
Semalaman Misha berada di balkon kamar dengan membawa selimut untuk menutupi tubuhnya dari udara dingin.
Malam ini kemungkinan Misha akan tidur disana ditemani Riyan dari layar video. Setelah marah beberapa jam akhirnya Misha mengangkat panggilan itu saat tahu Riyan sudah makan.
Sebelum makan pun Riyan mengirim photo agar saat makan bisa ditemani oleh misha. Jadi Misha mau gak mau mengangkat panggilan itu. Menemani Riyan makan via telpon.
Riyan menemani Misha malam ini sampai tertidur. Bisa dilihat saat ini Riyan ada di kamar yang ada di ruangannya tanpa pulang ke rumah atau ke apartemen.
.
.
.
.
Ntah jam berapa misha terbangun saat wajahnya terasa dingin. Pertama kali membuka mata misha langsung melihat pemandangan kota seoul. Sampai tidak terasa senyumnya terukir di bibirnya yang manis.
Misha bangun dan berjalan masuk ke dalam kamar membawa selimut serta iPad yang dipakai semalam.
Melihat jam masih menunjukan pukul 3 dini hari membuat misha memutuskan untuk kembali tertidur. Tapi sebelumnya ia pergi ke dapur untuk mengambil minum karena tenggorokan nya terasa kering.
4 jam kemudian alarm yang ada di ponsel Misha berbunyi. Melihat ke arah luar terlihat matahari yang mulai muncul menerangi bumi.
Misha bangun lalu merentangkan kedua tangannya untuk meregangkan otot yang kaku.
Setelah itu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Misha ingat 2 hari ini dia akan memahami mami Vita bekerja.
Ntah apa yang akan Misha lakukan untuk menghilangkan rasa bosan nya saat ada di sana. Karena kemungkinan Misha akan bosan saat mami Vita bekerja nanti.
Dengan memakai long dress selutut berwarna hitam dipadukan dengan atasan crop top transparan membuat pesona misha tambah keluar. Ini kali pertama dia memakai pakaian yang dibilang cukup seksi.
"Pagi sha". Sapa mami Vita mendekati Misha yang ada di dapur sedang membuat sarapan.
"Pagi mi,, mami mau sarapan apa biar sekalian misha buatkan".
"Apa aja. Tadinya mami ingin buatkan sarapan buat kamu tapi ternyata keduluan". Mami Vita tersenyum manis.
"Biar misha yang buat sarapan, mami siap siap aja katanya ada pekerjaan hari ini". Ucap Misha melihat mami Vita yang hanya menggunakan handuk kimono.
Mami Vita masuk kembali ke kamar sementara Misha lanjut membuat sarapan.
Pagi ini Misha membuat telur mata sapi, sosis panggang dan roti panggang untuk mewakili aktivitas pagi hari ini.
Dia membuat dua porsi dan tak lupa menyediakan susu putih untuk calon mertuanya sedangkan untuk dirinya menyiapkan susu coklat.
Saat misha ingin memanggil mami Vita untuk sarapan bersamaan dengan pintu kamar terbuka. Jadi misha mengurungkan niatnya dan duduk di kursi untuk sarapan.
Mereka sarapan berdua dengan menu yang Misha buat.
Pukul 10 barulah mereka berangkat menuju tempat mami Vita bekerja. Misha tidak tahu tempatnya dimana yang ada dipikiran nya kantor RV gamstore yang sebelumnya dia datangi.
Di dalam perjalanannya pun misha hanya fokus pada ponselnya yang sedang bermain sosial media.
Sedangkan mami Vita sedang melihat ipad yang kemungkinan sedang bekerja.
Mobil berhenti, kemungkinan mereka sudah sampai. Misha langsung menatap sekeliling untuk bersiap keluar dari mobil.
Seketika matanya membulat melihat dimana dia berada. Misha diam mematung di dalam mobil melihat bangunan tinggi yang ia kenali.
"Sha kenapa melamun ayok". Ucap mami Vita yang sudah ada di luar mobil.
"Ah iya, ".
Misha keluar dengan pandangan masih menatap bangunan itu.
HYBE, ya gedung yang ada di hadapan misha saat ini. Dimana gedung itu label yang menaungi idol-idol pavorit nya.
"Apa nona baik baik saja". Ucap salah satu anak buahnya yang melihat Misha hanya diam di samping mobil.
"Ah saya baik baik aja".
Misha langsung menyusul mami Vita yang berjalan terlebih dahulu menuju pintu masuk.
Di pintu masuk itu tentu saja mereka harus melewati keamanan yang sangat ketat. Apalagi ini, mereka akan masuk ke ruangan kerja dimana memiliki keamanan yang lebih terjamin.
"Mita apa semuanya sudah beres". Tanya mami Vita kepada karyawannya yang juga ada diruangan itu.
"Sudah nyonya, semua barang dijamin aman dan sesuai yang nyonya mau". Ucap wanita yang bernama Mita dengan disampingnya ada satu koper.
Setengah jam lebih mereka melajukan pemerikasaan akhirnya mereka bisa masuk ke tempat dimana akan diadakan photo shoot.
Misha yang masih tidak percaya akan masuk ke gedung itu hanya diam mengikuti mami Vita di sampingnya.
Mereka duduk di kursi yang sudah disediakan depan tepat photo shoot itu.
Misha hanya diam menunggu dengan memainkan ponselnya. Sementara mami Vita sedang bekerja bersama dengan Mita.
Dia jarang berbicara dengan orang yang ada disana karena terkendala dengan bahasanya. Jadi Misha hanya mengandalkan google translate untuk berbicara dengan mereka.
Mereka juga paham dengan masalah dan bisa memakluminya. Apalagi mereka juga jarang yang bisa berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris.
__ADS_1
Gak lama kemudian telinga misha mendengar suara yang tidak asing ditelinga. Hal itu membuat misha menatap ke arah suara.
Lagi dan lagi misha kaget dengan keberadaan orang itu.
Pranggg
Ponsel yang sedang misha pegang jatuh tapi untung saja tidak pecah/rusak. Pandangannya hanya menatap ke arah seorang pria yang masuk ke dalam ruangan.
"Sha kamu kenapa?? Kamu baik baik aja". Tanya mami Vita duduk disamping misha. Dia sangat khawatir dengan Misha yang hanya diam saja sedari masuk ke dalam gedung itu.
"Mi apa Misha gak salah lihat kan". Misha menggenggam tangan mami Vita dengan erat.
"Maksud nya apa mami gak ngerti".
"Itu, , soobin kan , Misha gak salah lihat". Ucap Misha dengan gelagapan.
"Mungkin, mami gak terlalu hapal".
"Mami,, ". Ucap misha menatap ke arah depan lagi.
Pemotretan sudah dimulai dan sesekali misha menatap sekeliling mencari anggota mamber yang lain.
Hari ini sungguh gak disangka olehnya. Ini adalah pengalaman yang gak pernah misha lupakan selama hidupnya.
"Apa kamu ingin photo sama mereka??". Tanya mami Vita.
"Apa boleh mi,, bukannya sudah ya photo sama mereka".
"Nanti mami bilang sama manajer mereka".
"Misha mau". Ucap Misha dengan semangat.
Mami Vita kembali bekerja sedangkan msiha hanya asik menatap mereka yang sedang melakukan photo shoot.
Seharian mereka sampai di sana tapi tidak dihabiskan berada di dalam ruangan itu saja. Karena mami Vita mengajak Misha untuk selalu ada didekatnya.
Bahkan misha juga makan siang di kantin yang ada di gedung HYBE bersama dengan yang lain.
Sampai sore hari walaupun pekerjaan itu belum selesai, mami Vita mengajak untuk pulang. Tapi sebelum itu dia juga harus menyerahkan semuanya kepada Mita.
Sebelum pulang juga Misha dapat kesempatan berphoto mamber txt walaupun tidak diizinkan untuk di up di sosial media dalam waktu dekat.
Tak hanya itu mereka juga selfi bersama menggunakan ponsel Misha dan Ponsel salah satu mamber.
Di dalam perjalanan Misha asik pamer kepada Riyan yang bisa berphoto dengan salah satu grup boyband kesukaannya.
"Mami kalau tau bakal kesana Misha ingin membawakan mereka hadiah". Ucap Misha menatap ke arah mami Vita.
"Iya juga sih". Gumam Misha pelan.
"Besok juga kita bakal kesana juga tapi kayanya hanya sebentar karena kepastian pekerjaan ini gak bakal selesai satu hari". Lanjut mami Vita membuat senyum Misha kian melebar.
"Mami serius".
"Iya".
"Tapi gak tahu mau kasih apa". Cengir Misha menatap ke arah mami Vita.
"Itu-".
Drrrttt, , drrrttt, , drrrttt
Ucapan mami terpotong oleh suara panggilan video masuk ke ponsel Misha.
📞Riyan is calling, , ,
"Hello sayang, lagi dimana?? Lagi apa?? Lagi sama siapa??". Tanya Riyan beruntun.
Mendengar itu misha hanya diam mendengarkan tanpa langsung menjawab. Ia bingung kenapa Riyan menanyakan itu semua.
"Kamu kenapa?? Kamu baik baik aja kan". Ucap Misha bingung.
"I'm okay, kamu lagi dimana??".
"Aku di mobil sama mami".
"Ah baiklah, , oh ya aku kangen banget sama kamu". Ucap Riyan manja.
"Lusa aku pulang, toh kita telponan setiap hari berjam jam lagi".
"Ya tapi kan tetap aja aku kangen sama kamu".
"Ck kangen kangen,, Misha gak bakal pulang dia betah disini katanya cowoknya cakep cakep gak kaya kamu". Sambung mami Vita mengambil ponsel Misha yang memperlihatkan wajah sang anak.
"Aish mami, , jangan bikin Misha betah disana deh. Kalau nggak Riyan bakal bawa pulang ke Jakarta hari ini juga".
Mami Vita malah menjulurkan lidahnya membuat Riyan tambah kesal.
Tentu saja Riyan percaya karena memang benar Misha sangat suka berada di Korea dengan kebanyakan orang ganteng disana. Apalagi banyak idol K-Pop yang sangat Misha sukai.
Pip
__ADS_1
Setalah puas meledek anaknya, mami Vita mematikan panggilan itu dengan tawa ngakak melihat reaksi Riyan di sebrang telpon.
"Mami mah emang jail sama anak sendiri". Ucap Misha dengan tersenyum sambil menggelengkan kepala.
"Biarin, biar tahu rasa".
Bisa dibayangkan saat ini Riyan di sana sedang uring uringan. Dengan pekerjaannya yang sangat banyak dia tidak mungkin meninggalkan kantor begitu aja. Bisa bisa bokapnya turun tangan langsung menghadapai kelakuan Riyan yang akan semena mena dalam bekerja.
Sampai di apartemen, mami Vita langsung masuk ke dalam kamar karena ada satu hal yang harus dikerjakan. Sementara Misha pergi ke dapur mengambil cemilan untuk menemaninya menonton drakor.
Sore itu misha sangat malas untuk langsung mandi jadi dia memutuskan untuk nonton saja sendiri di ruang santai.
Bersandar dengan tangan memegang cemilan, mata berfokus pada layar telivisi. Itulah yang sering Misha lakukan saat bosan atau malas malasan.
Ting
Notifikasi pesan masuk membuat misha mengalihkan pandangannya ke arah Ponsel yang terletak di atas meja.
...Sinta ...
|Sha Lo beneran ada di Korea??
|Lo beli lightstick sama album??
^^^Iya|^^^
^^^Kenapa??|^^^
|Gue mau titip
^^^Lo yakin??|^^^
^^^Bukannya Lo sayang uangnya ya|^^^
|Iya juga sih tapi gue pengen.
|Mahal gak sih kalau beli disana langsung
^^^Menurut gue sih sama aja|^^^
^^^Bedanya beli disini kita langsung lihat| barangnya, kalau online kan nggak^^^
|Gue bingung tahu gak, gue pengen beli lightstick Exo atau album.
^^^Nonton konser kaga Lo palingan buat pajangan|^^^
^^^Kalau Lo mau nanti gue usahain beliin tapi Lo| yakin gak??^^^
|Ya juga sih :D
|Gue masih bingung sha T_T
^^^Gue sih terserah Lo|^^^
^^^Gue juga gak janji sialnya besok gue sibuk dan| lusa gue balik ke indo^^^
|Tahu ah gue pusing bye
^^^Lah bocah kurang obat Lo|^^^
^^^(Read)^^^
"Lah ni anak kenapa dah,, kalau harganya 50 ribu mah gue beliin 2 sekalian. Lah ini". Gumam Misha melihat layar ponsel.
Tak ambil pusing dengan ocehan teman yang satu ini, Misha meletakan kembali ponselnya lalu memutuskan untuk pergi ke kamar.
Setelah membersihkan badan, misha duduk di depan meja rias yang sudah berganti pakaian dengan pakaian santai.
Dia sedang menggunakan krim wajah dan memikirkan hadiah apa yang akan misha kasih.
.
.
Karena waktu yang mepet dan misha belum ada waktu membeli barang untuk hadiah untuk mereka. Akhirnya Misha hanya memberi kalung dengan liontin sayap kepada Yeonjun.
Kalung itu satu couple dengan gelang yang kebetulan tidak misha pakai.
Hari kedua di gedung HYBE, misha hanya sebentar karena mami Vita harus pergi ke kantor RV gamstore karena ada klien yang datang mendadak.
Mereka hanya ingin berbicara dengan pemiliknya langsung tanpa diwakili. Jadi misha pun harus ikut kesana.
Seminggu berada di Korea membuat Misha bahagia apalagi dia bisa ketemu dengan idol kesukaannya walaupun bukan BTS. Gak abangnya, adiknya pun jadi :D.
Bahkan untuk pulang ke Jakarta pun misha masih enggan. Tapi apalah daya dia yang tidak bisa bahwa Inggris dan Korea tidak memungkinkan ada di sana.
Riyan juga sudah sering meminta Misha untuk cepat pulang dengan banyak alasan yang dibuat buat.
*NB : jangan pada heboh dulu, ini hanyalah cerita karangan author semata. Jadi jangan main hakim sendiri. Oke
To be continued, , ,
__ADS_1