Destiny In My Life

Destiny In My Life
Cuti


__ADS_3

Malam ini misha bekerja sampai malam. Ia lembur di perusahaan sampai pukul 8 malam.


Misha tidak sendirian di gedung itu. Banyak karyawan yang selalu lembur juga, jadi tidak menakutkan sama sekali.


"Hufh, akhirnya selesai juga". Ujar misha merentangkan kedua tangannya untuk meregangkan seluruh otot yang dikit kaku.


Misha membereskan semua barang ke dalam tas. Ia kan pulang ke apartemen dengan gontai. Tidak ada semangat apapun hari ini.


Siang tadi misha sudah memberi surat cuti kepada Elma untuk tiga hari.


Elma akan mengijinkannya asal semua pekerjaan Misha yang sebelumnya harus sudah selesai.


Dari perusahaan ke apartemen, Misha memutuskan untuk berjalan dengan alasan mencari udara segar.


Sampai di apartemen Misha langsung bersih bersih lalu pergi ke dapur untuk membuat makanan.


Malam ini misha memutuskan untuk makan mie instan saja. Ia malas untuk memasak.


Setelah makan, Misha memutuskan untuk duduk di balkon dengan membawa selimut tebal.


Tubuhnya di sandaran di sopa yang ada di balkon dengan mencari ketenangan.


Mungkin malam ini Misha akan tertidur di balkon sampai pagi. Tapi tidak ada masalah sedikitpun toh tempat itu ruangan privasinya yang tidak ada orang sama sekali disana.


Hanya dirinya sendiri.


*******


Pagi pagi Misha bangun. Lalu hal pertama yang dia lakukan adalah melihat ponsel.


Hari ini Misha sudah cuti, dia cuti 3 hari dengan ketambahan hari Minggu. Jadi dia tidak masuk selama 4 hari.


"Pergi kemana ya. Gue butuh ketenangan". Gumam Misha menatap sosial media.


Ini kali pertama dia ingin berpergian sendiri. Mungkin biasa dibilang nekad.


Drrrttt


Drrrttt


Drrrttt


📞Angga is calling , ,


"Ya ga ada apa?? Tumben pagi pagi telpon??". Tanya Misha to the point.


["Gue cuma mau bilang, pagi ini gue gak bisa jemput lo karena gue berangkat siang ada meeting". ]


"Gak papa gue bisa berangkat sendiri, lagian deket". Misha tidak berniat memberitahu Angga bahwa dirinya sedang cuti. Ia gak mau ada orang yang tahu.


["Ya udah gue tutup dulu". ]


Pip,,,!!!!


Setelah panggilan dimatikan. Misha melihat jam yang masih menunjukan pukul 6 kurang.


Malam ini Misha emang tidur di balkon. Alhasil dia melihat matahari terbit barulah Misha masuk ke kamar.


Masuk ke kamar mandi, bersiap lalu packing. Misha memasukan beberapa style pakaian ke dalam koper.


Tujuan pertama yang ia lakukan adalah pergi jalan jalan. Ntah kota apa yang akan dia kunjungi saat ini yang penting dia pergi dari apartemen.


Akhirnya Misha memutuskan untuk nginap di Hotel Grand Dafam Ancol Jakarta yang dekat dengan Ancol. Mungkin ia akan menghabiskan waktu dengan melihat pantai.


Misha memesan 1 kamar lewat online. Ia akan menginap 2 malam disana sendirian.


Setelah siap, Misha turun kebawah untuk berangkat. Gak lupa juga memesan grab menuju ke sana.


Jarak dari apartemen itu ke hotel yang dituju Misha hanya beberapa menit. Misha melakukan itu untuk menghindari Riyan beberapa hari. Jika ia masih tetap di apartemen kemungkinan Riyan akan mencarinya kesana.


......


Sampai di hotel, Misha kekamar terlebih dahulu untuk meletakan barang barang yang dibawa.


Ia akan langsung mencari makan. Saat berangkat tadi kebetulan dia belum sarapan apapun.


Tak lupa juga misha memberi pesan kepada pada temannya siapa tahu mereka ada di Jakarta dan bisa diajak main.


...SMK friends (8)...


^^^Misha^^^


^^^Guys lagi dimana nih?? Jalan yuk^^^


Belum ada yang membalas mungkin karena ini masih jam 9 kemungkinan mereka sedang kerja atau ntah lagi apa.


Misha memang jarang berhubungan dengan mereka setelah lulus. Hanya chat biasa yang kami lakukan. Mungkin karena kami sibuk dengan aktivitas masing masing.


Tidak ada apapun yang misha lakukan ia hanya jalan sendiri di tempat yang ingin dikunjungi sekitar sana. Ia tidak bisa pergi ke tempat yang jauh karena gak ada teman. Kalau sendirian tidak akan seru.


Ting, ,!!


Notifikasi pesan masuk ke ponsel Misha. Saat ini dia masih betah ada di caffe dengan beberapa cemilan dimeja.


Elma


Ayo lah gue butuh healing,

__ADS_1


Tina


Posisi Lo dimana??


^^^Misha ^^^


^^^Gue di Jakarta, masa ia pulang cuma mau| ketemu Lo doang ^^^


^^^Ayo lah gue bete nih gays gak papa gue yang| nyamperin kalian^^^


Adit


|Kerja woy, healing bae


|Gak ada duit baru tau rasa lo pada


Kelvian


|Sekarang gue lagi kerja


|Nanti malam aja gimana??


|Atur posisi kalian dimana? Dan tempatnya dimana?? Gue ikut.


|Gue lagi kerja sekarang


^^^Misha ^^^


^^^Anjir pada sibuk banget Lo pada,, Apa gue| doang yang kagak??^^^


Read (3)


"Ni orang emang bener bener sibuk apa pura pura sibuk doang sih". Gerutu misha kesal.


Misha mematikan ponsel nya lalu menatap ke arah luar caffe. Suasana saat ini lumayan sepi, mungkin karena bukan weekend juga.


"Mba, minta bil". Ujar Misha mengangkat tangan.


Setalah membayar, Misha memutuskan untuk kembali ke kamar. Ia malas untuk jalan jalan karena cuaca diluar sangat panas.


Misha yang sudah kenyang makan masih membeli beberapa cemilan buat nanti di hotel. Takutnya dia akan kelaparan dan malas untuk turun.


Di kamar hotel, waktu misha dihabiskan dengan nonton film. Hanya itu healing terbaik bagi dirinya setiap hari.


********


Angga yang baru selesai meeting masuk ke perusahaan dengan santai. Hari ini pekerjaannya tidak terlalu sibuk.


Dia masuk ke lift, lalu menekan tombol lantai 10. Angga ingin bertemu dengan Misha hanya sekedar ingin berbincang mengajak makan siang.


Cklek


"Elma". Panggil Angga berjalan ke arah Elma.


"Iya pak, apa ada yang bisa saya bantu".


"Misha kok gak ada diruang nya ya. Apa kamu tahu??".


"Nona Misha kemarin ngajuin cuti pak, kebetulan pekerjaan beberapa hari ini selesai makanya saya izinkan". Jelas Elma.


"Cuti??".


"Iya pak".


"Berapa hari?? Apa kamu tahu alasannya??". Tanya Angga lebih lanjut.


"Saya tidak tahu pak, nona Misha cuti 3 hari".


"Ck, kok dia gak bilang apa apa sama gue". Gumam Angga. "terimakasih, kalau ada apa apa tentang Misha kasih tahu ke saya dengan cepat apapun itu". Lanjut Angga.


"Baik pak".


Angga langsung meninggalkan ruangan itu menuju ke ruangan Riyan. Dia ingin menanyakan tentang Misha, siapa tahu Riyan tahu tentang pengambilan cuti itu.


"Siang tuan". Sapa Siska saat Angga melewati meja kerjanya masuk ke dalam ruangan Riyan tanpa mengetuk pintu.


"Riyan Lo tahu Misha dimana??". Tanya Angga langsung.


"Ck kenapa tanya ke gue, dia ada diruangan nya". Jawab Riyan santai masih fokus pada laptop dihadapannya.


"Kalau ada juga gue gak akan tanya lo,, tadi pagi lo suruh gue jemput tapi karena ada meeting makanya gue suruh dia masuk sendiri-".


"Terus". Potong Riyan.


"Diruangan nya gak ada. Gue tanya Elma katanya dia cuti".


Mendengar kata cuti membuat Riyan mengangkat alisnya heran.


"Kenapa Misha ngambil cuti mendadak". Batin Riyan.


"Ck liat dari muka lo kayanya gak tahu apa apa". Angga langsung meninggalkan ruangan Riyan mengambil ponselnya untuk menghubungi Misha.


Tapi beberapa panggilan tidak diangkat Padahal nomernya aktif.


.......


Diruangan Riyan, pemuda itu langsung pergi setelah melihat cctv ruangan kekasihnya yang kosong.

__ADS_1


Riyan berencana untuk pergi mencarinya ke apartemen. Suasana hatinya sungguh panik dan kacau.


Dia tidak memikirkan konsekuensinya saat mengacuhkan Misha karena alasan cemburu. Riyan sangat cemburu saat ada 2 pemuda yang mendekatinya kecuali dirinya.


Sama Angga juga kaya gitu apalagi pemuda yang gak dia kenal. Hatinya sangat kesal.


Ciitt,,,!!


Suara decitan ban mobil menggesek aspal dengan keras.


Riyan keluar langsung berlari masuk ke gedung apartemen yang ditempati kekasih nya. Kunci mobilnya ia lempar kepada salah satu satpam untuk memalkirkan mobilnya yang dia palkiran sembarangan.


"Sayang,, , ". Panggil Riyan mengelilingi ruangan apartemen mencari keberadaan Misha. Tapi gak ada tanda tanda keberadaan gadis pujaan harinya.


Riyan juga berkali kali menelpon tapi sama sekali gak diangkat. Lokasi yang ada di ponsel tidak diaktifkan maka dari itu Riyan tidak bisa melacak keberadaannya.


"Sayang kamu dimana??". Gumam Riyan mengacak acak rambutnya terduduk di atas tempat tidur.


"Baju". Dengan cepat Riyan berlari membuka lemari. Riyan membulatkan matanya saat melihat beberapa pakaian dan kopernya tidak ada ditempat.


Seketika kakinya lemas. Ntah kemana perginya misha saat ini. Jika pulang ke kampung halamannya itu tidak mungkin karena jaraknya yang jauh tidak akan membuat misha pulang. Pasti akan terbuang banyak waktu di perjalanan. Apalagi hanya 3 hari dia mengambil cuti.


Drrrttt


Drrrttt


Drrrttt


📞Mami is calling, ,


Ponsel Riyan berdering, dia membulatkan matanya saat nama sang mami menelpon dan mengirim chat beberapa kali ke nomernya. Riyan gak tahu harus apa. Apalagi mulutnya sangat kelu untuk berbicara.


"Mami pasti akan menanyakan keberadaan Misha". Batin Riyan dengan tangan bergetar.


Riyan tahu dengan tujuan sang mami menelpon. Maminya itu selalu menanyakan keberadaan kekasihnya jika nomernya tidak bisa dihubungi.


...Angga...


^^^Riyan^^^


^^^Cari keberadaan misha sampai ketemu, gue tunggu sampai sore^^^


Angga


Gue juga lagi cari


************


Kedua pemuda itu sedang panik, sedangkan gadis yang mereka cari sedang tertidur di atas tempat tidur dengan pulas. Misha tertidur saat menonton film tadi.


Perlahan mata Misha terbuka dengan berusaha menetralkan cahaya di dalam kamar.


"Eemmm, , , ".


Kedua tangan direntangkan untuk merilekskan otot tubuh yang kaku. Misha bangun, berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka.


Di dalam kamar itu terdapat dapur kecil. Cemilan yang misha beli tadi sudah diletakan disana. Jadi Misha tidak repot membeli makanan saat lapar.


Kebab, chicken KFC dan salad buah dibawa misha ke atas meja. Dia makan dengan tenang sambil melanjutkan film yang tadi ia tonton.


Tidak ada notifikasi yang masuk di layar pemberitahuan karena misha memang sengaja membisukan nomer beberapa orang yang ada di kontak ponselnya.


Drrrttt


Drrrttt


Drrrttt


Nomer tak dikenal masuk ke ponsel Misha. Dia mengerutkan keningnya melihat nomer itu kembali berdering tanpa henti. Awalnya misha tidak ingin mengangkatnya tapi panggilan itu tidak berhenti sedikitpun.


"Hello". Seru Misha saat mengangkat panggilan itu.


["Hello sha, akhirnya lo angkat juga,, Lo dimana??". ]


"Angga".


["Iya ini gue. Gue sengaja telpon pakai nomer lain biar lo angkat". ]


"Ada apa lo telpon gue??". Tanya Misha pura pura tidak tahu.


["Ck gak usah pura pura lo, gue telpon karena gue sama Riyan khawatir sama Lo. Kenapa Lo ambil cuti dadakan?? Lo dimana sekarang??". Ujar Angga panik. ]


"Gue lagi cari udara segar. Lo jangan khawatir gue baik baik aja. Nanti juga gue bakal balik ke apartemen".


["Iya lo dimana??". ]


"Di suatu tempat Lo gak usah tahu,, dan jangan kasih tahu Riyan Lo bicara sama gue.. gue tutup dulu bye".


Pip, , !!!


Dengan cepat misha memutuskan panggilan itu tidak memperdulikan Angga yang terus berbicara di sebrang telpon.


"Maafin gue buat kalian khawatir. Gue hanya ingin cari ketenangan sebentar". Gumam Misha melihat ponsel di genggaman tangannya.


...---------...


...TBC...

__ADS_1


...Happy Reading...... Babay!!!!!...


__ADS_2