sangat tinggi.
Gak lama kemudian datanglah beberapa menu makanan ke meja mereka yang Misha tahu itu makanan Korea tapi bisa dijamin halal.
"Apa gue bisa makan makanan ini??". Batin misha melihat makanan yang iya lihat di beberapa film atau video yang dia tonton.
"Coba aja dulu kalau nggak suka tinggal bilang". Ucap Riyan.
Riyan tahu bahwa Misha tidak akan makan makanan itu jika tidak suka di lidah Misha. Maka dari itu Riyan selalu mengajak Misha makan di tempat yang sering dia makan.
Beberapa menu Misha coba dan lumayan pas di mulutnya. Hal itu tidak bermasalah dan melanjutkan makan sampai habis.
Mungkin jika Misha suka besoknya akan minta atau pesan makanan itu lagi.
Tak lupa juga Misha selalu mengambil photo/video untuk menyimpan momen dia kemanapun misha pergi.
Ting
Pesan masuk ke dalam ponsel misha. Dia lihat dari layar kunci terdapat nama mami Vita, yaitu nyokapnya Riyan.
"Mami chat". Ucap Misha kepada Riyan.
"Ck bukannya chat anaknya". Keluh Riyan sedikit cemburu. Misha yang mendengar itu tersenyum. Dia selalu begitu saat maminya yang sangat dekat dengan sang kekasih.
Kata Riyan dia berasa dianak tiri kan semenjak ada Misha. Tapi di lain sisi dia senang. Maminya bisa menyayangi Misha seperti anaknya sendiri. Bahkan lebih.
...Mami Vita...
|Sayang udah sampai di Korea??
|Kata Riyan kalian berangkat tadi siang.
^^^Udah baru sampai|^^^
^^^Mami kapan ke sini??|^^^
|Lusa mami ke Korea, papi masih ada beberapa pekerjaan di sini.
^^^Oke mi Misha tunggu|^^^
|Iya sayang, ya udah kamu istirahat aja
^^^Iya mi|^^^
Setalah makanan habis, Riyan langsung mengajak misha ke apartemen untuk istirahat.
Tapi saat Misha menatap sekeliling restoran matanya langsung menuju ke arah satu meja dengan beberapa orang yang sedang makan dan bercanda.
Mata Misha menyipit memastikan tapi misha takut salah karena Misha juga hanya pernah melihatnya di ponsel.
"Sayang ayo, kamu lihat apa??". Tanya Riyan ikut melihat ke arah pandang misha. "Kamu kenal atau apa??".
"Mereka seperti mamber dari grup idol tapi aku juga gak tahu siapa". Ucap misha ragu.
"Idol kesukaan kamu??".
"Ah bukan,, kalau mereka aku tahu walaupun belum bertemu".
"Ya mungkin mereka.. yuk pulang udah malam". Ajak Riyan memegang tangan Misha.
Misha memutuskan pulang tanpa memikirkan mereka. Toh jika ia juga dia gak bisa mendekat karena misha paham akan menjaga privasi mereka.
Keraguan Misha terbukti saat berjalan keluar restoran karena mereka berjalan melewati meja mereka dengan lebih dekat.
Misha yang penasaran terus saja melihat ke arah meja mereka. Dan gak sengaja Misha dinotif oleh salah satu mamber.
Ternyata benar, Misha tahu salah satu mamber dari boyband terkenal di Korea. Misha pun membalas nya dengan tersenyum tak percaya.
Mungkin Misha ternotif karena dia tidak mengalihkan perhatiannya ke arah mereka dan mereka menyadarinya.
__ADS_1
To be continued, , , ,