Destiny In My Life

Destiny In My Life
Keputusan semua orang


__ADS_3

...Happy Reading...


Riyan terdiam akan pertanyaan yang bokapnya ucapan. Dia bingung akan apa yang dia lakukan karena ini mempertaruhkan kehidupan Misha.


"Apa sebegitu rumitnya hubungan aku sama Riyan". Batin misha, perasaan dulu dia sebisa menerimanya tapi sekarang kenapa hatinya merasa sakit.


Misha merasa ada keraguan di hubungan mulai sekarang.


Melihat kekasihnya hanya diam, Riyan terus menatap ke arah Misha dengan tatapan sulit dimengerti. Dia tahu gadisnya sedang banyak berpikir dengan hubungan mereka.


Perlahan Riyan memegang tangan Misha yang membuat sang kekasih sedikit tersentak karena kaget.


"Aku akan terus menjaga kamu, kamu jangan khawatir". Ujar Riyan dengan lembut penuh keyakinan.


Misha hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Tunggu, ekhm mami baru lihat itu cincin apa??". Tanya mami Vita melihat cincin berlian tersemat di jari manis Misha.


Ucapan mami Vita membuat semua orang menatap ke arah tangan Misha yang ada di genggaman Riyan.


Riyan tersenyum kepada sang mami membuat wanita paruh baya itu merasa tambah curiga. Karena beberapa hari yang lalu anaknya berbicara tentang dirinya yang ingin melamar Misha.


"Semalam Riyan baru melamar Misha".


"Kalau begitu kenapa kita gak adakan acara lamaran yang mewah". Usul mami Vita dengan ceria. "Sambil memperkenalkan misha ke publik". Lanjutnya.


"Riyan sih boleh aja malah senang tapi apa ini baik buat Misha??".


"Kenapa kamu ragu, itu berarti kamu harus menjaga Misha lebih baik lagi". Sambung papi Rendra yang terlihat menatap sang anak ragu.


"Sayang kapan kita adakan acara lamaran??". Tanya Riyan kepada Misha dengan tatapan menggoda.


"Kamu harus bertemu orang tua aku dulu". Jawab Misha.


"Ya udah, yuk berangkat sekarang".


Pltak, ,


Pukulan keras mendarat di kepala Riyan membuat orangnya kesakitan. "Gak sabaran banget sih jadi anak". Celetuk mami Vita.


"Ya mami sakit tahu, kalau gak sekarang kapan?? Minggu ini kita berdua akan pergi ke Japan, mau kapan lagi ketemu orang tua Misha. Lebih cepat lebih baik". Keluh Riyan dengan mengerucutkan bibirnya kesal. Ditambah kepalanya sakit akibat pukulan sang mami yang keras.


"Oh iya mami lupa".


"Gimana sih jadi manajer kok lupa schedule artisnya". Ledek Riyan.


"Manajer nya Maya bukan mami, mami cuma awasin Misha aja".


"Tapi tetap aja mami gak tahu schedule Misha". Ujar Riyan gak mau kalah.


"Ck, anak sialan!!!". Umpat mami Vita mulai kesal.


"Jadi, kamu akan ke rumah misha kapan??". Tanya papi Rendra mengalihkan perhatian. Kalau dibiarkan bertengkar seperti itu gak bakal bisa berhenti.


"Nanti siang mungkin kita berangkat". Jawab Riyan.


"Kamu gimana sha??".


"Misha ikut aja pi". Balas Misha yang sedari tadi diam.


"Apa orang tua kamu ada jika kalian datang tiba tiba??". Sahut mami Vita.


"Orang tua Misha ada tidak pernah pergi jauh palingan cuma ke ladang". Ucap Misha apa adanya.


"Baiklah, kalian siap siap sana. Mami sama yang lain bakal berangkat besok,, apa hari ini kamu ke kantor Riyan??".


"Nggak, Riyan memang senagaja mengambil libur buat nemenin misha jalan jalan tadinya".

__ADS_1


"Ya udah mami papi ke kantor dulu, kalau mau berangkat hubungi mami ya sayang". Ujar mami Vita kepada Misha dengan memeluknya dengan erat.


Tidak tahu kenapa nyokapnya Riyan sayang banget sama Misha, bahkan mengalahkan rasa sayang dia kepada Riyan yang notabennya anak kandung.


Mami Vita selalu membela Misha tanpa ragu daripada Riyan.


..


Setelah kepergian orang tua Riyan. Tinggallah mereka berdua di rumah.


Misha memutuskan untuk pergi ke kamar untuk packing barang yang akan dia bawa.


Tidak banyak hanya beberapa pasang pakaian saja tanpa disatukan dengan milik Riyan.


Saat Misha packing di dalam kamar, Riyan pergi ke ruang kerja untuk mengurus pekerjaannya yang akan dia tinggal beberapa hari. Sambil memberitahukan semuanya kepada Angga.


Tentu saja Angga harus tahu karena kemungkinan dia akan ikut juga kesana.


Misha dan Riyan akan berangkat duluan untuk menyiapkan apa yang diperlukan nanti. Riyan juga ingin tahu acara lamaran yang dilakukan di tempat kekasihnya.


Bisa saja dia menggelar acara lamaran di Jakarta tapi itu akan memakan waktu lama. Dimana beberapa hari lagi mereka harus pergi ke Japan dan itu tidak bisa di tinggalkan.


Mungkin beberapa orang tidak tahu Misha seorang model karena karir Misha tidak masuk ke televisi manapun seperti artis lain yang populer.


Mereka akan tahu Misha di media sosial seperti Twitter, Instagram dan media sosial lainnya saja.


Misha juga dikenal banyak orang kebanyakan dari partner kerjanya yang sudah terkenal. Misha dikenal sebagai partner yang proporsional saat bekerja. Banyak para pans mereka yang menghormati Misha saat bekerja dengan siapapun. Diantaranya dengan partner yang sudah memiliki kekasih nyata atau pasangan couple mereka di media.


Padahal Misha yang berstatus lajang tapi tidak mempengaruhi juga. Atau mungkin karena perbedaan agama yang mereka anut.


Kebanyakan partner kerja Misha memang kebanyakan non muslim.


Yang membuat misha senang manjadi model adalah dia biasa bertemu dengan idolanya langsung secara dekat bahkan bisa berkomunikasi dengan mereka. Hal itu tidak akan pernah bisa Misha lupakan dimana awalnya Misha hanya bisa melihat mereka dari ponsel. Tapi sekarang didepan mata langsung.


Bahkan jika model lain mendapat hadiah dari fans, berbeda dengan Misha yang malah memberi hadiah kepada idolanya yang satu kerjaan untuk kenang kenangan.


Skip,


......


Drrrttt, , drrrttt, , drrrttt.


Panggilan masuk di ponsel Misha. Saat Misha melihat siapa yang menelpon, keningnya berkerut. "Tumben Sinta telpon??". Gumam Misha lalu menggeser tombol hijau.


"Hello".


"Hello sha, Lo dimana??". Tanya Sinta di seberang telpon.


"Gw dirumah". Ucapnya yang masih kebingungan.


"Gw mau bilang sesuatu boleh??".


"Aish,, Lo kenapa sih?? Bilang aja Napa to the point jangan buat gw bingung". Ucap Misha sudah mulai kesal.


"Gw mau minta tolong belikan tiket konser?? Lo tahu kan caranya??".


"Konser?? Konser apa??". Tanya Misha.


"EXO".


"Wait,, bukannya masih beberapa bulan lagi??". Tanya Misha memang tahu dengan berita itu di media sosial.


"Ya tapi kan pembelian tiketnya bulan ini, Lo buka aplikasi deh?? Ya sha gw minta tolong,, nanti gw transfer uangnya dari sini". Ujar Sinta memohon.


"Gw gak janji, tapi gw usahain".


"Bener ya??". Ucap Sinta terlihat ceria.

__ADS_1


"Iya lo kirim bagian mana yang lo inginkan, btw berapa tiket??". Tanya Misha.


"3 tiket, gw nonton sama temen² gw. Gw maunya sih paling depan".


"Gak sekalian di atas panggung". Canda Misha yang dibarengi dengan tawa ngakak.


"Boleh juga tuh". Respon Sinta.


"Anjeng lo".


"Hahahaha, lagian Lo yang mulai". Tawa ngakak terdengar di sebrang telpon.


"Nanti gw urusin tiket lo, kalau masalah tempat tinggal?? Bukannya Lo di rumah ya??".


"Itu teman gw yang urus, kita bakal ke kontrakan kakaknya".


"Lo datang cuma buat nonton konser?? Gak sayang uangnya??".


"Sekali kali, siapa tahu sebelum bulan itu gw dapat kerja di kota. Lo punya lowongan pekerjaan gak??".


"Lo mau kerja apa?? Apa mau gw kirim ke Japan". Celetuk Misha. Memang seperti inilah mereka saat sedang berbicara, asal jeplak tanpa harus dimasukin ke hati.


"Ngapain anjxng ke Japan??".


"Ya siapa tahu Lo mau jadi model situs web".


"Sialan!! Temen gak ada akhlak".


Misha hanya tertawa ngakak. Inilah keseruan mereka saat berbincang bincang di telpon apalagi sekarang mereka jarang banget saling berkomunikasi khususunya Elma. Karena Elma satu satunya dari mereka berempat yang udah menikah setelah lulus sekolah.


"By, , ". Teriak Riyan yang menggema di seluruh ruangan mencari keberadaan Misha. Saat ini Misha sedang ada di balkon kamar.


"Iya, di balkon". Balas Misha dengan teriakan juga.


"Woy kalau kau teriak mikir dulu dong budeg tahu ga". Keluh Sinta di seberang telpon karena Misha lupa kalau panggilan mereka masih terhubung.


"Sorry gw lupa". Ucap Misha merasa bersalah.


Terlihat Riyan datang dengan membawa laptop ditangan, lalu duduk di sopa samping Misha.


"Telponan sama siapa??". Tanya Riyan tanpa mengalihkan pandangan.


"Sama teman?? Ada apa panggil aku??".


"Aku mau ajak kamu ke mall belanja oleh oleh buat orang tua kamu". Ucap Riyan.


"Lo mau pulang??". Tanya Sinta di sebrang telpon.


"Ya udah aku siap siap dulu". Balas Misha tanpa menjawab ucapan Sinta,lalu berjalan masuk ke dalam kamar.


"Woy elah gw dicuekin, , woy Sasa Lo mau pulang??". Ucap Sinta lebih keras.


"Gw Misha, nyambung bae lo".


"Bomat,, kapan lo pulang??".


"Kepo, dah gw tutup dulu. Bye".


"Jangan lupa bawa oleh oleh buat gw".


"Ogah".


Pip.


Panggilan dimatikan secara sepihak. Lalu pergi ke walk in closed untuk bersiap siap pergi ke mall bersama sang kekasih.


To be continued, , ,

__ADS_1


__ADS_2