Destiny In My Life

Destiny In My Life
Seoul, Korea Selatan


__ADS_3

Pukul 7 pagi waktu Korea Selatan. Matahari belum terlalu muncul. Bahkan masih banyak kabut. Setelah menjalankan ibadah shalat subuh Misha kembali tidur karena udaranya sangat dingin.


Misha langsung membenamkan badannya ke dalam selimut tanpa ada celah. Saat ini mungkin dia sangat malas bangun dan hanya ingin tiduran di atas tempat tidur yang hangat.


Cklek


Pintu kamar dibuka, misha tahu siap yang masuk karena di apartemen itu hanya ada mereka berdua saja.


Apartemen milik Riyan memang memiliki beberapa kamar di dalamnya.


Apartemen itu seperti rumah di kediaman Mahendra hanya berada di atas bangunan. Bahkan dekorasinya akan sama. Bisa ditebak bahwa yang merenovasi ruangan itu adalah nyonya Mahendra.


"Kok belum bangun mau jalan jalan gak". Ucap Riyan menggoyangkan tubuh Misha.


"...". Misha hanya diam dia hanya berbaring tanpa masuk lagi ke alam mimpi. Kesadaran nya pun ada.


"Mau liburan apa tidur??". Ucap Riyan lagi.


Riyan menarik selimut itu sampai jatuh ke lantai. Hal itu membuat udara masuk ke kulit Misha yang hanya memakai piyama tidur lumayan tipis. Bahkan misha lupa bahwa AC nya tidak ia turunkan.


"Aaakkhh, , Riyan dingin". Keluh Misha.


"Udah tau dingin ac nya gak diturunin". Riyan langsung menurunkan suhu udara di kamar Misha.


Tapi Misha yang sudah kedinginan tidak bisa berbuat apa. Dia hanya duduk memeluk bantal yang ada disana dengan erat.


"Udah mandi sana, siap siap sebentar lagi matahari ninggi noh".


"Gak mau dingin". Tolak misha.


"Pakai air hangat kalau nggak cuci muka aja,, aku tunggu di meja makan. Jangan lupa pakai pakaian tebal".


"Hm". Ucap Misha langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Misha yang awalnya hanya ingin cuci muka memutuskan untuk mandi pakai air dingin. Takutnya dia gak enak saat jalan nanti.


15 menit Misha keluar hanya menggunakan handuk kimono. Ia melihat lihat pakaian yang ada di koper. Pakaian itu semua cocok dipakai misha di Korea. Ya mungkin karena Misha yang menyukai style Korea.


Saat ini Misha memakai sweater yang dimasukan ke dalam celana jins dengan rambut yang dia biarkan tergerai. Gak lupa juga sepatu sneaker yang lumayan tinggi karena kepastian misha akan terlihat kecil nanti.


Sepatu dan tas hanya misha bawa diletakan di atas sopa. Ia akan sarapan terlebih dahulu sebelum pergi.


Dimeja makan sudah ada beberapa menu makanan Indonesia. Nasi, capcai, ayam goreng dan nugget.


"Ah tumben makanan Indonesia, kamu masak sendiri??". Tanya Misha duduk di meja makan.


"Iya takutnya kamu sembarangan makanan, jadi sekarang sarapan yang banyak jangan membantah"


"Oke, aku juga ingin berburu makanan diisi". Ucap misha dengan tersenyum lebar.


"Aku akan ajak kamu keliling kota Seoul".


Mereka berdua sarapan dengan tenang. Misha juga tidak ingin terburu-buru yang ada nanti makanannya tidak tercerna dengan baik.


Setelah selesai barulah mereka berangkat. Walaupun tidak jadikan Riyan dan Misha memakai pakaian dengan warna yang sama.


Tempat yang pertama kali dikunjungi adalah istana gyeongbokgung.


Diana Misha berjalan jalan melihat area dengan gembira. Bahkan mereka juga bisa memakai hanbok, pakaian tradisional Korea Selatan.


Banyak photo yang Misha abadikan menggunakan ponsel karena Riyan lupa membawa kameranya saat mau berangkat ke sana.


Berjam jam sampai puas disana mereka dilanjutkan ke wisata selanjutnya yaitu ke buchon hanok village lalu lanjut ke Myeongdong.


Myeongdong merupakan salah satu distrik perbelanjaan utama di Seoul yang memiliki toko ritel dengan harga menengah keatas dan outlet merek internasional.


Jalan Myeongdong juga sering menjadi tempat lokasi syuting dari K-drama.


Bukan hanya fashion dan makeup,tapi jalan Myeongdong juga banyak jajanan yang akan membuat para turis kalap mata saat melihatnya.


.


.


.


Di Myeongdong, Seoul Korea Selatan


Riyan dan misha sengaja tidak menggunakan mobil pribadi karena ingin lebih menyatu dengan kota Seoul.


Mereka menggunakan transportasi umum dari satu tempat ke tempat lain.


Riyan mengajak Misha masuk ke salah satu restoran yang ada di Myeongdong. Mereka akan makan terlebih dahulu sebelum jalan jalan mencari apa yang tertarik dimata mereka berdua.


"Mau pesan apa??". Tanya Riyan melihat lihat menu makanan.


"Gimbab, Jajangmyeon, dan tteokbokki". Ucap Misha mengucap kan makanan yang ingin ia makan.


"Ramyeon dan bulgogi". Lanjut Riyan.

__ADS_1


Setelah tidak ada lagi pesanan yang diinginkan. Pelayan itu pergi meninggalkan mereka mereka untuk menyiapkan makanan.


"Mami kapan kesini??". Tanya Misha.


"Besok katanya".


"Emangnya mami gak capek dari London ke Korea".


"Mami kesini karena ada kerjaan jadi sekalian liburan ngajak kamu". Kata Riyan apa adanya. "Oh ya kemungkinan nanti aku sama papi bakal pulang duluan kamu liburan berdua sama mami disini ya. Mami kayanya bakal sedikit lama disini". Lanjutnya membuat Misha kaget.


"Loh kok gitu".


Gak lama pesanan datang membuat pembicaraan mereka sedikit terhenti dan dilanjut sambil makan.


"Gak papa jangan takut kamu kan sama mami gak sendirian". Ucap Riyan meyakinkan.


"Ya udah deh liat nanti aja". Ucap Misha ragu.


"Ck nanti aja kesenangan gak mau pulang". Riyan menatap Misha dengan tatapan ada sesuatu yang misha tidak tahu.


"Apa??".


"Nanti kamu tahu sendiri. Jadi sekarang kita habiskan waktu berdua, aku disini hanya 5 hari gak lebih".


"Hm,, tapi ajak aku ke tempat itu ya nanti".


"Oke besok aku ajak kesana". Ucap Riyan dengan tersenyum manis.


Setelah makanan habis, mereka lanjut jalan untuk shopping masuk toko satu ke toko lain sambil memberi beberapa jajanan di pinggir jalan.


Walaupun sudah makan tapi Misha yang hobi makan selalu minta membeli makanan lain saat terlihat di mata kepalanya sendiri.


Bisa dipastikan sepulang dari Korea Misha akan melakukan diet agar berat badannya bisa turun kembali.


Banyak belanjaan yang Misha beli khusunya saat dia masuk ke area Myeongdong underground. Disana banyak toko yang menjual merchandise KPop dengan berbagai jenis. Termasuk merchandise idola kesukaan Misha.


Berbagai jenis merchandise dibeli oleh misha yang sangat dia inginkan. Misha ingin membeli semua tapi Misha pikir pikir lagi walaupun dia sangat suka itu.


Riyan yang melihat itu hanya bisa mengikuti apa yang kekasihnya mau. Dia akan melakukan apapun agar misha bahagia.


"Setelah ini baru kamu ikut aku belanja". Ucap Riyan kepada Misha yang sudah memegang banyak kantong belanjaan.


"Siap, yuk mau kemana aku ikut aja".


Saat ini barulah Riyan untuk berbelanja. Misha hanya ikut kemana Riyan pergi.


Misha hanya duduk menunggu di sopa yang ada di toko itu. Sedangkan Riyan asik melihat lihat barang yang katanya keluaran terbaru.


Dari setiap toko itu misha hanya dihabiskan dengan menunggu di sopa tapi sesekali melihat lihat juga.


Walaupun suka Misha gak akan pernah membelinya karena sayang uangnya yang sudah dia kumpulkan.


"Aku udah suruh orang buat anterin mobil, Kita langsung pulang aja sebelum pergi ke n Seoul tower". Ucap Riyan datang mendekati Misha yang sedang main ponsel.


"Aku capek, kita pulang aja gak usah kesana. Lain kali aja".


"Ya udah gak papa".


Riyan membawa banyak kantung belanjaan dengan dibantu misha. Kebanyakan belanjaan itu hanya milik misha. Sedangkan Riyan hanya beberapa kantong tapi ukurannya yang besar.


Misha tidak tahu apa yang Riyan beli. Yang dia tahu hanya 3 item. 3 item juga bisa di jumlahkan harganya ratusan juta.


.


.


.


Di dalam mobil Misha hanya merebahkan tubuhnya dengan nyaman. Kakinya sangat pegal karena diajak jalan dari pagi bahkan sekarang langit sudah gelap digantikan dengan malam mereka baru pulang ke apartemen.


"Keliatannya bakal langsung tidur nih". Ucap Riyan sedikit meledek.


"Hm". Gumam Misha dengan mata tertutup.


Riyan mengacak acak rambut Misha dengan gemas.


Sampai di apartemen, mereka masuk ke kamar masing masing. Misha langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur tanpa mengganti pakaian.


Cklek


Pintu terbuka dengan perlahan. Riyan masuk dengan sudah mengganti pakaian.


"Ganti baju dulu baru tidur. Pakaian kamu kotor". Riyan terus membangunkan misha yang baru terlelap.


Dengan terus diganggu akhirnya misha bangun untuk mengganti pakaian. Lalu lanjut tidur. Terlihat Riyan sudah tidak ada di dalam kamar misha.


.


.

__ADS_1


.


...*********...


Keesokan harinya seperti yang Misha minta. Mereka sudah rapih dengan pakaian couple.


Riyan menggunakan Hoodie dan celana jins berwarna hitam. Sedangkan Misha memakai Hoodie crop top dengan celana celana jins berwarna hitam. Gak lupa juga Misha memakai dalam agar perut nya tidak terlihat, jika tidak kemungkinan Riyan akan ngambek 7 hari 7 malam.


"Yey let go, , ". Teriak Misha dengan semangat.


Misha juga sudah memastikan bahwa mereka bisa masuk ke tempat itu karena yang Misha tahu pendaftaran untuk masuk hanya via online. Bahkan misha juga tidak tahu gimana caranya.


"Oii,, jangan nanti berantakan". Keluh Misha menjauh saat tangan Riyan akan mendarat di kepala Misha yang kepastian akan mengacak acak rambutnya yang sudah rapih.


Misha berjalan terlebih dahulu meninggalkan Riyan dibelakang.


Di lantai bawah, saat misha menunggu Riyan yang sedang mengambil mobil tiba tiba dikagetkan dengan seseorang yang memanggil dari belakang.


"Nona Misha". Panggil orang itu.


Merasa namanya dipanggil misha langsung membalikan badannya menatap orang itu dan ternyata. .


("Ah sial kalau gini Riyan bisa bete". Batinnya dengan sedikit melihat sekeliling. )


"Tuan Arthur ada disini juga". Sapa balik Misha hanya sekedar basa basi.


"Iya lagi ada pekerjaan disini. Nona Misha lagi liburan??".


Orang yang memanggil misha adalah Arthur, salah satu kolega bisnis perusahaan bokapnya Riyan yang beberapa kali pernah ketemu.


"Iya saya -".


"Ayo sayang". Potong Riyan yang datang tiba tiba keluar dari mobil. "Tuan Arthur disini juga??".


Sebenernya Riyan sudah melihat dari dalam mobil. Lalu dia buru buru keluar karena Misha sedang berbincang dengan orang itu. Orang yang sedang berusaha mendekati sang kekasih.


"Tuan Riyan sedang liburan sama nona Misha??".


"Iya kami berdua sedang liburan, ah kalau begitu kami permisi dulu ya soalnya takut telat ada hal yang lebih penting". Ucap Riyan dengan cepat agar meninggalkan kamar orang itu.


Misha yang mendengar nada yang kurang bersahabat membuatnya heran. Dia tahu Riyan sangat posesif tapi Misha gak nyangka akan melakukan itu terhadap kolega bisnis bokapnya yang Misha tahu sudah beberapa tahun mereka bekerja sama.


Didalam mobil misha hanya diam. Pikiran nya masih tidak bisa lepas dari perbincangan tadi.


"Yan aku boleh tanya??". Ucap Misha ragu.


"Boleh, mau tanya apa?".


"Kenapa kamu bilang seperti itu kepada kolega bisnis kamu.. apa itu tidak sopan".


"Oh gak masalah. Gak ada ruginya kalau dia mau putusin kontrak. Dan aku gak suka kalau kamu dekat dekat dengan dia". Ucap riyan memegang tangan Misha.


"Sama siapapun juga aku gak dibolehin". Gumam Misha pelan tapi masih bisa didengar oleh Riyan.


"Itu kamu tau". Ucap Riyan enteng sambil tersenyum menatap ke arah Misha.


".....". Misha hanya mengerucutkan bibirnya tanpa ingin membalas.


"Apa dia masih di apartemen yang sama di Jakarta??".


"Kayanya masih, aku juga gak tahu".


"......".


"Kenapa??". Tanya Misha heran kenapa Riyan bertanya seperti itu toh apartemen itu umum.


"Aku merasa akan ada masalah yang datang menyangkut dia setelah pembicaraan di ruangan papi".


"Pembicaraan apa??". Celetuk Misha langsung nyengir karena merasa perkataannya tidak baik.


"Gak papa,, aku juga gak mau ada rahasia diantara kita. Kalau ada hal yang mengganjal atau kamu ingin tahu tanyakan aja langsung sama aku jangan sungkan". Ucap Riyan paham akan apa yang ada di otak Misha.


"Maaf kalau aku kepo,, tapi kenapa kamu merasa seperti itu".


"Karena beberapa hari yang lalu dia pernah ke perusahaan papi pas kebetulan aku ada disana. Dia dengan terang terangan meminta restu buat miliki kamu".


"Aku?? Minta restu sama papi Rendra??". Ucap Misha kaget. "Tapi kok bisa"


"Dia gak percaya kamu itu pacar aku.. dia hanya percaya aku melakukan itu untuk melindungi adik aku yaitu kamu. Makanya dia langsung minta restu sama papi".


"Adik kamu?? Mirip darimana nya bisa dibilang adik kamu".


"Gak tahu sih. Mungkin karena dia lihat kamu deket banget sama kamu sampai di kira anaknya". Ucap Riyan sedikit kesal.


Misha tertawa dengan perubahan wajah Riyan. Dia sangat kesal selalu dibilang seperti.


Banyak orang yang tidak percaya bahwa Misha dan Riyan adalah sepasang kekasih. Mereka mengiranya Misha itu adik Riyan.


To be continued, , ,

__ADS_1


__ADS_2